
Jane kemudian tidur dengan posisi membelakangi Liam, sedangkan Liam yang masih terkejut dengan tamparan Jane tersebut kemudian dia memilih untuk tidur di sofa saja. Keesokan harinya Jane yang baru bangun langsung pergi ke mandi dan hanya menatap sekilas suaminya yang tengah tertidur disofa kamar mereka. Jane masih merasa geram dengan Liam karena kejadian semalam, akan tetapi dia juga sempat meruntuki dirinya saat menampar pipi Liam dan merasa perbuatannya sudah keterlaluan. Selesai mandi Jane lalu mengambil selimut untuk menyelimuti Liam yang masih tertidur nyenyak, dan setelah itu dia juga membereskan ranjang miliknya. Jane kemudian memanggil Pak Kang untuk memanaskan mobil porsche miliknya dan dia akan menunggunya sembari sarapan pagi. Setelah kurang lebih 30 menit kemudian Jane langsung berangkat ke studio untuk melakukan pemotretan sebuah majalah. 1 Jam kemudian Liam terbangun dari tidurnya dan langsung memanggil nama istrinya itu namun tidak ada tanggapan juga.
Alhasil Liam langsung berkeliling sekitar rumah untuk mencari dimana keberadaan Jane. Setelah lelah berkeliling rumah Liam lalu memutuskan untuk bertanya kepada bibi karena kebetulan bibi sudah datang dirumahnya. Bibi juga tidak tau mengenai keberadaan Jane karena sebelumnya Jane juga tidak berpesan kepada bibi mengenai kemana perginya. Saat Liam mencoba untuk menghubungi Jane, teleponnya langsung dimatikan oleh Jane dan dia hanya mengirim pesan bahwa dia sedang ada pemotretan. Setelah membaca pesan dari Jane tersebut Liam langsung pergi bersiap untuk bekerja ke kantor. Liam datang ke kantor dengan keadaan lesu karena Jane masih marah dengannya, dan beberapa jam kemudian saat sore hari setelah selesai pemotrrtan serta berbelanja ke mall, Jane pergi ke rumah orang tuanya untuk mengunjunginya. Jane lalu mandi sebelum dia berbincang sembari meminum teh bersama Mrs Kim. Mereka berdua lalu duduk di taman belakang rumah sembari berbincang ringan.
"Sepertinya kamu sangat lesu sekali, ada apa sayang?" tanya Mrs Kim.
"Tidak ada apa - apa kok eomma, hanya merasa lelah saja."
"Apa kamu bertengkar dengan Liam heum?"
"Bagaimana eomma mengetahuinya?" tanya Jane merasa heran.
Mrs Kim tersenyum sembari mengusap pipi putrinya tersebut "kamu itu kan putriku, jadi aku tau bagaimana perasaanmu sekarang walaupun kamu tidak menceritakannya kepadaku."
"Oh begitu," ucapnya lalu meminum secangkir teh hangat.
"Ada masalah apa? apa Liam selalu menjahilimu?"
"Tidak, tetapi masalahnya aku sedang merasa malas dengannya bahkan aku juga malas untuk pulang ke rumah."
"Jangan begitu, kalau ada apapun kamu harus membicarakannya kepada Liam dan bukannya malah pulang kemari untuk menghindarinya."
"Berarti aku tidak boleh pulang kemari?"
"Boleh saja bahkan pintu rumah ini selalu terbuka untuk putri eomma yang cantik, akan tetapi eomma hanya ingin kamu menyelesaikan masalahmu dan tidak kabur dari masalahmu sayang."
Jane menghela nafasnya "baiklah eomma, aku akan membicarakannya nanti."
"Jangan ditunda - tunda agar masalahmu itu tidak semakin membesar."
"Iya eomma, tapi aku ingin disini sebentar untuk menjernihkan fikiran boleh kan?"
"Iya sayang, boleh saja asalkan setelah itu kamu mau menyelesaikan masalahmu dengan Liam."
"Pasti. Eh eomma."
"Ya, kenapa?"
"Kalau misalnya ada orang ketiga dalam rumah tangga bagaimana? apa yang harus dilakukan?"
"Menurut eomma, kita harus berjuang untuk tetap mendapatkan hati pasangan kita serta mempertahankan rumah tangga kita. Namun jika misalnya sudah tidak bisa dipertahankan lagi ya sudah lebih baik kita pergi saja daripada setiap hari makan hati, lagipula nanti mereka akan mendapatkan karmanya juga kok."
__ADS_1
"Iya sih benar juga."
"Kenapa memangnya? ada orang ketiga yang berusaha mengusik rumah tangga kalian?"
"Ti-tidak kok eomma, aku hanya bertanya saja hehe."
"Oh begitu, eomma kira dirumah tangga kalian ada orang ketiga."
Jane tertawa canggung "tidak kok eomma, kami berdua baik - baik saja dan sedang bertengkar kecil saja."
"Oh."
Disisi lain Liam yang baru saja pulang ke rumah setelah bekerja lalu memanggil istrinya itu "Jane!!"
"Nyonya belum pulang tuan," ucap Bi Melati.
"Sejak dari tadi pagi?"
"Iya tuan, memangnya tadi nyonya tidak mengirim pesan kepada anda?"
"Tadi dia hanya berkata jika sedang ada pemotretan, tetapi tidak tau sekarang dimana."
"Oh begitu, tuan ingin minum apa?"
"Baik tuan, sebentar saya buatkan tehnya."
Liam langsung pergi mandi dan setelah itu dia duduk di ruang tengah sembari menonton televisi. Bibi kemudian datang dengan membawakan secangkir teh hangat untuk Liam, dan tiba - tiba saja Nat datang menghampiri Liam yang sedang meminum teh hangat.
"Jane belum pulang?" tanya Nat sembari mengedarkan matanya melihat sekeliling rumah.
Liam menggelengkan kepalanya "belum, dan sekarang aku tidak tau dia ada dimana karena handphone miliknya tidak bisa dihubungi."
"Sudah coba tanya bodyguardnya? si Pak Kang?"
"Sama saja dia tidak bisa dihubungi, mungkin saja Jane yang menyuruhnya untuk mematikan handphone miliknya juga."
Nat menghela nafasnya "sorry ya gara - gara aku semuanya jadi seperti ini."
"It's okay, lagipula bukan salahmu juga kok."
Tiba - tiba Liam mendapatkan telepon dari ibu mertuanya yang memberitahu bahwa Jane berada di rumah sekarang. Liam lalu bergegas ke basement rumahnya dan pergi ke kediaman Mr Kim dengan mengendarai mobilnya. 45 menit kemudian Liam telah sampai di kediaman Mr Kim dan langsung masuk ke dalam rumahnya. Ternyata Mrs Kim bisa memberitahu Liam karena Mrs Robinson yang menghubungi Mrs Kim untuk menanyakan keberadaan Jane, dan Mrs Kim langsung bergegas menghubungi Liam saat dia tahu Liam sedang bingung mencarinya. Disisi lain Jane yang sedang ketiduran karena menonton film di kamarnya, tiba - tiba saja dia bermimpi tentang Liam (tidak perlu dijabarkan seperti apa nanti terkena sensor hehe) dan ternyata saat terbangun sudah ada Liam di sampingnya yang sedang mengusap pipi chubby nya itu.
__ADS_1
"Li-Liam?" tanya Jane saat terduduk karena merasa terkejut.
"Aku merasa khawatir saat kamu tidak memberiku kabar serta saat aku tidak bisa menghubungimu."
"Oh."
"Tolong jangan seperti ini lagi sayang."
"Terserah aku sih ingin bagaimana," ucap Jane ketus.
"Jane, kenapa? ayo kita bicarakan baik - baik," ucap Liam mengusap pipi Jane namun langsung ditepis olehnya.
"Jangan sentuh aku!!"
"Kenapa?"
"Aku tidak suka denganmu, dan aku lebih suka tinggal disini!!!"
"Kalau kamu lebih suka tinggal disini, lalu siapa yang akan tinggal dirumah itu?"
"Kamu saja dengan Nat."
Liam menghela nafasnya "ayo pulang!"
"Tidak!!" teriak Jane dengan mata berkaca - kaca. (njir kebanyakan drama)
Liam lalu memeluk Jane serta mengusap punggungnya dengan lembut "sssttt maaf ya, karena mungkin semenjak dia datang aku jadi terkesan mengabaikanmu padahal kamu adalah istriku yang sangat aku cintai."
"Lepaskan hubby!!"
"Aku merindukanmu," ucap Liam saat mencium Jane.
"Masa bodoh."
"Walaupun aku terkadang kasar, galak serta ucapanku sangat menyakitkan namun aku benar - benar tulus sayang denganmu."
"Kalau kamu benar - benar tulus denganku, kamu pasti tidak akan tega melakukan hal tersebut kepadaku Liam!"
"Maaf caraku untuk mengungkapkan rasa sayangku kepadamu sedikit berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya."
"Hemm."
__ADS_1
"Ayo pulang denganku ya?"
"Iya nanti."