
1 bulan kemudian dan kandungan Jane saat ini sudah berusia 7 bulan. Jane sedang berbelanja beraneka macam hidangan serta hiasan untuk pesta 7 bulanan sekaligus gender reveal alias hari dimana Jane akan memberitahu semua orang mengenai jenis kelamin calon anaknya. Sebelumnya Jane sudah pergi ke dokter kandungan untuk check kehamilan dengan ditemani oleh suaminya, dan karena suaminya sebentar lagi ada meeting dengan client penting jadi sekarang Jane ditemani oleh Pak Kang. Jane kemudian duduk di bangku untuk beristirahat sebentar, karena perutnya semakin membesar jadi sekarang dia mudah sekali lelah. Jane mengusap perutnya sembari sesekali melihat keadaan sekitar mall tersebut, dan tidak lama kemudian Jane memutuskan untuk pulang ke rumah beristirahat. Jane duduk di sofa ruang tengah sembari menonton film di televisi.
Tidak lama kemudian EO yang disewa oleh Jane sudah datang, dan mereka semua langsung pergi ke halaman belakang rumah untuk mulai mendekor halaman belakang tersebut. Jane pergi ke halaman belakang rumahnya dengan ditemani oleh Pak Kang yang duduk di sampingnya sembari berbincang bersama mengenai kinerja para anggota EO yang telah disewanya. Beberapa jam kemudian mereka telah selesai mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pesta 7 bulanan anak Jane, dan sekarang Jane sedang memilih pakaian yang bagus dengan ditemani oleh Bi Melati. Terkadang Jane juga meminta saran oleh bibi mengenai beberapa aksesories yang akan dia kenakan saat pesta nanti. Saat sore hari Jane sudah berdiri di depan pintu untuk menunggu suaminya pulang ke rumah setelah bekerja. Sebuah mobil ferarri berwarna biru langit telah memasuki halaman rumahnya dan langsung berhenti di depan teras rumahnya.
*Blam.* Seorang pria yang keluar dengan mengenakan setelan jas kotak - kotak bewarna abu - abu keluar dari mobil tersebut, dan dia langsung mencium bibir Jane sekilas.
"Eh tumben sekali kamu berdiri di sini, ada apa?" tanya Liam sembari menenteng tas kerjanya.
"Aku sedang menunggumu pulang," jawab Jane dengan tersenyum manis.
"Menungguku pulang? kenapa?"
"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada hubby."
"Apa itu istriku?"
Jane langsung menarik tangan Liam dan membawanya halaman belakang rumahnya.
"Tada, aku telah menyiapkan semua ini dengan dibantu oleh EO."
"Wah keren sekali, kapan acaranya akan diselenggarakan?"
"Besok pagi."
"Oh baiklah."
"Aku akan membuatkan teh untukmu, sebentar."
"Jangan! lebih baik kamu duduk saja dan aku yang akan meminta bibi untuk membuatkan aku teh hangat."
"Tidak mau!! aku ingin melakukannya."
Liam menghela nafasnya kasar.
"Baiklah sayang."
"Lebih baik kamu duduk di sofa ruang tengah, dan aku akan membuatkan kamu teh sekarang."
"Iya."
Liam lalu melangkahkan kakinya menuju ke ruang tengah dan langsung menyalakan televisi untuk menonton sebuah film kartun. 5 menit kemudian Jane menghampiri Liam sembari membawa secangkir teh hangat untuk Liam.
__ADS_1
"Ini hubby tehnya, silahkan diminum."
"Terima kasih Jane."
"Iya."
Liam lalu meminum teh tersebut dan mengusap perut Jane.
"Wah dia mulai menendang - nendang."
"Iya hubby sudah dari waktu itu dia menendang - nendang terus di perutku."
"Benarkah? kenapa kamu tidak memberitahuku?"
"Ah itu aku lupa setiap kali ingin memberitahumu hehe."
"Eh hei jangan terus menendang perut eomma, nanti eomma kesakitan."
"Biarlah dia berbuat sesukanya hubby," ucap Jaje sembari mengusap rambut Liam.
Liam kemudian mencium perut Jane.
"Sudah sana mandi dulu hubby."
"Aku masih ingin bermain serta berbincang dengannya."
"Nanti lagi, kan masih ada banyak waktu untuk bernain serta berbincang dengannya."
"Okedeh," ucapnya mencium pipi Jane dan langsung melenggang pergi ke kamarnya untuk mandi.
Pada malam itu Liam setelah makan malam Liam sedang memainkan PS sebentar di kamarnya, sedangkan Jane sedang berada di ruangan sebelah melihat semua pakaian miliknya yang ternyata sudah menumpuk banyak di semua lemarinya. Begitupun dengan koleksi tas dan sepatunya yang juga sudah mulai memenuhi semua rak lemarinya. Jane lalu memilah beberapa pakaiannya tersebut untuk menyimpannya di tempat lain. Ketika dia ingin mengambil sebuah pakaian di rak yang paling atas tangannya tidak sampai, dan dia lalu memanggil Liam yang sedang asyik bermain PS. Mendengar panggilan dari Jane tersebut, dengan cepat Liam langsung pergi menghampiri Jane di ruang sebelah.
"Ada apa sayang?"
"Tolong ambilkan pakaianku yang berada di rak paling atas."
Liam lalu mengambil pakaian di rak paling atas dengan sangat mudah karena tinggi badannya yang hampir 2 meter.
"Ini sudah," ucap Liam sembari menyerahkan pakaian itu kepada Jane.
"Terima kasih hubby."
__ADS_1
"Ayo sekarang kita beristirahat saja karena sudah malam, apalagi besok kita berdua ada acara."
"Okay hubby."
Liam lalu menuntun Jane ke ranjangnya, dan setelah itu Liam mematikan semua perangkat PS tadi. Liam kemudian berbaring di samping Jane, lalu setelah itu dia memeluknya dari samping setelah dia mengusap perut Jane. Keesokan harinya Jane yang terbangun lebih awal dari Liam langsung pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil sekaligus mandi pagi. Setelah itu Jane membangunkan Liam agar segera bersiap, dan sembari menunggu Liam selesai mandi Jane memutuskan untuk berdandan dengan sangat cantik. 2 jam kemudian semua orang telah berdatangan di rumah Liam yang merupakan orang - orang terdekatnya. Acara telah dimulai dan Liam langsung menarik pelatuk dari pistol anginnya ke arah dua balon tersebut secara bersamaan, dan ternyata keluar sebuah serbuk biru dari balon tersebut yang menandakan jika jenis kelamin calon anak Liam adalah seorang laki - laki. Semua orang langsung bersorak bahagia setelah Liam menembak balon tersebut. Seketika Liam langsung memeluk Jane serta kedua orang tuanya dengan perasaan bahagia.
"Wuihh bagaimana Li, senang tidak akan mempunyai seorang anak laki - laki?" tanya Josh.
"Tentu saja aku merasa senang, mana Ricko?" tanya Liam sembari mengedarkan matanya mencari Ricko.
"Aku ada disini, kenapa?"
"Ayolah nanti kita jadi adu anak hahaha."
"Okay siapa takut," ucap Ricko dengan rasa percaya diri.
"Liam," ucap Mrs Robinson memanggil Liam.
"Ya mom, ada apa?" tanya Liam menghampiri Mrs Robinson.
Mrs Robinson tersenyum kepada Liam.
"Selamat ya sayang kamu akan mempunyai seorang anak laki - laki, dan tolong jaga Jane dengan baik."
"Siap mom."
"Wuihh putraku selamat ya kamu akan mempunyai anak laki - laki dan ternyata tokcer juga milikmu itu hahaha," ucap Mr Robinson menghampiri Liam.
Mrs Robinson seketika langsung menyenggol lengan suaminya itu.
"Hon."
"Apa? memang kenyataannya seperti itu bukan?"
"Iya tetapi jangan keras - keras bicaranya, tidak enak didengar oleh orang lain."
"Mom, dad," sapa Jane kepada mertuanya dengan didampingi oleh Mr dan Mrs Kim.
"Eh sayang selamat ya," ucap Mrs Robinson.
"Terima kasih mom."
__ADS_1