
Chicko lalu mengikuti Rosie mencari sebuah novel sembari berkeliling di dalam toko buku tersebut dan melupakan bahwa awalnya dia pergi bersama Dio. Menurut Chicko ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk melakukan pendekatan dengan Rosie walaupun harus mengorbankan seorang teman apalagi sekarang Rosie sedang sendirian tanpa ditemani oleh bodyguard ataupun teman - temannya. Sesekali Chicko terlihat serius membaca beberapa buku sebagai pencitraan agar dirinya memiliki nilai plus dimata Rosie. Chicko berharap jika sepulang dari toko buku, dirinya dan juga Rosie menjadi semakin dekat apalagi bisa sampai menjalin sebuah hubungan. Sedari tadi Rosie selalu mengajak Chicko bercanda sehingga membuat Chicko bisa sangat optimis bahwa dirinya akan menjalin hubungan dengan Rosie setelah ini.
Disisi lain Dio yang telah dilupakan oleh Chicko karena ingin mengejar seseorang yang dicintainya, dia lalu membuntuti Chicko selama berada di dalam toko buku tersebut. Dio selalu berjalan tidak jauh dari Chicko dan selalu memperhatikan gerak - gerik Chicko saat sedang bersama Rosie. Dio takut jika nanti akan terjadi sesuatu hal hingga membuat Liam marah, karena dia tahu sendiri bahwa Rosie itu adalah adik kesayangan Liam. Dio juga sangat tahu bahwa jika sesuatu hal sudah menyangkut tentang Rosie pasti Liam akan merasa sangat sensitive, dan dia juga sangat posesif kepada Rosie. Oleh karena itu Dio membuntuti Chicko sembari membawa buku komik yang sedang dicari olehnya. Dio menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan sebuah buku yang diambilnya secara random saat Rosie secara tidak sengaja menengok ke arahnya. Sekitar hampir 2 jam kemudian Rosie berkata kepada Chicko bahwa dia hendak pulang apalagi sudah menemukan novel yang diinginkannya. Setelah ditinggal oleh Rosie, Chicko lalu menghampiri Dio dan mengajaknya makan di sebuah cafe yang masih berada di dalam mall itu.
"Gila sih kamu, berani - beraninya mendekati Rosie sampai segitunya," ucap Dio yang masih tidak percaya dengan kelakuan Chicko.
"Hahaha harus berani dong, demi seseorang yang aku cintai."
Dio menggelengkan kepalanya.
"Jika sampai kamu melakukan hal yang aneh - aneh apalagi menyakiti Rosie, pasti kamu akan langsung di cari oleh Liam bahkan sampai ke lubang semut sekalipun."
"Tenang saja aku tidak akan melakukan hal yang aneh - aneh apalagi sampai menyakiti Rosie," ucap Chicko menepuk - nepuk bahu Dio.
"Aku pegang ucapanmu itu, kalau sampai terjadi apa - apa hingga membuat Liam sangat marah aku dan Ricko mungkin tidak akan bisa membantumu."
"Iya tenang saja, percayalah kepadaku."
"Ya sudah," ucap Dio menyeruput minumannya.
"Oh ya, apa kamu sudah mendapat komik itu?" tanya Chicko menatap Dio.
"Sudah."
"Kamu jadi membeli itu untukku juga bukan?"
Dio lalu mengeluarkan sebuah kantong plastik.
"Ini titipanmu."
"Terima kasih," ucap Chicko saat menerima buku komik tersebut.
"Jangan berterima kasih saja, cepat ganti uangnya!!"
Chicko berdecak.
"Ck dasar, aku kira kamu memberinya secara gratis namun ternyata harus mengganti uangmu juga?"
"Tentu saja."
"Huuu dasar pelit."
"Ya sudah kalau tidak mau, sini kembalikan!!"
"Iya aku akan mengganti uangmu."
"Nah begitu dong daritadi."
__ADS_1
Chicko lalu mengeluarkan dompet dari saku celananya dan memberikan sejumlah uang kepada Dio.
"Kembali 10 ribu," ucap Chicko terpaksa.
"Eh tidak ada uang ongkos nih?" tanya Dio bercanda.
"Ya sudah ambil saja sebagai uang bensin," jawab Chicko dengan terpaksa.
"Aku bercanda, ini ambillah uang kembaliannya hahaha."
"Okay terima kasih."
"Santaii. Eh ngomong - ngomong kenapa kamu sangat menyukai Rosie?" tanya Dio penasaran.
"Dia itu cantik, baik hati, humble, dan otaknya sangat pintar. Andaikan saja dia menjadi kekasihku, pasti aku sangat merasa beruntung sekali hehe."
"Halah bilang saja kalau dia kaya, makanya kamu sangat menyukainya."
Chicko tertawa.
"Salah satunya itu, aku ingin mempunyai istri yang kaya raya seperti Liam agar dibelikan motor olehnya hahaha."
"Oh iya, Liam baru saja dibelikan motor oleh Jane ya?"
"Benar."
"Keren ya motornya? dan setelah itu test drive nya dibawa pergi ke Dieng anjir."
"Iya hahaha sering - seringlah Liam pergi liburan agar aku mendapat oleh - oleh."
"Benar."
Mereka berdua lalu tertawa bersama, dan setelah itu baru kembali menyantap makanan miliknya masing - masing. Setelah itu Dio mengajak Chicko untuk bermain di time zone, karena menurut Dio kurang lengkap pergi ke mall kalau tidak mampir ke time zone untuk bermain sebentar sembari menghambur - hamburkan uang. Yang pertama mereka berdua memutuskan untuk bermain balapan motor, dan ternyata Dio lah yang menjadi pemenangnya. Hal itu membuat Chicko merasa kesal, dan Chicko menginginkan untuk bertanding ulang. Namun setelah melakukan tanding ulang, ternyata Dio tetaplah yang menjadi pemenangnya dan Chicko lamgsung beralasan bahwa motor yang dikendarainya kurang nyaman hingga membuatnya terus menerus kalah darinya. Mendengar hal tersebut Dio langsung tertawa terbahak - bahak karena dia tahu jika Chicko hanyalah beralasan saja agar tidak disebut sebagai seorang pecundang.
"Woah lihatlah Chic, dia sangat hebat karena bisa mendapatkan banyak sekali ticket."
Chicko langsung melihat ke arah seseirang yang dikatakan oleh Dio.
"Benar, aku saja selama ini belum pernah mendapat banyak sekali ticket seperti itu dan paling banyak hanyalah 20 ticket saja."
"20 ticket bisa ditukar apa?" tanya Dio.
"Makanan chicki atau teh galon," jawab Chicko.
"Lumayan."
"Kalau kamu?"
__ADS_1
"Boro - boro 20 ticket, aku saja berhasil dapat 4 ticket sudah alhamdulillah."
"Kamu main apa kok hanya dapat 4 ticket?"
"Basket."
Chicko tertawa.
"Ehh buset, main basket hanya dapat 3 ticket itu kamu berhasil masukin berapa?"
"Kurang dari 100, susah masukin bolanya."
"Bukannya susah, tapi kamunya saja yang tidak pintar main basket."
"Capek, ringnya terlalu tinggi."
"Hahaha alasan."
"Eh tadi kamu juga alasan saat aku mengalahkanmu dalam pertandingan balap motor."
Chicko lalu menepuk bahu Dio.
"Eh lihat dia dapat banyak ticket lagi, dan bahkan semakin banyak dari sebelumnya."
"Benar juga, aku menjadi iri."
"Bagaimana kalau kita curi saja ticketnya."
"Kamu gila? bisa - bisa kita langsung digebukin orang - orang se mall."
"Benar juga sih."
Chicko lalu diam sebentar sembari mengamati lingkungan sekitarnya, siapa tahu dia mendapatkan suatu trick untuk mendapatkan banyak ticket seperti orang tadi. Semakin lama Chicko berjalan mendekati orang itu untuk melihat caranya bermain, sedangkan Dio berjalan mengikuti Chicko dibelakangnya. Chicko terus mengamatinya cara bermain di permainan menjatuhkan bola, dan saat ticket tersebut keluar Chicko diam - diam ingin langsung merebutnya tetapi ternyata tangannya disentuh oleh orang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Jane.
"Kamu mau mencuri milikku ya?" tanya Jane sembari memicingkan matanya.
"Eh i-ini tidak seperti yang kamu fikirkan," ucap Chicko beralasan.
"Hubby, ticket kita ingin dicuri oleh temanmu."
Liam yang awalnya sangat fokus pada permainan langsung menatap seseorang yang berada di samping Jane.
"Apa yang kamu lakukan, mau kupatahkan tanganmu ha?"
"Tenang Li, aku tadi hanya latah saja kok haha."
"Bukan latah tapi klepto."
__ADS_1
"Maaf."
"Iya."