
Liam kemudian memakai bajunya sembari bersembunyi di balik tubuh Josh karena dia takut jika macan betina itu akan menerkamnya kembali. Josh tertawa melihat tingkah Liam yang menurutnya sangat lucu apalagi ditambah dengan wajah Liam yang terlihat sangat pucat. Josh merasa bahwa adiknya tersebut sudah menjahili Liam dengan ganas karena adiknya itu selalu bercerita bahwa Liam tipe pria yang sangat sulit disentuh secara intim apalagi sampai melakukan hal - hal yang erotis, walaupun dia selalu diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Adiknya itu hanya ingin mengetahui apakah Liam itu benar - benar pria normal atau tidak karena Josh merasa curiga mengapa Liam sangat dekat sekali kepada Ricko dibandingkan dengan teman - teman yang lainnya, seperti Chicko dan Dio. Josh berfikir bahqa sepertinya Liam memang benar - benar pria normal karena saat dia keluar dari kamar Jane, dia melihat naga milik Liam sudah bangun tegak dan seperti ingin keluar dari sarangnya apalagi saat ini Liam tengah menggunakan celana pendek yang tipis.
Jane kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur namun saat melewati Josh dia mengedipkan sebelah matanya yang menandakan bahwa misinya telah berhasil, sedangkan Josh hanya tersenyum tipis ketika mengetahui misinya telah berhasil. Josh kemudian mengajak Liam pergi ke ruang tengah untuk bermain PS sembari menunggu Jane selesai memasak makan malam. Sesekali Josh memperhatikan naga milik Lian yang menurut perkiraan ukurannya lebih besar daripada miliknya, mungkin bisa saja sekitar 17 sampai 18 cm an karena mengingat postur tubuh Liam yang sangat besar dan kekar. Beberapa menit kemudian Jane memanggil mereka berdua untuk makan malam, dan setelah mendengar panggilan dari Jane mereka berdua langsung pergi menuju ruang makan. Selesai makan malam Liam langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya. Liam kemudian mengemas semua pakaiannya ke dalam koper miliknya karena Liam berencana akan pindah ke hotel milik keluarganya yang mempunyai cabang di Korea Selatan.
Liam menarik kopernya menuju ruang tengah "aku akan pindah malam ini dan maaf jika aku merepotkan kalian selama aku menginap disini."
"Kenapa jadi begini? lalu kamu akan tinggal dimana?" tanya Jane merasa panik.
"Mommy memintaku untuk tinggal di hotel milik keluargaku yang berada di negara ini."
Josh lalu mendekati Liam "kalau begitu aku akan mengantarmu."
Liam menggelengkan kepalanya "tidak perlu, lagipula mommy yang akan menjemputku dan mungkin sebentar lagi dia akan sampai disini."
Jane terkejut "apa? mommy kamu?"
"Iya Jane, aku akan tinggal bersama mommy di hotel milik keluargaku untuk sementara selama aku mengikuti turnamen."
Jane langsung menggenggam tangan Liam "kumohon jangan pergi, aku minta maaf soal tadi dan aku hanya menjahilimu tadi."
"Iya sudah aku maafkan kok, terima kasih ya."
"Kalau begitu jangan pergi," ucap Jane memohon kepada Liam.
*Ting Tong* suara bel berbunyi, dengan segera Jane membukakan pintu.
"Eh tante, silahkan masuk."
"Terima kasih, Jane."
"Kita pergi sekarang mom?"
Mrs Robinson mengangguk "baiklah, kamu masukkan kopermu ke dalam bagasi mobil terlebih dahulu."
"Baik mom."
"Kenapa tante dan Liam tidak menginap disini saja?" tanya Jane.
"Nanti tante akan merepotkan kamu jika kita berdua tinggal di rumahmu."
__ADS_1
"Tidak merepotkan sama sekali kok tante."
"Tante merasa tidak enak kepadamu Jane, tetapi daddy nya sendiri yang meminta agar aku kemari untuk menemani Liam dan tinggal di hotel miliknya."
"Baiklah jika itu keputusan om Jonathan, tetapi sering - sering main kesini ya tante."
"Pasti," ucap Mrs Robinson tersenyum ramah.
Liam menghampiri Mrs Robinson "ayo mom, semuanya sudah siap."
"Oh baiklah sayang."
"Kalau begitu aku pamit ya Josh, Jane."
"Iya hati - hati Liam," ucap Josh menepuk punggung Liam.
Saat berada di perjalanan Liam bertanya kepada Mrs Robinson "kenapa mommy tiba - tiba menyusul Liam kemari?"
"Mommy diminta oleh daddy untuk mencarikan kamu dokter terbaik disini agar kamu cepat pulih sayang."
"Tetapi Liam sudah pulih mom."
Mrs Robinson mengusap rambut Liam "kamu belum sepenuhnya pulih sayang, karena kamu tidak menunjukkan kemajuan saat pertemuan terakhir itu dan kamu terus meminum vitamin dari Dokter Ben."
"Kali ini nurut sama mommy ya? bukankah kamu juga akan menikah dengan Jane?"
"Iya, tetapi masih lama."
"Nah, mommy tidak ingin jika suatu saat kamu kambuh lagi saat kamu sudah menikah nanti."
"Baik mom."
Sesampainya di hotel Mrs Robinson langsung meminta Liam untuk beristirahat agar badannya fresh saat besok mengikuti turnamen. Mrs Robinson sengaja memesan connecting room agar lebih leluasa memantau anak bujangnya tersebut. Saat Liam tengah tertidur lalu Mrs Robinson memilih untuk membereskan koper Liam agar kamarnya lebih rapi dan enak dipandang. Begitu selesai membereskan koper Liam, Mrs Robinson beristirahat di kamarnya sembari bertukar pesan kepada suaminya. Keesokan harinya Liam sudah bersiap - siap akan pergi ke turnamen itu dengan ditemani oleh Mrs Robinson. Mereka berdua lalu berangkat dan menunggu giliran untuk menunjukkan skillnya bermain skateboard. Ternyata banyak sekali peserta yang ikut turnamen tersebut bahkan ada dari negara - negara lain juga ikut turnamen itu.
"Mom, Liam gugup."
"Tenang saja sayang, mommy disini untuk mendukungmu."
Liam tersenyum "terima kasih mom."
__ADS_1
"Sama - sama sayang."
"Liam takut jika Liam tidak bisa menang dan mendapatkan medali itu."
"Tidak menang tidak masalah yang terpenting kamu sudah berusaha dan jika misalnya kamu mendapatkan medali itu berarti Tuhan memberikan bonus karena kamu sudah berusaha keras untuk berlatih."
(kata - kata sakti ibu author ketika gugup waktu sebelum ujian, dulu waktu tanya "bagaimana kalau aku dapat nilai jelek?" ibu langsung jawab "yang penting kamu udah berusaha belajar sungguh - sungguh.")
Tidak lama kemudian Liam dipanggil dan dia langsung bersiap untuk beraksi dengan menggunakan papan skateboard miliknya. Liam terlihat keren saat dia beraksi untuk memukau para juri di sana namun tiba - tiba Josh datang dan duduk di dekat Mrs Robinson untul ikut menonton Liam beraksi.
"Hai tante," sapa Josh kepada Mrs Robinson.
Mrs Robinson lalu menoleh ke arah Josh dan tersenyum "oh hai Josh, Jane kok tidak ikut kemari?"
"Jane sedang syuting film drama, tante."
"Oh begitu rupanya."
"Liam sangat keren sekali ya tante?"
"Tentu saja," ucap Mrs Robinson merasa bangga.
Selesai beraksi Liam kemudian menghampiri Mrs Robinson "wah ternyata sedikit melelahkan juga mom."
Mrs Robinson lalu memberikan Liam sebotol air mineral dan mengambil tisu untuk mengelap keringat Liam saat dia sedang minum.
"Keringat kamu sampai bercucuran begini," ucap Mrs Robinson saat mengelap keringat Liam.
"Wajar saja Liam sampai berkeringat seperti itu tan, karena cuaca di Korea Selatan memang sedang panas - panasnya."
"Lho kamu juga ada disini, Josh?"
"Tentu saja, aku kemari untuk melihatmu beraksi dengan skateboard milikmu itu."
Setelah menunggu sedikit lama tibalah saatnya untuk mengumumkan para pemenang dari turnamen tersebut. Liam ternyata memenangkan medali perak karena dia berhasil juara 2 di turnamen tersebut, dan Liam langsung naik ke podium untuk menerima medali itu.
"Liam dapat medali perak mom."
"Tidak apa - apa, mommy tetap bangga kepadamu."
__ADS_1
"Kamu keren Liam."
"Terima kasih Josh."