Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #326


__ADS_3

Para tamu undangan sangat menikmati pesta kecil yang diselenggarakan oleh Jane tersebut serta dapat berbincang satu sama lain sembari menikmati hidangan sederhana yang telah disiapkan, begitu juga dengan Liam yang sedang berbincang bersama teman - teman dekatnya sembari memakan sepotong roti rasa blueberry. Yunna, sekretaris pirbadi Liam terlihay juga menghadiri acara tersebut untuk memberi ucapan selamat kepada Liam dan Jane. Disisi lain Jane juga sedang berbincang bersama Yunna dan teman - temannya yang jauh - jauh datang dari Korea Selatan demi menghadiri sebuah acara pesta 7 bulanan di rumahnya. Acara tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam dan setelah acara tersebut selesai mereka semua langsung pulang ke rumahnya atau hotelnya masing - masing.


Jane kemudian melanjutkan perbincangannya bersama kedua orang tuanya di ruang tengah sembari bermanja ria dengan Mrs Kim karena sudah lama Jane tidak bermanja ria dengan eomma nya itu, sedangkan Liam memilih untuk berbaring sebentar di sofa ruang tengah dengan meletakkan kepalanya di pangkuan Mrs Robinson. Sesekali Mrs Robinson mengusap rambut serta dahi Liam yang berkeringat itu. Mrs Robinson sangat senang sekali jika bisa melihat putranya itu dapat tertidur nyenyak, karena dahulu Liam jarang sekali dapat tertidur nyenyak seperti saat ini. Semua itu mungkin ada pengaruhnya dari Jane karena semenjak menikah Liam tidak pernah mengadu lagi kepada Mrs Robinson jika dirinya semalam bermimpi buruk, dan mungkin saja ada sesuatu hal yang dilakukan oleh Jane agar membuat Liam tidurnya terasa nyenyak.


"Kok sudah bangun? padahal tidurnya baru sebentar."


"Iya mom tiba - tiba saja terbangun," ucap Liam sembari mengucek kedua matanya.


"Apakah tadi mengalami mimpi buruk heum?" tanya Mrs Robinson mengusap rambut Liam.


"Tidak mom, aku sudah lama tidak bermimpi buruk lagi dan jika iya mungkin hanya sekali atau dua kali saja."


"Kenapa begitu?"


"Ada malaikat penjaga disaat aku tengah tertidur di malam hari, sehingga membuatku tidak mengalami mimpi buruk lagi."


"Oh begitu, ya sudah tidur lagi saja."


*Hoam.*


"Okay mom."


"Mungkin setiap malam Liam selalu diganggu oleh Jane saat tengah tertidur jadi baru sekarang dia bisa tertidur nyenyak," ucap Josh tiba - tiba.


"Eh aku tidak berbuat seperti itu kepadanya, justru dia yang selalu menggangguku saat aku tengah tertidur nyenyak."


"Kenapa begitu?" tanya Josh penasaran.


"Karena Liam kalau tidur selalu mendengkur," ucap Mrs Robinson menyela pembicaraan kakak beradik itu.


"Nah itu yang aku maksudkan."


"Perasaan Liam kalau tidur tidak pernah mendengkur," ucap Josh bertanya - tanya.


"Memangnya kamu pernah tidur dengan Liam?" tanya Jane.


"Sepertinya belum, kalau Ricko mungkin iya."


"Hei kenapa bawa - bawa aku?" tanya Ricko protes.


Josh tertawa.


"Hahaha Liam kalau tidur sering mendengkur?"


"Iya tetapi tergantung juga sih, kalau dia sedang senang pasti tidur sembari tersenyum sedangkan kalau sedang lelah pasti dia mendengkur saat tidur."


Josh tercengang mendengar jawaban dari Ricko karena Ricko sangat hafal sekali dengan Liam.


"Wuihh kamu sudah tidur berapa lama dengan Liam, kok sampai sangat hafal sekali dengannya?" tanya Josh penasaran.

__ADS_1


"Lupa karena sudah terlalu lama. Namun ada manfaatnya juga tidur dengan Liam."


"Apa itu?"


"Dia bisa membantu aku mengerjakan PR (pekerjaan rumah) saat masih sekolah meskipun sembari tertidur."


"Bagaimana mungkin?" tanya Josh merasa tidak percaya dengan ucapan Ricko.


"Ada sesuatu hal yang hanya diketahui oleh segelintir orang jika Liam bisa menjawab apapun meskipun dirinya tengah tertidur pulas."


"Yap yang dikatakan oleh Ricko itu ada benarnya juga karena kami bertiga pernah membuktikannya," ucap Dio menambahkan.


"Terdengar sangat mustahil sekali," ucap Josh merasa ragu.


"Coba saja jika kamu merasa tidak percaya," ucap Chicko menyarankan.


"Tante, pinjam Liam sebentar boleh tidak?" tanya Josh kepada Mrs Robinson.


"Iya boleh," ucap Mrs Robinson tersenyum menahan tawanya.


"Tanya apa ya?"


"Bebas," ucap Ricko.


Josh lalu jongkok disamping Liam


"100 + 1000 hasilnya berapa?"


"Manusia purba yang memiliki ciri khas berbadan besar?"


"Meganthropus paleojavanicus."


"Sekarang giliran aku," ucap Dio menyerobot Josh.


"Kerja rodi pada masa penjajahan Jepang dinamakan?"


"Romusha."


"Peristiwa rakyat Bandung membakar semua fasilitas umum serta bangunan karena merasa tidak rela jika daerahnya diduduki oleh tentara sekutu dinamakan peristiwa?"


"Bandung lautan api."


"Aku kira dia tidak akan bisa menjawabnya," ucap Dio berbisik kepada Josh.


"Liam bisa menjawabnya karena dia sangat pintar dalam mata pelajaran IPS (ilmu pemgetahuan sosial)," ucap Ricko.


"Mari kita tanya yang lain saja."


"Boleh."

__ADS_1


Sebelum mereka mengajukan beberapa pertanyaan lagi kepada Liam, tiba - tiba saja Ricko meminta mereka untuk menyudahinya serta membiarkan otak Liam tertidur dengan tenang. Mereka berdua lalu kembali ke tempat duduknya masing - masing setelah Ricko mengatakan hal tersebut, karena mereka berdua takut jika Ricko akan memarahinya secara itu pawangnya Liam. Dio kemudian berkata bahwa dahulu lebih baik dia membuat Liam tertidur saat sedang ujian, jadi Liam bisa membantunya mendapatkan nilai yang memuaskan di kertas ujiannya.


Namun sayang Dio tidak pernah terfikirkan hal seperti itu karena setiap ujian sekolah Liam selalu duduk bersebelahan dengan anak perempuan, jadi Liam tidak akan mengantuk dan terus modus dengan anak perempuan itu. Tidak lama kemudian Liam kembali terbangun dan langsung membuat es susu di dapur. 5 jam kemudian Liam dan Jane pergi ke sebuah toko perlengkapan anak - anak karena mereka ingin mempersiapkan segala sesuatu untuk calon anak mereka. Mereka berdua lalu memilih beberapa pakaian yang sangat lucu sekali dengan nuansa biru dan juga cokelat muda.


"Lucu yang ini seperti baby bear jika anak kita memakainya."


"Bagus yang biru putih ini keren, nanti bisa jadi pesepak bola handal hahaha."


"Itukan jersey club kesayanganmu," ucap Jane mencibir Liam.


"Ya terserah aku dong."


"Ya ampun mulai lagi," gumam Pak Kang yang berdiri di belakang mereka.


"Ya sudah kita beli saja dua - duanya."


"Baiklah," ucap Liam menyetujui saran Jane.


Setelah mereka berdua selesai mengurus perintilan - perintilan kecil, mereka berdua lalu mempertimbangkan untuk memilih box ranjang bayi.


"Bagus yang ini warna putih, dan kalau bisa semuanya bernuansa putih."


"Kenapa begitu?" tanya Jane penasaran.


"Karena aku ingin membuat kamar anak kita bernuansa biru putih, lalu di gambari awan - awan seperti kamarnya Andy."


"Bisa tidak sih sehari saja kamu tidak memilih sesuatu yang bewarna biru?"


"Tidak," ucapnya lalu melenggang pergi melihat mainan anak.


"Dih dasar pria pemuja warna biru," gerutu Jane.


Liam lalu menunjukkan sebuah papan skateboard untuk anak - anak.


"Jane lihat ini keren bukan? ayo beli ini!"


"Ceritanya kamu ingin mengajari anak kita bermain skateboard?"


Liam langsung mengangguk.


"Heem aku ingin dia bisa juara 1 mendapat medali emas lomba skateboard. Oh lihat mobil ini juga kelihatannya sangat bagus, dan ini juga, ohh lihat itu."


"Ya ampun, kenapa kamu tidak sekalian membeli se-tokonya saja?"


Liam langsung menjentikkan jarinya.


"Ide yang bagus, mari kita beli."


"Eh aku hanya bercanda astaga."

__ADS_1


Pak Kang hanya tertawa kecil melihat tingkah Liam.


__ADS_2