
Setelah mendengar suaminya mengatakan hal tersebut Jane lalu memintanya untuk beristirahat sebentar dan tidak perlu takut karena malam masih panjang. Liam kemudian menenggelamkan wajahnya ke leher Jane sembari mendengarkan Jane bercerita mengenai banyak hal. Liam sampai mengantuk mendengarkan Jane yang terus mengoceh seperti burung beo, dan hal itu membuat Liam mengganggu Jane dengan cara membuat tanda kepemilikannya di leher Jane yang putih itu.
Jane lalu memukul lengan Liam karena merasa geli, apalagi Liam menggoreskan rambutnya di leher Jane. Terlihat secara jelas bahwa Liam sangat tidak sabaran untuk segera melahap Jane namun Jane masih ingin beristirahat sejenak karena merasa takut, dan akhirnya dia bercerita panjang lebar untuk mengulur waktu. Jika Jane berhasil melakukan hal tersebut maka mereka tidak jadi melakukannya karena Liam pasti sudah tertidur nyenyak.
Sebenarnya Jane bisa menolaknya namun Jane merasa tidak enak kepada Liam jika dia mengatakannya, nanti takutnya Liam menduga bahwa perselingkuhannya memang benar - benar terjadi. Semakin lama Liam semakin mengantuk dan bahkan sudah hampir ketiduran namun tiba - tiba saja Jane langsung memulai serangan terlebih dahulu kepada Liam hingga membuatnya tidak jadi tertidur.
Liam langsung semangat membalas serangan dari Jane itu dan itu berlangsung sekitar beberapa menit saja. Setelah itu Liam langsung kembali berbaring di samping Jane untuk bermanja ria. Liam lalu duduk di atas ranjangnya dan memakan kue tart yang tadi dia buat saat sedang di apartement karena merasa lapar setelah mengeluarkan semua energinya yang tersisa. Jane hanya menatapnya dengan heran karena suaminya memakan kue yang seharusnya untuk ulang tahunnya, dan juga masih sempat - sempatnya makan setelah melakukan hal itu. Padahal Jane merasa bahwa dia selalu saja merasa tidak nafsu untuk makan setelah melakukan hal tersebut karena merasa eneg.
"Kamu tidak ingin memakannya babe?" tanya Liam sembari mengunyah kue itu.
"Tidak hubby, aku selalu tidak berselera untuk makan setelah melakukan hal itu."
"Kenapa?" tanya Liam menoleh ke arah Jane.
"Aku merasa eneg meskipun hanya melihatnya saja."
"Makanya jangan menelannya terlalu banyak, dasar gila kan aku sudah memperingatkan kamu sebelumnya."
Jane tampak terbaring lesu di atas ranjangnya.
"Hubby kemarilah!"
Liam lalu mendekat ke arah Jane sembari memegang sepotong kuenya.
"Kenapa babe? mau minum?"
Jane mengangguk.
"Boleh."
Liam lalu mengambil air dari dispenser mini dan langsung memberikannya kepada Jane.
"Ini sayang minumlah."
*Gluk gluk gluk.*
"Ah sudah lebih baik sekarang."
Tiba - tiba saja Liam menjatuhkan kue itu ke ranjangnya hingga membuat sprei ranjangnya kotor karena terkena krim kue itu.
"Astaga ckckck, jadi aku harus mengganti sprei kan?"
"Halah tidak diganti juga tidak apa - apa, ini hanya terkena sedikit saja kok."
"Nanti kalau tidak diganti pasti akan di kerubungi semut dan membuat tubuh kita gatal saat tidur."
__ADS_1
"Oh begitu, ya sudah sih jangan marah - marah begitu nanti cepat tua."
Jane lalu mencubit Liam hingga dia mengerang kesakitan.
"Setiap diberitahu selalu saja membantah, hobi sekali membuatku marah."
"Arghh sakit Jane, ampun."
Jane lalu melepaskan cubitannya itu.
"Hmm kemarilah aku masih merindukanmu."
Liam lalu berbaring di samping Jane dan langsung memeluknya. Jane merasa geli melihat krim kue yang menempel di bibir Liam hingga membuatnya tertawa, dan kemudian dia mengambil tissue di sampingnya untuk membersihkan bibir Liam.
"Kamu selalu saja belepotan saat makan apapun, entah itu kue maupun ice cream."
"Aku memang sengaja agar kamu membersihkannya sehingga aku bisa menatap wajahmu yang menggemaskan seperti kucing betina itu."
*Cup.* Jane mencium bibir Liam sekilas.
"Kalau ternyata aku kalah cepat dan orang lain yang membersihkannya bagaimana?"
Liam berfikir sejenak.
"Ya aku akan kembali mengotori bibirku dan kalau perlu mengotori wajahku dengan krim kue sampai penuh sampai kamu membersihkannya."
"Kamu ini ada - ada saja."
Beberapa jam kemudian mereka berdua sudah tertidur dengan nyenyak sembari saling berpelukan satu sama lain. Keesokan harinya setelah suaminya berangkat ke kantor, Jane saat ini sedang mengajak baby Ace berjalan - jalan berkeliling desa. Pak Kang juga ikut menemani Jane karena memang itulah tugasnya selama ini yaitu, menjaga Jane dimanapun dia berada saat suaminya sedang tidak ada. Sesekali Jane berbincang dengan Pak Kang maupun dengan baby Ace, dan terkadang Jane juga menyapa beberapa warga desa yang lewat. Jane kemudian berhenti sebentar untuk menghirup udara segar sembari beristirahat sejenak.
"Ini nyonya minuman anda," ucap Pak Kang memberikan sebotol air mineral.
"Terima kasih Pak Kang."
"Sama - sama nyonya," jawab Pak Kang tersenyum.
"Aku masih merasa heran mengapa Liam memilih untuk membangun rumah di pedesaan, padahal kedua orang tuanya saja rumahnya ada di kota."
"Mungkin tuan sudah merasa bosan tinggal di kota, oleh sebab itu dia memilih untuk membangun rumah di desa."
"Hmm benar juga sih Pak Kang."
"Bukankah tinggal di pedesaan juga sangat mengasyikkan? udaranya sangat segar jika di pagi hari, banyak hamparan sawah yang menghijau, dan juga lihatlah sungai ini! ternyata banyak sekali ikannya."
Jane lalu melihat sungai yang berada di sampingnya.
__ADS_1
"Wah benar lihat itu Pak Kang, ikannya banyak sekali saling berjejer rapi."
"Aku jadi ingin menangkapnya nyonya."
"Untuk dipelihara?"
"Untuk dimakan," jawab Pak Kang.
"Ihhh masih kecil kok dimakan?"
"Ikan jenis ini memang selalu seperti ini tubuhnya dan sangat berbeda jauh dengan tubuh ikan nila maupun gurameh, akan tetapi ikan ini masih sangat lezat untuk di konsumsi."
"Oh begitu."
"Nyonya ingin mencobanya? nanti aku akan menjaringkannya untuk anda."
"Ihh tidak mau, kasihan."
Tiba - tiba ada segerombolan anak kecil membawa toples dan juga jaring ikan yang menghampiri sungai itu.
"Hei kalian akan kemana?" tanya Pak Kang menyapa anak - anak tersebut.
"Kami semua akan menjaring ikan disini paman."
"Oh begitu, apakah kalian akan memasaknya?"
"Tidak, kami akan merawatnya saja karena jika dimasak kami sangat malas membersihkan ikan - ikan ini."
"Kenapa begitu?" tanya Pak Kang penasaran.
"Kami sangat lelah membersihkannya meskipun hanya tinggal di pencet - pencet saja."
"Oh begitu, baiklah."
Segerombolan anak - anak itu langsung terjun ke sungai untuk mencari ikan dengan menggunakan jaring yang tadi mereka bawa. Anak - anak itu sangat cekatan sekali menggerakkan jaring serta kakinya hingga membuatnya sangat mudah mendapatkan sebuah ikan. Baru 5 menit saja mereka sudah mendapat sekitar 20 ekor ikan, dan meletakkannya di toples. Jane dan Pak Kang sampai terkagum melihat anak - anak itu yang sangat cekatan sekali saat menangkap ikan.
"Wah kalian keren sekali," ucap Jane.
"Terima kasih bibi."
"Itu ada dedek ya?"
"Iya."
Anak - anak itu langsung melihatnya.
__ADS_1
"Wah sangat lucu sekali."
"Terima kasih."