Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #255


__ADS_3

Liam kembali mencium Jane dan kali ini dia mencium bibir Jane sekilas lalu dia menatap mata Jane yang menyerupai mata seekor kucing. Liam mengusap pipi chubby Jane sembari menatap matanya secara dalam, dan diakhiri dengan mengusap perut Jane. Liam kemudian kembali tertidur karena besok masih ada banyak kegiatan apalagi dia yang akan menyetir motornya juga, oleh karena itu dia harus beristirahat dengan cukup agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan saat di perjalanan, sedangkan Jane hanya berbaring sembari termenung menatap bagian atas tendanya. Jane mengetahui bahwa sedari tadi suaminya mengusap perutnya karena suaminya itu sedang menginginkan seorang anak dari rahimnya. Namun Liam berusaha untuk menutupinya karena mungkin saja dia tidak ingin membuat Jane merasa tertekan jika sekarang dia memang benar - benar menginginkan seorang anak, dan karena itu saat dia ditanya oleh Jane pasti jawabannya selalu saja tidak apa - apa.


Jika ditanya apakah sekarang dirinya ingin mengandung seorang anak dari keturunan seorang pria yang dicintainya pasti Jane akan langsung menjawab bahwa dia sangat menginginkannya, tetapi mentalnya belum siap untuk menjadi orang tua apalagi seorang ibu. Dirinya merasa takut jika dipaksakan nanti akan berakibat yang tidak baik untuk pertumbuhan anaknya, apalagi Jane juga takut jika tiba - tiba dia mengalami syndrome baby blues. Jadi Jane sekarang lebih fokus mengurus suaminya serta belajar tentang parenting untuk mempersiapkan dirinya menjadi seorang ibu, dan jika dia sudah siap dia akan memutuskan untuk ikut program hamil. Pada malam itu Jane terus bergumam untuk menyemangati dirinya sendiri hingga secara tidak sadar air matanya mulai menetes secara perlahan. Tiba - tiba saja Liam kembali terbangun setelah mendengar sesuatu hal yang janggal, dan dengan cepat Jane langsung mengusap air matanya.


"Kenapa Jane?" tanya Liam memastikan.


"Ti-tidak ada hubby, aku hanya sedang berusaha untuk kembali tidur."


"Kenapa memangnya? apa ada hal yang mengganggu fikiranmu hingga tidak bisa tidur heum?"


"Tidak kok hubby, mungkin aku hanya sedang merasa lelah saja."


Dengan sigap Liam langsung memijat kaki Jane dengan perlahan."


"Oh begitu bilang dong, aku akan langsung memijatmu jika kamu merasa lelah."


"Eh tidak perlu hubby, lebih baik hubby beristirahat saja dan tidak perlu memikirkanku."


"Tidak perlu memikirkanmu? apa kamu bercanda ha? kamu ini istriku, mana mungkin aku tidak memikirkan kamu apalagi saat sedang seperti ini."


"Menurutku hubby yang lebih butuh tidur dibandingkan denganku, jadi tidurlah hubby karena ini sudah jam 2 pagi."


"Justru dengan kamu seperti ini malah membuatku tidak bisa tertidur, cepat katakan!! apa yang membuatmu tidak bisa tidur?"


"Seorang anak, hal itulah yang tiba - tiba mengganggu fikiranku."


"Kenapa lagi? apa ada yang terus mendesakmu heum?" tanya Liam memeluk Jane dari samping.


"Tidak ada, hanya saja aku merasa tidak enak kepadamu jika terus memintamu untuk menunggu."


"It's okay Jane, aku tidak masalah dengan itu semua karena kamu juga berniat untuk memiliki seorang anak walaupun tidak sekarang bukan?"


Jane mengangguk.


"Iya hubby."


"Sudah tidak perlu difikirkan ucapan orang lain karena kita sendiri yang akan menjalani hidup kita. Fokuslah untuk membangun kariermu dengan lebih tinggi lagi serta bersenang - senanglah menikmati masa muda mu sayang, karena aku juga akan begitu."


"Benarkah?"


"Tentu saja, sekarang aku sedang ingin mempersiapkan semuanya termasuk ekonomi keluarga kita agar kelak anak kita tidak akan merasa kekurangan serta semua kebutuhannya tercukupi."

__ADS_1


"Terima kasih sudah menyakinkanku serta membantuku untuk mengusir sesuatu hal yang selama ini mengganggu fikiranku."


"Iya, sudah jangan menangis lagi."


"Bagaimana kamu mengetahui jika aku tadi menangis."


"Aku ini suamimu, jadi aku bisa merasakan bahwa istriku tercinta ini sedang merasa gelisah hingga sampai menangis."


"Oh."


"Kita berdua kan sedang liburan untuk bersenang - senang serta menjernihkan fikiran kita, jadi janganlah menangis sayang."


"Iya hubby."


"Mari kita tidur sekarang, karena besok masih ada beberapa tempat wisata yang akan kita kunjungi untuk bersenang - senang."


"Maunya tidur sembari dipeluk oleh hubby."


"Ya sudah sini, tetapi bagaimana jika kita kedinginan?"


"Aku baru ingat kalau aku membawa selimut kecil di dalam tas, aku akan mencarinya sebentar."


"Okay."


"Good morning my baby girl," ucap Liam saat memeluk Jane dari belakang."


Jane lalu menoleh ke belakang.


"Good morning hubby, ayo sarapan dulu karena aku sudah membelikan kamu makanan untuk sarapan."


"Kamu pergi mencarinya sendiri?"


"Iya," ucap Jane mengangguk.


"Kapan?"


"Tadi setelah aku selesai mandi."


"Oh sudah mandi juga rupanya ya?"


"Iya dong."

__ADS_1


Liam kemudian membuka pintu tendanya dengan lebar dan duduk di samping Jane.


"Kamu sudah sarapan?"


"Sebentar lagi setelah aku menyelesaikan ini," ucap Jane dengan memegang sebuah cream sunscreen di tangannya.


"Oh begitu."


"Kamu makan dulu saja hubby."


"Aku ingin mandi dulu sajalah, agar tubuhku merasa segar."


"Baiklah."


Setelah selesai sarapan mereka berdua lalu beres - beres untuk pulang, serta mengambil semua sampah mereka sampai tidak ada satupun sampah yang tertinggal disana. Memang sudah seharusnya semua orang tidak meninggalkan semua sampahnya di kawasan wisata agar keindahan serta kebersihan tempat wisata tersebut tetap terjaga. Setelah semuanya beres termasuk mengembalikan peralatan berkemah yang mereka sewa, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanannya mengunjungi beberapa tempat wisata. Saat pukul 11.00 mereka berdua lalu memutuskan untuk pulang ke rumah namun sebelum itu mereka berdua mencari sebuah rumah makan untuk makan siang, dan saat sore hari mereka berdua sudah sampai dirumah.


"Tas ini terasa sangat berat saat pulang."


"Karena aku membeli banyak oleh - oleh haha."


"Benar juga."


"Bagaimana liburannya nyonya?" tanya Pak Kang.


"Sangat mengasyikkan karena kita berdua bermalam di tenda sewaan."


"Benarkah? pasti itu menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan karena anda belum pernah bermalam di tenda."


"Benar Pak Kang."


Pak Kang beralih melihat motor Liam.


"Sepertinya motor anda minta dimandikan tuan."


"Sepertinya begitu Pak Kang, karena ada jalanan yang becek setelah hujan."


"Mmm bagaimana kalau saya saja yang mencucinya tuan?"


"Apa tidak merepotkan?"


"Tentu saja tidak tuan."

__ADS_1


"Baiklah."


__ADS_2