Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #75


__ADS_3


Nat melepaskan pelukannya, lalu dia menggandeng tangan Liam dan mereka berdua berjalan bersama menuju restaurant hotel itu. Sesampainya di restaurant hotel mereka berdua duduk di kursi masing - masing, lalu waiters datang menghampiri mereka untuk mencatat pesanan mereka. Selesai mencatat pesanan mereka, waiters itu lalu permisi untuk menyiapkan hidangan pesanan mereka. Mereka berdua lalu berbincang bersama sembari menunggu pesanan mereka siap untuk disajikan. Nat lalu bercerita kepada Liam mengenai kegiatannya sehari - hari sebagai seorang selebritas dan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang hidupnya tidak lepas dari sorotan kamera paparazi. Liam hanya duduk diam mendengarkan dan memperhatikan cerita dari Nat tersebut.


Sesekali Liam juga mengajak Nat untuk bercanda di sela - sela memperhatikan cerita dari Nat. Beberapa menit kemudian pesanan mereka berdua telah di sajikan di atas meja, dan mereka langsung menyantap hidangan mereka masing - masing sembari melanjutkan perbincangan mereka. Liam juga bercerita kepada Nat tentang bagaimana hidupnya di Indonesia dan pekerjaannya di sana mengurus cabang perusahaan daddynya Mr Robinson. Nat lalu meminta Liam untuk menceritakan tentang Rosie adik angkatnya karena Nat sangat penasaran sekali dengannya mengapa Liam sangat menyayanginya. Sebelumnya Nat tidak pernah bertemu dengan Rosie karena Rosie tinggal di Indonesia dan jarang sekali di Australia, jika Rosie ada di Australia pasti Rosie sangat sibuk liburan bersama teman - teman Australianya.


"Rosie sekarang usianya berapa tahun hon?" tanya Nat si sela - sela menyantap hidangannya.


"Jika tahun ini aku berumur 25 tahun dan selisih kita cuma 3 tahun, jadi kira - kira umurnya 22 tahun?"


"Sepertinya begitu. Eh kamu tidak lama lagi berulang tahun kan hon?"


"Tidak tau, memangnya kenapa?"


"Jangan berusaha untuk membohongiku karena aku sangat mengingat tanggal ulang tahunmu honey."


Liam tertawa "baiklah, itu benar Nat."


"Berarti kita bisa merayakan ulang tahunmu di New York bersamaku kan?" tanya Nat penuh harap.


"Aku tidak bisa janji kepadamu karena aku diminta daddy untuk segera kembali ke Indonesia mengurus perusahaan, sorry."


Ekspresi Nat seketika berubah menjadi murung "baiklah jika seperti itu," ucapnya kembali melanjutkan makan.


Liam yang mengetahui jika Nat sedih, dia lalu berusaha untuk menghibur Nat "jangan bersedih, kita mungkin bisa merayakannya di tahun yang akan datang."


"Bagaimana kalau aku merayakannya sebelum kamu pulang hon?"


"Memajukannya?"

__ADS_1


"Benar hon, sebelum kamu pulang kita harus merayakannya bersama seperti minum champagne atau berlibur bersama di Disneyland untuk satu hari satu malam."


"Boleh juga. Eh tetapi aku juga ingin berkunjung ke orang tuamu untuk menepati janjiku dulu."


Nat tersenyum lebar "kamu masih ingat dengan janjimu dulu sebelum pergi ke Indonesia?"


"Tentu saja masih, karena aku sudah berjanji jadi aku harus menepatinya."


"Bagaimana kalau nanti malam? lalu setelah itu kita bersiap untuk terbang ke California besok pagi."


Liam berfikir sejenak "baiklah, biar aku yang memesan resort di sana."


Nat lalu menggenggam tangan Liam yang berada di atas meja "jangan, biar aku saja yang memesannya karena kamu kan sudah datang jauh - jauh ke sini, jadi sekarang gantian aku yang mengurus semua kebutuhan kita untuk pergi ke sana."


"Apa tidak apa - apa?"


"Biar aku saja yang meminta izin kepada orang tuamu untuk membawamu pergi ke California."


Nat langsung mencubit pipi Liam "baiklah honey."


Sedangkan di Indonesia, Jane yang sedang tertidur pulas tiba - tiba dia terbangun. Dia kemudian mengusap wajahnya tersebut menggunakan kedua tanganya. Jane merasa sangat haus, dan akhirnya dia pergi ke dapur untuk mengambil minum. Selesai minum, dia kembali tidur karena besok dia harus bekerja di kantor menggantikan Josh yang belum kembali ke Indonesia. Josh harus mengurus sesuatu di Korea bersama dengan Mr Kim. Beberapa jam kemudian fajar sudah terbit dari timur, dan sinarnya menembus ke dalam kamar Jane hingga membuat Jane terbangun dari tidurnya. Dia kemudian meregangkan tubuhnya lalu beranjak dari ranjangnya untuk pergi ke kamar mandi. Selesai mandi, Jane kemudian memilih pakaian untuk dipakai ke kantor dan setelah itu dia duduk di depan meja riasnya. Jane memakai make up yang natural saja, dan selesai bersiap Jane lalu turun untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor bersama dengan pak Kang. Tetapi sebelum sarapan Jane meluangkan waktu sebentar untuk memberi makan Kiko dan bermain.


Jika Jane tidak merawat Kiko dengan baik pasti Liam akan mengomel kepadanya, dan Liam pasti juga akan berkata " jika kamu tidak ingin merawat Kiko dengan baik kenapa kamu mengadopsinya dasar bodoh. " Liam sudah sangat sayang kepada Kiko sejak pertama kali Jane mengajak Kiko untuk tinggal di apartement milik Liam, bahkan setelah itu Liam pergi ke pet shop untuk membelikan perlengkapan Kiko. Liam sudah menganggap Kiko seperti anaknya sendiri, itu sangat mengherankan sekali karena Jane berfikir jika Liam tidak menyukai hewan dan akan mengusir Kiko saat tau Kiko tinggal di apartementnya. Jika di pikir - pikir Liam sangatlah royal kepada orang lain bahkan kepada orang - orang yang di cintainya sekalipun, Jane juga teringat dengan ucapan Rosie saat dia mengatakan jika Liam selalu memberinya uang jajan setiap bulannya setelah Liam menerima gaji walaupun Rosie bukan adik kandungnya Liam sangat menyayanginya seperti adik kandungnya sendiri. Jane lalu sarapan dengan roti tawar dan susu putih di meja makan. Setelah Jane sarapan, Jane lalu berjalan menuju mobilnya untuk berangkat ke kantor.


"Good morning nona." Sapa Pak Kang sembari membukakan pintu mobil untuk Jane.


Jane membalas sapaan pak Kang dengan ramah "hood morning too pak Kang."


"Pak Kang, nanti setelah kerja tolong antarkan saya ke rumah Liam karena saya ingin mengunjungi Rosie."

__ADS_1


"Baik nona." Pak Kang lalu menutup pintu dan mulai mengendarai mobil menuju kantor.


Jane lalu membuka handphone miliknya "tumben sekali dia off, biasanya dia selalu menggangguku setiap saat." Gumamnya.


"Kenapa nona?" tanya pak Kang sembari menyetir.


Jane lalu menoleh ke arah pak Kang "tidak ada apa - apa kok pak cuma ini biasanya dia selalu mengirimiku banyak pesan tetapi sekarang tidak, jadi aku bisa bersantai dengan tenang."


"Mungkin tuan muda Liam sedang sibuk di sana."


Jane menjadi gugup "tapi bukan Liam kok pak yang saya maksud hehe."


"Yang benar nona?"


"Benar kok pak."


"Kalau nona membicarakan dia juga tidak apa - apa kok nona, asalkan jangan Kyle." Jawab pak Kang dengan santai.


"Memangnya kalau Kyle kenapa pak?"


"Saya hanya merasa khawatir saja dengan nona jika bertemu dengannya, apalagi setelah perlakuan dia kepada nona tadi malam."


Jane menghela nafasnya "saya juga tidak tau jika dia kembali ke sini pak dasar merepotkan sekali," ucap Jane sembari memutar bola matanya.


"Tenang saja nona, saya pasti akan melindungi anda dari pria brengsek seperti dia."


"Terima kasih karena telah melindungi saya setiap saat, mengabulkan permintaan saya meskipun terkadang merepotkan dan menjadi teman cerita saya."


Pak Kang tertawa "tidak apa - apa nona, saya sudah terbiasa dengan sifat anda yang seperti itu dan saya juga sudah sangat mengenal anda."

__ADS_1


__ADS_2