Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #351


__ADS_3

Awalnya Jane merasa sangat mengantuk namun entah mengapa tiba - tiba saja matanya menjadi segar, apa semua ini karena pijatan suaminya? begitu fikir Jane saat dirinya tengah menikmati pijatan dari suaminya. Memang pijatan dari suaminya itu sangatlah nikmat sekali seperti seorang tukang pijat professional. Jane merasa sangat beruntung sekali memiliki suami seperti Liam meskipun dia terkadang sangat aneh sekali. Liam dapat melakukan semua pekerjaan rumah mulai dari bersih - bersih rumah, memasak, mencuci, dan mengurus anak. Tidak hanya itu saja namun Liam juga bisa memperbaiki apapun yang rusak di rumahnya, menjadi tukang pijat, menjadi CEO, pelukis, penulis, penyanyi, dan lain sebagainya.


Meskipun Liam terlihat sangat sempurna serta seperti tidak memiliki kekurangan apapun karena wajahnya juga sangat tampan, ternyata yang namanya manusia masih saja ada kekurangannya. Jika ingin tahu kekurangannya kalian bisa mengetahui bahwa staminanya yang terkadang bisa sampai turun drastis sehingga di tidak boleh terlalu lelah, dia juga terkadang mengalami depresi ringan namun dia terkadang juga sangat tempramental. Jane sudah mengetahui itu semua bahkan sebelum dia menikah dengan Liam, akan tetapi setelah banyak pertimbangan akhirnya Jane memutuskan untuk menerima lamaran dari Liam dan menikah dengannya.


Setelah menikah Jane juga sering sekali mendengar desas - desus dari beberapa orang mengenai Liam yang mengatakan jika dia seperti inilah, seperti itulah namun Jane tetap yakin bahwa Liam itu masih orang yang baik sehingga dia tidak pernah mengatakan apa yang dia dengar kepada Liam agar Liam tidak merasa down.


Oleh karena itu Jane selalu mengajak Liam untuk bertravelling di beberapa tempat agar Liam tidak merasa stress. Saat ini Liam sedang duduk dengan bersandar di headboard ranjangnya untuk melanjutkan membaca sebuah buku yang kemarin dia baca. Liam terlihat sangat serius sekali saat sedang membaca buku maupun bekerja, oleh sebab itu Jane sering sekali mengganggunya agar tidak terlalu tegang saat sedang bekerja, nanti takutnya Liam akan cepat tua. Liam kemudian mencubit hidung Jane sebagai peringatan agar Jane tidak mengganggunya membaca buku karena sedang sangat seru sekali ceritanya.


"Hubby," panggil Jane.


"Apa sayang?" tanya Liam masih fokus membaca bukunya.


"Aku tadi baru saja membeli lilin aromaterapi lho."


"Hmm baguslah, supaya kamu lebih rileks saat sedang mandi."


"Ck hubby ini paham tidak sih maksudku?" tanya Jane berdecak.


"Iya paham, kamu biasa menyalakannya saat kamu sedang berendam di bathtub bukan? mmm agar tubuhmu lebih rileks."


"Nah iya."


"Lalu apanya yang salah?"


Jane semakin dibuat geram karena Liam adalah pria yang paling tidak peka bahkan terkadang seperti kulkas 100 pintu.


"Kamu ini sebenarnya paham tidak apa tujuanku memberitahukannya kepadamu?"


"Ya agar aku tidak perlu bertanya apakah kamu sudah membelinya atau tidak, oh ya bagaimana wanginya? kamu membeli yang seperti biasanya atau berganti dengan yang lain?"


"Ck astaga."


"Aku suka wanginya yang kemarin kamu nyalakan di kamar mandi dan ingin melakukan apa yang seperti kamu lakukan, akan tetapi aku tidak mempunyai waktu untuk itu dan akhirnya aku selalu mandi dengan shower saja untuk mempersingkat waktu."


Jane langsung menepuk dahinya.


"Astaga kenapa arah pembicaraannya menjadi seperti ini," ucap Jane bergumam.


"Aku sebenarnya membeli bathtub juga hanya sekedar untuk memfasilitasi dirimu saja agar lebih nyaman tinggal disini karena aku jarang sekali mandi di bathtub karena selalu sibuk bekerja."


"Oh kenapa kamu sibuk bekerja sedangkan kamu sudah mempunyai seorang istri yang sedang ingin dimanja?"

__ADS_1


"Oh kamu sedang ingin dimanja?"


Jane lalu merebut buku Liam dari tangannya.


"Iya hubby, kenapa sih kamu tidak peka sekali dengan semua kode ku sejak tadi?"


"Lho, kamu sedang memberiku sebuah kode sejak tadi?"


"Iya hubby, aku memberitahumu bahwa aku sudah membeli lilin aromaterapi karena aku sedang ingin mengajakmu pergi berendam di jacuzzi."


"Sekarang?"


"Iya hubby sayang, masa 1 abad lagi sih hih."


"Ya sudah ayo," ucapnya lalu berdiri memakai slippers.


Jane langsung memakai slippers miliknya dengan semangat dan setelah itu dia pergi mengambil lilin aromaterapi yang baru dibelinya, sedangkan Liam sudah pergi ke rooftop terlebih dahulu. Sesampainya disana Liam melihat langit malam.


"Hmm cuacanya sangat bagus sekali," gumamnya sembari mencelupkan tangannya ke dalam jacuzzi.


"Aku akan menyalakan lilinnya," ucap Jane yang tiba - tiba di samping Liam.


"Baiklah."


"Rasanya sudah lama kita tidak berendam bersama seperti ini," ucap Liam memeluk perut Jane dari belakang.


"Iya hubby, oleh karena itu aku mengajakmu."


"Langit serta cuacanya sedang bagus, sehingga kita bisa lebih lama disini untuk berbincang."


"Kamu benar."


"Kamu semakin lama tambah sexy saja," ucap Liam memuji Jane.


"Apa aku tidak tambah kelihatan gemuk?" tanya Jane menatap Liam.


Liam menggeleng.


"Tidak sayang, kamu justru semakin terlihat sexy meskipun sudah mempunyai seorang anak."


Jane lalu mengusap dagu suaminya yang terasa sedikit kasar karena sudah mulai muncul rambut - rambut halus jenggotnya.

__ADS_1


"Besok cukur jenggot dan kumisnya ya hubby?"


"Eh ini masih pendek, kenapa harus dicukur?"


"Rasanya sangat geli sekali."


"Hmm baiklah jika sayangku ini menginginkan hal seperti itu."


Secara perlahan Liam mulai mendekatkan wajahnya di wajah Jane dan menciumnya secara perlahan, akan tetapi sekarang rasanya sangat geli karena jenggot Liam sekaligus kumisnya sudah mulai tumbuh. Jane mengalungkan kedua tangannya di leher Liam, sedangkan Liam memeluk pinggul Jane dan menariknya mendekat kepadanya. Perlahan air dari rambut Liam yang telah basah itu membasahi rambut Jane yang setengah basah. Mereka berdua berciuman selama 5 menit, dan setelah itu mereka langsung mengatur nafasnya setelah ciuman yang menggairahkan itu. Liam lalu menenggelamkan kepalanya di dalam jacuzzi.


"Setelah melakukan hal ini aku merasa bahwa kita semakin dekat satu sama lain," ucap Liam sembari menyisir rambutnya dengan menggunakan tangannya.


"Aku juga merasa seperti itu," jawab Jane membelakangi Liam.


Liam kembali menarik pinggul Jane.


"Hei kenapa kamu menjauh dariku? apa aku kurang?"


"Tidak hubby, hanya saja aku sedang malu."


"Malu kenapa?" tanya Liam menaikkan alisnya.


"Aku malu jika aku memperlihatkan ekspresi yang aneh saat sedang menutup mataku."


Liam tertawa.


"Tidak sayang, lagipula jika kamu seperti itu justru malah semakin cantik."


"Jangan mengejekku!"


"Aku tidak mengejekmu sayang, kemarilah!"


"Iya hubby."


"Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat menyayangimu dan bahkan langit malam ini yang akan menjadi saksinya jika aku benar - benar mengatakan kepadamu bahwa aku sungguh sangat menyayangimu."


"Kamu tidak sedang bercanda bukan?" tanya Jane ragu.


"Tentu saja tidak, sejujurnya aku sudah lama menyayangimu dengan sangat tulus."


"Sejak kapan?"

__ADS_1


"Sejak malam pertama kita setelah menikah. Semakin lama kita berdua menjalani hari - hari kita secara bersama, aku semakin merasa bahwa aku sangat menyayangimu."


__ADS_2