Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #185


__ADS_3

Di hari itu hujan masih saja terus turun walaupun hanya gerimis saja dan udaranya juga semakin dingin, membuat Liam kembali terbangun hanya untuk mematikan AC yang menyala di kamarnya. Liam lalu berjalan menghampiri jendela balcony kamarnya dan membukanya sedikit untuk memastikan masih turun hujan ataukah hujannya sudah reda. Jane lalu memanggil Liam begitu dia menyadari bahwa Liam sudah tidak berada di sampingnya lagi. Mendengar panggilan dari istrinya itu Liam lalu melangkahkan kakinya menuju ke ranjang dan duduk di tepi ranjang. Liam berfikir mengapa sejak Jane sudah resmi menjadi istrinya dan setiap dia bangun selalu saja memanggil - manggil namanya, padahal dahulu Jane tidak seperti itu.


Jane menjadi sangat manja kepadanya walaupun masih ada kesan galak nya juga. Dengan wajah polosnya Jane menatap Liam yang sedari tadi menatap wajahnya dengan ekspresi datarnya. Apakah ada yang salah diwajahnya sehingga suaminya sampai menatapnya seperti itu? begitu gumam Jane di dalam hati. Liam tersenyum, kemudian dia menciumi leher Jane hingga meninggalkan bekas merah keunguan di lehernya yang jenjang itu. Liam kemudian menindih tubuh Jane dan terus menciumi lehernya serta wajahnya karena merasa gemas dengan Jane yang bertingkah seperti anak kecil karena terus memanggil dirinya saat bangun tidur. Jane hanya tertawa kecil saat Liam menciumi lehernya karena merasa geli.


Setelah puas Liam lalu membawa Jane ke dekapannya serta mencium keningnya dengan lembut. Jane yang merasa nyaman dengan perlakuan Liam membuatnya kembali tertidur apalagi ditambah dengan pantatnya yang ditepuk - tepuk oleh Liam secara perlahan saat seperti menidurkan anak kecil. Tidak terasa hari sudah semakin siang, dan mereka berdua masih saja belum bangun bahkan belum keluar dari kamar. Handphone Jane tiba - tiba saja berdering dan Jane langsung bangun untuk mengangkat teleponnya. Setelah pembicaraannya melalui telepon selesai, Jane terkejut saat melihat Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Jane lalu bergegas lari ke ke kamar mandi untuk mandi dan berdandan sedikit di depan cermin riasnya.


Setelah itu Jane membangunkan Liam "hubby ayo bangun."


"Kamu ini selalu saja menggangguku tidur."


"Sudah jam 11 siang, masa kamu tidak ingin bangun?"


"Bodo amat, kalau kamu seperti ini terus lebih baik pindah saja ke kamar sebelah!"


"Ya sudah." Dengan rasa marah Jane lalu turun ke bawah menemui Mrs Robinson.


"Baru bangun sayang?" tanya Mrs Robinson.


"Iya mom, maaf."


"Tidak apa - apa sayang," ucap Mrs Robinson sembari mengusap rambut Jane.


Jane lalu membantu Mrs Robinson menyiapkan makan siang "biar Jane saja yang memotong sayurannya mom."


"Baiklah sayang."


"Bagaimana Jane, senang tinggal disini?" tanya Mr Robinson.


"Eh daddy sudah pulang dari Aussie?"


Mr Robinson duduk di meja makan "sudah. Eh Liam belum bangun?"


"Belum, katanya masih mengantuk."


"Oh begitu, mmm aku kira kalian berdua sudah pergi honeymoon."


"Belum dad, masih menunggu Liam menyelesaikan renovasi rumahnya lalu setelah beres baru kita berdua pergi honeymoon."


"Aneh sekali putramu itu, disaat yang lain ingin cepat - cepat honeymoon setelah menikah dia justru malah selalu menundanya," ucap Mrs Robinson menyela pembicaraan mereka berdua.


"Awas lho Jane, nanti kamu tertular virus manusia goa."


"Daddy ini ada - ada saja, mana mungkin ada virus manusia goa."


Mr Robinson tertawa "lalu selama ini kamu diajak Liam jalan - jalan kemana?"


"Ke supermarket dan jalan - jalan berkeliling kota tadi malam dengan naik motor."


"Bukankah tadi malam hujan deras?" tanya Mr Robinson.

__ADS_1


"Iya hon, makanya tadi malam mereka berdua pulang ke rumah dengan basah kuyup."


"Memangnya Liam tidak membawa jas hujan?"


"Liam lupa membawa jas hujan dad."


Mr Robinson menggelengkan kepalanya "ckckck dasar Liam."


"Walaupun pulang dengan basah kuyup, Jane tetap senang jalan - jalan bersama Liam."


"Iya daddy paham."


"Eh Rosie kemana mom?"


"Rosie masih di Aussie bersama grandpa dan grandma."


"Oh begitu."


"Sebentar lagi makan siang sudah siap, tolong kamu bangunkan Liam."


"Aku, mom?"


"Iya Jane."


"Mmmm tetapi ini bagaimana mom?"


"Iya hon, tolong ya?" ucap Mrs Robinson.


Mr Robinson lalu berjalan ke kamar Liam "Li bangun!!


"Haiss kenapa kamu terus menggangguku tidur? awas saja, aku akan mengusirmu dan menyeretmu keluar dari kamarku!!" ucap Liam dari balik selimut.


Mr Robinson lalu menyeret tangan Liam "oh jadi ini yang membuat Jane takut membangunkan kamu ha?"


"It-itu aku hanya bercanda dad."


"Seperti ini kamu bilang bercanda?"


"I-iya dad."


"Keterlaluan sekali!!! untung saja daddy yang membangunkan kamu, bagaimana kalau Jane yang membangunkan kamu? apa kamu akan tetap menyeretnya keluar dari kamarmu ha?"


"I-itu."


Mr Robinson langsung menyeret Liam keluar dari kamarnya "begini kamu akan menyeret Jane keluar dari kamar mu ha?" teriak Mr Robinson.


"Ampun dad, a-aku minta maaf."


Mr Robinson langsung mambanting Liam hingga bersujud kepada Jane hingga membuat Mrs Robinson dan Jane merasa terkejut.

__ADS_1


"Ada apa hon?" tanya Mrs Robinson.


"Jangan meminta maaf kepadaku, tetapi minta maaflah kepada Jane sekarang juga!!"


"I-iya dad."


"Hubby ayo bangun, tidak apa - apa."


"Nanti daddy akan menghukumku kalau aku tidak bersujud dan meminta maaf kepadamu."


"Sudah dad, jangan marahi Liam seperti ini."


"Daddy hanya tidak mau Liam semena - mena kepadamu Jane."


"Jane sudah memaafkan Liam."


Jane kemudian mengusap punggung Liam dan memintanya untuk berdiri. Jane lalu menyiapkan makan siang Liam dan mereka berempat menikmati makan siang bersama. Setelah makan siang Liam pergi ke kamarnya untuk mandi karena kebetulan hujan sudah reda dan cuaca mulai cerah kembali, Liam ingin mengajak Jane pergi jalan - jalan lagi. Lebih tepatnya Liam hanya ingin menghindari daddy nya saja karena dia merasa takut jika daddy nya kembali marah kepadanya. Kali ini Liam sudah membawa dua jas hujan untuk dirinya dan Jane di dalam jok motor agar mereka berdua tidak pulang dengan basah kuyup lagi. Ternyata Liam sedang ingin makan ice cream gelato, jadi dia mengajak Jane pergi ke kedai gelato setelah mereka berdua puas berkeliling kota.


"Kamu ingin tinggal di rumah utamaku sembari menunggu rumahnya selesai direnovasi atau pindah tinggal di apartement?"


"Tinggal di rumah utamamu saja."


"Kenapa begitu?"


"Aku hanya ingin lebih mengakrabkan diri kepada keluargamu, makanya aku memilih untuk tinggal di rumah utamamu."


"Oh begitu," ucap Liam memakan ice cream miliknya.


"Hubby, ayo kita bungkuskan ice cream ini untuk daddy dan mommy."


"Baiklah, ingin menambah lagi tidak?"


"Memang boleh?"


"Boleh saja sayang," ucap Liam mengusap rambut Jane.


Mereka berdua sampai di rumah pada pukul 5 sore, lalu Liam memanggil kedua orang tuanya begitu dia sampai di rumah.


"Ada apa sayang?" tanya Mrs Robinson menghampiri Liam.


"Aku membawakan ice cream untuk daddy dan mommy."


"Wah terima kasih," ucap Mr Robinson.


Liam merangkul "sebenarnya ini ide Jane hehe."


"Terima kasih Jane, ayo kita makan bersama - sama."


"Okay."

__ADS_1


__ADS_2