Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #108


__ADS_3

Jane lalu melangkah pergi dari kamar Liam, sedangkan Liam melanjutkan menonton serial acara televisi kesukaannya. Begitu selesai mandi Jane kemudian pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Saat sedang sibuk memasak makan malam tiba - tiba perkataan Mrs Robinson terlintas begitu sajadi kepalanya hingga membuat otaknya dipenuhi oleh pertanyaan - pertanyaaan tentang apa yang terjadi kepada Liam selama tiga tahun belakangan ini dan apa yang selalu dia mimpikan saat malam hingga membuatnya mengalami mimpi buruk. Jane merasa sangat janggal karena dari awal keluarganya selalu menutupi kondisi Liam yang sebenarnya dari dirinya terutama vitamin yang selalu Liam minum setiap harinya. Tidak mungkin jika itu hanya vitamin biasa mengingat Liam selalu dianjurkan untuk meminumnya setiap hari, terlebih lagi jika Liam tidak meminum vitamin itu maka dia akan jatuh sakit. Begitu Jane selesai memasak lalu dia menyajikannya di atas meja makan dan setelah itu dia pergi ke kamar Liam sembari memanggil - manggil namanya berkali - kali namun tidak ada jawaban dari Liam. Ketika Jane masuk ke dalam kamar Liam terlihat jika Liam tertidur pulas dengan televisinya yang masih menyala. Jane kemudian mematikan televisi itu dan membangunkan Liam untuk mengajaknya makan malam.


"Ayo makan malam terlebih dahulu baru setelah itu kamu boleh tidur lagi," ucap Jane saat membangunkan Liam.


"Nanti saja aku makan malamnya Jane," ucapnya dengan suara parau.


"Tidak bisa, ayo makan sebentar lalu setelah itu kamu boleh kembali tidur."


"Aku sedang tidak berselera untuk makan."


"Makanlah sedikit saja yang terpenting perut kamu terisi, lalu setelah itu minum obatmu."


"Aku tidak ingin makan!" ucapnya berteriak.


Jane semakin merasa kesal dengan Liam apalagi ditambah dengan ucapan Liam yang meneriakinya, lalu dia berdiri dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Liam di kamarnya sendirian. Jane kemudian ke kamarnya untuk mengambil tas miliknya dan pergi keluar mencari udara segar. Jane menghubungi Pak Kang untuk menjemputnya di apartement, dan setelah itu dia pergi ke taman kota. Dia kemudian berjalan - jalan dengan ditemani oleh Pak Kang sembari menikmati suasana taman kota pada malam hari yang sangat terang karena dipenuhi oleh lampu - lampu jalan yang di pasang di setiap sudut taman kota. Di sana juga banyak penjual yang sedang menjajakan berbagai macam jenis dagangannya. Karena lelah berjalan Jane lalu memutuskan untuk duduk di kursi yang sudah tersedia di taman kota sembari melihat kendaraan beserta orang - orang yang berlalu lalang. Pak Kang duduk di samping Jane, lalu dia memberikan segelas kopi hangat untuk diminum oleh Jane. Pak Kang terkadang merasa kasihan kepada Jane karena selalu jatuh cinta dengan orang yang salah, dan Pak Kang lah yang sering berada di samping Jane selama hampir 3 tahun jadi dia mengetahui bagaimana Jane saat bersama dengan kekasihnya bahkan Pak Kang selalu melindungi Jane saat dia dimarahi oleh Mr Kim.


"Minggu depan kita akan kembali ke Korea lagi," ucap Jane setelah minum kopi miliknya.


"Apakah nona ada jadwal pemotretan kembali?"


"Aku ada tawaran casting untuk bermain drama."


"Oh begitu, baik nona."


Jane kemudian melihat sekitar taman kota sembari meminum kopi miliknya "entah kenapa aku menjadi sedikit berat untuk meninggalkan kota ini."


"Mungkin karena sekarang ada seseorang yang menjadi alasan anda untuk berat meninggalkan kota ini."


"Maksud kamu Liam?" tanya Jane tertawa.


"Bukankah memang dia orangnya? dia membuat anda menjadi berat untuk meninggalkan kota ini."


Jane masih terus tertawa "sepertinya tidak, bukan pria brengsek itu yang membuatku berat untuk meninggalkan kota ini namun suasana kota ini yang membuatku berat untuk meninggalkan kota ini."

__ADS_1


"Kenapa begitu? bukankah anda sekarang jatuh cinta dengan dia?"


"Aku tidak jatuh cinta kepadanya karena sejujurnya aku masih belum bisa move on dari Kyle, kamu tau kan jika aku menjalin hubungan denganya selama 2 tahun?"


"Saya pikir anda sudah pindah ke lain hati."


"Masih belum bisa dan itu pasti akan membutuhkan waktu lama karena aku masih mengingat semua kenanganku bersama Kyle."


"Oh begitu rupanya."


"Lalu bagaimana denganmu Pak Kang?"


Pak Kang lalu melihat ke arah Jane "bagimana apanya?"


"Apakah sekarang kamu sudah mempunyai seorang kekasih?"


"Aku?" tanyanya sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Iya."


"Kenapa begitu?"


Pak Kang lalu menarik nafasnya dan melihat ke arah langit malam "karena aku menyukai seseorang yang tidak bisa aku gapai untuk menjadi milikku."


"Siapa orangnya? apakah dia wanita di Indonesia atau di Korea?" tanya Jane penasaran.


"Dia wanita Korea."


"Apakah aku mengenalnya?"


Pak Kang tersenyum "rahasia."


"Ayolah Pak Kang beritahu aku siapa orangnya," ucap Jane merengek.

__ADS_1


"Saya tidak akan memberitahu anda."


"Baiklah terserah kamu saja, tetapi kenapa dia tidak bisa kamu gapai?"


"Karena dia adalah wanita sempurna dan paling bersinar yang disukai oleh banyak pria, sedangkan aku hanya seorang pria yang tidak sempurna."


"Jangan begitu Pak Kang, kamu harus merasa percaya diri dan berusaha untuk mendapatkan hatinya."


"Baiklah nona."


Tiba - tiba saja turun hujan gerimis yang mulai membasahi baju mereka secara perlahan saat mereka berdua sedang berbincang. Dengan sigap Pak Kang lalu melepas jacket miliknya untuk memayungi Jane dengan dirinya agar tidak terlalu basah. Mereka berdua lalu berjalan menuju di depan sebuah warung terdekat untuk berteduh, sedangkan Liam hanya diam di tempat dia berdiri tadi melihat Jane berjalan bersama dengan Pak Kang menuju ke sebuah warung. Tanpa di sangka ternyata Liam berada di taman kota yang sama dengan Jane karena dia mengikutinya sejak tadi namun itu tidak di sadari oleh Jane. Liam berdiri tak jauh dari tempat mereka berdua tadi duduk dan Liam juga mendengar semua pembicaraan mereka berdua. Liam kemudian berjalan masuk ke dalam mobilnya untuk pulang ke unit apartement miliknya, lalu setelah itu dia mengganti bajunya yang basah kuyup karena terkena hujan tadi. Liam kemudian berdiri di balcon kamarnya menggunakan bathrobe (handuk piyama) sembari menatap hujan yang turun dan berfikir bahwa Jane mungkin tidak akan kembali ke apartement.


Tiba - tiba ada suara yang membuka pintu kamar Liam dan langsung berdiri di sampingnya "sudah makan?"


Liam hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan darinya. Liam kemudian melihat Jane sekilas "gantilah bajumu yang basah agar tidak sakit," ucapnya lalu kembali menatap hujan.


"Baiklah." Jane lalu pergi ke ruang ganti milik Liam untuk mengganti bajunya, sedangkan Liam hanya menghela nafasnya setelah Jane pergi.


Mengetahui jika Jane kembali berdiri di sampingnya lalu Liam tiba - tiba berkata "pertanyaan yang selalu aku tanyakan kepadamu waktu itu anggaplah bahwa aku tidak pernah menanyakannya kepadamu dan lupakanlah. Oh ya, segeralah kembali ke Korea dan semoga beruntung."


"Kenapa kamu tiba - tiba mengatakan hal seperti itu?" tanya Jane merasa bingung.


"Maaf jika aku sudah mengganggumu dengan pertanyaan konyolku itu, dan kenapa kamu memakai kemeja putih milikku?" tanyanya dingin.


"Ternyata semua bajuku ada di laundry jadi aku meminjam bajumu."


"Oh begitu, setidaknya pakailah celanaku juga karena aku merasa sedikit tidak nyaman melihatmu tidak memakai celana luar seperti itu."


"Kenapa begitu? lagipula kemejamu juga sangat panjang dan ini juga menutupi pahaku."


"Terserah kamu saja, aku lelah dan ingin tidur." Liam kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya.


Jane mengikuti Liam "baiklah, akan aku temani."

__ADS_1


"Tidak perlu!"


"Tapi aku ingin," ucap Jane berbaring di sampingnya.


__ADS_2