Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #184


__ADS_3

Liam kemudian lari menuju ke kamar dengan diikuti oleh Jane sembari bercanda bahkan berlomba siapa cepat dia yang akan lebih dahulu untuk mandi, melihat kelakuan anak dan menantunya tersebut Mrs Robinson hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari tersenyum karena mengingat tingkah mereka berdua yang terkadang seperti anak kecil. Mereka berdua kadang akur dan terkadang bertengkar satu sama lain walaupun mereka sudah menikah tetapi tetap saja mereka berdua sering bertingkah seperti itu, apalagi saat Liam merasa risih karena Jane ingin terus mengikutinya kemanapun dia pergi. Liam saat ini lebih dahulu sampai di kamar mandi dan bersiap akan mandi namun tiba - tiba dia tersadar jika Jane basah kuyup karena perbuatannya, jadi Liam mengalah dan meminta Jane untuk mandi terlebih dahulu agar tidak sakit.


Akan tetapi saat hendak masuk ke dalam kamar mandi Jane justru menarik tangan Liam dan mengajaknya untuk mandi bersama. Liam hanya pasrah saja saat tangannya ditarik oleh istrinya itu untuk mandi bersama, dan saat ini Jane sedang mengisi bathtub dengan air hangat. Sembari menunggu bathtub penuh Jane memasukkan sabun terlebih dahulu lalu menanggalkan semua pakaiannya. Jane kemudian menyeburkan diri ke dalam bathtub itu, sedangkan Liam masih malu - malu untuk ikut menyeburkan dirinya sendiri. Melihat Liam yang tampak ragu membuat Jane menarik tangan Liam dan ikut bersantai di air hangat itu.


Mereka berdua saling berhadapan satu sama lain lalu kemudian Jane mendekat ke arah Liam dan bersandar di dadanya yang sangat bidang itu karena sedari tadi Liam melihat ke arah lain sembari beberapa kali menelan ludahnya. Liam merasa malu sekaligus merasa risih karena ini pertama kalinya dia mandi dengan wanita lain selain ibunya dan adiknya sewaktu kecil. Mungkin ini saatnya dia harus bisa beradaptasi dengan hal - hal seperti ini, begitu kira - kira fikir Liam saat menghela nafasnya. Kemarin saat malam pertama dia menggodanya dan meminta untuk dimanjakan dengan kegagahan dirinya, lalu saat ini dia memintanya untuk mandi bersama, entah apa yang dia minta di kemudian hari lalu besoknya lagi dan lagi, memikirkan hal seperti itu membuat Liam merasa malu dengan dirinya sendiri.


"Hubby, kenapa daritadi kamu diam saja?" tanya Jane menatap Liam yang sedang melamun.


"Ah aku hanya malu."


"Malu karena berendam di bathtub malam - malam bersamaku?"


"Ya tentu saja, sejujurnya aku tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya jadi aku kaget saja saat kamu menyeret tanganku dan mengajakku untuk mandi bersama."


"Hmm aku bisa memakluminya."


"Mmmm aku rasa aku sudah selesai," ucap Liam sembari berdiri.


Jane lalu menahan kaki Liam "tidak boleh, kamu temani aku berendam disini sampai aku selesai."


"Aku tidak mau Jane."


Melihat perubahan ekspresi Jane, Liam menjadi tidak tega dan dia pun lalu kembali duduk "aarghhh jangan memasang ekspresi wajah yang seperti itu."


"Apa tidak boleh?"


"Tidakkk!!!!"


"Memangnya kenapa?"


"Karena jika kamu memasang ekspresi wajah yang seperti itu membuatku menjadi tidak tega untuk menolakmu," ucap Liam sembari menarik rambutnya sendiri.


"Ya sudah kalau ingin pergi, kamu pergi saja tinggalkan aku sendiri disini."


Liam menghela nafasnya "baiklah aku akan tetap tinggal disini dan menemanimu berendam di bathtub ini."


Jane memperlihatkan senyum kemenangannya "nah begitu dong, apa salahnya kita berendam di bathtub sembari mendengarkan suara rintikan hujan."


"Cih," ucap Liam berdecih.


"Hubby!!!"


"Apa?" tanya Liam sinis.


Jane lalu membalikkan tubuhnya dan memeluk Liam "kamu ini jahat sekali kepadaku."

__ADS_1


"Habisnya kamu banyak minta."


"Apa salahnya meminta untuk dimanjakan oleh suami sendiri?"


"Iya, aku akan menuruti semua permintaan konyolmu itu."


"Menyebalkan sekali," ucap Jane membalikkan tubuhnya sehingga membelakangi Liam.


Liam lalu memeluk Jane dan menciumi lehernya "baiklah, mari kita menikmati malam berdua bersama dengan berendam di bathtub."


"Mmmhhh geli."


Liam tertawa "maaf, aku tidak sengaja memegangnya."


"Tidak masalah."


"Seharusnya rambutmu dicepol seperti ini untuk memberikan kesan dewasa dan sexy," ucap Liam sembari mengotak - atik rambut Jane.


"Aku tau jika kamu menyukai gaya rambut seperti ini."


"Si paling tau mengenai diriku," ucap Liam menciumi bahu Jane, lalu ciumannya naik ke atas dan Liam menggigit telinga Jane.


"Awww sakit, jangan digigit."


Liam tertawa "jika aku sudah mulai naik, maka jangan salahkan aku jika nanti tiba - tiba aku menyerangmu secara ganas."


"Ternyata seperti ini enak juga," ucap Liam memeluk Jane dari belakang sembari memainkan rambut Jane.


"Apa kubilang? dengan melakukan hal seperti ini dapat membuat tubuh kita menjadi rileks sehingga melepaskan stress yang membebani kita."


"Iya sih tetapi kamu jangan menduduki aset milikku juga, sakit tau."


Jane lalu berdiri "oh ya maaf," ucap Jane terkekeh.


"Dasar."


"Kamu jadi ingin mempunyai seratus anak dariku heum?"


"Tergantung."


"Maksudnya?"


"Kalau anak pertama tidak membuatku stress aku mungkin akan tetap berniat memiliki seratus anak, tetapi jika anak pertama membuatku stress mungkin aku akan membatalkannya."


"Dih."

__ADS_1


"Karena aku malas sekali jika anak kecil rewel dan selalu menangis."


"Namanya juga anak kecil, mereka hanya bisa menangis jika membutuhkan sesuatu."


"Benar juga."


"Dasar bodoh."


"Hei berani - beraninya kamu mengatai suamimu ini bodoh."


Jane tertawa "iya, aku menarik kata - kataku."


"Kemarikan sponge mandimu, aku akan membantumu menggosok tubuhmu."


"Ini," ucap Jane memberikan sponge mandinya.


Liam kemudian menggosoknya secara perlahan dan dengan lembut, tidak lupa Liam juga mencuci rambut Jane agar air hujannya bisa hilang. Setelah selesai mandi mereka berdua lalu berbaring di ranjang sembari menonton film bersama. Karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, Liam lalu mematikan televisi dan mereka berdua mulai tertidur dengan ditemani suara hujan. Ternyata hujan masih terus mengguyur Kota Jogja saat di pagi hari dengan ditambah udara dingin yang membuat siapapun memilih untuk tidur saja dan berdiam diri di kamar daripada menjalankan aktivitas seperti biasanya. Jane yang sudah bangun lalu melakukan peregangan di atas ranjang walaupun masih menggunakan baju piyama miliknya, berbeda dengan Liam yang lebih memilih untuk berdiam diri dibawah selimutnya saja karena cuacanya yang mendukungnya untuk kembali tidur.


"Hubby ayo bangun."


"Ngg tidak, lebih baik kamu kembali tidur saja sayang."


"Dasar pemalas."


"Aku hanya sedang menyimpan energiku saja, lagipula aku juga masih cuti dan sekarang juga masih hujan jadi lebih baik kembali tidur."


"Benar, cuacanya sangat dingin."


Liam kemudian menarik Jane dan membawanya ke dekapannya "sudah jangan cerewet, lebih baik ikuti kata - kataku."


Jane mengangguk "di dalam sini sangat hangat."


"Kan sudah kubilang."


Mr Robinson yang sudah pulang dari Australia tadi malam lalu menemui istrinya "putraku dan menantuku belum bangun?"


"Sepertinya belum hon."


"Ya sudah biarkan saja, siapa tau karena cuacanya seperti ini mereka berdua jadi mengurungkan niatnya."


"Ssttt kamu ini," ucap Mrs Robinson tersenyum.


"Kamu juga ingin heum? ayo kita buat anak ke empat," ucap Mr Robinson menggendong istrinya itu ke kamar.


"Eh turunkan aku hon."

__ADS_1


"Tidak mau."


__ADS_2