Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #59


__ADS_3


Jane tidak bisa menahan air matanya lagi, dia akhirnya berlari menuju kamarnya dan menangis sembari berbaring di ranjangnya. Liam kemudian berjalan mengikuti Jane ke kamarnya, tetapi saat melewati ruang tengah dia kemudian memutuskan berhenti untuk mematikan televisinya dan membereskan semua paper bag milik Jane beserta bonekanya yang tertinggal di ruangan tersebut. Liam kemudian membawa semua barang - barang tersebut ke dalam kamar Jane. Saat masuk ke dalam kamarnya, Liam melihat jika Jane sudah tidur, lalu kemudian dia meletakkan semua paper bag tersebut di sofa kamar dan bonekannya dia letakkan di samping Jane tidur. Tetapi saat meletakkan boneka tersebut, sekilas Liam melihat jika ada air mata yang membasahi pipi Jane. Liam lalu mengusap air mata tersebut tetapi Jane langsung mendorong Liam agar menjauh darinya.


Jane berteriak kepada Liam "pergi kamu dari sini!"


Liam merasa kebingungan "ada apa sebenarnya?"


"Tidak ada apa - apa."


"Jangan begitu, jika ada masalah ceritakan saja kepadaku."


Jane kemudian menghampiri Liam dan mendorong tubuh Liam agar pergi "sudah aku bilang, aku lelah dan aku ingin agar kamu pergi dari kamarku!"


"Tidak, aku tidak akan pergi."


Jane berteriak kembali "kamu ini kenapa?"


Liam lalu memeluk Jane dan ikut berteriak "kamu ini yang kenapa?"


Jane meronta - ronta ingin melepas pelukan Liam sembari memukul - mukul dada Liam "lepaskan dan pergilah dari sini."


Pelukan dari Liam semakin erat membuat Jane tidak bisa melepaskannya lalu Jane menangis di pelukan Liam, kemudian Liam mulai bertanya "ada masalah apa sebenarnya?"


Jane hanya diam saja, lalu menangis dengan keras di pelukan Liam yang membuat Liam semakin bertanya - tanya ada apa sebenarnya dengan Jane. Liam lalu mencoba melepas pelukannya untuk bertanya kepada Jane tetapi Jane tidak mau melepaskannya, akhirnya Liam membiarkan Jane tetap memeluknya agar Jane merasa tenang. Liam juga mengusap lembut rambut Jane dan berusaha untuk menenangkannya. Beberapa menit kemudian akhirnya Jane berhenti menangis dan melepaskan pelukannya. Setelah itu Jane berjalan menuju ranjangnya dan langsung tidur memeluk bonekannya tanpa berbicara sepatah kata apapun kepada Liam. Sebenarnya Liam ingin bertanya tetapi dia takut jika Jane mulai menangis lagi, akhirnya dia mengurungkan niatnya itu dan berjalan menghampiri Jane. Liam kemudian menyelimuti Jane dan mengusap lembut rambut Jane lalu pergi ke kamarnya untuk tidur.


Saat pagi menjelang, Jane telah bangun dari tidurnya setelah tadi malam dia menangis tersedu - sedu di pelukan Liam. Saat bangun Jane langsung menghampiri kaca rias miliknya untuk memeriksa matanya yang sembab. Lalu dia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan setelah itu Jane memutuskan untuk memasak di dapur. Jane sengaja bangun lebih awal agar dapat memasak untuk sarapan karena dia hari ini pergi ke kantor menggantikan Josh mengurus kantor cabang. Setelah memasak, Jane pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap - siap. Liam yang baru bangun dan terlihat masih mengantuk kemudian pergi ke dapur untuk mengambil sebuah soda di kulkas tetapi kemudian Jane datang mencegahnya.


"Di pagi hari jangan minum soda," ucapnya dengan nada dingin.


Liam hanya menurut saja lalu meletakannya kembali di kulkas "okay."


"Aku sudah memasak untuk sarapan, duduklah! aku akan menyiapkannya."


Liam melihat se kotak susu di kulkas kemudian dia mengambilnya dan langsung meminumnya tanpa membacanya terlebih dahulu, setelah merasakannya dia langsung memuntahkannya di wastafel dapur dan merasa kesal "haiss susu apa ini kok rasanya hambar?"


Jane lalu menatap ke arah Liam "oh itu susu less sugar, jadi memang rasanya tidak manis."


Liam kemudian mengamati kotak susu tersebut "oh pantas saja, tapi perasaan aku tidak membelinya."

__ADS_1


"Itu aku yang membelinya untuk diriku sendiri."


"Bisa tolong ambilkan gelas dengan 2 sendok gula?"


"Untuk apa?"


"Untuk meminum susu ini, kan nanti susunya jadi manis kalau aku menambahkannya gula."


Jane menggelengkan kepalanya "sudah jangan meminum susu itu! aku sudah membuatkanmu kopi."


Liam langsung meletakkan susu itu ke kulkas kembali "benarkah?"


"Iya, jika kamu ingin meminum susu besok aku akan membelikan se kotak susu yang biasa untukmu."


Liam lalu duduk di kursinya untuk sarapan "baiklah terima kasih."


Jane menghampiri Liam lalu meletakkan secangkir kopi di atas meja "ini kopi untukmu."


"Thank you my sunshine."


Jane hanya terdiam saja, lalu dia menuangkan masakannya di piring Liam dan setelah itu dia duduk di kursinya "bagaimana rasanya?"


Jane tersenyum di sela - sela memakan masakan yang dibuat olehnya "aku akan menggantikan oppa sementara di kantor."


Liam mengangguk paham "oh begitu."


"Jam segini belum mandi, kamu tidak pergi ke kantor?"


"Aku libur karena besok akan pergi ke New York."


Raut wajah Jane tiba - tiba berubah "oh."


"Kamu ingin minta dibelikan apa sebagai buah tangan?"


"Aku tidak tau, tapi cepatlah kembali."


"Aku belum jadi berangkat tetapi kamu sudah meminta aku untuk cepat pulang?"


"Ya memangnya kenapa? aku hanya meminta kamu cepat kembali dengan selamat, itu saja."

__ADS_1


Liam tertawa "Aneh sekali. Aku sudah selesai dan aku akan mandi untuk mengantarmu ke kantor."


"Tidak perlu, Pak Kang yang akan mengantarku."


"Hei kenapa begitu?"


Jane lalu bangkit dari duduknya "tidak apa - apa. Sini piringmu, aku akan mencucinya sebelum berangkat."


Liam lalu memegang tangan Jane "biar aku saja yang mencuci semuanya nanti, kan sayang bajumu nanti akan menjadi kotor."


"Baiklah, terima kasih."


Liam lalu menatap Jane "duduklah, aku ingin berbicara denganmu."


Jane kembali duduk di kursinya "tentang apa?"


"Sebenarnya tadi malam kenapa kamu menangis?"


"Tidak ada apa - apa kok."


Liam semakin dalam menatap mata Jane "jika ada masalah bilang saja kepadaku."


Jane mengalihkan pandangannya dari Liam "aku sudah bilang, aku hanya merasa lelah saja."


"Aku tau dari matamu jika kamu sedang berbohong kepadaku."


Jane berteriak kepada Liam "aku tidak berbohong kepadamu Liam."


"Kenapa tiba - tiba kamu berteriak kepadaku?"


Jane lalu melihat jam tangannya "aku sudah terlambat untuk ke kantor."


"Aku tidak habis fikir denganmu."


Jane kemudian mengusap rambut Liam dengan lembut "kita bicara lain kali karena aku sedang buru - buru, bye."


"Bye, take care."


Jane lalu mengambil tas miliknya dan berjalan pergi keluar dari apartement, sedangkan Liam hanya menatap punggung Jane yang perlahan menghilang dari pandangannya. Liam hanya terdiam sebentar lalu membereskan semua peralatan makan di atas meja dan membawanya ke tempat cuci piring. Liam mencuci semua peralatan makan tersebut sembari memikirkan sikap aneh Jane sebelum dirinya berangkat ke New York.

__ADS_1


Note: Jangan lupa like di setiap episodenya ya, untuk keberlangsungan cerita ini


__ADS_2