Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #413


__ADS_3

Mereka berdua lalu membicarakan mengenai yang tadi pagi dikatakan oleh pak satpam, dan Liam juga memberitahu keresahan Mrs Robinson mengenai Rosie. Jane menyimak setiap hal yang dikatakan oleh suaminya itu, dan terkadang dia juga memberikan respond ataupun saran untuk hal tersebut. Setelah menghabiskan mie ayam mereka masing - masing, mereka berdua lalu pulang ke rumah. Awalnya mereka berdua berniat untuk mengunjungi rumah orang tua Jane namun karena mereka sedang pulang ke Korea Selatan, jadi mereka berdua mengurungkan niatnya tersebut dan kembali pulang ke rumah.


Saat di tengah perjalanan tiba - tiba saja Jane mengajak Liam untuk pergi ke mall. Liam langsung menuruti keinginan Jane tersebut dan mengendarai mobilnya menuju ke mall biasanya. Sesampainya disana mereka berdua berkeliling mall sembari mendorong stroller bayi milik baby Ace untuk mengajaknya jalan - jalan juga. Mereka berdua lalu masuk ke dalam timezone dan bermain game disana, karena sudah lama mereka tidak bermain di timezone. Jane bermain dance, sedangkan Liam bermain capit boneka sembari menjaga baby Ace saat Jane sedang asyik bermain game.


Liam mendapatkan sebuah boneka yang sangat lucu, dan setelah itu dia memberikannya kepada baby Ace agar dia senang. Setelah Jane selesai bermain game, sekarang giliran Liam yang bermain balap motor dan juga balap mobil disana. Mereka berdua sangat menikmati waktu bersama di timezone untuk bersenang - senang. Setelah itu mereka berdua pergi membeli ice cream dan juga jajan di mall tersebut karena kembali merasa lapar setelah bermain disana. Liam membeli ice cream cokelat, sedangkan Jane membeli ice cream rasa vanilla dan mereka memakannya bersama sembari melanjutkan perbincangannya. Mereka bertiga lalu kembali berjalan - jalan setelah menghabiskan ice cream mereka masing - masing.


"Aku ingin pergi ke sana hubby."


"Baiklah mari kita kesana," ucap Liam mengikuti langkah Jane sembari mendorong stroller baby Ace.


"Wah selimutnya disini sangat lucu - lucu sekali kan hubby?"


"Iya sayang."


Jane lalu menyentuh kain selimut itu.


"Bahannya juga sangat lembut dan inj sangat cocok sekali untuk baby Ace."


"Belilah sesukamu."


"Benarkah hubby?" tanya Jane memastikan.


"Iya sayang."


"Bagus yang mana? yang beruang atau dinosaurus?" tanya Jane meminta pendapat.


"Beli saja dua - duanya."


Jane memukul Liam.


"Haiss kamu ini, dimintai pendapat malah seperti itu."


"Habisnya semuanya bagus kok, sudahlah beli saja dua - duanya."


"Baiklah."


"Eh ada mie instan, aku kesana dulu."


"Iya."


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di rumah.


"Ah lelah sekali berkeliling di mall," ucap Liam saat membaringkan tubuhnya di atas sofa.


"Dih lemah, begitu saja lelah."


"Apa kamu bilang?" tanyanya langsung menggendong Jane.


"Arghh hubby turunkan aku hahaha."


"Tidak mau, tadi kamu mengejekku."


"Iya maaf ampun," ucapnya tertawa.


"Tidak mau, permintaan maafmu kurang tulus."


"Hubby sayang, aku minta maaf."


Liam langsung menurunkan Jane.


"Iya sudah."


"Hupp kamu lapar ya sayang?"

__ADS_1


"Dari tadi tidak kamu berikan susu?"


"Sudah hubby, tadi aku juga sempat sembawa satu botol kok."


"Mungkin saja baby Ace sedang sangat doyan minum susu."


"Sepertinya iya, akhir - akhir ini dia sering meminta susu."


"Oh begitu."


"Tadi kamu dapat ini di capit boneka?"


Liam mengangguk.


"Iya, lalu aku berikan untuk baby Ace agar dia senang."


"Oh."


"Kenapa? kamu iri dengan baby Ace dan menginginkannya juga?"


"Tidak, mana mungkin aku merasa iri dengan anakku."


"Dih dasar pembohong."


"Siapa yang bohong, aku serius."


"Iyain ajalah," ucap Liam malas.


"Nanti malam ingin makan apa?"


"Terserah kamu saja."


"Ya sudah makan batu dicampur pasir dan semen saja mau?"


"Ihh apaan sih? memangnya aku ini apa?"


"Tadi katanya terserah."


"Tapi bukan itu juga hubby, maksud aku terserah itu ya terserah kamu ingin masak apa karena aku selalu memakan masakanmu seperti kamu selalu memakan masakanku."


"Oh begitu rupanya."


"Iya."


"Oh ya nanti aku ingin pergi ke cafe bersama teman - teman, boleh tidak?"


"Boleh saja, tapi pulangnya jangan sampai larut malam."


"Memangnya kenapa?"


"Takut ada maling seperti yang kamu ceritakan kepadaku tadi."


"Tenang saja nanti aku akan ikut memantau dari handphoneku, lagipula juga ada Pak Kang juga."


"Iya sih, tapi tetap saja aku merasa takut."


"Ya sudah nanti aku akan pulang lebih awal."


"Okay hubby."


Setelah itu mereka bersantai sejenak sembari bermain dengan baby Ace, dan saat mendekati jam makan siang Liam langsung pergi ke dapur untuk memasak makanan. Dimulai dari memasak nasi lalu diakhiri dengan membuat lauk serta sayur agar istrinya menjadi lebih sehat. Sembari menunggu nasinya matang, Liam membuat dessert terlebih dahulu yaitu pudding roti. Setelah selesai dia memasukkannya ke dalam kulkas agar lebih lezat, dan setelah itu dia memasak lauk sekaligus sayur. Tidak lupa dia juga mencuci buah strawberry dan menghidangkannya di atas piring buah. Setelah semuanya siap, barulah Liam menata semuanya di atas meja makan.


"Sayang, makan siang sudah siap!!" teriak Liam dari dapur.

__ADS_1


Jane lalu berjalan menghampiri Liam.


"Iya sayang, woahh kenapa sangat lengkap sekali?" tanya Jane terkesima.


"Hehe tidak apa - apa, aku memang sedang menginginkannya saja."


"Wah wah aku saja sampai iri denganmu karena kamu jauh lebih pandai memasak daripada diriku, apalagi kamu ini seorang pria."


"Kamu sedang memujiku?" tanya Liam memastikan.


"Tentu saja sayang."


"Terima kasih atas pujiannya," ucap Liam tersenyum manis.


"Sama - sama."


"Mari makan! ini aku memasak ayam goreng, sayur soup, daun bayam, pudding roti, dan juga aku sudah mencuci buah strawberry untukmu."


"Terima kasig hubby."


"Iya, makan yang banyak ya biar kamu sehat dan baby Ace juga sehat," ucap Liam sembari menarik kursi untuk Jane duduk.


"Iya hubby sayang," ucap Jane mengusap pipi Liam.


"Mmm kalau nanti malam, ada request an menu hidangan makan malam?" tanya Liam saat menyendokkan nasi untuk Jane.


"Kita saja belum mamakan hidangan ini, masa kamu sudah menanyakan menu makan malam?"


"Ya siapa tahu ada request, nanti sekalian aku mencari bahan di supermarket."


"Oh, nanti saja ya hubby karena aku belum memikirkannya."


"Oh baiklah."


"Kenapa sih kamu terlihat sangat senang sekali ketika diminta untuk masak?"


"Karena aku senang, itu saja."


"Senangnya karena apa?"


"Karena dengan memasak serta menyajikan makanam yang lezat dapat membuatku merasa lebih hidup, apalagi orang yang memakannya merasa senang dengan masakanku."


"Oh begitu."


"Jadi biar aku saja yang memasak untuk hari Sabtu dan Minggu, bagaimana?"


"Boleh, jika kamu tidak merasa keberatan sama sekali."


"Yess, mmm dan kamu juga boleh request kalau kamu ingin."


"Apakah kamu bisa mengabulkan semuanya?" tanya Jane memastikan.


"Kita lihat saja nanti hehe."


"Oh ya, kamu tidak suka memakan daging babi?"


"Benar."


"Kenapa?"


"Jijik."


"Kenapa jijik?"

__ADS_1


"Nanti saja aku ceritakan."


"Baik."


__ADS_2