
Setelah menutup teleponnya Liam kemudian memeluk dan mencium kening Jane dengan lembut. Liam lalu melepas pelukannya dan memandang bintang - bintang dilangit. Angin sepoi - sepoi berhembus memainkan rambut mereka berdua, dan rambut Jane menjadi terlihat sangat indah ketika terkena angin sepoi - sepoi tersebut. Jane kemudian menarik tangan Liam dan mengajaknya berjalan - jalan disekitaran Sungai Han. Terpancar suasana kebahagiaan dari wajah mereka berdua karena mereka tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang sedang mereka alami. Mereka berdua kemudian menyewa sepeda gandeng dan mengendarainya di sekitaran tempat itu. Tempat yang awalnya sepi tiba - tiba menjadi sangat ramai saat malam semakin larut.
Rata - rata pengunjung di Sungai Han adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, dari mulai remaja hingga dewasa. Mungkin karena suasananya romantis tersebut lah yang menjadi daya tarik pasangan kekasih untuk mengunjungi tempat tersebut, bahkan disana juga ada lampu - lampu yang bewarna - warni cahayanya. Liam berada di kemudi depan, sedangkan Jane berada di kemudi belakang dan mereka berdua sangat kompak mengemudikan sepeda tersebut walaupun awalnya terjadi cekcok antara Liam dengan Jane karena Jane yang tidak bisa menyesuaikan Liam. Sekitar 45 menit kemudian mereka berdua mengembalikan sepeda tersebut dan pergi ke warung makan di sekitar sana karena Liam sudah mulai lapar.
Liam mengajak Jane untuk makan mie ramen karena dia merasa sangat penasaran bagaimana rasa dari mie tersebut apalagi memakannya di tempat seperti itu, dan itu juga sebagai penutup acara kencan mereka berdua. Tidak lupa Jane juga mengambil beberapa foto dirinya dan Liam sejak tadi sebagai kenang - kenangan. Setelah merasa lelah mereka berdua lalu memutuskan untuk pulang ke rumah pribadi Jane karena menginginkan ruang pribadi mereka berdua untuk sekedar bertukar cerita mengenai pribadi masing - masing. Jane lalu mengambilkan baju kaos untuk Liam serta celana pendek karena Liam sangat suka tidur mamakai celana pendek. Jane juga berganti baju dan setelah itu dia membasuh wajahnya, tidak lupa dia juga melakukan skincare routine di malam hari sebelum tidur. Setelah selesai menggunakan skincare Jane kemudian menghampiri Liam yang sedang duduk di atas ranjang dan bersiap untuk tidur.
"Sayang." panggil Jane sembari meletakkan kepalanya di pangkuan Liam.
"Apa?"
"Cium," ucap Jane dengan suara manja khas anak kecil dan memanyunkan bibirnya.
"Tidak mau."
"Kenapa?"
"Tidak apa - apa."
"Ayolah, cium aku!" ucap Jane mendesak Liam.
Liam menghela nafasnya "baiklah, tetapi aku tidak mau lebih dari ini."
"Iya sayang."
Liam kemudian mencium Jane secara sekilas namun Jane langsung menarik leher Liam dan mulai ******* bibir Liam dengan ganas. Tidak tinggal diam Liam langsung melepaskannya dan mengehela nafasnya dengan kasar.
"Aku kan sudah mengatakan jika aku tidak ingin lebih dari sekedar ciuman, kenapa kamu terus menggodaku seperti ini?"
"Karena aku sangat menginginkan kamu seutuhnya."
"Oh begitu." Liam kemudian melepas bajunya, lalu dia mulai melepas kancing piyama Jane satu persatu.
"Lakukanlah semaumu."
Selesai melepas kancing piyama Jane, dia kemudian tidur dengan tubuh membelakangi Jane "selamat malam, aku mengantuk."
Jane kemudian menendang bokong Liam "dasar Chicken menyebalkan."
Liam tertawa "sudahlah lebih baik kamu tidur saja karena ini sudah larut malam."
"Tidak mau."
__ADS_1
"Ya sudah, eh tapi kamu tidur saja dengan baju yang seperti itu."
"Memangnya kenapa?" tanya Jane penasaran.
"Aku menyukainya, terlihat sangat sexy."
"Baiklah jika kamu menyukainya."
Jane kemudian membaringkan tubuhnya dan tidur dengan memeluk Liam dari belakang. Keesokan harinya Liam membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya dia melihat Jane dengan piyama yang semua kancingnya sudah terbuka. Liam lupa apa yang telah dia lakukan dengan Jane semalam sehingga membuat dia tertidur dengan baju yang seperti itu. Tanpa sadar Jane langsung memeluk tubuh Liam dengan sangat erat hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua. Liam kemudian menepuk - nepuk pipi Jane untuk membangunkannya, dan tidak lama kemudian Jane membuka matanya sembari menguap.
"Hoam, ada apa babe?" tanya Jane dengan wajah polosnya.
"Apa yang kita lakukan semalam?" tanya Liam dengan rasa cemas.
Melihat rasa cemas di wajah Liam, Jane justru berniat ingin mengerjainya "apakah kamu tidak ingat apa yang kita lakukan semalam?"
"Aku tidak ingat."
"Benarkah? bahkan kita melakukannya semalaman, babe."
"Melakukan apa?"
"Itu ehem," Jane membersihkan tenggorokannya.
"Iya."
Liam langsung memegang kepalanya "bagaimana ini?"
"Sudah tidak apa - apa," ucap Jane dengan senyum nakal.
"Tidak apa - apa bagaimana?" ucapnya dengan berteriak.
Liam kemudian beranjak dari ranjang Jane dan berjalan mondar - mandir di samping ranjang dengan tubuhnya yang kekar tanpa tertutup baju. Melihat wajah cemas Liam, Jane menjadi merasa tidak tega dengannya. Jane kemudian menghampiri Liam untuk memberitahu yang sejujurnya jika Jane hanya berbohong dan semalam tidak terjadi apa - apa diantara mereka berdua, yang terjadi hanyalah Liam yang mendengkur sangat keras karena merasa kelelahan. Mendengar hal tersebut Liam bisa bernafas lega karena lehernya tidak jadi dipenggal oleh Mr Robinson. Liam kemudian duduk di tepi ranjang dengan diikuti oleh Jane,
"Apa kamu selalu memakai piyama tanpa mengenakan bra?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Tidak apa - apa," ucap Liam dengan pipi yang memerah karena tersipu malu.
"Apa kamu menyukainya?"
__ADS_1
"Tidak, aku justru merasa risih melihat belahan dadamu."
"Kenapa memangnya?" tanya Jane memprotes Liam.
"Ah sudahlah, kenapa kamu terus bertanya?"
"Apa karena milikku tidak sebesar milik wanita yang selalu muncul di beranda instamili kamu?"
"Tidak, eh bagaimana kamu mengetahui beranda instamili milikku?"
"Rahasia."
"Jangan - jangan kamu menyadap handphone ku ya?"
"Tidak."
Liam kemudian mendorong Jane ke atas ranjang dan menggelitikinya bahkan menciumi lehernya untuk mendesaknya "cepat katakan! bagaimana kamu mengetahuinya?"
"Aku tau password handphone milikmu dan dulu sering membuka handphone milikmi secara diam - diam."
"Dasar anak nakal, aku akan menghukummu!"
"Apa hukumannya?" tanya Jane menantang Liam.
"Aku akan terus menggelitiki perutmu dan menciumi lehermu," ucap Liam sembari tersenyum nakal.
Liam mulai menciumi leher Jane dan hidung mancungnya itu juga mengenai kulit dibagian leher Jane sehingga dia merasa semakin geli "sudah hentikan! aku merasa geli, Liam."
Liam kemudian menghentikannya dan menggendong Jane ke tengah ranjang "sudah, makanya kamu diam saja dan jangan berani macam - macam denganku."
"Kalau hukumannya seperti ini justru aku akan semakin berbuat macam - macam kepadamu."
"Memangnya kenapa? apakah kamu menyukainya?"
"Tentu saja, aku suka melihat tubuh kekarmu dari dekat."
Liam kemudian berbaring di samping Jane "silahkan dilihat sampai puas, nona."
Jane langsung memukul - mukul dada bidang Liam secara perlahan, dan terbukti bahwa dadanya sangat keras "kenapa bisa keras seperti hatimu?"
"Karena aku yang membentuknya."
__ADS_1
"Kalau begitu aku yang akan merebusnya agar hatimu menjadi luluh."
"Silahkan saja," ucap Liam sembari memeluk Jane.