Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #162


__ADS_3

Jane kemudian pulang ke rumahnya, dan saat berada diperjalanan pulang Jane terus melamun sembari melihat ke arah luar jendela. Sesampainya dirumah utamanya Jane langsung menemui Mr Kim dan memarahinya karena persoalan perjodohan itu. Dari awal Jane tidak suka jika dia dijodoh - jodohkan seperti Siti Nurbaya. Mrs Kim kemudian berusaha melerai perdebatan antara ayah dan anak tersebut. Lalu dia meminta Jane untuk menemui seseorang yang sedang beristirahat di kamar tamu. Dengan rasa kesal Jane melangkahkan kakinya menuju kamar tersebut dan mulai mengetuk pintu kamar itu. Mendengar pintu kamarnya diketuk pria tersebut lalu membuka pintu, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Jane yang sudah berdiri di depan pintu dengan muka masam nya. Pria bertubuh kekar itu lalu memeluk Jane dengan sangat erat hingga membuat Jane merasa terkejut juga. Jane awalnya tidak mengenali pria tersebut karena pria itu langsung membenamkan wajahnya ke leher Jane namun karena memiliki aroma tubuh yang khas akhirnya Jane bisa mengenali siapa pria tersebut.


Jane kemudian membalas pelukan pria tersebut dengan sangat erat setelah dia mengetahui jika pria tersebut adalah Liam yang merupakan kekasih hatinya. Jane merasa sangat bahagia serta merasa bersyukur melihat Liam sudah bisa berjalan lagi dan bahkan sekarang dia sedang memeluknya dengan erat. Karena merasa sangat bahagia Jane bahkan sampai tidak sadar meneteskan air matanya tersebut, dan kemudian dia menciumi rambut serta leher Liam karena merasa sangat rindu kepadanya. Dahulu setelah dia siuman dari komanya Liam hanya terdiam saja dan jarang sekali berbicara, bahkan dengan anggota keluarganya sekalipun. Liam menjadi anak yang pendiam sejak kecelakaan itu, karena kakinya yang tidak bisa berjalan otomatis Liam tidak bisa bermain skateboard ataupun pergi touring dengan teman - temannya. Namun untungnya Liam mempunyai teman - teman dan keluarga yang baik sehingga Liam mendapatkan dukungan penuh dari mereka untuk sembuh. Liam kemudian melepaskan pelukannya dan menatap mata Jane secara dalam lalu terpancar senyuman dibibirnya.


"Sudah lama kita tidak seperti ini," ucap Liam sembari terus menatap mata Jane.


"Aku merindukanmu Liam."


"Heh, mana panggilan sayangku darimu?" tanya Liam memprotes Jane.


"Iya sayang iya," ucap Jane sembari tersenyum.


Liam kembali memeluk Jane dan menciumi leher Jane "aku merindukanmu juga."


"Sudah lama kan kamu tidak seperti ini kepadaku?"


Liam mengangguk "iya benar."


Mr Kim datang menghampiri mereka berdua "ehem, sedang apa kalian?"


"Tidak sedang apa - apa kok appa."


"Awas kalau kalian berdua sampai macam - macam!"


"Iya appa."


"Liam sudah meminta izin kepada appa untuk menikahimu."


"Lalu appa menjawab apa?"


"Tidak," ucap Mr Kim sembari tersenyum nakal.


"Appa!!"


"Appa hanya bercanda, aku sudah mengizinkannya untuk menikahimu."


"Benarkah?" tanya Jane dengan mata yang berbinar - binar.


"Iya sayang, jadi segeralah menikah jika kalian berdua sudah siap."


"Tenang saja om, mungkin kita pasti segera menikah setelah aku melamarnya."


Mr Kim kemudian menepuk punggung Liam "jangan kelamaan nanti putriku akan pergi jika kamu tidak segera menikahinya."


"Baik om."


"Aku tinggal sebentar."

__ADS_1


Liam kemudian masuk ke dalam kamarnya dengan Jane mengekor di belakang. Liam kemudian mengambil handphone miliknya dan melihat layar handphone tersebut sembari duduk di atas ranjangnya. Jane kemudian mengintip layar handphone Liam dengan kepala di sandarkan di dada bidang Liam.


"Siapa Li?"


"Mommy aku yang menghubungiku sejak tadi."


"Coba kamu telepon lagi."


"Iya sebentar," ucap Liam sembari menekan tombol di handphone miliknya.


"Bagaimana?"


"Tidak dijawab."


"Ya sudah, nanti lagi saja kamu menghubunginya."


"Iya sayang," ucap Liam sembari memeluk Jane dari samping.


Jane lalu mencium pipi Liam "bagaimana perasaanmu sekarang heum?"


"Masih sedikit sakit di bagian kaki ke atas."


Jane memegang kaki Liam secara perlahan "sudah sembuh secara total?"


"Belum, masih harus terapi lagi agar bisa sembuh total namun sekarang tidak boleh terlalu lelah."


"Jangan, pasti kamu sekarang sangat sibuk jadi aku tidak ingin mengganggumu bekerja."


"Tidak kok, tenang saja aku pasti akan selalu menemanimu untuk terapi."


Liam menghela nafasnya "hah, baiklah."


"Sini sayang ululuh, biasanya jam segini kamu sudah tidur siang dipelukanku kenapa sekarang matanya masih segar begini?"


"Kan aku sudah hibernasi, jadi sekarang mataku masih segar walaupun tidak tidur selama 3 hari."


"Jangan tidur terlalu lama seperti dulu lagi."


"Kenapa memangnya?"


"Nanti aku sedih karena merindukanmu."


"Lebay," ucap Liam dengan ketus.


"Ihh kok kamu sekarang begitu sih, semakin menyebalkan saja."


"Terserah aku wleee," ucap Liam sembari menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Jane kemudian ikut menjulurkan lidahnya karena ingin membalas Liam, dan akhirnya mereka berdua bercanda bersama seperti dahulu sebelum Liam mengalami kecelakaan. Setelah lelah bercanda Liam kemudian membaringkan tubuhnya dan tertidur di pelukan Jane. Liam tertidur dengan sangat pulas bahkan saat Jane menjahilinya saja Liam tidak bangun, memang dasarnya Liam itu kebo. Beberapa Jam kemudian Liam terbangun dari tidurnya dan mendapati bahwa Jane sudah pergi entah kemana. Liam kemudian mandi dan meminta izin kepada Mrs Kim untuk keluar sebentar mencari angin segar dengan ditemani oleh pengawal pribadinya.


Biasanya Liam selalu pergi sendiri kemana - mana namun semenjak dirinya mengalami kecelakaan dan kondisinya belum meyakinkan jadi Mr Robinson meminta salah satu bodyguard terbaiknya untuk mengawal Liam kemanapun dia pergi. Liam meminta bodyguardnya tersebut untuk mengantarkannya pergi ke sebuah toko perhiasan yang paling mewah untuk membeli sebuah cincin. Setelah selesai memilih cincin Liam langsung pergi ke Sungai Han dan menghubungi Jane untuk memintanya menemani dia berjalan - jalan di sekitar Sungai Han saat malam hari.


"Sudah lama menunggu?" tanya Jane menggandeng tangan Liam.


"Belum kok."


"Oh begitu, ayo kita berjalan - jalan di sekitar sini sembari menghirup udara segar."


"Okay, tetapi maaf jika aku berjalannya tidak secepat dahulu."


Jane tersenyum "tidak masalah, ayo hati - hati melangkah aku akan menuntunmu secara perlahan."


"Terima kasih."


"Suasananya sangat indah sekali bukan?" tanya Jane sembari memegang erat tangan Liam agar Liam tidak jatuh.


"Iya, suasananya sangat indah dan romantis."


"Benar."


Liam kemudian menyodorkan sebuah kotak yang berisi cincin berlian yang berkilauan terkena cahaya rembulan "menikahlah denganku, Jane Kim."


Seketika Jane merasa terkejut dengan ucapan Liam "kamu sedang tidak bercanda bukan?"


Liam menggeleng "tidak, ini benar - benar permintaanku yang tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam."


Jane mengangguk "iya, aku mau menikah denganmu."


"Benarkah?"


"Iya sayang."


Liam lalu memakaikan cincin tersebut di jari manis Jane dan dia berteriak "she said yes."


"Ssstt jangan berteriak."


Liam kemudian menghubungi Mrs Robinson dengan vidio call "mom, datanglah kemari!"


"Ada apa sayang?"


Liam langsung menarik Jane dan memintanya untuk memperlihatkan jari manisnya yang sudah memakai cincin berlian "aku sudah melamarnya dan kami akan segera menikah."


"Apa?"


"Iya mom, kalian cepatlah datang kemari dan mari kita lakukan secara resmi."

__ADS_1


"Okay sayang."


__ADS_2