
Jane yang mengetahui jika Liam semakin gugup, lantas berusaha menenangkan Liam. "sudah jangan gugup begitu, lebih baik kamu sekarang mencari dimana letak teman dekat kamu semasa kuliah." bisik Jane.
Liam kemudian melaksanakan perintah Jane dan langsung melihat - lihat sekitar jika ada teman dekatnya yang datang ke acara tersebut. Setelah Liam melihat Ricko besama dengan Gita, lalu Liam menghampiri mereka berdua.
"Hai Ricko Gita. Kalian datang juga?"
Ricko menepuk pundak Liam "hai, iyalah kami datang. Eh wow bawa siapa nih?"
"Oh iya Ric, Git kenalkan ini temanku Jane."
(mengulurkan tangannya) "hai aku Jane Kim."
(Menjabat tangan Jane) "aku Ricko Ibrahim Maulana, panggil saja dengan Ricko, dan ini Gita kekasih aku."
(Beralih menjabat tangan Gita) "hai Gita."
"Hai. Kamu si super model itu kan? yang selalu muncul di tabloid fashion. Wah ternyata jika bertemu langsung lebih cantik ya."
(Tersenyum) "hehe terima kasih, kamu juga sangat cantik kok."
"Kamu ini, bisa saja."
Ricko yang memprediksi jika percakapan antara dua wanita itu akan sangat lama, lalu dia mengajak Liam untuk berpindah tempat sedikit jauh meninggalkan mereka berdua yang sedang asik saling mengobrol. Kemudian Liam meminta izin kepada Jane untuk pergi dengan Ricko sebentar menyapa teman - teman yang lain.
(Berbisik di telinga Jane) "aku tinggal sebentar ya? aku akan pergi dengan Ricko, dan kamu disini saja dengan Gita."
Jane hanya mengangguk dan setelah itu Liam pergi dengan Ricko ke tempat teman - temannya yang lain. Setelah itu Jane dan Gita melanjutkan perbincangan mereka berdua, dan banyak anggota lain yang menghampiri Jane untuk sekedar berkenalan atau berfoto bersama. Karena banyak yang mengajaknya berfoto, Jane sampai kewalahan menghadapi mereka. Untungnya ada Gita yang bisa membantu Jane mengatasi mereka semua, hingga ada salah satu wanita yang mulai menggibah di kerumunan tersebut. Lantas semua para wanita yang tadinya heboh menjadi diam mendengarkan salah satu wanita tersebut, tak terkecuali Jane dan Gita yang ikut mendengarkannya secara saksama.
"Eh jeng tau tidak rumor tentang si Nika, mantan pacarnya Liam dulu."
"Oh iya memangnya ada apa jeng?"
"Itu katanya dulu si Nika putus dari Liam karena selingkuh."
(salah satu wanita tersebut terkejut) "hah selingkuh? si Liam yang selingkuh?"
__ADS_1
"Bukan Liam yang selingkuh, tetapi si Nika nya yang selingkuh, ih sumpah deh kesal aku kalau mendengar cerita selengkapnya."
(Menepuk pundak wanita ketua gibah tersebut) "kamu ini gibahin orang di depan pacarnya."
Kemudian para wanita tersebut menatap Jane yang ikut mendengarkan perbincangan mereka dan membuat Jane sedikit merasa gugup.
(Tersenyum canggung) "saya hanya temannya Liam kok tidak lebih, lanjutkan saja acara gibah kalian."
Kemudian wanita tersebut mulai kembali melanjutkan ceritanya "iya sebenarnya dulu alasan mereka putus itu ya karena si Nika yang berselingkuh, dan kalian tau tidak apa yang terjadi selanjutnya?"
Salah satu wanita tersebut merasa penasaran "apa yang terjadi selanjutnya? cepat bercerita secara detail!!"
"Sabar dong. Terus si selingkuhannya itu merasa tidak terima dong, dan langsung menyerang si Liam."
"Menyerang bagaimana?" ucap salah satu wanita.
"Ya dengan melukai Liam lah. Aku dengar - dengar si selingkuhannya itu memukul badan Liam, dan mengakibatkan kaki nya mengalami patah tulang dan koma selama beberapa bulan karena kepalanya terkena pukulan benda tumpul. Mungkin karena itu orang tua nya membawa Liam ke Sydney."
Jane bertanya kepada wanita yang bercerita tersebut "benar begitu?"
"Iya benar jeng aku tidak berbohong, coba kamu tanya lebih jelasnya kepada Liam."
"Ih kok seram sekali ya? kasihan Liam."
"Iya jeng dia yang diselingkuhi, eh dia juga yang babak belur dan menderita."
"Iya itu, kok bisa ya Nika begitu? padahal aku aja dulu ingin menjadi pacarnya Liam, eh ternyata dulu Liam sukanya dengan si Nika."
"Sama dong, padahal kurangnya Liam itu apa kok bisa sampai di selingkuhi begitu."
"Iya lho, padahal Liam itu pria yang tampan, tinggi, kaya, setia, perhatian, pokoknya seperti mimpi sih kalau bisa jadi pacarnya Liam. Eh tapi kok dia mendapat perlakuan begitu dari si Nika, seperti tidak bersyukur mempunyai pacar yang menjadi idaman para wanita."
"Iya itu ih sangat keterlaluan, eh tapi aku dengar - dengar dia menjadi sedikit trauma mengenal wanita lain atau dekat dengan wanita asing."
"Benarkah? sepertinya bukan luka fisik saja yang diterima Liam, tapi sampai luka mental nya sih ini parah. Apa tidak takut mendapat azab ya itu orang?"
"Mungkin sudah kebal jeng hahaha."
__ADS_1
(Menepuk pundak Jane) "eh bagaimana perlakuan Liam waktu dengan kamu Jane?"
"Kalau dengan aku sepertinya dia baik sih, aku juga belum terlalu mengenal dia."
"Oh begitu, ya aku harap sih kalau siapapun yang akan menjadi pendamping Liam, orang itu harus memperlakukan Liam dengan baik dan membantu Liam menyembuhkan trauma nya."
"Iya itu benar sekali, karena Liam itu sebenarnya orang baik dan dulu kita semua sering dibantu oleh Liam."
(Melirik pintu masuk) "eh jeng itu si Nika baru datang dengan kekasihnya mungkin."
Semua wanita yang ada di perkumpulan tersebut langsung melirik pintu masuk tersebut tak terkecuali dengan Jane yang merasa penasaran dengan wajah Nika yang membuat Liam menjadi seperti sekarang. Setelah itu mereka semua kembali melanjutkan obrolan gibah mereka dan menjadi seperti sudah akrab satu sama lain. Memang benar ya, kalau gibah itu mempersatukan para wanita entah yang tadinya semua sangat canggung karena lama tidak bertemu atau belum bertemu, dan sekarang menjadi akrab satu sama lain. Memang dahsyat the power of gibah, bisa menyatukan seluruh wanita dari segala penjuru daerah.
Disisi lain para pria yang menghadiri reuni tersebut termasuk Liam dan Ricko sedang berbincang mengenai bisnis, pertandingan bola, pamer jabatan dan lain - lain. Mereka sangat serius membicarakan hal tersebut walau terkadang mereka juga bercanda. Hingga ada salah satu pria yang bergabung namun Liam tidak mengenalnya, dan sepertinya bukan alumni universitas ini. Ada salah satu teman Liam yang berbisik kepada Liam dan Ricko jika pria asing tersebut adalah tunangan mantannya dulu si Nika. Liam yang mendengar hal tersebut merasa kaget karena dia baru mengetahui jika mantannya sudah mempunyai seorang tunangan.
Pria tersebut menyapa mereka dengan ramah "hai perkenalkan saya Niko, tunangannya si Nika salam kenal semuanya."
Salah satu teman Liam bertanya kepada Niko "kamu sekarang sedang sibuk apa?"
"Oh saya sedang sibuk sebagai PNS, kalau anda sendiri sibuk apa? pkl"
"Oh saya cuma sibuk sebagai direktur sebuah perusahaan bank."
Kemudian Niko melirik Liam "oh begitu, kalau anda? sepertinya saya familiar dengan wajah anda."
(tersenyum kemudian menjabat tangannya) "perkenalkan saya Liam, dan saya hanya sibuk mengelola perusahaan keluarga kok."
"Perusahaan apa kalau saya boleh tau?"
Belum sempat menjawab pertanyaan dari Niko, teman Liam menyela dan menjawab pertanyaan tersebut "perusahaan real estate dan property termasuk mengelola semua hotel dan restaurant yang tersebar di beberapa negara."
"Oh begitu, ternyata banyak sekali ya?"
Salah satu teman Liam yang sedikit julid bertanya kepada Niko "anda tidak tau siapa Liam?"
"Maaf saya hanya familiar dengan wajahnya tetapi tidak dengan namanya."
Semua pria tersebut menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan ucapan Niko tersebut. Kemudian Liam menyenggol lengan temannya tersebut untuk memintanya berhenti berbicara tentang dirinya. Pria tersebut langsung diam dan mereka membahas hal lain untuk menghindari keributan yang ada. Beberapa jam kemudian acar reuni tersebut telah selesai, dan Liam mengantarkan Jane pulang ke unit apartement nya sembari Liam beristirahat sebentar di sana dan tidur.
__ADS_1