Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #117


__ADS_3

3 jam kemudian saat Liam terbangun dari tidurnya Jane sudah tidak berada di sampingnya. Liam lalu beranjak dari tidurnya untuk mencari Jane, dan ternyata Jane sudah berada di dapur untuk memasak makan malam. Jane sedang sibuk memasak beberapa hidangan untuk makan malam mereka berdua. Melihat Liam berjalan ke arahnya lantas Jane langsung menyapa Liam, dan mengusap punggung Liam begitu dia berdiri di sampin Jane. Saat melihat Jane sedikit kewalahan, lalu Liam menawarkan dirinya untuk membantunya memasak namun Jane menolaknya dan meminta Liam untuk pergi mandi saja. Liam kemudian menuruti permintaan Jane dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Sesampainya di dalam kamar mandi Liam langsung menanggalkan semua pakaiannya dan membuka keran shower. Liam kemudian berdiri dibawah shower dan membiarkan air itu mengalir membasahi seluruh bagian tubuhnya. Saat Liam sedang mandi tiba - tiba terdengar suara hujan gerimis di luar hingga membuatnya mematikan keran shower sebentar untuk memastikannya, lalu setelah itu dia kembali melanjutkan menggosok tubuhnya dengan sabun dam membilasnya dengan air dari shower.


Disisi lain, Jane yang mengetahui jika sudah mulai turun hujan kemudian dia langsung berlari menuju balcony untuk menutup pintu balcony agar airnya tidak masuk ke dalam unit apartement mereka. Setelah itu Jane memeriksa di setiap jendela dan balcony di kamarnya dan kamar Liam apakah sudah tertutup dengan rapat atau belum. Setelah itu Jane kembali ke meja makan untuk menyiapkan hidangan makan malam di atas meja dan menyiapkan peralatannya seperti piring, gelas, sendok dan garpu. Tidak lama setelah itu Liam datang menghampiri Jane dan duduk di kursi sembari melihat ke layar handphone miliknya. Setelah Jane menyajikan hidangan makan malam kemudian dia duduk di depan Liam dan memakan hidangan miliknya. Melihat Jane sudah mulai memakan hidangan miliknya kemudian Liam meletakkan handphone yang tadi dia pegang di sampingnya dan mulai makan. Ketika handphone Liam berdering karena ada pesan masuk, Liam langsung buru - buru membukanya dan dia mulai makan sembari memainkan handphone miliknya. Jane hanya melirik Liam sebentar dan kemudian dia kembali melanjutkan makan. Liam menatap layar handphonenya sembari tertawa kecil, dan kemudian dia batuk karena tersedak makanannya. Jane yang mengetahui jika Liam sedang tersedak makannya kemudian dia menuangkan air minum dan langsung memberikannya kepada Liam. Jane hanya tertawa melihat Liam yang terburu - buru meneguk minumannya.


"Makanya jangan makan sembari bermain handphone apalagi dengan tertawa seperti tadi."


"Iya Jane, habisnya tadi di grup chat isinya lucu - lucu sih."


"Oh begitu rupanya." Jane lalu kembali melanjutkan menikmati makan malamnya.


"Besok kamu ada acara tidak?"


"Sepertinya tidak, memangnya ada apa?"


Liam kembali bertanya "kamu berniat ingin mengajakku pergi tidak?"


"Tidak sih, memangnya kamu mau mengajakku pergi?"


"Tidak, justru aku ingin pergi bermain bersama teman - temanku."


"Baiklah," ucap Jane sembari membreskan meja makan karena mereka sudah selesai makan malam.


Liam kemudian berdiri dan membantu Jane membereskan meja makan "jadi, aku boleh pergi ya?"


"Iya pergi saja, tidak ada yang melarangmu pergi."


"Kenapa mudah sekali meminta izin kepadamu?" tanya Liam sembari memeluk Jane dari belakang.


"Kalau aku melarangmu justru akan terasa aneh karena aku tidak mempunyai hak untuk melarangmu," ucap Jane sembari masih sibuk mencuci semua peralatan makan yang baru saja dipakai.


"Iya juga sih, tetapi aku sudah merasa jika kamu itu istriku jadi aku harus meminta izin kepadamu ketika ingin pergi."


Jane tertawa "masih belum Liam."

__ADS_1


"Iya ya, masih lama."


Liam terus menempel kepada Jane hingga membuat Jane sedikit terganggu melakukan aktivitasnya "Liam lepaskan! aku jadi tidak mencuci piring kalau kamu terus menempel kepadaku."


Liam justru memeluk Jane lebih erat "tidak mau, maunya menempel kepadamu terus karena besok sudah hari Senin dan kamu kembali ke rumahmu."


"Kamu kan bisa bermain ke rumahku, tidak ada yang melarangmu untuk bermain mengunjungiku."


"Kenapa tidak setiap hari saja kamu tinggal di apartement ini seperti dahulu?"


"Appa dan eomma sedang berada di Indonesia, jadi aku tidak bisa tinggal di apartement milikmu ini setiap hari seperti dahulu karena aku takut jika mereka berdua akan curiga."


Liam kemudian meletakkan kepalanya di bahu Jane "jadi apakah aku masih diizinkan bermain ke rumahmu jika aku mengatakan ingin menemuimu?"


"Appa dan eomma pasti mengizinkan kamu untuk datang menemuiku, bahkan mereka terkadang bertanya apakah kamu akan bermain ke rumahku atau tidak."


"Benarkah?"


"Iya Liam."


Jane kemudian membuang balon tersebut ke samping ranjangnya "kamu ini!" teriak Jane


Liam tertawa "maaf."


"Sudah, lebih baik kamu tidur karena besok kamu harus bekerja bukan?"


"Iya," ucapnya menurut dan mulai memeluk Jane.


Keesokan harinya Liam pergi berangkat ke kantor seperti biasanya dan melakukan job desk pekerjaannya yang banyak seperti hari - hari biasanya. Liam juga berbincang dengan Yunna ketika jam istirahat dan sepertinya Liam mulai akrab dengan Yunna, sekretarisnya itu. Sepulang jam kantor Liam kemudian memilih untuk pulang ke rumah utamanya, namun tiba - tiba terlintas difikirannya jika dia ingin membelikan se bouquet bunga daisy kesukaannya Jane dan mengantarkannya ke rumah Jane. Sesampainya di rumah Jane, Liam disambut hangat oleh Mrs Kim dan Jane. Sekitar 30 menit kemudian Liam pamit kepada Mrs Kim dan Jane untuk pulang ke rumahnya. Begitu sampai di rumahnya Liam langsung mencari keberadaan Mrs Robinson untuk memberikan se bouquet bunga mawar biru kesukaan Mrs Robinson, dan Mrs Robinson mengajak Liam untuk berbincang sebenatar setelah dia mandi.


Selesai mandi Liam kemudian menemui Mrs Robinson "ada apa mom?"


"Mommy ingin bertanya kepadamu Liam."

__ADS_1


"Apa yang ingin mommy tanyakan kepada Liam?"


"Apakah benar kamu sekarang setiap akhir pekan tinggal di unit apartement pribadimu?"


"Iya mom, Liam membutuhkan waktu me time."


"Baiklah kalau begitu, mommy hanya khawatir jika kamu terjerumus ke pergaulan bebas."


Liam kemudian mengusap punggung tangan Mrs Robinson "tenang saja mom, Liam janji akan menuruti ucapan mommy untuk tidak terjerumus ke pergaulan bebas."


"Iya mommy percaya kepadamu."


"Mom, apakah mommy sangat ingin jika Jane menjadi menantu mommy?"


"Iya Liam, tetapi apakah kamu menginginkan Jane menjadi istrimu?"


Liam mengangguk "iya mom, Liam akan berusaha untuk mendapatkan hati Jane."


"Jika kamu tidak menyukai Jane dan tidak menginginkan Jane untuk menjadi istrimu tidak apa - apa Liam, tidak perlu dipaksakan."


Liam menggelengkan kepalanya "tidak mom, sekarang Liam sudah sangat mencintai Jane."


"Benarkah begitu? jika kamu tidak mencintainya, maka jangan memaksakannya karena mommy ingin anak - anak mommy hanya menikah sekali seumur hidupnya."


"Iya mom, Liam sekarang ingin menikah dan yang menjadi istri Liam nanti Jane."


"Baiklah jika begitu, mommy merasa sangat lega mendengarnya."


"Tolong restui kami berdua."


Mrs Robinson lalu mengusap kepala Liam dengan lembut "iya, mommy akan selalu merestui kalian berdua."


Liam tersenyum "terima kasih mom."

__ADS_1


"Sama - sama sayang."


__ADS_2