Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #286


__ADS_3

Jane membereskan pakaian serta sepatu Liam yang baru saja dipakai olehnya, sedangkan Liam memilih untuk langsung berbaring di ranjangnya karena sakit punggungnya kambuh. Setelah itu Dia memainkan handphone miliknya dan saling berkirim pesan dengan Ricko yang bercerita bahwa dia menjadi tidak bisa tidur karena sudah mendapat lampu hijau dari ayah Gita. Liam tertawa saat membaca pesan tersebut, dan kemudian dia menceritakannya kepada Jane saat Jane sedang mencharger handphone miliknya di samping ranjang. Liam lalu ikut mematikan handphone miliknya dan langsung memeluk pinggul Jane dari belakang. Liam mengatakan bahwa istrinya itu terlihat lebih menarik saat memakai piyama yang bewarna terang seperti piyama merah yang dipakainya saat ini, Jane hanya tersenyum sembari menyelipkan rambutnya di telinganya saat mendengar hal tersebut dari mulut suaminya.


Mereka berdua lalu bersiap untuk tidur namun sebelum tidur Liam meminta istrinya untuk memijat pinggangnya sebentar agar sakitnya mereda. Beberapa hari kemudian dan tepatnya pada hari Sabtu pagi tiba - tiba saja handphone Liam berbunyi, dengan terpaksa Jane langsung membangunkan Liam agar dia segera mengangkat teleponnya karena siapa tahu itu hal yang penting. Jane tidak berani membuka - buka handphone Liam bukan karena takut, melainkan dia hanya tidak ingin mencari penyakit saja, oleh sebab itu dia pasti akan memanggil Liam jika handphonenya berbunyi. Liam lalu menjawabnya walaupun masih setengah sadar, dan setelah percakapannya selesai Liam langsung kembali memeluk Jane.


"Mari kita kembali tidur," ucap Liam saat memeluk Jane.


"Ya," jawab Jane singkat.


"Aku merasa heran mengapa kamu tidak pernah bertanya tentang siapa orang yang menghubungiku melalui telepon?"


"Untuk apa? lagipula itukan urusan pribadimu, dan aku tidak ingin mengusik urusan pribadimu hubby."


"Oh begitu. Mmm kalau tentang memeriksa handphone satu sama lain bagaimana?"


"Kalau menurutku boleh saja sih kamu memeriksa handphoneku, tidak tau kalau kamu bagaimana."


"Ini periksa saja handphone milikku," ucap Liam menyerahkan handphonenya.


"Sudah simpan saja handphonemu, aku percaya kepadamu."


"Hmm benarkah?"


"Iya hubby, lagipula aku juga tidak ingin mencari penyakit."


"Oh."


"Kamu mau memeriksa handphoneku?"


Liam menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku sudah percaya denganmu."


"Okay. Nanti malam jadi lho."


"Jadi apa?" tanya Liam bingung.


"Acara BBQ an dirumah, apa kamu mau membantuku menyiapkannya?"


"Dengan senang hati aku akan membantu istriku yang cantik ini."


"Terima kasih sayang."


"Iya, dan nanti setelah itu aku akan pergi ke cafe ya?"

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Untuk berkumpul bersama dengan teman - temanku seperti biasanya sampai malam."


"Lho kamu bagaimana sih? bukankah kita akan mengadakan acara BBQ an bersama teman - temanku?"


"Bukankah kamu yang mengadakannya, kenapa menjadi kita?" tanya Liam semakin bingung.


"Aku mengadakan acara BBQ an dirumah itu karena teman - temanku ingin berkenalan denganmu sebagai suamiku, hubby."


"Oh begitu rupanya, tetapi aku malu bertemu dengan teman - temanmu."


"Kenapa malu sayang?"


"Aku jelek," ucap Liam menenggelamkan wajahnya ke leher Jane.


"Kamu tampan begini kok bilangnya jelek?" tanya Jane sembari mengusap pipi Liam.


"Tidak, aku memang jelek."


"Siapa yang berbicara seperti itu kepada suamiku yang tampan ini heum?"


"Orang - orang, dulu mereka mengatakan bahwa aku jelek."


"Kan itu dulu kalau sekarang kamu sudah tampan, penampilanmu rapi, wajahmu putih bersih tidak ada kumis serta jenggot, dan juga rambutmu juga sudah rapi karena belum lama ini kamu potong rambut bukan?"


"Tidak perlu merasa insecure, karena sekarang kamu memang terlihat sangat tampan."


"Benarkah?" tanya Liam yang mulai berani menampakkan wajahnya.


Jane mengangguk, lalu dia mengambil handphone miliknya yang berada di meja samping ranjang. Jane lalu membuka kamera depan agar Liam bisa mengaca di kamera tersebut serta mengetahui bahwa dia sekarang sudah sangat tampan. Tanpa Liam sadari, Jane kemudian menekan tombol untuk memotret wajah Liam saat bangun tidur. Jane kemudian menunjukkannya kepada Liam, dan memposting foto tersebut di akun instamili milik Jane pribadi. Setelah memgetahuinya Liam lalu protes kepada Jane agar Jane menghapusnya, akan tetapi Jane tidak memperdulikan Liam dan tetap memposting foto tersebut.


"Suamiku memang yang paling tampan walaupun masih muka bantal karena baru saja bangun tidur," ucap Jane setelah mencium bibir Liam sekilas.


"Aku jelek, tidak tampan."


"Tidak, kamu tampan hubby sayang."


"Huh ya sudah kalau masih ngeyel, terserah kamu saja."


"Okay. Ingin beberes sekarang atau nanti?"


"Nanti saja, aku masih lelah."

__ADS_1


"Baiklah."


Liam lalu mengambil sebuah remote untuk membuka gorden kamarnya, dan setelah itu dia menciumi wajah Jane.


"Besok kamu harus ikut pergi ke rumah Gita, kalau tidak aku akan ngambek kepadamu!"


"Memangnya boleh?"


"Boleh, justru mereka berdua ingin kamu untuk ikut juga apalagi ibunya Gita kemarin juga menanyakanmu."


"Ibunya Gita menanyakanku? hmm ternyata kamu juga sudah akrab ya dengan keluarganya Gita?"


"Sedikit sih untung saja kemarin aku dan Ricko sudah langsung akrab dengan keluarganya Gita, jadi besok mungkin tidak akan terlalu canggung."


"Oh syukurlah jika seperti itu."


"Iya dong hehe."


"Katanya kamu pemalu, tetapi kenapa kamu mudah akrab sekali dengan orang lain?"


"Karena kekuatan anime selalu menyertaiku hahaha."


"Dasar suami stress."


Setelah Jane mengejek Liam seperti itu, Liam kemudian menggelitiki perut Jane sembari menciumi lehernya hingga membuat Jane semakin tertawa terbahak - bahak. Beberapa jam kemudian Liam mulai membantu Jane membereskan rumah mereka walaupun Liam tidak memakai baju serta hanya mengenakan celana kolor bergambar spongebob. Setelah itu Jane dan Liam mendekor rooftop rumah mereka karena Jane menginginkan acara BBQ tersebut diadakan di rooftop rumah mereka saja.


Awalnya Jane menginginkan bahwa acaranya akan diadakan di halaman belakang rumah mereka yang berada di dekat kolam renang, akan tetapi akhirnya Jane memilih di rooftop rumah mereka saja karena suasananya lebih mendukung. Kebetulan sekali Liam menyimpan lampu tumbler yang bewarna kuning karena dulu dia ingin memasangnya namun tidak sempat akibat terlalu sibuk. Saat sore hari mereka berdua lalu pergi ke supermarket berbelanja beberapa kebutuhan untuk acara BBQ an, dan setelah itu mereka pulang ke rumah sembari menunggu teman - teman Jane datang ke rumah.


"Permisi," ucap salah satu teman Jane.


"Hai kalian semua sudah datang ternyata, mari silahkan masuk."


"Iya Jane terima kasih sudah mengizinkan kami untuk berkunjung ke rumah barumu."


"Sama - sama. Oh ya kenalkan ini Liam, suamiku."


Liam lalu menjabat tangan semua teman - teman Jane yang datang ke rumah.


"Liam Gerard, suaminya Jane."


"Salam kenal Liam," ucap salah satu teman Jane.


"Salam kenal semuanya."

__ADS_1


"Kita langsung ke rooftop saja bagaimana?" tanya Jane.


"Boleh, ayo."


__ADS_2