Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #265


__ADS_3

Mereka berdua berbincang sembari bercanda ria di kedai ice cream itu sembari menghabiskan ice cream milik mereka masing - masing. Setelah itu mereka berdua melanjutkan pergi ke sebuah alun - alun untuk mencari suasana baru sekalian melepaskan rasa bosan karena terus menerus berada di dalam rumah saja. Jane memeluk perut Liam dengan sangat erat dan bersandar di punggung Liam saat sedang berada di jalan. Jane ingin meletakkan kepalanya di bahu Liam sembari melihat ke depan namun karena Liam terlalu tinggi jadi, jadi Jane hanya bisa bersandar di punggung Liam saja. Jalanan pada malam itu sangat ramai sekali, serta lampu - lampu kota bersinar dengan terang walaupun sudah mulai larut malam. Sesampainya di alun - alun kota, mereka berdua langsung berjalan - jalan sembari bergandengan tangan mencari tempat yang pas. Di alun - alun itu sangat ramai pasangan muda - mudi yang sedang berjalan - jalan bersama sembari menikmati suasana pada malam itu.


Kebanyakan adalah para remaja anak SMP serta SMA yang sedang mengalami kasmaran, serta ada juga mahasiswa yang terlihat sedang mengerjakan tugas kelompok bersama teman - temannya. Mungkin mereka sedang mencari suasana baru karena merasa bosan jika terus mengerjakan tugas di cafe ataupun rumah salah satu temannya. Liam melihat sekeliling sembari memakan jagung rebus, sedangkan Jane bersandar di bahu Liam dan bercerita kepada Liam. Setelah lelah bercerita panjang lebar, Jane lalu mengambil jagung rebus dari tangan Liam dan memakannya. Liam lalu menatap Jane dan mengusap rambutnya sembari tersenyum karena tadi Jane berkata bahwa dia tidak menginginkan jagung tersebut, eh sekarang dia malah memakannya.


"Tadi kamu berkata bahwa kamu tidak ingin jagung itu. lalu kenapa sekarang tiba - tiba kamu malah mengambilnya dari tanganku?" tanya Liam keheranan.


"Tiba - tiba aku merasa lapar."


"Oh begitu, ingin aku belikan apa?"


"Apa ya makanan yang enak disantap saat ini?" tanya Jane bingung.


"Mau bakso atau mie ayam?"


"Bakso saja."


"Ayo kita pergi mencari bakso disekitar sini," ucap Liam menarik tangan Jane.


..........


"Pak pesan baksonya satu porsi, lalu mie ayam baksonya juga satu porsi."


"Baik mas, minumnya apa?" tanya pedagang bakso.


"Kamu mau apa Jane?"


"Aku es jeruk saja hubby."


"Es jeruk satu lalu es tehnya satu pak."


"Baik mas hubby, sebentar saya siapkan terlebih dahulu."


"Eh mas siapa pak?" tanya Liam merasa aneh.


"Mas hubby kan namanya?"


"Bu-bukan pak nama saya Liam, bukan hubby."


Disaat itu Jane sedang menahan ketawa karena kesalahpahaman antara suaminya dengan bapak pedagang bakso tersebut.


"Lho tadi mbak itu manggil hubby, ya saya fikir nama sampeyan (anda) hubby."


"Ya kalau dia memang boleh memanggil saya dengan sebutan hubby, tetapi kalau bapak jangan dong."


"Memangnya kenapa mas?" tanyanya penasaran.


"Itu panggilan kesayangan, jadi hanya dia yang boleh memanggil saya dengan sebutan hubby."


"Oh begitu rupanya, kalian berdua ini pacaran ya?"

__ADS_1


"Tidak pak, tapi kami berdua sudah menikah."


"Wah kok malah nikah muda mas, tidak kuliah toh?"


"Sudah lama pak saya lulus kuliahnya."


"Owalah begitu."


"Ya sudah pak cepat buatkan, kasihan istri saya sudah kelaparan karena bapak terus mengajak saya berbincang."


"Oh iya sebentar, silahkan duduk dulu."


"Okay pak."


"Hahahaha mas hubby," ucap Jane mengejek Liam saat duduk di kursi.


"Kamu ini senang sekali jika sedang mengejekku."


"Habisnya raut wajahmu itu sangat lucu saat sedang merasa kesal."


"Lebih menggemaskan wajahmu saat sedang cemberut apalagi saat sedang marah seperti tadi."


"Oh jadi kamu ingin jika aku marah seperti tadi lagi ha?"


"Eh ja-jangan dong."


"Kenapa memangnya?" tanya Jane sembari tangannya menopang dagunya.


Tiba - tiba bapak penjual bakso datang menyajikan pesanan mereka di atas meja, dan setelah itu lalu dia pergi melayani yang lain.


"Eh kenapa sepertinya milikmu terlihat sangat lezat?" tanya Jane melirik ke arah mangkuk Liam.


"Beda menu sayang."


"Aku mau mie ayam bakso milikmu ini," ucap Jane sembari menukar mangkuk miliknya dengan milik Liam.


Liam menghela nafasnya.


"Ya sudah iya."


"Kenapa begitu? sepertinya kamu tidak rela jika aku memakan milikmu."


"Tidak kok, makan saja milikku dan kalau perlu dua - duanya kamu habiskan saja."


"Tidak mau, aku mau yang ini saja."


"Ya sudah iya."


Jane lalu mulai mencicipi mie ayam bakso miliknya, sedangkan Liam memakan semangkuk bakso yang tadi dipilih oleh Jane. Liam mempunyai kebiasaan memakan sesuatu dengan sangat cepat sehingga belum ada 10 menit dia sudah menghabiskan semangkuk bakso itu, berbeda dengan Jane yang sangat lambat saat makan karena dia makan sembari memainkan handphone miliknya. Belum ada setengah dia memakan mie ayam bakso, tiba - tiba dia memberikannya kepada Liam karena dia sudah merasa kenyang. Liam kembali menghela nafasnya dengan kasar lalu dengan berat hati dia memakan mie ayam tersebut sampai habis walaupun sudah merasa sedikit kenyang. Setelah itu mereka berdua kembali berjalan - jalan di sekitar alun - alun, dan saat ada penjual arumanis tiba - tiba saja Jane menarik tangan Liam agar Liam membelikannya untuknya.

__ADS_1


"Tetapi kamu harus berjanji untuk menghabiskannya sendirian."


"Iya aku berjanji hubby."


"Awas saja jika kamu tidak mau menghabiskannya, aku akan menghukummu."


"Iya."


Liam lalu mengeluarkan sejumlah uang kembalian dari membeli bakso tadi untuk membelikan Jane sebuah arumanis.


"Ini arumanisnya."


"Terima kasih hubby."


"Iya sama - sama," ucap Liam mengusap rambut Jane.


"Ayo hubby, kita pulang sekarang."


"Tumben sekali "


"Aku sudah sedikit mengantuk."


"Tidak ingin membeli balon juga?"


"Tidak."


"Baiklah."


Mereka berdua lalu berjalan menuju tempat parkir sembari Jane memakan arumanis pemberian suaminya itu. Setelah itu Liam mengendarai motornya pulang ke rumah karena semakin larut malam, walaupun begitu jalanan masih saja terlihat ramai dan bahkan mungkin saja semakin ramai. Sekitar 45 menit kemudian mereka berdua telah sampai di rumah, dan langsung bersiap - siap untuk tidur. Tidak lupa Jane meminum air putih yang banyak karena dia baru saja memakan arumanis agar tenggorokannya tidak merasa gatal, sedangkan Liam memilih untuk merenung di dalam kamar mandi sembari duduk di atas closet. Begitu selesai merenung, Liam lalu menghampiri Jane ke atas ranjang dan langsung memeluknya serta menciumnya.


"Sudah puas jalan - jalan malam ini?"


"Lumayan."


"Kok lumayan sih sayang? memangnya kamu ingin yang bagaimana lagi?"


"Aku ingin kamu seharian full untukku, kita jalan - jalan lagi."


"Iya boleh, tetapi aku ingin bangun siang."


"Iya tidak apa - apa, aku akan menemanimu untuk bangun siang."


"Okay. Eh kalau misalnya aku tinggal pergi dinas keluar kota atau keluar negeri mau tidak?"


"Tidak mau!!" jawab Jane dengan tegas.


"Kenapa begitu?"


"Aku tidak mau merasa kesepian dan aku ingin agar kamu selalu ada untukku, jadi kalau misalnya kamu diminta untuk pergi dinas keluar kota ataupun keluar negeri pasti aku akan langsung menolaknya."

__ADS_1


"Oh begitu," ucap Liam sembari menciumi Jane.


__ADS_2