Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #234


__ADS_3

Sesampainya di kamar Jane lalu mengambil alat pijat yang kemarin dia pakai untuk mengerjai Liam hingga dia marah keluar rumah. Namun sebelum itu dia mengoleskan body lotion ke punggung Liam terlebih dahulu agar lebih nyaman saat dipijat serta tubuhnya semakin harum. Jane kemudian memijat tubuh Liam secara perlahan dan dimulai dari punggungnya terlebih dahulu, lalu baru kaki serta tangannya. Tidak lupa Jane juga memijat wajah Liam dan kepalanya hingga membuat Liam tertidur karena merasa sangat nyaman. Jane kemudian membalikkan tubuh Liam dan dia pergi mengambil headband berbentuk beruang miliknya yang berada di atas meja rias. Jane merasa sangat gemas saat memakaikan Liam headband tersebut di rambutnya, dan setelah itu dia mengoleskan masker ke seluruh wajah Liam. Sembari menunggu masker di wajah Liam mengering, dia kemudian memijat kaki serta lengan Liam kembali.


Tiba - tiba saja Liam merasa terkejut saat terbangun dari tidurnya karena masker wajah itu, dan Jane lalu membilasnya dengan menggunakan air mengalir serta mengeringkannya. Sekarang wajah suaminya itu semakin tampan dan lebih cerah setelah menggunakan masker kecantikan itu. Saat mulai larut malam, mereka berdua masih asyik berbincang satu sama lain sembari menonton serial televisi dikamar. Tumben sekali kamar tersebut terasa damai pada malam itu, mungkin saja karena penghuninya sedang merasa damai dan tidak ada drama pertengkaran di kamar tersebut hehe. Liam kemudian berjalan untuk menutup serta mengunci pintu balcony kamarnya yang merupakan pertanda bahwa mereka berdua akan bersiap untuk tidur. Liam harus beristirahat lebih awal karena besok merupakan hari yang panjang untuknya apalagi besok sudah ada beberapa jadwal meeting bersama klien perusahaannya. Liam lalu menarik selimutnya dan mencium kening istrinya.


"Nighty night baby girl."


"You too hubby," ucap Jane memeluk Liam.


"Terima kasih, karena berkat pijatan kamu tubuhku menjadi lebih rileks."


"Iya sama - sama hubby."


*Keesokan harinya*


"Morning pretty girl," ucap Liam menepuk pelan bahu Yunna.


"Morning."


"Eh kenapa pagi - pagi wajahmu sudah sangat kusut seperti itu?" tanya Liam menatap Yunna.


"Tidak apa - apa, hanya saja aku masih sedikit merasa lelah karena kemarin."


"Oh begitu, nanti istirahat saja jika semuanya sudah selesai."


"Iya sih, tetapi kapan selesainya? nanti sore?" tanya Yunna meninggikan nada suaranya.


"Aku yakin bahwa sekitar jam 1 atau 2 siang semuanya sudah selesai, dan beristirahatlah di ruanganku setelah itu walaupun hanya untuk tidur siang."


"Tidak mau!!"


"Kenapa begitu?" tanya Liam keheranan.


"Aku takut jika nanti akan menimbulkan gosip yang tidak - tidak di kantor ini apalagi jika sampai ke telinga istrimu."


"Ya sudah nanti aku pesankan kamar di hotel keluargaku saja, bagaimana?"


Yunna menggelengkan kepalanya.


"Tetap tidak mau, lebih baik nanti aku langsung meminta izin untuk pulang saja."


"Ya sudah kalau itu kemauanmu."


"Memangnya kamu tidak merasa lelah sedikitpun setelah jadwalmu yang sangat padat kemarin?" tanya Yunna merasa penasaran.


Liam menggeleng.

__ADS_1


"Tidak juga, bahkan kemarin setelah mandi sore aku langsung membantu Jane memasang semua dekorasi rumah yang baru saja dia beli."


Yunna merasa tidak percaya dengan ucapan Liam.


"Benarkah? dasar kamu ini memang seperti seorang robot."


"Aku seperti sudah terbiasa saja dengan kegiatan ini sejak masih berada di Australia. Dahulu aku sering sekali lembur hingga larut malam bahkan sampai ketiduran di kantor, dan setiap hari selalu seperti itu menjalani hari - hariku yang monoton."


"Wah gila sekali kamu, seharusnya kamu itu hanya duduk manis saja dan tugasmu hanya menandatangi kotrak persetujuan kerjasama perusahaan tanpa ada acara kerja lembur bagai kuda."


"Seharusnya memang seperti itu, tetapi rasanya aneh saja jika aku hanya melakukan hal seperti itu dan bukankah rasanya lebih monoton?"


"Iya juga sih."


"Tetapi sekarang aku tidak berani bekerja lembur lagi."


"Kenapa? apa kamu diganggu makhluk halus seperti Miss K?" tanya Yunna bercanda.


"Hmm Miss K tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan kemarahan Jane, mungkin Miss K akan takut juga jika bertemu dengan Jane yang sedang marah besar."


Yunna tertawa.


"Benarkah?"


"Benar Yun, aku saja tidak berani mendekat saat dia sedang marah."


*Tok tok tok* Yunna mengetuk pintu ruangan kerja Liam.


"Ya masuk saja," ucap Liam berteriak.


"Li, aku jadi izin pulang ya?"


"Iya Yun, lagipula sudah tidak ada yang dikerjakan lagi kok."


"Makasih Liam, ehem maksudku Pak Liam."


Liam tertawa.


"Panggil saja dengan sebutan Liam, tidak perlu teelalu formal saat kita sedang berdua."


"Iya Liam, aku duluan ya?"


"Okay hati - hati, eh kamu naik apa pulangnya?"


"Naik motor."

__ADS_1


"Besok belilah mobil agar saat panas tidak kepanasan, dan saat hujan tidak perlu repot - repot memakai jas hujan."


"Pakai uangmu kan?" tanya Yunna bercanda.


"Boleh, kalau perlu sekarang juga akan aku belikan mobil untukmu."


"Tidak perlu, nanti istrimu marah."


"Dia tidak akan marah, karena dia sudah mendapat jatah apartement dan juga rumah itu."


"Oh, ya sudah aku pulang."


"Okay."


Setelah Yunna pergi keluar dari ruangannya, Liam kemudian membuka grup chat dan ternyata teman - temannya sedang berkumpul di sebuah cafe tempatnya biasa nongkrong bersama teman - temannya itu. Liam kemudian memberesi barang - barangnya dan langsung pergi mengendarai mobilnya menuju ke cafe tersebut. Mereka berlima lalu bermain game serta berbincang - bincang tentang banyak hal. Disisi lain Jane sedang bersantai di rooftop rumahnya sembari membaca majalah fashion, sedangkan Nat menonton televisi di ruang tengah. Tiba - tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu rumah, dan bibi langsung bergegas membukakan pintu tersebut. Ternyata yang datang ke rumah itu adalah Mrs Robinson, dan dia lanhsung menghampiri Nat yang sedang menonton televisi.


"Kamu siapa? sedang apa berada di rumah putraku?"


"Anda pasti Mrs Robinson, mommy nya Liam ya?" tanya Nat menebak.


"Iya, saya mommy nya Liam dan kamu siapa?"


Nat lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Mrs Robinson.


"Saya istri keduanya Liam, Nathalie."


Seketika Mrs Robinson merasa terkejut dan langsung menghubungi Liam agar dia segera pulang. Tidak lama kemudian Liam telah sampai dirumahnya.


"Ada apa mom?" tanya Liam.


Tiba - tiba Jane juga datang dari rooftop.


"Kenapa raut wajah mommy seperti itu?"


"Kamu ingin membuat mommy meninggal lebih awal ha?"


"A-apa maksud mommy?" tanya Liam bingung.


"Kamu baru saja menikah selama beberapa bulan ini, dan kenapa kamu menikah lagi? bisa - bisanya kamu membuat mommy kecewa."


"Mom, dia itu sahabat Liam dan bukan istri kedua Liam. Hanya Jane satu - satunya istri Liam sekaligus menantu mommy."


Mrs Robinson bernafas lega.


"Syukurlah, mommy kira kamu..."

__ADS_1


"Tidak mom, dia hanya bercanda."


"Oh."


__ADS_2