Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #205


__ADS_3

Saat sore menjelang malam mereka berdua hanya bersantai di dalam kamar hotel setelah seharian mereka bermain panas - panas an di pantai. Liam yang saat ini sedang bermain game di balcony kamar, tiba - tiba di hampiri oleh Jane yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan bathrobe (piyama mandi). Jane langsung duduk di pangkuan Liam dan melihat ke layar handphone Liam. Aroma tubuhnya tercium sangat harum sekali hingga membuat Liam menjadi tidak fokus bermain game. Entah mengapa hari ini Jane tiba - tiba tidak ingin jauh - jauh dari Liam serta sikapnya yang berubah menjadi sangat manja sekali. Sepertinya semua itu karena perlakuan Liam telah membuat Jane semakin tergila - gila padanya. Liam lalu mematikan ponselnya dan memeluk Jane dengan sangat erat, serta menciumi pipi chubby itu.


"Wangi sekali saat habis mandi, kamu mandinya pasti memakai bunga tujuh rupa ya?" tanya Liam mengejek.


"Aku bau diejek, aku wangi juga diejek."


Liam tertawa "hehe."


"Besok jadi ke Hawaii bukan?" tanya Jane memastikan


"Iya sayangku, masa tidak jadi."


"Siapa tau kamu berbohong kepadaku untuk menghibur hatiku," ucap Jane cemberut.


"Tidak dong, masa aku berbohong kepadamu?"


"Siapa tau begitu."


Liam lalu mencubit pipi Jane "ihh kamu itu menggemaskan sekali."


"Iya dong, istrinya Liam gerard Robinson gituloh."


Liam tertawa "kamu terlihat sombong sekali."


"Harus dong, masa tidak boleh sombong saat aku berhasil menjadi istrimu."


"Iya Jane Charlotte Kim."


"Bukankah aku sudah sah menjadi istrimu?"


"Iya, lalu?"


"Harusnya yang benar itu menjadi Jane Charlotte Kim Robinson," ucapnya sembari tersenyum bangga.


"Oh iya, benar juga."


"Aku akan menyiapkan bikini lagi untuk berlibur di Hawaii."


"Memakai bikink lagi? Memangnya kenapa kalau kamu tidak memakai bikini heum?"


"Tidak seru," ucapnya lesu.


"Oh."


"Kamu tidak suka ya, jika aku memakai bikini?"

__ADS_1


Liam lalu menatap Jane dengan dalam "bukannya aku tidak suka, tetapi hanya saja aku merasa tidak nyaman saja jika banyak pasang mata yang melihat paras tubuh istriku yang sexy ini."


"Oh, jadi kamu menginginkan jika aku hanya memakai bikini saat didepanmu saja begitu?"


"Iya. Namun jika kamu tetap ingin memakainya saat berada di Hawaii, tidak apa - apa kok."


Jane langsung mencium pipi suaminya "terima kasih hubby."


"Iya sama - sama."


"Aku suka sekali memakai kalung pemberianmu," ucap Jane sembari menunjukkan kalung tersebut kepada Liam.


Liam tersenyum "terima kasih karena telah menyukai pemberianku, jujur saja sebenarnya aku takut jika kamu tidak menyukainya."


"Bagaimana mungkin aku tidak menyukai pemberian dari suamiku."


"Aku juga khawatir kalau kamu tidak menyukai design cincin pernikahan kita."


"Orang mana yang tidak menyukai design cincin pernikahan yang sangat bagus seperti itu? aku saja sangat menyukainya apalagi berlian yang berbentuk matahari itu dapat bersinar di dalam kegelapan, sedangkan lambang bulan sabit di cincinmu juga dapat bersinar di kegelapan. Kamu itu sangat jenius sekali hubby."


"Terima kasih atas pujiannya nona Jane."


"Sama - sama hubby, aku sangat beruntung memiliki suami yang jenius sepertimu."


Melihat kerah baju polo Liam yang terlihat berantakan, Jane lalu membalikkan tubuhnya dan merapikannya. Jane memandangi wajah tampan suaminya itu dan langsung mencium bibir suaminya secara sekilas. Namun saat ingin melepaskannya tiba - tiba Liam memegang bagian belakang leher Jane dan langsung menciumnya dengan lembut menyesuaikan ritme yang Liam inginkan. Beberapa menit kemudian mereka berdua kembali ke aktivitasnya masing - masing. Liam melanjutkan bermain game, sedangkan Jane lebih memilih berselancar ke media sosial dengan masih menggunakan bathrobe tersebut. Jane lalu mengambil kuncir rambut yang terletak di meja samping ranjangnya untuk menguncir rambutnya karena merasa risih. Karena Liam merasa lapar, dia lalu memilih untuk memesan makan malam dari kamar saja dan tidak sampai 30 menit kemudian pelayan datang ke kamarnya untuk mengantarkan makanan malam Liam dengan Jane.


"Ayo jadi tidak Jane?" tanya Liam memastikan.


"Aku sudah tidak ingin pergi," ucap Jane ketus.


Liam lalu menggendong Jane dan pergi keluar kamar "sudahlah jangan seperti itu, ayo ganti pakaianmu!"


"Kamu ini sangat menyebalkan sekali!!"


"Sstt jangan berteriak, malu dilihatin orang - orang tuh."


"Iya hubby."


Mereka berdua telah sampai di sebuah lounge yang letaknya berada tak jauh dari hotel serta memiliki pemandangan yang mengarah langsung ke pantai.


"Wah - wah kamu ternyata malah mengajakku ke lounge," ucap Jane saat duduk di kursi.


"Aku mengajakmu ke lounge bukan hanya untuk minum - minum, tetapi karena pemandangannya yang bagus saja."


"Oh seperti itu."

__ADS_1


"Kamu bisa minum alkohol kan?" tanya Liam memastikan.


Jane mengangguk "iya, aku bisa kok asalkan tidak terlalu banyak."


Liam lalu menuangkan segelas wine ke gelas Jane dan setelah itu baru ke gelasnya "mari bersulang atas pernikahan kita sehingga kita bisa honeymoon di Yunani."


Jane tertawa sembari mengangkat gelas wine miliknya "kamu mengajakku bersulang hanya untuk merayakan ini?"


"Haiss kita kan belum pernah merayakannya secara pribadi, hanya aku dan kamu."


"Oh benar juga."


"Ayo bersulang."


*clang* gelas wine mereka saling bersentuhan lalu mereka berdua saling menengguk wine masing - masing.


"Lihatlah ada bintang jatuh," ucap Jane sembari menunjuk ke langit malam.


Liam langsung melihat ke arah langit yang ditunjuk oleh Jane "mana?"


"Itu hubby."


"Oh iya."


"Cepat buat permintaan sebelum bintangnya menghilang."


Liam tertawa "aku tidak mempercayai hal seperti itu."


Jane langsung menepuk punggung Liam "cepat lakukan!!"


"Ya sudah."


Jane memejamkan matanya sebentar, lalu setelah itu dia membuka matanya kembali "apa permohonanmu?"


"Rahasia, masa permohonan kita diberi tahu oleh orang lain."


Padahal permohonan Liam adalah "semoga jika dia memang jodohku, maka buatlah dia selalu disisi ku seumur hidupku sampai waktu yang memisahkannya."


"Huuu," ucap Jane menyoraki Liam.


Sedangkan permohonan Jane adalah "tolong berilah kesehatan dan rezeki yang berlimpah untuk suamiku, serta jagalah dia kemanapun dia pergi agar aku bisa selalu bertemu dengannya."


"Aku tidak percaya seperti itu, makanya aku tidak memohon apapun pada bintang jatuh."


"Hmphh kamu ini, padahal ini kesempatan yang bagus karena kamu belum tentu akan bertemu dengannya lagi."

__ADS_1


"Masa bodoh."


__ADS_2