
Saat Jane berjalan dengan terburu - buru, Jane terpeleset dan jatuh tercebur di kolam renang tersebut. Liam yang mengetahui jika Jane tercebur ke dalam kolam renang tersebut, lantas Liam tertawa terbahak - bahak. Rosie awalanya hanya diam melihat tingkah laku mereka, tetapi Rosie menjadi panik ketika dia menyadari bahwa Jane akan tenggelam di kolam renang tersebut. Rosie kemudian menghampiri Liam dengan panik dan meminta Liam untuk menyelamatkan Jane yang akan tenggelam di kolam tersebut.
"Hahaha mampus, minum tuh air kolam sampai habis."
Rosie menggoyang - goyangkan tangan Liam "Liam cepat tolong Jane eonni, dia tenggelam."
Liam dengan santai membalas ucapan Rosie "dia kan bisa berenang, mana mungkin dia tenggelam."
Rosie semakin panik "tapi Liam, kolam renang ini kedalamannya 3,5 meter dan tidak mungkin Jane eonnie bisa berenang di kolam renang ini."
"Oh iya benar juga kamu."
Liam berubah menjadi ikut panik, dan kemudian Liam melepas hoddie nya lalu melompat ke dalam kolam renang tersebut untuk menyelamatkan Jane. Sedangkan Rosie berlari ke ruang keluarga untuk memberitahukan kepada Mrs Robinson dan Mrs Kim. Tak lama kemudian Liam berhasil naik ke tepi kolam renang sembari menggendong Jane yang sudah tidak sadarkan diri, lalu membaringkannya di tepi kolam renang. Liam lalu memeriksa denyut nadi dan memberikan pertolongan pertama kepada Jane yang terbaring lemas dan masih tidak sadarkan diri.
Tiba - tiba datanglah Mrs Robinson dan Mrs Kim yang berlari menghampiri mereka berdua dengan panik, dan diikuti oleh Rosie yang membawa 2 pool towel untuk mereka berdua yang sedang basah kuyup. Liam masih terus mencoba memberikan pertolongan pertama dan tidak lama kemudian Jane mulai batuk dan memuntahkan air tersebut, lalu dengan sigap Liam langsung memiringkan badan Jane. Setelah itu Liam menyelimuti Jane dengan pool towel tersebut agar badan Jane tidak terlalu kediginan dan mulai menghangat secara perlahan. Semuanya mulai bernafas dengan lega dan Mrs Kim langsung memeluk tubuh Jane yang masih memakai pool towel tersebut, sedangkan Rosie dan Mrs Robinson menepuk - nepuk perlahan punggung Liam sembari tersenyum kepadanya.
(Mengacungkan kedua jempolnya) "good job my brother, nah begitu dong."
"Iya Rosie iya."
(Membungkukkan badannya) "tante sangat berterima kasih kepadamu Liam karena sudah menyelamatkan anak tante."
"Iya sama - sama tante."
"Maaf ya Anne atas kejadian ini."
"Hei ini bukan salah kamu atau siapapun kok Margareth, karena berkat putramu Jane masih berada dipelukanku sekarang."
Mrs Robinson dan Mrs Kim hendak memapah Jane yang terlihat masih sedikit lemas untuk menuju kamarnya tetapi ditahan oleh Liam karena merasa kasihan, lalu Liam menawarkan agar dia saja yang menggendong Jane ke kamarnya dan langsung disetujui oleh mereka berdua. Liam mulai menggendong Jane dengan gendongan di belakang dan langsung berjalan menuju kamar Jane dengan diikuti Mrs Kim dan Mrs Robinson. Sesampainya di kamar Jane, Liam lalu menurunkan Jane di depan kamar mandinya lalu Liam pergi ke kamarnya untuk mandi.
Saat makan malam tiba, keluarga Robinson dan keluarga Kim duduk bersama di dalam satu meja untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh chef dari restaurant milik keluarga Robinson. Mereka semua menikmati hidangan tersebut dengan nikmat dan tenang, sampai tiba - tiba Liam berhenti mengunyah makanannya dan menjadi tidak berselera makan karena ada batu kerikil di dalam nasinya. Rosie yang kebetulan duduk di samping Liam dan mengetahui jika Liam menunjukkan gerak gerik yang mencurigakan, langsung berbisik kepada Liam.
Menepuk - nepuk paha Liam "hei kenapa kamu memperlihatkan gerak gerik yang sangat mencurigakan Liam?"
__ADS_1
Berbisik kepada Rosie "aku tiba - tiba tidak berselera untuk memakan hidangan ini."
"Pasti karena ada kesalahan di hidangannya seperti ada batu kerikil di dalam nasi kamu?"
"Kamu benar, tapi bagaimana caranya agar aku bisa melewatkan dinner nya dengan sopan?"
"Coba kamu permisi ke atas untuk mengambil sesuatu atau pergi ke toilet."
"Ide yang bagus, dan tolong jika kamu sudah selesai memakan hidangan milik kamu bisakah kamu mengubah posisi sendok dan garpunya?"
"Baiklah cepat sana pergi!!"
Liam lalu beranjak dari tempat duduknya dan meminta izin untuk ke atas mengambil barangnya. Setelah itu Liam langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya, sedangkan kedua keluarga itu masih tetap melanjutkan memakan hidangannya. Setelah selesai memakan hidangannya, kemudian Rosie mengubah posisi alat makan Liam untuk menandakan jika Liam sudah selesai memakan hidangan makan malam tersebut. Semuanya telah selesai memakan hidangannya tersebut dan kemudian kedua keluarga itu menuju ruang keluarga untuk membicarakan mengenai perjodohan Liam dan Jane.
Melihat jika Liam tidak ada semenjak pertengahan makan malam tadi, lalu Mr Robinson meminta Rosie untuk menyusulnya ke kamar. Rosie lalu beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi ke kamar Liam. Sesampainya di kamar Liam, Rosie langsung menghampiri Liam yang sedang fokus menerbangkan drone nya ke lapangan golf belakang villa dan hutan di dekat villa tersebut. Rosie menepuk punggung Liam dengan sangat keras sehingga membuat Liam terkejut dan drone nya kehilangan kendali.
Melihat drone nya yang jatuh di dalam hutan "oh no."
"Ups sorry Liam."
"Ya habisnya kamu terlalu fokus dengan drone kamu sih, dan daddy nanti bisa marah jika aku tidak membawamu untuk turun kebawah segera."
"Iya nanti aku akan turun kebawah. Terus bagaimana dengan drone ku?"
"Kamu bisa mengambilnya nanti waktu selesai berbincang dengan keluarga Kim."
"Baiklah, tapi jika drone aku hilang maka kamu harus menggantinya dengan uang jajan kamu."
"Tidak akan hilang, percayalah kepadaku Liam."
Liam akhirnya mau turun kebawah dan berbincang dengan keluarga Kim. Rosie menarik tangan Liam yang masih memegang control drone miliknya. Liam disambut oleh senyuman keluarga Kim dan langsung duduk disamping daddy nya. Lalu mereka mulai membicarakan mengenai perjodohan mereka berdua dan membicarakan mengenai anak mereka masing - masing. Liam dan Jane tidak langsung menerima perjodohan ini sehingga mereka meminta waktu untuk memutuskannya. Setelah berfikir dengan sangat serius, akhirnya Mr Robinson dan Mr Kim memberi mereka waktu 1 bulan untuk memutuskannya.
"Bukankah kalian berdua sudah mengenal satu sama lain? kenapa kalian masih meminta waktu untuk memutuskannya?" tanya Mr Robinson.
"Bagini dad, aku meminta waktu untuk memutuskannya karena daddy tau sendiri kan jika pernikahan itu bukanlah suatu hal yang main - main?"
__ADS_1
"Iya daddy tau hal itu."
"Sudahlah Jonathan, biarkan saja mereka melakukan hal itu karena mereka berdua yang akan menjalaninya, dan kita sebagai orang tua hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuk anak kita."
"Ya kamu benar Andrew, tapi aku tidak menginginkan jika Liam tiba - tiba mendapatkan wanita yang salah."
"Begitupun juga kami Jo, aku tidak menginginkan jika putri tersayangku ini mendapatkan pria yang salah kembali seperti dulu," ucap Mrs Kim.
Mrs Robinson menepuk paha Liam sembari tersenyum manis "tetapi menurut feeling seorang ibu, aku merasa jika Jane bisa merubah Liam menjadi lebih baik. Coba lihat penampilan Liam terlihat berubah semenjak dekat dengan putri kamu Anne."
"Hahaha benar, daddy baru menyadari jika kamu sudah merapikan rambut kamu dan mengubah sedikit gaya berpakaian kamu setelah Jane menghampirimu di kantor waktu itu."
Semua orang terkejut mendengar ucapan dari Mr Robinson dan langsung menatap mereka berdua dengan tatapan penuh intimidasi.
Mr Kim lalu menggelengkan kepalanya "appa tidak mengetahui jika kamu sering mengunjunginya di kantor dan mengajaknya pergi saat jam kantornya."
"Tapi aku tidak tahu appa jika itu masih jam kantor."
"Hei Andrew hentikan! jangan memarahi Jane, aku sudah mengizinkan Jane untuk membawa Liam pergi dengannya kok hahaha."
"Tapi aku merasa tidak enak dengan kamu Jonathan, pasti Jane sangat mengganggu jam kantor Liam benarkan?"
"Hahaha tidak juga, justru aku sangat senang jika Jane dan Liam sering jalan - jalan bersama."
"Liam, jika Jane adikku ini sering mengganggumu maka cubit saja pipi chubby nya itu haha."
"Hahaha bagaimana jika aku memakan pipi chubby nya itu?"
"Hahaha silahkan kamu boleh memakannya jika sudah memilikinya seutuhnya."
Jane sedikit berteriak kepada oppa nya tersebut "hei oppa hentikan lelucon mu itu, aku tidak menyukainya."
Tiba - tiba Rosie ikut berbicara "bukankah sebenarnya kalian berdua itu sudah."
Belum selesai berbicara, Liam langsung membungkam mulut Rosie rapat - rapat disertai tatapan maut dari Jane yang mengisyaratkan agar Rosie tetap diam.
__ADS_1