Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #249


__ADS_3

Setelah mendengar pengakuan dari grandpa tadi, lalu grandma memeluk grandpa dari samping sembari melontarkan kata - kata pujian seperti saat mereka berdua masih pacaran di masa muda. Mereka berdua malah justru kembali bernostalgia dan menceritakan tentang masa - masa muda mereka kepada semua orang yang berada di sana. Grandpa juga bercerita mengenai bagaimana perjuangannya mendapatkan hati grandma yang dahulu sempat menjadi primadona kampus karena parasnya yang menawan serta kecerdasannya dalam berfikir. Dahulu grandpa adalah seorang pria yang kurang mampu namun otaknya sangat cerdas hingga membuatnya mendapat beasiswa masuk ke dalam universitas terbaik, istilahnya universitas bergengsi pada masa itu. Di universitas itulah grandpa bertemu dengan seorang mahasiswi yang saat itu menjadi primadona kampus itu dan berasal dari Jepang, yaitu grandma. Pada saat itu banyak pria yang sangat sulit mendapatkan hati grandma karena grandma lebih memilih untuk fokus mengenyam pendidikannya daripada berurusan dalam hal percintaan, tapi tiba - tiba saja dia bertemu dengan seorang pria biasa yang berasal dari Australia yang membuatnya tertarik untuk mengenalnya karena dia mendengar bahwa pria tersebut mendapat beasiswa serta otaknya yang jenius.


Sejak saat itulah grandma lebih sering menghabiskan waktu untuk belajar bersama dengan grandpa. Namun ada kalanya mereka berdua berpisah saat mereka berdua harus kembali ke negaranya masing - masing setelah mereka berdua selesai wisuda kelulusan. Mereka harus menjalani LDR (long distance relationship) beda negara serta beda benua antara Australia dengan Jepang. Karena LDR tersebut membuat grandpa termotivasi untuk lebih fokus pada karier yang sedang dijalaninya dan lambat laun dia mulai memberanikan diri untuk mendirikan perusahaannya sendiri walaupun awalnya tidak mudah. Namun grandpa tidak menyerah begitu saja dan terus bangkit agar perusahaannya semakin maju. Saat dia sedang berada di puncak kejayaannya, dia memutuskan untuk pergi ke Jepang karena ingin bertemu dengan grandma sekaligus melamarnya hingga mereka menikah dan dikaruniai seorang putra yaitu Mr Jonathan Robinson. Hubungan mereka berdua masih tetap harmonis sampai sekarang karena mereka berdua saling menguatkan satu sama lain saat salah satu diantara mereka sedang berada di titik rendahnya.


"Jadi grandpa berani melamar grandma saat grandpa sedang berada di puncak kariernya?" tanya Lian.


"Tepat sekali," ucap grandpa.


"Kenapa begitu?"


"Karena grandpa tidak ingin membuat grandma ikut merasakan hidup susah jatuh bangun sampai salto saat sedang membesarkan perusahaan apalagi menghidupi anak orang itu mempunyai tanggung jawab yang besar."


"Oh begitu."


"Jadi sebelum kamu menikah harus bisa hidup mandiri, harus cukup secara finansial, serta siap mentalnya karena pasti ada saja rintangan - rintangan yang harus dihadapi setelah kita menikah."


Lian langsung melihat ke arah Liam adiknya.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Liam keheranan.


"Tidak ada."


"Pasti kamu ingin menyindirku bukan?"


"Nah kalau manusia satu itu bagaimana grandpa?" tanya Liam sembari tertawa.


"Ck terus saja aku yang kena."


"Adikmu itu hebat karena dia orangnya pekerja keras, suka menabung, dan bahkan dia bisa membangun rumah impiannya sendiri."


"Bahkan saking hebatnya sampai tidak ada satu orangpun yang mengetahui bahwa dia sedang membangun rumah pribadinya dan kita semua tau saat rumah itu sudah siap huni," ucap Mr Robinson menambahkan.


"Ck tidak usah senyum - senyum sombong seperti itu," ucap Lian berdecak.


"Apaan sih? lama - lama aku tonjok wajahmu yang menyebalkan itu," ucap Liam kesal.


"Liam jangan begitu sayang," ucap Mrs Robinson melerai kedua putranya.


"Habisnya dia suka cari gara - gara, dasar babi."


"Santaii dong babi," balas Lian.

__ADS_1


"Untung saja kalian berdua sudah tidak satu rumah," ucap Rosie sembari mengunyah pizza.


"Benar, bisa - bisa kalian berdua membuat grandma kalian terkena serangan jantung jika terus saja berkelahi."


"Kamu mendoakan mommy agar terkena serangan jantung Jo?" tanya grandma.


"Ti-tidak mom, bukan begitu maksud Jonathan."


Mr Kim tertawa.


"Hahaha mampus bakalan dicoret dari daftar warisan," ucap Mr Kim bergumam.


"Kamu bilang apa?" tanya Mr Robinson.


"Aku tidak bilang apa - apa," jawab Mr Kim.


"Hei sudah, malah kalian berdua juga ikut bertengkar juga."


"Kami berdua tidak bertengkar kok mom, iya kan Andrew?" tanya Mr Robinson.


"Iya benar," ucap Mr Kim mengiyakan.


"Hei Liam, kenapa kamu bisa membangun rumah secara diam - diam?" tanya Lian.


"Kamu ini selalu saja seperti itu, menyebalkan."


Liam tertawa.


"Memang. Hei kemarin kamu berkata sesuatu yang tidak memgenakkan kepada Jane, dan aku masih menuntut permintaan maafmu kepada Jane."


"Hubby sudah tidak apa - apa," ucap Jane memengang lengan Liam.


"Kamu jadi pria kok julid sekali, lagipula terserah Jane ingin bagaimana di rumah. Dia ingin salto, main atraksi sirkus, atau kayang di plafon rumah terserah dia yang penting tidak merugikan aku, apa hak kamu untuk berkata seperti itu?"


"Iya, aku minta maaf ya Jane."


"Ucapan maafmu itu terlihat tidak ikhlas sama sekali," protes Liam.


"Sudah hubby tidak apa - apa, aku sudah memaafkannya."


"Eh tidak bisa seperti itu dong, gara - gara dia kemarin aku selalu salah dimatamu bahkan saat sedang bernafas saja aku juga terlihat salah dimatamu."

__ADS_1


Jane tertawa.


"Sudah jangan cemberut seperti itu."


"Tonjok saja wajahnya yang menyebalkan itu," ucap Liam kesal.


"Ssstt jangan seperti itu hubby."


Tiba saatnya makan siang dan grandma langsung mengajak mereka semua pergi ke ruang makan untuk menyantap hidangan makan siang yang sudah dimasak oleh chef pribadinya. Terkadang mereka juga berbincang ringan sembari menikmati hidangan makan siang. Beberapa menit kemudian saat mereka telah selesai makan siang, mereka semua kembali melanjutkan perbincangannya di halaman belakang sembari bersendau gurau. Saat sore hari Liam dan Jane lalu berpamitan pulang walaupun grandma masih ingin berbincang dengan cucu kesayangannya yang nakal itu. Sesampainya di rumah, Liam langsung merebahkan dirinya di ranjang kamarnya dan Jane pergi ke kamar mandi untuk mandi. 20 menit kemudian Jane yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Liam yang sedang bermain game.


"Hubby, mandi dulu sana!!"


"Sebentar, tanggung."


Jane lalu mendekati Liam dan mengambil stick PS miliknya.


"Hubby, ayo mandi dulu sayang."


"Mandiin haha."


"Kamu ini seperti anak bayi saja yang minta dimandikan serta terus dimanja, dan jika diabaikan sebentar saja langsung berbuat onar untuk mendapat perhatian."


"Hehe kok kamu tahu?"


"Bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya? kamu saja sering melakukannya."


Liam memeluk Jane serta menciumi lehernya.


"Jangan cerewet dan suka mengatur, aku tidak menyukainya."


"Aku cerewet dan suka mengatur itu kan karena aku menyayangimu sayang, kalau tidak sayang mana mungkin aku berbuat seperti itu apalagi demi kebaikanmu."


"Benarkah begitu?"


"Iya hubby sayang," ucap Jane mencium bibir Liam sekilas.


"Oh. Eh mana strawberry milikku?"


"Aku belum memakai liptint."


"Oh, nanti pakai!!"

__ADS_1


"Siap boss."


__ADS_2