Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #338


__ADS_3

Dio lalu melangkahkan kakinya menuju ke sebuah meja yang ditunjukkan oleh Josh, dan setelah itu dia mulai berbincang serta meminta izin kepada orang random yang merupakan seorang remaja perempuan untuk berkenalan dengannya. Jantung Dio terasa sangat berdebar - debar sekali karena dia takut jika misalnya membuat mereka berdua merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Dio juga mengatakan kepada mereka berdua bahwa dia melakukan hal tersebut karena telah kalah bermain permainan uno stacko bersama dengan teman - temannya. Untung saja mereka berdua tidak merasa terusik dengan kehadiran Dio dan justru sangat welcome sekali dengannya.


Hal itu membuat Dio merasa senang sekaligus beruntung karena tantangannya berjalan dengan sangat mulus. Dio kemudian duduk di kursi kosong dan mulai berbincang sebentar dengan mereka berdua setelah mereka berkenalan dengan Dio. Entah mengapa Dio merasa bahwa mereka berdua mulai tertarik dengan obrolan Dio dan setelah menyelesaikan perbincangannya dengan mereka, Dio kemudian kembali ke meja miliknya untuk melanjutkan permainannya dengan teman - temannya. Raut wajah Dio tampak sangat senang sekali setelah berbincang dengan kedua perempuan yang baru saja dikenalnya, hingga membuat dirinya di goda oleh teman - temannya.


Semakin lama satu persatu dari mereka telah tumbang alias kalah dalam permainan tersebut dan tentu saja telah menjalankan semua tantangan yang diberikan oleh lawannya. Tinggal satu orang yang tersisa karena dia belum pernah kalah sekalipun yaitu Ricko, entah mengapa Ricko sangat pandai sekali memainkan permainan tersebut hingga membuat mereka semua tercengang melihat Ricko yang juga sangat pandai mengambil sebuah peluang. Beberapa jam kemudian mereka semua lalu menyudahi permainan tersebut dan pulang ke rumah mereka masing - masing karena sudah larut malam. Sesampainya di rumah Liam langsung disambut oleh tatapan Jane yang sangat mengerikan.


"Katanya hanya sebentar, kok malah sampai 5 jam?" tanya Jane menaikkan nada bicaranya.


"Mmm anu itu, mmm aku tadi keasyikan bermain permainan uno stacko bersama teman - teman jadi aku pulang terlambat dan saat aku melihat jam ternyata sudah pukul 11 malam hehe."


Jane mengehela nafasnya kasar.


"Ya sudah ganti baju, cuci muka, cuci tangan, cuci kaki, dan setelah itu tidur."


"Okay sayang."


"Oh ya, jangan lupa sikat gigi juga."


"Tidak sekalian mandi?" tanya Liam menggoda Jane.


"Haiss dasar."


"Aku hanya bercanda sayang."


"Hem."


Liam kemudian masuk ke dalam kamarnya, dan diikuti oleh Jane yang juga masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Setelah selesai Liam langsung melompat ke atas ranjang dan memeluk Jane. Melompat ke atas ranjang sudah menjadi kebiasaan Liam sebelum dia tidur.


"Jane, aku sayang denganmu."


"Iya hubby, aku juga sayang denganmu dan bahkan sangat sayang sekali denganmu."


"Kenapa begitu? bukankah kamu dahulu sangat membenciku sampai mendengar namaku dan suaraku saja bisa membuatmu merasa mual."


Jane langsung tertawa terbahak - bahak.


"Siapa yang bilang seperti itu hubby?"


"Dahulu Josh yang memberitahuku, dan aku juga pernah mendengar hal tersebut saat aku tidak sengaja mendengarmu berbicara kepada seseorang."

__ADS_1


"Oh begitu."


"Jadi sekarang kamu masih seperti itu?" tanya Liam sembari memeluk Jane dari belakang.


"Aku sekarang tidak seperti itu hubby."


"Oh syukurlah," ucap Liam bernafas dengan lega. Semakin lama tangan Liam bergerak bebas menjelajahi tubuh Jane serta bukit kembarnya hingga membuat Jane merasa gelisah.


"Hubby, jangan."


Liam langsung menghentikan aktivitasnya.


"Kenapa begitu? padahal aku sangat ingin sekali melakukannya," ucap Liam protes.


"Sudah larut malam, lebih baik mari kita tidur saja."


"Ya sudah kalau begitu," ucap Liam sedikit kecewa.


Keesokan harinya Jane yang bangun lebih awal langsung memeriksa baby monitor dari handphone miliknya untuk mengecheck baby Ace. Terlihat dari layar handphone Jane bahwa baby Ace sangat tenang sekali karena masih tidur nyenyak. Setelah itu dia memeriksa sosial media miliknya untuk membaca berita terbaru yang sedang viral. Jane juga membalas beberapa pesan yang dikirimkan oleh teman dekatnya di grup chat.


Jane kemudian meletakkan handphone miliknya dan menatap wajah suaminya yang masih tertidur nyenyak sembari mengusap pipinya. Jane bersyukur bahwa suaminya itu bisa membuktikan kepada dirinya bahwa dia bisa merubah dirinya menjadi lebih baik lagi, dan itu benar - benat terjadi. Liam telah berubah menjadi lebih baik walaupun sepertinya masih bukan dalam versi terbaiknya namun itu sudah merupakan hal yang baik. Jane lalu mencium pipi Liam dan pergi ke kamar baby Ace karena dia merasa sangat rindu sekali dengan baby Ace.


Jane kemudian menyiapkan segala sesuatu untuk baby Ace seperti pakaian, handuk, minyak telon, bedak, dan lain sebagainya. Namun kemudian terdengar suara tangis Ace hingga membuat Jane berlari menghampirinya.


*Oek oek oek.*


"Utututu sayang cup cup cup jangan menangis, eomma ada disini."


"Ace menangis?" tanya Liam yang tiba - tiba muncul dan menghampiri Jane.


"Iya hubby, mungkin dia lapar jadi aku akan memberikannya susu ASI."


"Oh baiklah."


Liam lalu memijat bahu Jane saat Jane sedang memberi Ace susu.


"Hah nikmatnya dipijat seperti ini, kamu tahu saja jika aku sedang merasa pegal sekali."


"Hehe pastilah, begini enak tidak?"

__ADS_1


"Iya hubby terus seperti ini."


"Okay sayang," ucapnya setelah mencium leher Jane.


"Hubby, katanya teman - temanku yang waktu itu datang saat acara BBQ an dirumah kita ingin kembali bermain kemari untuk melihat baby Ace."


"Iya boleh saja Jane jika kamu tidak merasa lelah, asalkan tolong jangan biarkan mereka menyentuh - nyentuh baby Ace sebelum mereka cuci tangan apalagi sampai menciumnya."


"Kenapa begitu?"


"Takut banyak kumannya serta baby Ace masih rawan terkena penyakit, aku tidak ingin jika baby Ace nanti sakit apalagi sampai terkena herpes."


"Oh iya hubby, mmm ternyata kamu ini semakin posesif saja hehe."


"Ya bukan apa - apa sih, soalnya jika nanti amit - amit misalnya baby Ace terkena penyakit kan kita sendiri ya susah bukan?"


"Iya hubby, aku paham."


"Aku saja yang merupakan daddy nya terkadang masih ragu - ragu untuk menyentuh apalagi mencium baby Ace karena takut menularkan virus untuknya."


"Iya hubby lebih baik setelah bepergian kamu mandi atau mengganti bajumu terlebih dahulu sebelum memegang baby Ace."


"Iya sayang."


"Oh ya dan satu lagi."


"Apa itu?" tanya Liam penasaran.


"Jangan merokok! walaupun kamu merokok jauh dari baby Ace namun racun atau bakterinya bisa menempel di bajumu, jadi itu juga bisa membuat baby Ace sakit. Kelihatannya sepele namun bisa berdampak besar untuk orang di sekitar kita."


"Iya Jane, sekarang aku sudah tidak merokok lagi kok dan aku akan langsung mengganti bajuku setelah bermain bersama teman - teman."


"Nah itu bagus, ya sudah aku akan memandikan baby Ace terlebih dahulu."


"Aku ikut, boleh kan?"


Jane mengangguk.


"Iya hubby boleh, ayo."

__ADS_1


"Yess."


__ADS_2