Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #239


__ADS_3

Selesai sarapan dan bersih - bersih rumah, mereka berdua lalu mandi karena ingin pergi berjalan - jalan sembari berbelanja kebutuhan rumah tangga di mall. Liam hanya ingin pergi berdua dengan Jane, lalu dia meminta Pak Kang untuk menjaga rumah saja. Biasanya selalu Pak Kang yang menyetir karena tidak ada Liam namun sekarang karena Liam ada jadi Pak Kang diminta untuk menjaga rumah saja. Takutnya nanti Pak Kang yang jomblo itu tidak kuat melihat kemesraan Liam dengan Jane jika menjadi sopir mereka berdua, dan oleh sebab itu Pak Kang maupun bodyguard yang lain tidak diajak saat mereka berdua sedang pergi liburan honeymoon. Sebenarnya Liam tidak terlalu nyaman memperlihatkan kemesraan di tempat umum apalagi dia seorang pria yang pemalu, hanya saja Jane yang selalu menggoda Liam saat sedang di tempat umum. Sesampainya di mall Jane lalu mengajak Liam ke bagian sayur mayur serta buah - buahan karena dia ingin membeli itu untuk stock selama seminggu di kulkas. Jane memilih buah serta sayuran yang segar walaupun semua bahan makanan di supermarket itu selalu segar, tetapi bukan Jane namanya jika tidak memilih sesuatu secara mendetail.


Dia selalu cermat dalam memilih pakaian apalagi sesuatu barang yang bakal untuk dikonsumsi. Jane juga membeli ayam, daging sapi, serta nugget karena suaminya itu seorang karnivora, dan tidak lupa dia juga membeli makanan ringan jika dia sedang ingin ngemil saat menonton film. Liam sampai terlihat jenuh saat sedang menemani Jane pergi berbelanja, dan dia berfikir bahwa Pak Kang adalah seseorang yang mempunyai mental yang cukup kuat karena pasti dia sudah bertahun - tahun menemani Jane berbelanja dengan durasi yang cukup lama. Liam menduga bahwa itu sudah berakhir saat dia membayar barang belanjaannya di kasir namun ternyata dugaannya itu salah besar, ternyata Jane masih ingin berbelanja pakaian dan hal itu membuat Liam mengusap dadanya karena pasti istrinya itu akan lebih lama di tempat tersebut. Sebuah keajaiban saat Liam melihat sebuah sofa yang kosong di toko tersebut karena Liam bisa tertidur sebentar di sofa seperti saat dirinya menemani Jane mencari barang - barang untuk seserahan pernikahan.


"Hubby," panggil Jane sembari menepuk lengannya.


"Nggg sudah selesai? ayo kita pulang!"


"Belum, justru aku sedang memilih pakaian untukmu."


"Sudahlah tidak perlu, ayo kita pulang saja."


"Haiss hubby menyebalkan sekali."


Liam menghela nafasnya dengan kasar.


"Ya sudah, pilihlah sesukamu."


Jane lalu menarik tangan Liam.


"Ayo ikut aku hubby."


"Kamu ingin membawaku pergi kemana?" tanya Liam bingung.


"Sepertinya ini sangat cocok untukmu, ayo cepat cobalah di kamar ganti karena aku ingin melihat hasilnya."


"Ya sudah sebentar."


Liam lalu pergi ke kamar ganti untuk mencoba pakaian pilihan Jane, sebuah kemeja lengan pendek bewarna hijau dan putih. Tidak lama kemudian Liam telah keluar dari kamar ganti, dan ternyata Jane sudah menunggu di depan pintu kamar ganti tersebut.


"Wahh keren sekali suamiku ini, baiklah mari kita beli."


"Iya," ucapnya dengan senyum terpaksa.


"Setelah ini aku ingin membeli ice cream, boleh kan hubby?"


"Iya beli saja semuanya, sekalian se mallnya kamu beli juga."


"Besok aku beli."


"Benarkah? yess akhirnya uangku akan semakin banyak."


"Apa maksudnya?" tanya Jane bingung.


Tiba - tiba ada seorang manager mall yang menghampiri Liam.


"Selamat siang Mr Robinson, bagaimana kabar anda?"


"Saya baik, dan panggil saja dengan nama Liam."


"Ah baik Mr Liam. Mr dan Mrs Robinson sehat kan?"


"Sehat Mr Sam."

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, sudah lama saya tidak bertemu dengannya saat sedang audit karena biasanya beliau sendiri yang melakukan audit."


"Oh itu karena daddy sedang sibuk di perusahaannya yang berada di Australia, jadi sudah lama tidak ada audit."


"Oh begitu."


"Oh ya kenalkan, ini istri saya Jane."


Mr Sam lalu menjabat tangan Jane.


"Sam. Nice to meet you." (Senang bertemu denganmu).


"Jane. Nice to meet you too." (Senang bertemu denganmu juga).


"Jadi Jane, Mr Sam ini general manager yang bertugas menangani segala sesuatu di mall ini."


"Oh begitu."


"Benar Mrs Jane, saya yang dipercaya oleh Mr Robinson untuk menjadi general manager menggantikan general manager sebelumnya di mall milik Mr Robinson."


"Benar, dan daddy memilihnya karena dia merupakan karyawan teladan haha."


"Tidak juga Mr Liam haha."


"Oh jadi mall ini milik keluargamu?"


"Yups, tepat sekali. Jadi kalau ada apapun yang kamu butuhkan bisa mencari Mr Sam untuk membantumu."


"Tidak perlu hubby, pasti Mr Sam juga sangat sibuk saat sedang berada di mall ini."


"Thank you Mr Sam." (Terima kasih Mr Sam).


"My pleasure Mrs Jane." (Dengan senang hati Mrs Jane).


"Kalau begitu kita berdua permisi ya," ucap Liam secara tiba - tiba.


"Silahkan Mr Liam."


Liam lalu merangkul pinggul Jane.


"Ayo sayang, katanya ingin beli ice cream bukan?"


"Iya hubby."


Liam kemudian mengajak Jane ke sebuah kedai ice cream karena istrinya itu sedang sangat menginginkan ice cream. Liam membeli ice cream chocolate cookies, sedangkan Jane membeli ice cream vanilla.


"Ternyata kamu ini terlalu kaya ya? pantas saja basement rumahmu seperti showroom mobil mewah."


Liam tertawa.


"Tidak juga, itu semua milik orang tuaku. Kalaupun misalnya itu menjadi milikku, pasti hanya beberapa.persen saja karena dibagi dengan Rosie."


"Benar juga."

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua langsung pulang ke rumah karena merasa lelah, dan begitu sampai di rumah Jane memilih untuk beristirahat sebentar di sofa sebelum menata semua bahan - bahan makanan di kulkas. Beberapa menit kemudian Liam meminta izin untuk pergi ke rumah kakaknya, dan Liam langsung pergi ke rumah kakaknya saat Jane mengizinkannya. Sesampainya di rumah Lian Liam lalu masuk ke dalam rumahnya. Semakin lama Liam semakin jenuh dan akhirnya dia mengajak Lian untuk bermain PS dirumahnya saja. Saat sesampainya di depan rumah Liam, tiba - tiba dia berfikir sebuah ide untuk menjahili Jane.


"Lho hubby sudah pulang? tumben sekali hanya sebentar."


"Mmmm iya, aku bosan."


"Gendong aku," ucap Jane manja.


"Kemarilah."


Jane kemudian mendekati Lian dan merasa ada yang aneh dengannya.


"Sepertinya kamu bukan hubby," ucap Jane merasa curiga.


"Tidak, aku hubby mu."


Jane lalu berbalik dan mengambil sebuah gunting yang tersembunyi dibalik hiasan berbentuk teddy bear.


"Jawab!! kamu ini siapa?"


"A-aku.."


Jane lalu menodongkan gunting itu, dan membuat Liam berlari ke dalam rumah.


"Sa-sayang jangan begitu, kita berdua hanya bercanda kok hehe."


"Be-benar Jane," ucap Lian menyingkirkan gunting itu dari lehernya.


Jane lalu menghampiri Liam dan mencium aroma tubuhnya.


"Nah ini baru hubby," ucap Jane tersenyum.


Liam langsung menggendong Jane.


"Dia ini kakakku, lebih tepatnya kembaranku."


"Kok kamu tidak cerita kalau memiliki kembaran?"


"Nanti saja, ceritanya panjang."


"Siapa namamu?" tanya Jane.


"Lian Gerald."


"Namanya hampir mirip dengan Liam, hanya beda 2 huruf saja."


"Hehe iya. Kamu memggemaskan seperti anak kecil," ucap Lian.


"Walaupun begini usiaku 1 tahun lebih tua dari kalian berdua," ucap Jane ketus.


Liam tertawa.


"Duduk Li, aku buatkan minum sebentar."

__ADS_1


"Oh ya."


__ADS_2