Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #310


__ADS_3

Liam mencuci semua piring serta peralatan masak yang tadi digunakan olehnya, dan setelah itu di duduk di depan piano yang berada di ruang tengah. Liam lalu menggoreskan jarinya di piano tersebut dan terlihat bahwa piano itu sudah berdebu karena sudah lama tidak dia mainkan. Beberapa helai tissue dia ambil dari tempatnya dan kemudian dia mengusapkannya di piano tersebut secara berulang hingga nampak bersih. Tidak lupa dia juga membersihkan tuts piano, dan setelah itu dia mulai meregangkan jari jemarinya sebelum dia memainkannya. Liam memainkan beberapa lagu dan salah satunya adalah lagu favoritenya yang berjudul if i ain't got you. Sedari dulu Liam sering sekali memainkan lagu itu walaupun saat tengah malam sekalipun, dan dia pernah berkata jika dia menyukai setiap bait lirik yang tertulis ataupun dinyanyikan di lagu tersebut.


Liam juga menyanyikan beberapa lagu lain setelah menyanyikan lagu tersebut diantaranya love me like you do, the only exception, a thousand years, dan beberapa lagu lainnya. Liam menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan, dan sepertinya beberapa lagu yang dinyanyikan olehnya memiliki lirik yang relate sekali dengan Liam sendiri sehingga sedari tadi Jane hanya duduk di samping Liam sembari mendengarkannya bernyanyi. Setelah itu Liam berbaring di sofa untuk menonton film kartu kesukaannya yaitu spongebob. Sekarang kelihatannya sudah tidak terasa nyaman lagi berbaring di pangkuan Jane karena perutnya yang besar karena sedang mengandung, walaupun begitu Liam masih saja berbaring di pangkuan Jane dan sesekali menghadap ke perutnya. Semakin lama hal tersebut membuatnya mengantuk dan tidak lama kemudian Liam langsung tertidur dengan sangat pulas.


*Ting tong.* Bel rumah Jane berbunyi. Jane kemudian berjalan secara perlahan untuk membuka pintu.


"Hai bumil kesayangan akuu," ucap Irene mengejutkan Jane.


"Haii kapan kamu sampai ke Indo?" tanya Jane memeluk Irene.


"Kemarin malam, tetapi maaf karena aku baru sempat datang kemari hari ini."


"Tidak apa - apa yang penting kamu kemari untuk mengunjungiku."


"Eh aku jauh - jauh dari Korea Selatan ke Indonesia memang hanya untuk menemui bumil kesayanganku ini hehe."


"Wahh terima kasih, kalau begitu mari masuk."


"Iya. Wah keren sekali rumahmu," ucap Irene merasa terpana dengan rumah mereka berdua.


"Hahaha sepertinya kamu termasuk orang yang keseratus mengatakan hal seperti itu."


"Benarkah?"


"Hahaha aku hanya bercanda, tetapi memang ada beberapa orang yang berkata seperti itu saat memasuki rumah kami berdua."


"Kalau begitu memang sudah terbukti jika rumah kalian berdua ini sangatlah keren."


"Terima kasih. Kamu ingin minum apa?" tanya Jane sembari berjalan membawa Irene ke halaman belakang rumahnya karena Liam tidur di ruang tengah.


"Terserah kamu saja, eh Liam ternyata sedang tidur?"


"Iya, maka dari itu aku akan mengajakmu berbincang di gazebo halaman belakang rumah."


"Oh begitu."


"Kamu kemari dengan siapa?"

__ADS_1


"Dengan Pak Choi bodyguard aku, masa aku kemari sendirian."


"Aku fikir kamu begitu."


"Tidak Jane, ini pertama kalinya aku kemari jadi aku masih belum berani untuk kemari sendirian."


"Oh, mengapa tidak dengan kekasihmu itu?"


"Dia sedang sangat sibuk, jadi dia tidak bisa cuti untuk menemaniku kemari."


"Bukankah dia boss nya? aku fikir dia bisa cuti sesuka hatinya."


"Hei nona, kekasihku tidak seperti suamimu yang bisa meminta cuti kapan saja karena walaupun dia boss tetapi jabatannya hanya seorang direktur utama di perusahaan orang lain dan bukan di perusahaan milik keluarga apalagi jabatannya seorang presdir."


"Ya mudah - mudahan besok bisa memiliki perusahaan sendiri agar dia bisa cuti untuk menemanimu bepergian kapan saja dan dimana saja."


"Amin, terima kasih bumilku tersayang."


"Mari kita ke gazebo," ucap Jane sembari membawa nampan yang berisi minuman serta camilan. Melihat hal tersebut Irene langsung merebut nampan tersebut dari tangan Jane.


"Ini tidak berat sama sekali Irene, lagipula kamu ini adalah tamu masa kamu yang harus membawanya."


"Haiss tidak apa - apa, ayo kita ke gazebo halaman belakang rumahmu!"


"Ya sudah iya."


Jane lalu berjalan menuju ke halaman belakang rumahnya dengan diikuti oleh Irene yang berjalan di belakang Jane. Sesampainya di halaman belakang rumah Irene lalu meletakkan nampan tersebut di gazebo, dan setelah itu dia melihat - lihat halaman belakang rumah Jane yang terdapat banyak sekali bunga bermacam - macam. Jane lalu bercerita kepada Irene jika otak dibalik terciptanya taman halaman belakang rumahnya adalah Liam sendiri serta dia juga yang memilih bunga - bunga tersebut. Terkadang Liam juga turut andil dalam merawat serta menyirami bunga - bunga itu. Di halaman belakang rumahnya juga terdapat pohon buah favorite Liam yaitu buah alpukat, akan tetapi saat ini pohon tersebut belum berbuah karena belum musimnya.


"Oh jadi seperti ini pohon alpukat yang sesungguhnya?" tanya Irene.


"Iya, memangnya kamu belum pernah melihat pohon ini sebelumnya?"


Irene menggeleng pelan.


"Aku pernah melihat di internet, tetapi baru kali ini aku melihat wujud aslinya secara langsung."


"Oh begitu, dan sekarang kamu bisa melihat serta menyentuhnya secara langsung bukan?"

__ADS_1


"Tentu saja, mmm kapan ini akan berbuah?"


"Tidak tahu, tetapi Liam pernah berkata jika harus menunggu sampai musimnya tiba baru pohon tersebut akan berbuah."


"Bukankah semua pohon seperti itu?"


"Benar, oleh karena itu Liam berkata seperti itu."


"Oh."


Disisi lain Liam yang terbangun dari tidurnya langsung pergi ke basement rumahnya dan mengeluarkan kedua motor miliknya ke depan rumah karena dia ingin mencucinya. Kebetulan cuacanya juga sangat cerah, jadi tadi setelah bangun tidur Liam memutuskan untuk mencuci kedua motor miliknya. Setelah itu dia menyemprotkan air di kedua motor tersebut dan menggosokknya dengan sabun. Liam menggosoknya secara perlahan sampai body motornya itu bersih dan mengkilap. Begitu selesai Liam langsung mengelap motornya dengan kanebo agar motor tersebut kering. Namun ternyata Liam telah melupakan sesuatu, yaitu mengeluarkan jas hujan di dalam jok motornya yang sudah tersimpan lumayan lama padahal sebelumnya jas hujan itu masih basah. Setelah itu dia nencuci jas hujannya agar wangi dan menjemurnya di depan pagar rumahnya karena baunya sudah sangat tidak enak.


"Pak Kang!" panggil Liam.


"Ya tuan, ada apa?" tanya Pak Kang saat menghampiri Liam.


"Dia siapa? temanmu?"


"Oh dia merupakan bodyguard nona Irene, sahabatnya nyonya."


"Irene yang sama - sama orang Korea itu?"


"Benar tuan."


"Memangnya Irene kemari?"


"Iya tuan sudah sejak tadi, apa tuan tidak bertemu dengannya?"


Liam menggeleng.


"Tidak Pak Kang, mungkin bisa saja saat itu aku tengah tertidur di ruang tamu jadi aku tidak bertemu dengannya."


"Bisa jadi tuan."


"Pak Kang tolong jaga jas hujan yang aku jemur di pagar ini siapa tahu nanti kabur terbawa angin."


"Baik tuan."

__ADS_1


__ADS_2