
Tidak lama kemudian Jane datang menghampiri mereka berdua dan langsung memeluk Liam dari belakang, karena saat ini Jane sedang ingin membuat Liam merasakan apa yang selama ini dia rasakan saat tiba - tiba dipeluk dari belakang. Jane lalu melakukan sesuatu hal yang persis dilakukan Liam saat dia memeluknya dari belakang, hingga membuat Rosie tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua yang menggemaskan. Setelah itu Liam membalikkan badannya dan berganti memeluk Jane dari belakang. Jane merasa sangat berat sekali karena dia harus menopang tubuh Liam yang bebannya sangat berat sekali.
Tubuh Jane sangat mungil jika dibandingkan dengan tubuh Liam mungkin hanya separuhnya saja, sehingga dia selalu bisa dengan mudah menggendong Jane dan mungkin hanya seperti menggendong kapas saja. Jane kemudian membuat 3 cangkir cokelat panas untuk menemani mereka bertiga berbincang bersama di meja mini bar. Saat di tengah - tengah perbincangan mereka, tiba - tiba saja Jane seperti mendengar baby Ace menangis. Jane kemudian berlari menuju ke kamar baby Ace dan benar saja bahwa baby Ace sedang menangis.
Setelah itu Jane menggendong baby Ace untuk memenangkannya sembari menidurkannya. Liam lalu datang dan membantu Jane untuk menidurkan baby Ace yang masih saja terus menangis. Tidak lama kemudian baby Ace sudah bisa tertidur dan Jane langsung menidurkannya kembali ke ranjang box. Rosie sudah menginap di rumah Liam selama 3 hari dan sekarang dia masih menginap di rumahnya, meskipun sesekali dia juga pulang ke rumah utama bersama Liam dan juga Jane untuk menengok grandma yang masih stay disana. Saat ini Liam sedang berbincang dengan grandpa dan juga grandma di ruang tengah.
"Liam jangan nakal dan merepotkan Jane ya?"
"Iya grandma, Liam sudah tidak terlalu nakal lagi seperti dulu kok."
"Nah begitu dong, pintarnya cucuku."
"Perusahaan aman - aman saja kan Li?" tanya grandpa.
"Aman grandpa dan sejauh ini lancar - lancar saja kok, oh iya waktu itu Rosie sempat ke kantor untuk belajar tata cara pengelolaan perusahaan kepadaku."
"Oh begitu rupanya, baguslah sering - seringlah kamu mengajari adikmu itu agar bisa sehebat kamu dan juga kakakmu."
"Iya grandpa, lagipula nantinya Rosie juga akan mengelola bisnis restaurant juga kan?"
"Iya itu benar, grandpa ingin menempatkan Rosie di bisnis restaurant karena itu sedikit ringan dan grandpa hanya ingin Rosie belajar bertanggungjawab juga."
"Oh begitu."
"Istri kamu kemana Li?" tanya Grandpa.
"Sebentar ya grandpa, sepertinya Jane sedang berada di kamar bersama baby Ace.
"Oh begitu."
"Aku panggilkan terlebih dahulu."
"Tidak usah tidak apa - apa jika Jane sedang sibuk mengurus baby Ace."
"Tidak kok grandpa, mungkin Jane sedang bermain bersama baby Ace."
Liam kemudian pergi ke kamarnya untuk memanggil Jane karena dia dicari oleh grandpa dan juga grandma.
"Sayang," ucapnya memanggil Jane.
__ADS_1
"Ya hubby, ada apa?"
"Ayo ke bawah sebentar, kamu dicari oleh grandpa dan juga grandma."
"Oh okay hubby."
Jane lalu turun ke lantai bawah bersama dengan Liam, dan setelah itu mereka berdua duduk di sofa.
"Ada apa grandpa, grandma?" tanya Jane.
"Aku hanya ingin bertanya bahwa Liam sekarang masih nakal atau tidak?" tanya grandma.
"Sudah tidak terlalu nakal grandma, Liam sekarang sudah mulai berubah menjadi suami yang baik serta bertanggungjawab kok."
"Kan apa kubilang, aku sekarang sudah tidak nakal lagi."
"Iya Liam, sekarang grandma dan juga grandpa percaya kepadamu."
Grandpa lalu menepuk - nepuk bahu Liam.
"Pertahankan ya, jadilah suami serta ayah yang baik."
"Oh ya hubby, tadi lupa susu baby Ace belum aku tuang ke botol."
"Biar aku tuangkan ke botol susu baby Ace," ucapnya melenggang pergi ke kamar.
"Grandpa titip Liam kepadamu ya?"
"Baik grandpa."
"Kami berdua sudah semakin tua dan tentunya tidak bisa selamanya menjaga Liam, maka dari itu aku meminta Margareth untuk segera mencarikan Liam seorang pendamping hidup agar dia ada yang merawatnya saat kami berdua telah tiada."
"Benar Jane, dahulu Liam yang sebagai anak tengah kurang mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya sehingga dia menghabiskan lebih banyak waktu di Australia karena kita berdua yang merawatnya. Lian merupakan anak kesayangannya Margareth dan Rosie merupakan anak kesayangannya Jonathan, oleh karena itu kita berdua yang merawat Liam."
"Tetapi bukankah sepertinya daddy dan mommy sangat adil memlerlakukan mereka bertiga ya?" tanya Jane memastikan.
"Jika dilihat secara kasat mata memang begitu namun kenyataannya tidaklah seperti itu, oleh sebab itu dahulu grandpa meminta agar Liam lebih lama tinggal di Australia agar kami bisa merawatnya.m dan memberikan kasih sayang yang sama seperti kedua orang tuanya memberikannya kepada saudaranya yang lain."
"Maka dari itu grandma merasa sangat lega serta sangat bersyukur sekali Liam mendapatkan istri sepertimu yang bisa memberikan perhatian yang lebih untuknya, jadi kita berdua sekarang tidak terlalu merasa khawatir jika Liam kurang kasih sayang."
__ADS_1
"Mengapa Liam tidak membicarakan hal ini kepada kedua orang tuanya?"
Grandpa menghela nafasnya kasar.
"Ah Liam itu anaknya suka mengalah, jadi dia akan diam saja saat diperlakukan seperti itu dan oleh sebab itu mental Liam juga menjadi sedikit buruk."
"Oh begitu," ucap Jane paham.
"Liam itu anaknya sangat genius namun kurang diperhatikan oleh orang tuanya karena berbeda visi dan misi dengan mereka apalagi dengan daddy nya, jadi Liam kurang mendapat kasih sayang dan alhasil dia selalu berbuat onar agar diperhatikan."
"Waktu itu juga grandma sudah memarahi kedua orang tua Liam saat Liam beberapa kali masuk ke psikiater untuk konsultasi, dan grandma langsung meminta mereka agar segera mencarikan dia jodoh ketika umurnya sudah cocok untuk menikah."
"Liam masuk ke psikiater untuk konsultasi?" tanya Jane sedikit terkejut.
"Iya, apa Margareth tidak memberitahukannya kepadamu sebelumnya?" tanya grandma bingung.
Jane menggeleng pelan.
"Sepertinya belum grandma, atau mungkin saja Jane lupa jika mommy pernah memberitahukan hal itu sebelumnya."
"Oh begitu."
Jane lalu menawari grandpa dan juga grandma teh hangat. Saat mereka setuju, Jane langsung pergi ke dapur untuk membuatkan mereka berdua teh hangat untuk menemani mereka berbincang pada sore itu. Setelah selesai membuat teh hangat, Jane langsung menyajikannya di atas meja dan tidak lama kemudian Liam menghampiri mereka bertiga yang sedang berbincang bersama. Liam lalu meminum teh milik Jane dan memeluknya dari samping.
"Liam sekarang sangat manja sekali grandma," ucap Jane sembari tersenyum.
"Hahaha semua pria juga seperti itu saat sudah bersama dengan seorang wanita yang telah membuatnya merasa nyaman," jawab grandma.
"Oh iyakah grandma?" tanya Jane.
"Iya Jane, buktinya saja grandpamu ini juga masih bersikap manja sekali dengan grandma."
"Eh aku tidak pernah seperti itu," ucap grandpa menyangkalnya.
"Hahaha ternyata grandpa juga seperti itu."
"Tidak Liam, grandpa tidak seperti itu."
"Sudah jangan ribut!"
__ADS_1