
2 bulan kemudian saat sore hari Liam sedang iseng mencoba beberapa resep kue yang dia dapat dari instamili, dan kebetulan suasana hati dia juga sedang baik serta dia juga sedang libur kerja. Hari Sabtu sore itu hanya dia habiskan untuk mencoba memasak kue karena dia sedang malas pergi kemanapun, apalagi Jane sedang ingin menonton beberapa judul film alias marathon film. Jane sudah merasa cuek dengan Liam yang saat ini sedang mengacak - ngacak dapurnya asalkan dia tidak mengganggunya saat sedang menonton film. Pada sore itu Jane menonton film di televisi transparant milik suaminya itu sembari ditemani dengan minuman cokelat hangat dan juga keripik kentang, sedangkan sedari tadi Liam sangat sibuk menonton vidio langkah - langkah memasak kue sembari mengikutinya.
Liam menontonya dari televisi yang berada di dapur sehingga dia dengan mudah memasak sembari menonton vidio tutorial dan juga makan sembari menonton spongebob. Tidak hanya itu saja, Liam terkadang juga sering mendengarkan music dari televisi tersebut sembari membereskan serta membersihkan dapurnya. Ini rasanya seperti hari kebalikan di film spongebob karena harusnya Jane yamg memasak sedangkan Liam yang bersantai menonton film, akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Liam saat ini telah sampai pada tahap menghias kuenya dengan cokelat lumer serta beberapa meises yang bewarna warni, dan tiba - tiba saja ada notif yang masuk di handphone Liam. Dengan cepat Liam langsung melepas sarung tangan plastik yang dia pakai dan melihat handphonenya.
Ternyata notif tersebut dari bank karena ada transferan masuk ke dalam rekeningnya, dan itu adalah gajinya selama sebulan serta bonus atas kinerja Liam selama sebulan ini yang berhasil menangani beberapa proyek besar. Setelah mendapatkan gajinya Liam langsung mentransfer setengah dari gajinya ke ibu negara sebagai nafkah bulanannya, sedangkan bonusnya tersebut dia tabung sebagai dana darurat. Liam memang sedari dulu sangat baik mengatur keuangannya, jadi tidak heran jika dia mempunyai banyak uang (dia juga sudah kaya dari janin, tetapi dia rajin menabung di celengan ayam jago sejak kecil). Setelah itu dia kembali memakai sarung tangan plastik miliknya dan melanjutkan menghias kue yang dia buat, karena itu merupakan tahap menuju akhir dari prosesnya membuat kue tersebut.
"Hubby!!" teriak Jane sembari menghampiri Liam.
Liam langsung melirik ke arah Jane.
"Eh sayang hati - hati saja jalannya, aku takut jika kamu jatuh tersandung."
"Iya hubby."
"Ada apa tadi teriak - teriak memanggilku?" tanya Liam masih sibuk menghias kue.
"Ini apa?" tanya Jane menunjukkan layar handphone miliknya kepada Liam.
Liam lalu beralih melihat ke layar handphone Jane.
"Itu transferan uang bulanan untukmu dariku," ucap Liam santai.
"Kenapa banyak sekali?"
"Memangnya kenapa?" tanya Liam menaikkan alisnya.
"Masa jumlahnya sangat banyak sih hubby?"
"Kamu ini aneh, wanita lain saja sangat senang jika diberi uang bulanan dengan sangat banyak seperti itu, sedangkan kamu malah protes."
"Bukannya protes, tetapi apa ini tidak terlalu banyak untukku?" tanya Jane ragu.
"Tidak sayang, sudah ambil saja untuk kamu berbelanja ataupun pergi ke salon sesuka hatimu."
"Benarkah?"
"Iya sayang, oh ya untuk gaji bibi dan yang lain itu seperti biasa kamu yang membayarnya atau aku?"
__ADS_1
"Aku saja yang membayarnya sekalian menggunakan uang jatah bulananmu ini."
"Ya sudah, kalau nanti kurang bilang saja kepadaku."
"Okay hubby. Mmm kenapa setiap bulan uang jatah bulananku semakin meningkat?" tanya Jane penasaran.
"Karena akhir - akhir ini aku mendapat banyak proyek besar, jadi gaji bulananku semakin meningkat beserta bonusnya juga."
"Kenapa begitu?"
"Entahlah aku juga tidak tahu mengapa aku semakin banyak mendapat banyak uang setelah menikah."
"Apa karena kamu selalu menuruti keinginanku serta memberiku banyak jatah uang bulanan? tetapi jika seperti itu bukankah seharusnya uangmu berkurang?"
"Tidak juga, justru semakin kita loyal kepada istri maka rezeki kita akan semakin mengalir deras."
"Darimana kamu mengetahuinya?"
"Dari Ricko, lagipula jika seseorang yang pelit ataupun tidak transparan mengenai uang gajinya kepada istri maka rezekinya akan seret seperti tenggorokan yang sehabis makan roti murahan."
Jane tertawa mendengar ucapan suaminya tersebut.
"Lalu berapa gajimu selama sebulan dan juga ditambah bonus?"
Liam lalu kembali melepas sarung tangan plastiknya dan menunjukkan riwayat transferan tadi kepada Jane.
"Segini, masih belum puas dan ingin tahu lebih lanjut?"
"Iya aku percaya, mmm lalu yang itu transferan dari siapa?"
Liam langsung melihat layar handphone miliknya.
"Oh ini dari temanku karena aku telah membantunya mengerjakan tugas kelulusannya, tetapi karena sekarang tugasnya belum selesai jadi aku terkadang masih membantunya."
"Oh begitu," ucap Jane mengangguk paham.
"Sudah sana lanjutkan menonton film, aku akan membuat kue lagi."
__ADS_1
"Iya," ucap Jane langsung melenggang pergi.
Setelah itu Liam bersiul sembari memasukkan loyang kue tersebut ke dalam oven. Liam kemudian membereskan semua peralatan memasaknya serta membersihkan dapurnya.
"tring!! tring!!" telepon rumah Liam berdering, dan setelah dijawab rupanya Jane yang menghubunginya dari ruang tengah.
"Apa lagi sayang?" tanya Liam berusaha sabar.
"Malam ini kita akan makan malam dengan menu apa?"
"Kamu ingin makan apa?"
"Aku sedang ingin mie ayam bakso jumbo."
"Ya sudah, nanti aku akan keluar untuk mencarinya."
"Okay hubby."
Tidak lama kemudian dapur serta semua peralatan memasak yang tadi digunakan oleh Liam sudah bersih dan tertata rapi di tempatnya masing - masing. Liam kemudian mengeluarkan loyang kue dari dalam oven dan mendiamkan sebentar di atas meja agar kuenya dingin. Menurut Liam menunggu hal tersebut akan memakan waktu yang cukup lama, jadi Liam memutuskan untuk pergi membeli mie ayam dan bakso jumbo sebagai menu makan malam. Liam mengendarai motor sportnya menuju ke warung mie ayam terdekat dan juga yang sekiranya rasanya mantap, karena kalau tidak mantap pasti Jane akan menggerutu tidak jelas.
Saat dia sedang menunggu pesanannya selesai dimasak sembari melamun, Liam melihat ada motor yang terjatuh tergelincir karena jalanannya masih licin setelah hujan. Semua orang yang berada di sekitar tersebut langsung menolong pengendara motor itu dan menyuruhnya untuk duduk di depan warung mie ayam. Setelah itu Liam langsung pulang ke rumahnya begitu pesanannya selesai dibayar. Liam kemudian menyajikan mie ayam tersebut ke dalam mangkuk dan meletakkannya di atas meja. Saat dia pergi untuk menata kue yang tadi baru saja dia buat ke dalam toples, ternyata kuenya berkurang 5.
"Jane!!" panggil Liam.
"Apa hubby?" tanya Jane polos.
"Kamu ya yang memakan kue buatanku?"
"Hehe iya, tadi aku lapar saat menunggumu selesai membeli mie ayam jadi aku memakan kuemu sedikit."
"Hmm ya sudah tidak apa - apa, bagaimana rasanya?"
"Sangat lezat."
"Ayo makan dulu."
"Okay hubby," ucapnya lalu duduk di kursi.
__ADS_1