
Liam lalu memasukkan tangan kanannya ke dalam baju Jane dan mengusap - usap punggungnya, sedangkan Jane langsung bersandar di dada Liam setelah merasakan merinding di sekujur tubuhnya. Liam hanya tersenyum saja saat melihat Jane yang tiba - tiba bersandar di dadanya, karena dia mengetahui apa yang dirasakan oleh Jane apalagi sudah lama dia tidak melakukan hal seperti itu kepada Jane. Jane berusaha menyingkirkan tangan Liam dari punggungnya saat tangan Liam akan turun ke bawah, dan dia lalu bergegas untuk tidur agar tidak diterkam oleh singa yang sangat ganas. Melihat hal tersebut, Liam kemudian menertawakan Jane dam dia berusaha untuk membuka selimut yang menutupi semua tubuh Jane termasuk kepalanya.
5 menit kemudian Liam berhasil membuka selimut tersebut dan Jane sedang meringkuk menutupi kepalanya dengan menggunakan tangannya. Liam merasa gemas dengan tingkah istrinya itu dan setelah itu dia mengangkat Jane sekaligus mendudukkan Jane di pangkuannya kembali. Liam langsung menciumi seluruh wajah Jane hingga membuatnya tertawa geli dan setelah itu ciumannya turun ke leher Jane hingga meninggalkan bekas bewarna biru keunguan di leher Jane yang putih itu. Setelah melakukan semua hal itu Liam kemudian memandangi wajah Jane menurut Liam sedikit tidak mengenakkan untuk di pandang karena mungkin saja Liam telah melakukan suatu kesalahan yang tidak dia sadari.
Karena Liam merasa takut akhirnya dia mengambil bukunya dan kembali melanjutkan membaca buku tersebut. Namun tiba - tiba saja Jane memgambil buku itu dari tangan Liam dan menatap Liam dengan sangat tajam hingga membuat Liam melihat ke arah lain agar tidak menjadi batu seperti kutukan Medusa. Setelah itu Liam pergi ke kamar mandi karena ingin buang air kecil sekaligus menghindari Jane yang telah berubah menjadi macan betina. Beberapa hari kemudian saat hari Sabtu, Liam sengaja bangun lebih awal karena dia ingin berolahraga. Liam merasa bahwa selama seminggu itu dia sudah makan dengan jumlah kalori yang lumayan banyak. Liam turun ke bawah dan setelah itu dia menuju ke ruangan gym pribadinya.
"Hubby tolong!" teriak Jane saat Liam sedang sibuk berolahraga.
Dengan cepat Liam langsung berlari menghampiri sumber suara tersebut.
"Iya sayang ada apa?" tanya Liam panik.
"Tolong angkatkan galon dong hubby sayang."
"Ku kira ada apa sampai kamu berteriak seperti tadi."
"Hehe."
Liam kemudian mengangkat galon air minum meskipun dia tidak menggunakan baju atasan.
"Sudah," ucap Liam malas.
"Terima kasih hubby sayang."
"Iya sama - sama."
Liam langsung berjalan kembali menuju ke ruangan gym pribadinya, dan melanjutkan kegiatannya. 10 menit kemudian dia kembali mendengar teriakan dari Jane.
"Ada apa lagi sayang?" tanya Liam merasa geram.
"Gas nya habis, tolong pasangkan yang baru ya?" tanya Jane sembari mengedip - ngedipkan matanya.
Liam menghela nafasnya kasar.
"Iya deh."
Liam melepas regulator gas dan pergi mengambil cadangan gas yang baru, setelah itu dia memasangkan regulator gas itu ke tabung gas yang baru.
"Ini sudah."
__ADS_1
"Terima kasih."
"Iya sama - sama," ucap Liam mengusap rambut Jane.
Liam kembali ke ruangan gym pribadinya sembari berharap bahwa Jane tidak akan memanggil - manggil namanya lagi saat dia sedang sibuk berolahraga. Namun tidak berselang lama setelah itu Jane malah masuk ke dalam ruangan gym pribadinya dengan niatan ingin menggoda suaminya yang tengah sibuk berolahraga.
"Hai hubby, sedang sibuk ya?" tanya Jane sembari membawa segelas air.
"Ya yang seperti kamu lihat, maaf sedang tidak ingin meladeni tingkah manjamu terlebih dahulu."
"Kenapa begitu hubby?"
"Aku sedang ingin berolahraga, jadi mohon maaf tidak dulu."
Jane kemudian memperlihatkan wajah liciknya itu dan langsung menyiram secangkir teh hangat itu ke perut Liam dengan dalih tidak sengaja melakukannya.
"Arghh panas," ucap Liam sembari mengusap perutnya.
"Eh maaf hubby, aku tidak sengaja."
"Dasar, apa kamu sengaja melakukannya hanya karena ingin mendapat perhatian dariku?" tanya Liam berusaha menebak.
Jane lalu mengelap perut Liam dengan menggunakan tangannya, jadi dia bebas menyentuh perut Liam yang seperti roti sobek itu.
"Huh, cepat bersihkan!"
"Iya hubby, sabar."
Jane lalu bertanggungjawab untuk membersihkan perut Liam, dan setelah itu dia duduk di samping Liam untuk menguncir rambutnya hingga memperlihatkan bekas hickey hasil karya suaminya itu sembari melihatnya berolahraga. 20 menit kemudian Liam duduk di samping Jane untuk beristirahat, dan secara tidak sengaja dia melihat hickey di leher Jane.
"Ternyata ini masih ada," ucap Liam menyentuh leher Jane.
"Ya begitulah, sulit hilang serta membutuhkan waktu untuk menghilangkannya."
"Baguslah, ini sengaja aku buat sebagai tanda bahwa kamu itu telah menjadi milikku."
"Apakah semacam tanda kepemilikan, begitu?"
"Tentu saja, aku akan menambahkannya."
__ADS_1
"Eh jangan hubby."
"Kenapa memangnya? kamu tidak ingin bahwa semua orang mengetahui bahwa kamu itu sudah menjadi milikku heum?"
"Bukan begitu, hanya saja nanti jelek jila terlu banyak."
"Oh benar juga."
Jane lalu beralih duduk di pangkuan Liam dan mengalungkan kedua tangannya di leher Liam.
"Semua orang sudah tahu bahwa aku ini milikmu hubby, jadi jangan khawatir."
"Aku tidak khawatir, melainkan aku suka sekali memberikan tanda di berbagai hal untuk memberi tahu kepada orang lain bahwa itu milikku."
"Begitukah?"
"Iya termasuk ini," ucap Liam yang dibarengi oleh mendaratnya sebuah ciuman di bibir Jane.
"Mmmh, hubby."
"Begitulah, maka kamu sudah menjadi milikku dan tidak ada yang berani macam - macam denganmu maupun berani merusak hubungan kita berdua."
Liam kemudian menurunkan Jane dan kembali berolahraga, sedangkan Jane pergi ke kamar baby Ace untuk menengoknya. Ternyata baby Ace sudah bangun dari tidurnya, oleh sebab itu Jane langsung menggendong baby Ace untuk memberinya susu. Jane duduk di atas ranjang dan menyusui baby Ace sembari membaca beberapa pesan yang dikirimkan eh teman - temannya. Karena baby Ace tidak ingin dicueki oleh Jane, akhirnya dia menangia untuk menarik perhatian Jane. Mendengar bahwa baby Ace menangis, Jane lalu berdiri sekaligus menimangnya agar baby Ace berhenti menangis. Jane lalu membuka semua gorden kamar baby Ace serta jendela kamarnya sembari menggendong baby Ace. Tidak lama kemudian Liam menghampiri Jane dan menyapa baby Ace.
"Hai jagoan daddy, sudah bangun ternyata."
"Iya daddy, Ace bagun karena Ace merasa lapar."
"Oh begitu, sudah diberi susu Jane?" tanya Liam menatap Jane.
"Sudah kok hubby, sebentar lagi aku juga akan memandikannya."
"Memang belum mandi?"
"Belum."
"Oh begitu."
"Katanya kamu ingin mengajakku pergi jalan - jalan di desa ini bersama dengan baby Ace?"
__ADS_1
"Oh iya aku lupa hehe, ya sudah besok saja karena ini cuacanya sudah panas sekali."
"Iya hubby."