
Liam lalu memeluk Jane dan menenggelamkan wajahnya ke leher Jane. Di leher Jane tercium bau harum yang berasal dari parfume yang dikenakannya saat sebelum tidur. Liam lalu melihat buah hasil karyanya di leher Jane dengan perasaan bangga karena itu juga menandakan bahwa saat itu juga Jane telah sepenuhnya milik dirinya seorang. Jane kemudian mematikan lampu kamarnya serta menarik selimut hingga menutupi wajah Liam yang sedang sibuk menciumi leher Jane hingga terdapat bekas merah keunguan di lehernya. Semakin lama ciuman Liam turun ke bawah walaupun sesekali dia mencium bibir strawberry milik Jane juga. Jane hanya tertawa kecil karena perbuatan suaminya itu, dan semakin lama Liam merasakan panas di tubuhnya sehingga dia melepas semua pakaiannya termasuk celananya.
Ciuman Liam semakin intens hingga membuat Jane mengerang dan menjambak rambut suaminya itu. Pada malam itu pasangan sejoli itu sibuk bercinta hingga mereka berdua merasa puas. Liam yang sudah puas melampiaskan nafsunya pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Jane, dan mencium keningnya. Berbeda dengan Liam yang sudah mulai mengantuk, justru mata Jane sekarang menjadi segar karena sehabis bercinta dengan suaminya. Jane mengambil botol di meja samping ranjangnya lalu menengguknya, dan setelah itu dia menatap suaminya yang sedang berusaha untuk mengembalikan tenaganya. Sepertinya suaminya itu sudah merasa kelelahan karena mengerjai Jane sampai hampir 8 ronde. Jane lalu mengambil tissue untuk mengelap wajah suaminya yang sedang berkeringat, dan setelah itu dia memeluknya.
"Kamu terlihat lelah sekali hubby," ucap Jane memeluk Liam.
"Maaf, aku baru pertama kali melakukan hal seperti ini dengan durasi yang cukup lama."
"Iya tidak apa - apa sayang."
"Kamu sangat cantik."
"Terima kasih, mmm hubby aku ingin pipis."
"Mau aku gendong ke kamar mandi?"
Jane mengangguk "iya, aku tidak bisa berjalan karena merasa perih."
"Ululuh sayang, maaf ya habis keenakan hehe."
"Ayo gendong aku ke kamar mandi!"
"Iya sebentar," ucap Liam sembari bangkit dari tidurnya.
"Nanti aku keburu pipis di gendonganmu kalau kamu lama."
"Iya, iya."
Liam lalu menggendong Jane ke kamar mandi, lalu mendudukkannya di atas closet "tunggu diluar, jangan mengintip!"
"Siapa juga yang ingin mengintip kamu pipis."
5 menit kemudian Jane sudah selesai, lalu dia memanggil Liam "hubby sudah selesai."
"Iya," ucap Liam menghampiri Jane ke dalam kamar mandi.
"Kalau dilihat - lihat itu ular pythonmu sangat lucu."
"Ini bukan ular python," ucap Liam menggendong Jane.
"Lalu apa?"
"Naga bear brend."
Jane tertawa "oh naga yang iklannya muncul di televisi itu?"
"Hmmm."
"Kenapa di iklan naga, tapi kalengnya bergambar beruang? trs susunya malah susu sapi?"
"Suka - suka pihak perusahaannya dong, kenapa juga kamu ikut pusing memikirkannya?"
"Tapikan aku penasaran hubby."
__ADS_1
Liam lalu menurunkan Jane ke atas ranjang "sstt sudah, lebih baik kamu tidur."
"Ihh hubby menyebalkan sekali."
"Kalau menyebalkan kenapa mau menikah denganku?"
"Karena sudah terlanjur sayang kepadamu, apalagi aku juga merasa penasaran dengan naga bear brend milikmu."
"Oh begitu, lalu kalau rasa penasarannya sudah terobati bagaimana?" tanya Liam sembari menarik selimutnya.
Jane memeluk Liam "ya jadi semakin sayang lah hehe."
Liam mencium kening Jane "sekarang tidurlah, pasti kamu juga merasa lelah bukan?"
Jane mengangguk, lalu saat Liam baru memejamkan matanya tiba - tiba...... "hubby, aku lapar."
Liam lalu berpura - pura untuk tidur namun Jane justru semakin mengganggu Liam dengan berpura - pura menangis.
"Ya sudah ingin makan apa?" tanya Liam berusaha sabar menghadapi sikap istrinya yang manja itu.
"Makan mie instan dengan dibuatkan olehmu."
"Besok saja ya sayang? aku mengantuk."
"Ya sudah."
"Okay." Liam kembali tidur.
"Huhuhu Liam nakal eomma, dia yang membuat Jane lapar tetapi tidak mau bertanggung jawab."
Jane tersenyum "makasih sayang."
"Tunggu disini, aku akan membuatkan kamu mie instan setelah aku memakai celana terlebih dahulu."
"Iya hubby."
"Dasar wanita manja dan cerewet," ucap Liam menggerutu sembari memakai celananya.
"Kamu bilang apa?"
"Tidak kok, aku tidak bilang apa - apa."
Liam kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan Jane mie instan. Ternyata saat Liam melihat ke dalam kulkas masih ada kubis, bakso, dan sosis. Liam langsung mengambil itu semua dan memasaknya jadi satu bersama dengan mie instan. Tidak lupa Liam juga mengisi botol air minum Jane agar kembali terisi penuh, dan yang pasti agar Jane tidak cerewet lagi. Beberapa menit kemudian mie instan sudah jadi, dan Liam buru - buru pergi ke kamarnya untuk memberikan mie instan yang dia buat untuk istrinya tercinta.
"Ini makan dulu," ucap Liam sembari meletakkan semangkuk mie instan di meja.
"Terima kasih hubby."
Liam mengusap rambut Jane "iya sama - sama."
"Hubby tidak mau makan mie ini bersamaku?"
"Sudah habiskan saja."
__ADS_1
"Tetapi ini terlalu banyak dan aku tidak sanggup menghabiskannya."
"Ya ampun!!" teriak Liam merasa geram.
"M-maaf."
Liam menghela nafasnya kasar "ya sudah, sini aku bantu menghabiskannya."
Karena Liam merasa tidak tega kepada istrinya tersebut lalu dia pun membantu menghabiskan mie instan tersebut. Setelah itu baru Liam bisa tertidur dengan tenang tanpa gangguan dari Jane karena Jane sudah tertidur pulas setelah memakan mie instan buatannya. Saat di pagi harinya Jane masih belum terbangun dari tidurnya karena semalaman dia sibuk bercinta bersama suaminya. Jane akhirnya bangun pada jam setengah 8 pagi, dan dia langsung memunguti pakaiannya serta pakaian suaminya yang berserakan di lantai lalu memasukkannya ke dalam keranjang laundry. Tidak lupa dia juga mencium bibir suaminya itu secara sekilas sebelum pergi mandi, selesai mandi dia kemudian menemui bibi yang sedang menyapu lantai.
"Bibi, boleh minta tolong tidak?"
"Iya nona, ada yang bisa bibi bantu?"
"Mmm itu, aku boleh minta tolong carikan satu set sprei yang baru tidak?"
"Oh itu, boleh non nanti bibi gantikan spreinya setelah selesai menyapu."
"Tolong carikan spreinya saja bi, nanti aku yang akan menggantinya sendiri."
"Oh begitu, baik non sebentar."
"Iya bi."
Beberapa menit kemudian bibi menghampiri Jane dan memberikan satu set sprei kepada Jane "ini non sprei yang nona Jane minta."
"Oh ya terima kasih bi."
"Sama - sama non."
Jane lalu pergi ke kamarnya, dan tidak lama kemudian Mrs Robinson datang menghampiri bibi "bi, nanti setelah selesai menyapu tolong minta lastri untuk menyiram tanaman ya? karena aku cari daritadi tidak ketemu."
"Baik nyonya."
"Tadi Jane minta apa kepada bibi?"
"Oh itu tadi nona minta tolong ke saya untuk mencarikan satu set sprei yang baru."
"Minta tolong digantikan spreinya sekalian?"
"Tidak nyonya, tadi waktu saya tawari malah ingin diganti sendiri."
"Oh begitu."
"Jangan - jangan tadi malam..."
"Ssttt bibi mah sudah tua malah ngegosip."
"Nyonya juga sudah tua."
"Tetapi lebih tua bibi daripada saya."
"Eh iya juga."
__ADS_1
*Mrs Robinson tertawa*