Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #167


__ADS_3

Jane hanya terdiam, Liam lalu memeluknya dengan sangat erat. Liam menyelipkan kepalanya di leher Jane dan bertingkah seperti anak kecil. Liam berfikir jika ternyata menjalani hubungan dengan wanita yang lebih tua darinya tidak buruk juga, karena dia bermanja ria dengannya dan terkadang pemikirannya yang dewasa membuatnya terlihat sangat sexy. Liam lebih menyukai seorang wanita yang dewasa daripada seorang wanita manja, mungkin semua itu karena dahulu daddy nya juga menikah dengan seorang wanita yang memiliki usia terpaut 2 tahun di atasnya jadi itu menurun kepada Liam. Mommy nya atau Mrs Robinson dahulu seorang janda kelas menengah kebawah yang mendapatkan seorang perjaka dari golongan kolongmerat yaitu Mr Robinson yang berasal dari Australia. Keluarga besarnya juga sudah mengetahui jika sebenarnya Mrs Robinson itu seorang janda namun mereka tetap menghormati dan sangat menyayangi Mrs Robinson sebagai mestinya.


Keluarga besar suaminya tersebut tidak pernah mengungkit - ungkit masa lalu Mrs Robinson, oleh karena itu Mrs Robinson sangat bersyukur dapat dipertemukan oleh suaminya itu setelah mengalami kegagalan dalam rumah tangganya dan membantunya untuk sembuh dari luka lama. Mr Robinson sangat memanjakan istrinya itu dan bahkan tidak berani berbuat kasar kepada istrinya tersebut seperti yang dilakukan oleh mantan suami dari istrinya tersebut. Keesokan harinya saat matahari mulai menampakkan pesonanya dengan malu - malu, Mrs Robinson sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. Mrs Robinson sedari dulu sudah terbiasa bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk keluarganya itu meskipun dia sudah memiliki seorang asisten rumah tangga.


Mrs Robinson lalu membuka gorden di jendela dapurnya untuk melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya karena saat ini dia sedang berada di villa yang baru saja dibeli oleh suaminya. Mrs Robinson sangat sering melihat pemandangan dari negara lain yang berbeda - beda karena dia sering diajak pergi dinas keluar negeri oleh suaminya. Setelah dia mengalami masa - masa pahit di kehidupannya akhirnya tiba saatnya dia dapat berbahagia menikmati hidupnya dan melihat berbagai potret pemandangan indah dari negara - negara lain, ibaratnya seperti kata orang yang dulunya berjuang keras untuk hidupnya sekarang dia hanya tinggal ongkang - ongkang kaki saja dirumah. Grandma Robinson kemudian menghampiri Mrs Robinson yang terlihat sedang melamun sembari mengaduk teko yang berisi teh hangat.


Grandma Robinson lalu menepuk bahu Mrs Robinson "Margareth?"


Mrs Robinson langsung tersadar dari lamunannya "iya mom, ada apa?"


"Kenapa kamu melamun di pagi hari sayang?"


"Tidak ada apa - apa kok mom."


"Apa Jonathan mengganggumu dan membuatmu merasa kesal lagi?"


"Tidak mom, Jonathan akhir - akhir ini tidak menggangguku kok."


"Oh syukurlah kalau begitu."


"Mommy ingin minum teh? aku sudah membuatkan teh untuk mommy."


Grandma mengangguk "iya, aku merasa rindu dengan teh buatanmu karena sudah lama kamu tidak pulang ke Australia."


"Iya mom maaf, akhir - akhir banyak kejadian tidak terduga yang membuat aku tidak pulang ke Australia."


"Iya, mommy paham."


Mrs Robinson lalu menuangkan teh di cangkir dan menyajikannya kepada ibu mertuanya itu "ini mom, silahkan diminum tehnya."


"Terima kasih sayang," ucap grandma sembari mengusap rambut menantunya itu.


"Sama - sama, mom."


"Aku ingin kamu duduk diam saja dan tidak perlu bangun terlalu pagi untuk menyiapkan sarapan namun kamu masih saja mengerjakan ini semua."


"Tidak apa - apa mom, lagipula aku juga sudah terbiasa bangun pagi dan mengerjakan hal seperti ini."


Grandma menggeleng "padahal aku sudah meminta Jonathan untuk mencarikan kamu asisten rumah tangga yang banyak agar kamu tidak perlu capek - capek melakukan hal seperti ini lagi."

__ADS_1


Mrs Robinson tertawa kecil "mommy ingin aku sajikan cemilan kesukaan mommy?"


"Tidak perlu, aku sedang tidak ingin memakannya."


"Baik mom."


"Cepat telepon Liam karena aku sudah sangat merindukan anak jahil itu dan ingin sarapan pagi bersamanya."


Mrs Robinson lalu menelepon Liam untuk datang ke villa milik keluarganya. Tiba - tiba saja ada yang memeluk grandma dari belakang, dan ternyata dia adalah cucu kesayangannya yang baru saja bangun tidur.


"Selamat pagi grandma."


"Selamat pagi cucu grandma yang paling cantik."


"Grandma sedang minum apa?"


"Sedang minum teh buatan mommy kamu."


"Oh begitu, lalu sekarang mommy kemana?" tanya Rosie duduk di samping grandma.


"Dia sedang menghubungi Liam dan memintanya untuk datang kemari karena grandma merindukannya."


"Bagaimana?" tanya grandma yang melihat menantunya tersebut berjalan menghampirinya.


"Jane sudah membangunkannya dan sekarang mereka sedang bersiap - siap untuk datang kemari, mom."


Grandma tersenyum lebar "baguslah."


Disisi lain Liam sedang bermain vidio game sembari rebahan di ranjang Jane. Saat ini dia sedang menunggu Jane selesai mandi dan berdandan. "Ah para wanita sangat lambat sekali jika berdandan," begitu gumam Liam sembari menembaki musuhnya di dalam vidio Game. Beberapa menit kemudian Jane duduk di depan cermin dan sedang memilih warna lipstick yang akan dia gunakan setelah dia menggunakan bedak di wajahnya, sedangkan Liam masih menyelesaikan match di dalam vidio gamenya bersama dengan teman - temannya. Setelah selesai berdandan Jane langsung mengajak Liam untuk pergi ke villa keluarga Liam itu. Mereka berdua pergi dengan diantar oleh Pak Kang menggunakan mobil Porsche Turbo 911 S bewarna merah milik Jane. Sesampainya di villa Liam dan Jane langsung disambut oleh bodyguard keluarganya yang memakai setelan jas bewarna hitam.


"Grandma!!" teriak Liam sembari menghampiri grandmanya yang sedang duduk bersantai di ruang makan sembari meminum teh hangat.


"Eh cucu grandma yang paling jahil sudah datang," ucap grandma Robinson dengan antusias.


Liam kemudian memeluk grandma "sudah sarapan?"


"Belum, aku sedang menunggumu untuk sarapan bersama denganku karena aku sangat merindukanmu."


"Grandma, aku minta uang."

__ADS_1


"Eh tiba - tiba? untuk apa?"


"Beli mobil balap."


"No! grandma tidak mengizinkan kamu untuk balapan lagi karena grandma tidak mau kejadian yang 5 bulan lalu terulang kembali."


"Liam kan bandel grandma, sudah dikasih tau jangan suka membawa mobil dengan ngebut tetapi masih saja dilakukan," ucap Rosie mengadu kepada grandma.


Grandma Robinson lalu mencubit perut Liam "kamu itu suka bermain - main dengan nyawa, kasihan mommy kamu yang selalu khawatir memikirkanmu."


"Aduh sakit! iya grandma, Liam sekarang akan menurut kok."


"Jane, sudah sarapan?" tanya grandma.


"Belum grandma."


"Setelah ini kita sarapan bersama - sama."


Mr Robinson lalu datang menghampiri istrinya dan menciumnya "pagi hon."


"Pagi hon," ucap Liam bersiap mencium pipi Jane karena ingin meniru perlakuan daddy nya namun dengan cepat tangan Mr Robinson membungkam mulut Liam, sedangkan Jane hanya tersenyum melihat tingkah mereka ayah dan anak itu.


"Apa - apaan kamu ini, main nyosor seperti soang saja."


"Aku ingin meniru daddy," ucap Liam polos.


"Besok saja jika sudah menikah."


"Sekali saja tidak apa - apa dad."


"Daddy bilang tidak, ya tidak!"


"Ada apa ini ribut - ribut?" tanya grandpa Robinson.


"Biasa hon, seperti tidak tau Liam dengan Jonathan saja jika sudah bertemu."


"Dasar kalian ini, ayo sarapan."


"Baik," ucap Liam dan Mr Robinson secara serempak.

__ADS_1


__ADS_2