
Setelah itu Liam kembali mencoba untuk menghubungi Jane namun tetap saja panggilannya tidak dijawab oleh Jane, dan itu seketika membuat raut wajah Liam kembali menjadi sedih. Ricko tidak tinggal diam ketika melihat sahabatnya sedang bersedih, kemudian dia menghibur Liam dengan memberikan semangat dan motivasi agar sahabatnya itu kembali bersemangat untuk mendapatkan hati dari pujaan hatinya tersebut. Ricko lalu pergi ke angkringan yang berada di belakangnya untuk membeli sepiring gorengan untuk mereka nikmati sembari berbincang bersama pada malam itu. Tidak lama setelah itu Ricko datang menghampiri Liam sembari membawa sepiring gorengan dan dua cangkir es kopi badday untuk mereka berdua. Mereka berdua kembali melanjutkan perbincangan sembari memakan gorengan hangat dari wajan. Sebagai sahabat Ricko terus menyemangati Liam agar tidak pantang menyerah, dan jika Liam sampai menyerah Liam bisa kembali mempunyai keinginan agar melajang atau tidak menikah seumur hidupnya. Ricko terus mendukung Liam untuk mendekati Jane karena dia tidak ingin jika Liam mempunyai keinginan seperti itu lagi. Karena kebetulan Liam sedang jatuh cinta dan ingin menikah dengan pujaan hatinya akhirnya Ricko memutuskan untuk mendukung sahabatnya tersebut apalagi semenjak Liam dekat dengan Jane aura Liam menjadi lebih bahagia dan ceria, berbeda dengan Liam yang dulu.
Dahulu dia merasa sangat depresi hingga beberapa kali dia mendatangi psikiater untuk berkonsultansi mengenai kesehatan mentalnya, dan saat Liam berada di Australia justru dia melampiaskannya dengan bekerja hingga larut malam. Dia menjadi seorang yang maniac kerja, karena jika tidak begitu dia pasti akan teringat kembali dengan pengalaman pahitnya beberapa tahun yang lalu. Menurut Ricko, Jane juga sepertinya membawa pengaruh yang baik untuk Liam, oleh karena itu Ricko sangat mendukungnya bahkan menjadi shipper LiNe nomor 1. Tiba - tiba Ricko terpikirkan sebuah ide agar mereka berdua cepat berbaikan, dan Ricko langsung memberitahu Liam tentang ide yang sedang muncul di fikirannya. Awalnya Liam menolak ide Ricko tersebut karena dia merasa malu, namun akhirnya Liam menerimanya karena sedang tidak ada ide lain di fikirannya saat ini. Ricko langsung mengajak Liam untuk bersiap - siap dan pergi ke rumah Jane begitu dia menyetujuinya. Sesampainya di rumah Jane, Liam lalu melempari pintu balcony kamar Jane dengan menggunakan batu kerikil sampai Jane membuka pintu balcony kamarnya. Beberapa menit kemudian Jane membuka pintu balcony kamarnya dan melihat Liam sudah berdiri di bawah sana sembari membawa gitar miliknya dengan Ricko yang sedang duduk di atas motornya. Saat Jane hendak menutup pintu balcony kamarnya kemudian Liam dan Ricko berteriak untuk memohon agar Jane memberinya waktu tuk sebentar saja. Jane lantas berdiri di balcony kamarnya dan merasa penasaran apa yang akan dilakukan oleh Liam kali ini.
Liam kemudian memainkan gitarnya sembari bernyanyi "cicak, cicak di dinding, diam - diam merayap, datang seekor nyamuk-" nyanyian Liam terpotong karena kepalanya langsung dipukul oleh Ricko.
"Bukan lagu itu bodoh," ucap Ricko merasa geram.
"Lalu lagu apa? balonku ada lima atau pelangi - pelangi?"
"Lagunya yang romantis dong, kamu pikir kamu sedang mengajar di TK?"
Jane yang melihat tingkah mereka berdua dari balcony, lantas tertawa kecil. Liam kemudian melirik Jane dari bawah "tidak perlu lagu romantis kalau aku menyanyi cicak di dinding saja dia sudah tertawa."
"Please deh Liam, kali ini jangan bikin ide ku terbuang sia - sia."
"Tetapi tenggorokan aku sangat kering apalagi habis memakan gorengan tadi," ucap Liam sembari memegang tenggorokannya.
"Disana ada kran air, mau aku ambilkan?"
"Cuihh, masa aku meminum air dari kran sih."
"Maka dari itu cepatlah! dan aku akan menunggu dari sana jika semisal kamu dilempari telur busuk maka aku tidak akan terkena lemparannya."
"Huu bagaimana sih? kan yang punya ide kamu," ucapnya protes kepada Ricko.
"Bacot, cepat lakukan!" Ricko lalu kembali duduk di atas motornya.
__ADS_1
Liam kembali memainkan gitarnya dan mulai bernyanyi "i would never fall in love again until i found her, i said i would never fall unless it's you i fall into, i was lost withing the darkness, but the i found her, i found you."
Selesai mendengar nyanyian dari Liam kemudian Jane langsung menutup pintu balcony kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Melihat hal itu raut wajah Liam kemudian berubah menjadi sedih dan dia langsung merapikan gitarnya lalu memasukannya ke dalam tas gitar, namun saat Liam hendak pergi tiba - tiba Jane berlari menghampirinya dengan masih menggunakan piyama tidurnya. Melihat Jane sedang berdiri di depannya, Liam lalu memberikan Jane bouquet bunga daisy kesukaannya. Jane menerimanya dengan senang hati sembari menyelipkan rambutnya ke telinganya. Raut wajah Liam yang tadinya sedih seketika berubah menjadi bahagia karena melihat senyuman Jane yang sangat manis melebihi gula satu ton. Ricko yang melihat kemesraan mereka berdua dari jarak 5 meter juga ikut tersenyum karena sahabatnya itu sudah tersenyum kembali.
"Terima kasih sudah menyanyikan aku sebuah lagu sebelum aku tidur," ucap Jane mencubit pipi Liam karena merasa gemas.
"Sama - sama nona kesayangan Liam."
"Kali ini aku ingin muntah," ucap Ricko sembari memegang tenggorokannya.
"Iri bilang dong," ucap Liam protes.
"Siapa yang iri, aku juga punya kesayangan kok."
"Iya deh iya."
"Bagaimana kalau di teras rumahmu saja?"
"Baiklah mari."
Kemudian mereka bertiga pergi ke teras Jane, sesampainya di teras rumah mereka bertiga lalu duduk di tangga teras sembari berbincang. Jane kemudian menawarkan sebuah minuman "kalian ingin minum apa?"
"Tidak perlu repot - repot Jane, aku kemari hanya ingin mengantarkan dia saja karena sejak tadi dia merasa galau."
"Galau kenapa?"
"Karena kamu, tanya saja dengan yang bersangkutan."
__ADS_1
"Aku memangnya kenapa Liam?" tanya Jane sembari memandang wajah Liam.
"Karena kamu marah kepadaku," jawab Liam dengan memanyunkan bibirnya.
"Aku tidak marah kepadamu tetapi aku hanya merasa tidak enak saja dengan Rosie."
"Benarkah?"
"Iya sayang, ehem maksudku Liam."
Mendengar hal itu mata Ricko langsung melotot seketika "wah ada apa nih? kok sudah ada panggilan sayang."
"Tidak ada apa - apa kok Ric, tadi aku hanya terpeleset saja saat mengucapkannya."
"Mana ada terpeleset seperti itu lagipula aku juga tidak bodoh Jane," ucapnya protes kepada Jane.
Liam kemudian melerai perdebatan Jane dan Ricko "sudahlah, kalian ini."
"Sepertinya sudah mulai ada yang cemburu nih hati - hati lho karena dia bisa sangat posesif sekali," ucap Ricko menggoda Liam.
"Aku bukan pria yang posesif," teriak Liam.
Jane langsung menutup mulut Liam "ssttt, anggota keluargaku semuanya sudah tidur."
"Oh maaf."
(Lagu: Until i found you, by Stephen Sanchez)
__ADS_1