
Jane kemudian melompat ke arah Liam dan untung saja postur tubuh Liam itu sangat gagah, sehingga Liam bisa dengan sigap menangkap Jane mungil yang melompat ke gendongannya seperti menangkap sebuah kapas. Liam lalu membenarkan posisinya dalam menggendong Jane dengan menopang bagian pantat Jane, sedangkan Jane langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher Liam. Mau tidak mau Liam menyentuh pantat Jane yang sintal itu agar istrinya tidak jatuh ke tanah, dan mengoceh seperti burung beo. Jane kemudian tersenyum memperlihatkan gumny smile nya, dan setelah itu dia mencium bibir Liam secara sekilas. Untung saja pantai itu kondisinya tidak terlalu ramai, jadi Liam bisa bernafas lega saat Jane menciumnya tadi karena Liam sama sekali belum pernah bermesraan di tempat umum sampai tingkat yang seperti itu. Walaupun mantan kekasih Liam lumayan banyak, tetapi Liam hanya menggandeng tangan mereka saja saat di tempat umum dan itu menurutnya sudah dianggap sebagai bermesraan di tempat umum.
Pengetahuan mengenai hal percintaan di kamus Liam masih sangat sedikit oleh karena itu tidak mengherankan jika Liam sedikit kaku jika diminta untuk bermesraan di tempat umum. Liam sekarang berfikir apakah ini tidak melanggar aturan jika dia menggendong seorang wanita yang memakai bikini dan wanita tersebut sampai mencium bibirnya di tempat umum, apalagi sampai tangannya menyentuh pantatnya yanh sintal itu? begitulah yang menjadi perdebatan antara otak dan hatinya saat ini. Melihat suaminya yang sedang melamun itu kemudian Jane menggigit bahunya hingga membuat suaminya itu berteriak kaget serta kesakitan. Jane hanya tertawa kecil ketika melihat suaminya itu berteriak, dan setelah itu Jane meminta suaminya untuk menggendongnya ke bibir pantai karena dia ingin bermain dengan ombak.
"Hubby gendong aku kesana," ucap Jane dengan manja.
"Tidak mau, jalan sendiri saja kan kamu punya kaki."
Jane cemberut "hubby menyebalkan sekali, dasar pria yang tidak peka."
"Kamu ini sangat menggemaskan sekali saat cemberut seperti itu, karena pipi chubby mu itu semakin membesar jika kamu seperti itu."
"Yakk jangan mengejekku hubby!!"
"Aku tidak mengejekmu, aku justru berkata yang sebenarnya dari lubuk hatiku yang palinh dalam sedalam palung mariana."
"Terserah. Pakai sunglasses ini dan jangan sampai hilang karena harganya sangat mahal," ucap Jane saat memakaikan sunglasses miliknya itu di mata Liam.
"Halah kacamata dapat endorse saja sampai segitunya, dasar lebay."
"Diamm!!" teriak Jane.
Liam tertawa "kamu fikir, kamu terlihat menyeramkan jika berteriak seperti itu heum? justru yang ada malah terlihat semakin menggemaskan."
Jane lalu menggigit bahu Liam kembali "rasakan ini!!"
"Aarrkkhh sakit Jane."
"Kamu menyebalkan dan sangat nakal sekali," ucapnya sembari menangis pura - pura.
"Ehhh ssttt sudah jangan menangis, iya aku akan menggendongmu sampai ke bibir pantai kalau perlu sampai ke dasar samudra juga akan aku tidak keberatan menggendongmu."
"Ya sudah cepat!!"
"Memangnya kamu tidak malu jika aku menggendongmu seperti ini di tempat umum?"
"Kenapa malu? lagipula kamu itu suamiku, dan jika ada fansku yang tiba - tiba memotret kebersamaan kita disini secara diam - diam juga tidak masalah."
__ADS_1
"Memangnya tidak malu mempunyai suami sepertiku?"
"Kenapa malu? yang ada aku takut kehilanganmu karena selain memiliki paras yang rupawan, hatimu juga baik."
"Oh."
"Pokoknya aku sayang dan cinta denganmu, i love you."
"I love you more," ucap Liam mencium pipi chubby Jane.
Liam lalu menuruti keinginan Jane tersebut dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke bibir pantai. Setelah sampai ke bibir pantai, Liam kemudian menurunkan Jane dan Liam kembali ke tempat semula untuk mengawasi Jane dari sana. Liam duduk di atas pasir pantai yang putih sembari melihat Jane yang sedang sangat bahagia bermain dengan ombak pantai. Jika difikir - fikir Jane itu orangnya sangat lucu, terkadang dia bersikap sangat manja namun terkadang juga dia bisa bersikap dewasa sesuai dengan umurnya. Karena melihat dua kursi pantai yang kosong, Liam kemudian mengambil pakaian Jane dan meletakkannya di salah satu kursi tersebut. Cuaca di pantai tersebut lumayan bagus sehingga Liam melepaskan kemejanya hingga memperlihatkan badannya yang kekar serta perut kotak - kotaknya itu untuk berjemur disana, sembari mengawasi Jane agar tidak diculik oleh makhluk laut.
"Apa benar ini suamiku?" tanya Jane saat menghampiri Liam yang sedang berjemur.
"Iya nona Jane, ada apa anda kemari?"
Jane lalu menoel - noel perut kotak - kotak milik Liam "kamu terlihat sangat sexy hehe," ucapnya menggoda Liam.
Liam tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya "sudah jangan menggodaku seperti itu jika kamu tidak mau menerima akibatnya."
"Lepaskan celana pendekmu ini agar terlihat lebih sexy," ucap Jane sembari menarik - narik celana pendek Liam.
"Tidak apa - apa, bukankah itu lebih bagus?" tanya Jane sembari menggigit bibir bawahnya.
"Jangan memasang ekspresi wajah seperti itu Jane Kim," ucap Liam yang kemudian menggendong Jane seperti menggendong karung beras untuk kembali ke bibir pantai.
Jane tertawa "hahaha hubby jangan begitu."
Liam lalu menceburkan Jane ke pantai dan mencipratinya dengan air pantai "rasakan ini!!"
"Hahaha hentikan hubby, aku sudah basah kuyup."
"Bodo amat," ucapnya terus menciprati Jane dengan air pantai.
Jane juga membalas perbuatan Liam tersebut "rasakan ini juga!!" teriak Jane dengan perasaan bahagia.
Setelah bosan bermain basah - basahan dengan air pantai, Liam kemudian mengajak Jane untuk berkeliling pantai dengan menggunakan jet ski. Liam lalu mengendarai jet ski dan memboncengkan Jane berkeliling pantai. Mereka berdua terlihat sangat bahagia saat kebut - kebutan mengendarai jet ski itu. Sudah lama Liam tidak merasa sebahagia ini sejak kejadian demi kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi. Ternyata liburan ke luar negeri bisa menjadi se menyenangkan ini, dan ini diluar dari dugaan Liam sebelum berangkat honeymoon. Jane memeluk perut Liam dengan sangat erat agar dirinya tidak jatuh saat Liam mengendarai jet ski tersebut dengan cepat.
__ADS_1
"Hubby hati - hati, aku takut."
Liam lalu menurunkan kecepatan jet ski itu "iya sayang."
"Aku takut jatuh."
"Tenang saja, aku akan menjagamu."
Begitu selesai bermain jet ski, mereka berdua lalu pergi berjemur sebentar sampai pakaian mereka sedikit kering.
"Hubby, kapan kita akan pulang?"
"Terserah kamu, memangnya kenapa kok ingin cepat - cepat pulang? tidak suka pergi denganku ya?"
"Tidak kok hubby, aku sangat suka pergi denganmu apalagi jika bisa bersenang - senang seperti ini."
"Baguslah," ucap Liam sembari mengusap rambut Jane yang basah.
"Kalau misalnya aku ingin menambah liburannya bagaimana?"
"Memangnya kamu ingin pergi kemana lagi sayang?"
"Ke Hawaii."
Liam lalu menatap Jane "lain kali saja bagaimana?"
"Kalau lain kali pasti tidak akan jadi pergi karena kamu terlalu sibuk bekerja."
Liam mengehela nafasnya, lalu dia berfikir sejenak "ya sudah, setelah ini kita pergi ke Hawaii."
Jane tersenyum bahagia "yess makasih hubby."
"Sama - sama, tetapi hanya dua hari saja ya?"
"Tiga hari."
"Ya sudah tiga hari."
__ADS_1
"Yeeyy," ucap Jane bersorak kegirangan sembari memeluk Liam.