Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #299


__ADS_3

Liam terus berbincang kepada kedua orang tua Jane serta mendengarkan beberapa nasehat dari orang tua Jane karena ini demi kebaikan mereka berdua dan juga janin yang berada di dalam kandungan Jane. Kedua orang tua Jane masih merasa khawatir kepada putrinya tersebut karena ini merupakan pengalaman pertamanya, apalagi Mr Kim terlihat masih belum sepenuhnya mempercayai Liam untuk menjaga putrinya kesayangannya itu. Mr Kim lalu meminta Jane agar tinggal di rumahnya saja untuk sementara ini namun Jane menolak karena dia ingin memiliki ruang pribadinya bersama Liam. Sebenarnya alasan lainnya adalah Jane sangat menghargai Liam sebagai suaminya, oleh karena itu dia menolak permintaan Mr Kim untuk tinggal di rumahnya.


Jane menyadari bahwa sedari tadi Liam kurang merasa nyaman apalagi saat kedua orang tuanya tersebut terlihat seperti meremehkan Liam dan juga terus menerus memberitahu Liam layaknya Liam masih belum mengerti dengan apa yang harus dilakukannya. Hal tersebut yang membuat Liam sedikit merasa tidak nyaman karena Liam lebih suka melakukan apapun sesuai dengan caranya, bahkan karena hal itulah yang membuat kedua orang tua Liam lebih membiarkan Liam untuk hidup sesuka hatinya walaupun terkadang mereka berdua juga memaksa Liam untuk melakukan sesuatu seperti keinginannya. Liam merupakan pria yang pemberontak serta bersikap sesuka hatinya namun Liam juga selalu bertanggung jawab dengan kewajiban yang harus dijalaninya. Melihat suaminya yang mulai sedikit tidak merasa nyaman, Jane lalu beralibi untuk minta diantarkan ke kamarnya.


Liam yang ingin menunjukkan bahwa dia merupakan suami siaga, Liam langsung berdiri dan menggandeng Jane menuju ke kamarnya. Begitu sampai di dalam kamar Jane lalu duduk di tepi ranjang dan menatap suaminya dengan sendu. Jane mengusap rambut Liam karena merasa sedikit iba dengannya. Jane sangat mengerti jika suaminya itu tidak seperti pria pada umumnya yang memiliki mental yang kuat namun berbeda dengan suaminya yang memiliki mental kurang stabil apalagi saat kata - kata Mr Kim tadi mulai terasa sangat keterlaluan. Jane tidak ingin kedua orang tuanya merusak semua usaha kedua orang tua Liam untuk menyembuhkan mentalnya yang rusaknya terbilang cukup parah. Jane bisa mengetahui itu semua karena dia tidak sengaja membaca sebuah berkas dokumen yang berada di dalam ruangan kerja miliknya di rumah.


"Maafkan ucapan kedua orang tuaku, hubby. Aku rasa mereka berdua sudah berbicara sangat keterlaluan kepadamu sehingga membuatmu merasa tidak nyaman."


"Eh tidak apa - apa kok, menurutku itu masih sangat wajar saja hehe."


"Wajar apanya? mereka terlihat sangat meremehkanmu dan aku tidak suka jika mereka berbicara seperti itu kepadamu walaupun mereka berdua adalah orang tuaku."


"Sssttt hei tidak boleh berbicara seperti itu mengenai kedua orang tuamu, apalagi saat ini kamu sedang mengandung."


"Tapi hubby, aku merasa sangat kesal sekali padahal kamu itu adalah suamiku yang terbaik, selalu bisa diandalkan, dan juga bisa menjagaku setiap saat."


Liam lalu mengusap pipi Jane.


"Iya sayang, dan aku berjanji kepadamu bahwa aku akan membuktikan kepada orang tuamu jika aku ini merupakan suami siaga sehingga mereka tidak bisa meremehkanku lagi."


"Iya hubby, aku percaya kepadamu bahwa kamu akan melakukan yang terbaik."


"Mmm jadi bagaimana kalau kita menuruti saran dari appa untuk tinggal di rumah orang tuamu selama sementara?"


"Nopee!!! kali ini jangan turuti apapun keinginan orang tuaku seperti dulu hubby."


"Eh kenapa begitu?"


"Aku ingin kita berdua tinggal disini saja selama di Korea Selatan dan aku juga tidak ingin jika orang lain mencampuri urusan rumah tangga kita berdua termasuk kedua orang tuaku. Bukankah dulu kamu mengajakku untuk tinggal di rumah kita sendiri karena hal tersebut, lalu mengapa sekarang kamu malah iya - iya saja?"


"A-aku merasa tidak enak dengan orang tuamu."

__ADS_1


"Ssstt jangan merasa tidak enak terus, pokoknya kita tetap tinggal disini atau lebih baik pulang saja ke Indonesia."


"Iya kita tinggal di rumah pribadimu saja. Bumil (ibu hamil) jangan marah - marah terus, nanti calon anak kita jadi takut jika ibunya sangat galak seperti ini," ucap Liam menenangkan Jane sembari mengusap punggungnya.


"Iya hubby. Mmm aku inginnya dipanggil dengan eomma, tidak apa - apa bukan?"


"Iya sayang terserah kamu."


"Kalau kamu inginnya dipanggil apa oleh calon anak kita?"


Liam berfikir sejenak.


"Aku inginnya dipanggil Yang Mulia," ucap Liam bercanda.


Jane lalu memukul tangan Liam.


"Ihh aneh sekali, bagaimana kalau daddy saja?"


"Iya boleh."


"Mmm maaf appa, eomma, oppa, sepertinya Jane sedang ingin istirahat jadi tidak apa - apa kan jika kalian pulang saja? kita mungkin bisa berbincang lain kali."


"Iya Jane tidak apa - apa lagipula itu juga demi con bayi yang sedang kamu kandung," ucap Mrs Kim.


"Nah benar harus banyak istirahat serta jangan sampai kelelahan, kalau begitu kita bertiga pamit pulang."


"Okay appa, bye semuanya."


Setelah mereka semua pulang, Liam lalu berbisik di telinga Jane.


"Hei kenapa kamu malah mengusir mereka?"

__ADS_1


"Sssttt sudah tidak apa - apa, aku sedang tidak ingin meladeni mereka semua."


"Ya Tuhan tolong lindungilah istri hamba yang terlihat sangat durhaka kepada kedua orang tuanya, dan semoga calon anak hamba juga tidak ikut durhaka seperti orang tuanya."


Jane lalu tertawa dan mencubit perut Liam.


"Ihhh hubby, aku tidak durhaka karena itu semua demi kebaikan kita semua."


Jane tertawa lalu dia pergi ke dapur untuk memasak makan siang namun Liam langsung mencegahnya dan akhirnya Liam lah yang memasak hidangan makan siang. Liam memasak hidangan yang bergizi serta menyehatkan untuk ibu hamil dan setelah makan siang Liam lalu menemani Jane bersantai di ruang tengah sembari menonton televisi. Hari ini Liam tidak akan pergi bersepeda berkeliling sekitar tempat tinggalnya karena dia sedang ingin menjaga Jane yang sedang mengandung calon anaknya. Keesokan harinya Liam yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung merasa panik karena Jane sudah tidak ada di sampingnya, dan saat Liam pergi mencarinya ternyata dia sedang melakukan meditasi di tepi kolam renang.


"Huh aku sudah merasa panik karena kamu tidak ada di sampingku, eh ternyata kamu sedang melakukan meditasi disini."


Jane lalu tersenyum mendengar ocehan dari Liam.


"Ada apa hubby?"


"Aku khawatir dengamu," ucapnya berbaring di pangkuannya.


"Jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri hubby."


"Walaupun kamu berkata seperti itu 1000 kali tapi tetap saja aku merasa khawatir denganmu dan takut jika terjadi yang tidak diinginkan."


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku."


"Haii jagoan daddy bagaimana keadaanmu di dalam perut eomma?" tanya Liam kepada perut Jane.


"Aku baik - baik saja karena daddy selalu memberikan aku makanan yang sangat lezat," jawab Jane sembari mengusap rambut Liam.


"Kalau begitu bagaimana jika aku memasak makanan yang lezat lagi? mmm Jane kamu sedang ingin makan apa?"


"Aku sedang ingin salad untuk sarapan hubby."

__ADS_1


"Siapp, nanti aku buatkan untukmu."


"Okay hubby."


__ADS_2