
Di tengah malam saat Rosie terbangun dia melihat jika Liam masih tertidur dengan pulas sembari memeluknya, dan setelah itu Rosie membenahi selimut Liam. Rosie kemudian mengambil handphone Liam dari atas meja, lalu dia membukanya dan melihat jika wallpaper layar utama di handphone Liam adalah foto Liam bersama dengan Jane saat sedang berada di atas bukit di samping Villa keluarganya. Rosie lalu melihat ke arah Liam dan tersenyum karena ternyata kakaknya sedang bucin (budak cinta) kepada Jane. Sebelumnya Liam pasti memasang wallpaper bergambar karakter anime (animasi jepang) favoritenya, namun baru kali ini kakaknya itu memasang wallpaper foto dirinya sendiri bersama dengan Jane. Rosie berfikir jika sepertinya Liam mulai benar - benar jatuh cinta kepada Jane karena jika diperhatikan akhir - akhir ini mereka berdua tampak sangat dekat sekali dan sedikit mesra walaupun mereka berdua tidak memperlihatkan secara terang - terangan, apalagi saat dirinya melihat perlakuan kakaknya kepada Jane di taman belakang rumah. Pasti ini semua akibat dari mereka berdua tinggal di unit apartement yang sama beberapa bulan belakangan ini.
Tetapi di sisi lain Rosie juga takut kalau ternyata kakaknya itu hanya sebagai tempat pelarian saja setelah Jane putus dari pacarnya, apalagi Jane dengan pacarnya itu sudah menjalin hubungan yang cukup lama. Rosie semakin terkejut setelah dia melihat percakapan mereka berdua yang mengatakan jika mereka berdua bertunangan di hari ulang tahun Jane. Sebenarnya Rosie sangat senang jika mereka berdua akan bertunangan, namun di sisi lain Rosie merasa sangat khawatir jika Liam sebenarnya hanya dipermainkan bahkan sampai dipermalukan di depan umum karena Rosie tau jika kakaknya itu sedikit bodoh dan mudah ditipu. Setelah lelah berpikir lalu Rosie meletakkan handphone Liam di atas meja dan kembali tidur. Keesokan hari saat Liam terbangun kemudian dia meregangkan tubuhnya dan mengusap pipi adiknya yang masih tertidur pulas. Liam lalu pergi ke kamarnya untuk mandi karena dia harus berangkat kerja ke kantor. Begitu dia sudah siap hendak pergi tiba - tiba Mrs Robinson mengajak Liam untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Liam kemudian menuruti permintaan mommy nya dan duduk di ruang makan, beberapa menit kemudian Mr Robinson datang ke ruang makan sembari membawa tas kerja miliknya.
Mr Robinson lalu menyapa istrinya yang sedang asik berbincang bersama dengan anaknya "selamat pagi sayang."
"Selamat pagi juga sayang," ucap Mrs Robinson sembari mengusap punggung suaminya itu.
Liam yang merasa iri kemudian memprotes tindakan orang tuanya itu "pagi - pagi sudah bermesraan saja," ucapnya sembari memainkan handphone miliknya.
"Memangnya kenapa? kamu iri? maka dari itu cepatlah menikah agar kamu bisa seperti ini dengan istrimu dipagi hari," ucap Mr Robinson dengan ekspresi mengejek.
"Iya deh, kapan - kapan aku akan menikah kalau sedang ingin."
"Selalu saja jawabnya seperti itu jika diminta untuk cepat menikah, kapan - kapannya itu kapan Liam?"
"Ya kapan - kapan."
"Terserah kamulah, daddy bisa cepat tua kalau terus menerus berbincang denganmu."
"Daddy kan memang sudah tua," ucap Liam mengejek Mr Robinson.
"Maka dari itu cepatlah menikah karena daddy sudah ini tua dan daddy tidak sabar ingin bertemu dengan cucu daddy selagi daddy bisa."
"Baiklah dad, mungkin satu abad lagi Liam akan menikah."
__ADS_1
Mr Robinson kemudian mengangkat tangan kanannya dan bersiap ingin memukul Liam "dasar kamu ini."
Mrs Robinson lalu menengahi mereka berdua "sudahlah! kalian berdua pagi - pagi sudah ribut saja, coba sekali - sekali kalian akur dengan memancing ikan bersama atau melakukan kegiatan lain bersama."
"Aku tidak bisa memancing hon lagipula aku tidak sabar jika hanya duduk seharian menunggu umpanku dimakan oleh ikan," ucap Mr Robinson sembari memakan roti selainya.
"Bukankah pekerjaanmu juga hanya duduk seharian di kantor?" tanya Mrs Robinson.
"Iya, tetapi beda karena memancing itu tidak menghasilkan uang jadi itu tidak membuatku tertarik."
"Bermain golf juga tidak menghasilkan uang kan? bahkan itu hanya membuang - buang uang saja, lalu kenapa kamu masih memainkannya?"
"Tetapi beda itu hon."
"Terserah kamu saja, aku ingin kamu sekali - kali habiskan waktumu bersama dengan anak - anakmu! bagaimana kamu ingin dekat dengan mereka jika diminta untuk cuti dan menghabiskan waktu bersama saja seperti berat sekali, lain kali jangan mengeluh denganku jika kamu sulit untuk dekat dengan anak - anakmu."
"Sudahlah, aku ingin membangunkan Rosie." Mrs Robinson kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.
Liam hanya diam dan tersenyum seperti sedang mengejek Mr Robinson karena sehabis dimarahi oleh Mrs Robinson "tuh kan mommy marah, lagipula daddy juga sih yang memancing emosi mommy. Bukannya jadi memancing ikan malah memancing masalah dengan mommy di pagi hari."
"Bagaimana ini Liam?"
Liam mengangkat kedua bahunya "aku tidak tau dan tidak ingin ikut campur."
Mr Robinson kemudian menghubungi sekretaris pribadinya melalui handphone "tolong kamu batalkan jadwal saya dan Liam seharian ini."
__ADS_1
"Memangnya daddy akan mengajakku pergi kemana?" tanya Liam setelah mendengar Mr Robinson menghubungi sekretaris pribadinya.
"Mari kita pergi memancing hari ini, dan cepat ganti pakaianmu!"
"Tumben sekali daddy langsung dengan mudahnya merubah rencana seperti ini."
"Karena supaya daddy tidak kehilangan jatah malam ini."
"Baiklah."
Liam lalu pergi mengganti pakaiannya hanya dengan kaos dan celana kolor saja, begitu juga dengan Mr Robinson yang hanya memakai celana panjang dan kaos polo. Setelah siap semuanya mereka berdua pergi ke tempat toko alat pancing terdekat untuk membeli peralatan pancing beserta umpannya. Lalu setelah itu mereka berdua pergi ke Waduk S untuk memancing ikan bersama dengan ditemani oleh beberapa bodyguard Mr Robinson. Sesampainya di sana para bodyguard itu lalu menyiapkan kursi dan payung agar di saat siang hari majikannya itu tidak merasa kepanasan. Setelah semuanya siap, mereka berdua lalu mulai memasang umpan di kail pancing mereka masing - masing lalu melemparkannya ke dalam waduk. Liam lalu mengambil sebotol minuman dingin dari cooler box dan meminumnya sembari menunggu kail pancingnya di sambar oleh ikan.
"Tumben sekali daddy menuruti ucapan mommy, biasanya daddy selalu keras kepala jika diberi tau oleh mommy."
"Daddy seperti ini bukan karena takut istri melainkan ingin menghargai istri saja, lagipula selama ini apa yang dikatakan oleh momny kamu ada benarnya juga."
"Aku kira daddy takut istri hahaha." ucap Liam mengejek Mr Robinson.
"Tidak kok, lagipula daddy juga sepertinya sedah mulai lelah beradu mulut dengan mommy kamu setiap hari untuk mempertahankan argumen pribadi yang setiap kali merasa paling benar padahal belum tentu argumen kita benar."
"Iya benar dad."
"Semakin kesini di umur daddy yang semakin tua daddy lebih ingin memperbaiki hubungan dengan orang - orang terdekat daddy terutama denganmu Liam, maaf jika daddy selalu sibuk bekerja sampai daddy seperti membiarkan kamu berjalan sendiri selama ini padahal kamu sangat membutuhkan daddy untuk menemanimu berjalan dan mendukung apa yang sedang kamu lakukan."
"Iya tidak masalah dad," ucap Liam yang merasa terharu dengan ucapan Mr Robinson.
__ADS_1
"Jika suatu saat kamu menikah maka dengarkan dan turuti semua nasihat istrimu karena terkadang kita sebagai seorang pria lebih mementingkan ego daripada memilih untuk duduk bersama dan membicarakan mengenai pendapat dari kedua belah pihak. Intinya kita juga harus meminta pendapat dari istri kita sebelum memutuskan sesuatu hal karena menikah bukan tentang satu kepala saja, melainkan dua kepala yang harus bisa menjadi satu."
"Baik dad, aku akan mengingat nasihat darimu."