Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #21


__ADS_3


*19.00 WIB*


Ring!! Ring!! telepon Liam berbunyi. Liam dengan segera mengangkat teleponnya, dan setelah mengangkat telepon Liam bergegas mengambil jacket dan kunci motornya. Liam dengan tergesa - gesa menuruni anak tangga lalu berpamitan dengan mommy nya. Kemudian Liam mengendarai motornya menuju rumah Dio karena sudah membuat janji untuk berkumpul bersama teman - teman nya di sana. Setelah beberapa menit kemudian, Liam telah sampai di rumah Dio dan sedang melepas helm sembari memarkirkan motornya.


Liam berjalan sembari menyapa teman - temannya "hai guys, sorry aku telat."


"Tidak kok, ini juga anak - anak baru saja sampai." Balas Dio.


"Oh. Ada apa ini? kok mendadak dan sepertinya penting sekali?"


"Ini kita mau membahas soal agenda kita yang akan pergi berlibur bersama." Jelas Ricko.


Tiba - tiba ada seorang wanita parubaya menghampiri teras rumah sembari membawa minuman dan makanan, dan yang tak lain tak bukan adalah ibu nya Dio. Lalu ibu nya meletakkan makanan dan minuman tersebut di atas tikar yang kebetulan mereka sengaja duduk lesehan di tikar dan mempersilahkan untuk menikmati minuman dan makanan tersebut.


"Eh lho ada nak Liam, bagaimana kabarnya? kok sudah lama tidak kelihatan?"


"Iya bu ini baru pulang dari Australia dan kabar saya baik kok bu, bagaimana kabar ibu?"


"Alhamdulillah sehat kok nak, kalau daddy, mommy, dan Rosie sehat juga kan?"


"Iya bu mereka sehat sehat juga kok."


"Alhamdulillah kalau begitu, ibu tinggal ke belakang ya?"


"Iya bu terima kasih, padahal tidak perlu sampai repot - repot begini."


"Eh tidak apa - apa, ibu senang kalau kalian masih mau main ke sini. Silahkan di nikmati, maaf cuma seadanya."


"Iya tidak apa - apa bu terima kasih."


"Iya sama - sama, eh yang ini namanya siapa? kok ibu belum pernah melihat sebelumnya."


"Saya Josh tante."


"Eh jangan manggil tante panggil ibu aja mereka semua juga memanggil saya dengan sebutan ibu kok."


"Baik ibu."


"Ya sudah ibu tinggal ke belakang ya?"


Mereka menjawab secara serempak "iya bu."


Fyi (for you information) : dulu sejak SMA mereka sering berkumpul di rumah Dio bahkan sampai menginap bersama di rumah Dio. Oleh karena itu mereka (Liam, Ricko,Chicko) sudah sangat akrab dan bahkan menganggap ibu Dio seperti ibu mereka sendiri, dan mereka memanggilnya dengan sebutan ibu. Bahkan ibunya Dio juga sudah menganggap mereka bertiga seperti anaknya sendiri dan para orangtua mereka sudah mengenal satu sama lain. Seperti yang aku bilang sebelumnya bahwa ibu Dio mempunyai warung sederhana di depan rumahnya dan Dio juga mempunyai adik perempuan juga yang bernama Dini.


Dio menepuk punggung Josh "sudahlah Josh tidak perlu canggung begitu kalau disini, anggap saja seperti rumah sendiri seperti mereka bertiga."


"Iya hehe."


"Santai. Silahkan diminum dan dimakan, maaf cuma seadanya."

__ADS_1


"Iya terima kasih."


"Eh Josh kamu cobain deh ini kue nya, enak lho buatan ibunya Dio. Lihat si Liam lahap sekali makannya."


"Ya habis mau gimana lagi kangen juga dengan kue buatan ibu, di Australia tidak ada yang jualan ini kue. Cobain Josh ini enak banget asli, awas nanti bisa ketagihan lho."


Lalu Josh mengambil sepotong kue dari piring "iya, Ini namanya kue apa?"


"Oh ini namanya kue lapis." Jawab Chicko.


"Bagaimana rasanya?" tanya Dio.


"Enak." Jawab Josh.


"Tuh kan aku bilang juga apa," ucap Ricko.


"Kalau yang ini? sama yang ini?" tanya Josh penasaran.


"Oh kalau yang ini namanya kue cucur, terus yang ini namanya kue pukis. Cobain semuanya aja boleh kok." Jelas Dio.


"Iya terima kasih." Jawab Josh sembari mengambil kue pukis.


"Nah kan sekali lagi anak kolongmerat di buat ketagihan dengan kue - kue ini hahaha," ucap Ricko.


Lalu mereka semua tertawa bersama "hahaha."


"Bagaimana soal liburan nya? jadi kapan dan dimana?"


Chicko tertawa "benar sekali anda."


Mereka semua mulai membahas rencana liburan mereka sembari menikmati kue dan minuman buatan ibunya Dio. Mereka saling bertukar pendapat tentang rencana kegiatan, tempat, dan anggaran biaya. Tak lupa mereka juga membahas mengenai pembagian peralatan yang akan mereka bawa, dan tugas masing - masing. Chicko bertugas mencatat semua apa yang mereka telah bahas agar tidak terjadi kesalahan dan kekurangan peralatan seperti dulu.


"Jadi fix ya tempatnya di Gunung A?"


"Iya, sebagai pemanasan karena kita sudah lama tidak pergi mendaki." Jawab Chicko.


"Iya, dan gunung itu yang paling cocok untuk pemanasan karena tidak terlalu tinggi dan medannya juga tidak terlalu berat." Imbuh Dio.


"Kalian berdua gimana? Liam, Josh setuju kan?"


"Iya aku sih setuju aja, pemanasan itu yang dekat - dekat terlebih dahulu dan tidak terlalu berat." Jawab Liam


"Iya aku juga setuju." Jawab Josh.


"Ini mau berapa tenda?" tanya Ricko.


"2 aja bagaimana Ric?"


Dio memukul punggung Chicko "2 mata mu, sempit kalau 1 tenda 3 orang."


"Minimal 3 tenda aja atau 4 sekalian biar yang 1 tenda khusus untuk tempat barang - barang," ucap Liam.

__ADS_1


"3 aja Li, biar kalau masalah barang - barang tetap di tenda masing - masing aja," ucap Ricko.


"Ya sudah tidak apa - apa."


"Seperti biasa ketua nya kamu ya Li?" tanya Ricko.


"Ya udah deh iya aku lagi."


Mereka menjawab secara serempak "sip."


Lalu Josh mengusulkan pendapat "bagaimana kalau soal transportasi pakai mobilku saja?"


"Boleh sih boleh. Nanti kalau lelah menyetir mobilnya bisa gantian." Imbuh Liam.


"Oke deh berarti fix ya tenda 3, mobilnya pakai punya Josh, dan peralatan lain udah di catat semua oleh Chicko dengan anggaran nya untuk keperluan lain," ucap Ricko.


"Iya nih udah aku share juga di grup chat kita sama Josh udah dimasukkan ke grup chat oleh Ricko."


"Iya udah kok makasih."


Dio juga mengingatkan mereka "jadi kita mulai berangkat Jumat siang habis yang sholat jumat pulang terus minggu sore kita udah turun."


"Iya."


Setelah membahas tentang rencana liburan mereka, kemudian mereka bermain gitar dan bernyanyi bersama karena itu merupakan ritual wajib mereka setiap berkumpul bersama. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 dan kebetulan itu malam minggu jadi mereka tidak tergesa - gesa untuk pulang karena tidak ada yang berangkat ke kantor dan kuliah paginya. Mereka semua bernyanyi dengan riang gembira bahkan terkadang bercanda bersama. Sampai Ricko menanyakan soal cerita Dio dan Chicko yang menguping wanita incaran mereka.


"Eh katanya kalian berdua mengikuti si perempuan waktu itu ya? kalian dapat apaan?"


"Oh itu, eh tau tidak Li perempuan yang aku dan Chicko ikuti itu kok bau parfumnya sama seperti yang di jacketmu waktu itu ya?" tanya Dio.


Liam bergumam dan sedikit merasa panik "duh gawat nih kalau sampai mereka tau tentang perempuan itu dan disini ada si Josh kakanya lagi."


"Masa sih? jacket Liam yang mana Dio?"


"Itu lho Ricko yang waktu kita berkumpul pertama kali setelah Liam pulang ke Indonesia, yang kita kira ada mbak kunti karena ada parfum cewek."


"Oh yang itu, masa sih? mungkin kamu salah penciuman kali, ya tidak Liam? Li- Liam?"


"Hm? apa Ric?"


"Hais melamunkan apaan sih Li? tumben sekali kamu melamun begitu."


Dio meledek Liam sembari menyuapi kue ke mulut Liam "galau pasti anak itu gara - gara tidak dapat pacar, sudah lah kamu itu lebih baik makan ini kue deh Li daripada galau terus."


Kemudian Liam menangkis tangan Dio "ih apaan sih bukan itu."


Dio dan Chicko mulai menceritakan kejadian yang mereka alami sewaktu mengikuti perempuan incaran mereka dari balik pohon. Mereka mendengarkan cerita dengan seksama dan di akhir cerita, mereka semua tertawa terbahak - bahak karena kejadian lucu yang mereka alami. Bahkan Ricko terus meledek mereka berdua atas perbuatan konyolnya tersebut.


Malam semakin larut dan mereka masih berbincang dengan canda dan tawa. Mereka membahas beberapa topik bahkan berdiskusi tentang suatu hal. Mereka sangat menikmati perbincangan tersebut dengan kue dan minumam wedang bajigur buatan ibunya Dio. Mereka sengaja tidak minum minuman beralkohol karena merasa tidak enak dengan tetangga sekitar rumah Dio, maklum lah rumah dio terletak di tengah - tengah desa, jadi mereka merasa tidak enak jika minum minuman beralkohol di sana.


Jam menunjukkan pukul 00.30 WIB, dan mereka berpamitan untuk pulang ke rumah masing - masing karena menurut mereka itu sudah sangat larut dan takut semakin mengganggu warga di sekitar rumah Dio. Setelah berpamitan, mereka mengendarai kendaraan masing - masing dan pulang ke rumah nya masing - masing.

__ADS_1


__ADS_2