Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #113


__ADS_3

Setelah itu Jane berlari ke kamarnya dan memilih untuk tidur di kamarnya sendiri, Liam yang melihat tingkah Jane tersebut langsung tertawa menertawakan Jane saat dia ketakutan karena tingkahnya sendiri. Liam kemudian membaringkan tubuhnya untuk tidur. Keesokan harinya saat Liam terbangun, dia langsung memeriksa handphone miliknya dan ternyata banyak pesan dari Mrs Robinson yang dikirimkan kepada Liam. Setelah itu Liam saling berkirim pesan kepada Mrs Robinson yang ternyata Mrs Robinson bertanya kepada Liam jika saat ini Liam sedang berada dimana. Liam kemudian menjawab jika dirinya saat ini sedang berada di apartement miliknya dan baru saja bangun. Setelah itu Liam menyalakan televisi yang berada di kamarnya untuk menonton film kartun favoritenya yaitu spongebob sembari masih berbaring di atas ranjangnya. Hari ini Liam sedang tidak ingin pergi kemanapun termasuk melakukan aktivitas apapun karena dia merasa sangat lelah. Mata Liam masih merasa sangat mengantuk jadi tanpa tersadar dirinya kembali tertidur dengan televisinya yang masih menyala menayangkan film kartun spongebob. Sekitar 30 menit kemudian Liam kembali terbangun dan kini dia merasa sangat haus, jadi dia memutuskan untuk mengambil minuman yang berada di kulkas dapurnya.


Saat dia melewati ruangan gym pribadinya dia melihat jika Jane sedang melakukan senam yoga dengan sangat serius, dia kemudian melihat botol minuman air dingin yang sedang dia pegang. Liam lalu kemudian berjalan mendekati Jane untuk meletakkan botol minuman miliknya tepat disamping Jane yang sedang melakukan senam yoga. Setelah itu Liam buru - buru pergi dari hadapan Jane dan bersembunyi di dekat tembok yang berada di samping pintu sembari mengintip Jane melakukan yoga sebelum Jane membuka kedua matanya. Liam melakukan hal tersebut karena sejujurnya Liam sangat takut menghadapi kemarahan Jane akibat perbuatannya semalam sehingga Liam memutuskan untuk bersembunyi sebelum dirinya dimakan mentah - mentah olehnya. Jane merasa terkejut setelah membuka kedua matanya karena sudah ada botol air minum dingin tepat di sampingnya. Kemudian dia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Liam namun dia tidak menemukannya, dan setelah itu dia meminum air dingin dari botol yang diberikan oleh Liam. Saat itu Liam kembali mengintip Jane yang sedang minum dari balik tembok, Jane yang menyadari hal itu langsung menoleh ke arah tersebut dan dengan cepat Liam kembali bersembunyi. Saat bersembunyi Liam berfikir bahwa kulit Jane sangat berkilau apalagi jika terkena sinar matahari seperti saat ini, dan Liam kembali mengintip Jane dari tempat yang sama.


Jane yang melihat kepala Liam kemudian dia memutuskan untuk memanggil namanya "Liam, kemarilah!"


"Ada apa?" tanya Liam dari balik tembok.


"Apa kamu yang meletakkan botol ini di sini?"


"Iya."


"Kemarilah, Liam!"


"Tidak mau."


"Kenapa tidak mau?"


"Nanti kamu akan memarahiku karena kejadian semalam."


"Aku tidak akan memarahimu Liam."


"Benarkah?" tanya Liam sembari memunculkan kepalanya dari balik tembok untuk melihat Jane.


Jane kemudian tertawa kecil karena merasa gemas dengan tingkah laku Liam yang seperti anak kecil, "iya Liam, kemarilah dan duduklah di sampingku!"


Liam kemudian berjalan menghampiri Jane dan duduk bersila di samping Jane "lalu sekarang apa?"


Jane kemudian mengangkat tangannya seperti bersiap - siap ingin menamparnya dengan sangat keras yang membuat Liam memejamkan matanya sembari memiringkan tubuhnya. Jane kemudian mengusap rambut Liam dan beralih mengusap pipinya "tingkahmu sangat mengemaskan seperti anak kecil saja, kenapa mengintipku seperti itu?"


"Aku takut, jika kamu memukuliku karena kejadian semalam."


"Aku tidak akan memukulimu Liam, lagipula aku sadar jika semalam aku yang salah."


"Syukurlah jika kamu menyadarinya," ucap Liam setengah bercanda.

__ADS_1


Jane berdecak sembari memutar bola matanya "iya, aku sudah menyadarinya."


"Jadi sekarang bagaimana?"


"Ya kita berdamai."


"Kali ini aku setuju denganmu."


"Kalau begitu, kamu mau ikut aku melakukan senam yoga?"


"Tidak, aku akan melihatnya saja di sini."


"Baiklah jika itu kemauanmu, tetapi awas saja jika kamu berani macam - macam kepadaku!"


"Aku tidak akan berani macam - macam denganmu walaupun kamu hanya menggunakan bra dengan celana legging saat ini."


"Baguslah jika seperti itu."


Jane kemudian melanjutkan kembali melakukan senam yoga, sedangkan Liam merebahkan tubuhnya di lantai sembari mengamati Jane melakukan senam yoga. Liam mengakui bahwa tubuh Jane sangat menawan bahkan wajahnya juga sangat cantik sehingga tidak ada satu orangpun yang tidak ingin melihatnya dari dekat, pantas saja jika dia sekarang menjadi model yang terkenal dan menjadi duta merk terkenal. Liam kemudian tertidur saat dia tengah mengagumi betapa menawannya paras Jane tersebut. Jane yang menoleh ke belakang kemudian dikejutkan oleh Liam yang sedang tertidur pulas di lantai bahkan hingga mendengkur. Lalu setelah itu Jane berhenti melakukan senam yoga karena dia menertawakan Liam yang tertidur dengan badan terlentang seperti seorang anak kecil. Jane lalu mengangkat kepala Liam dan meletakkannya ke dalam pangkuannya agar kepalanya tidak merasa sakit. Seperti biasa Jane kemudian mengusap lembut rambut hingga pipi Liam dan menatap wajah polosnya saat sedang tertidur. Liam lalu terbangun dan langsung memeluk pinggul Jane yang sedikit lengket karena berkeringat dan mendekatkan wajahnya ke perut Jane untuk melihat abs yang dimiliki oleh Jane.


"Iya dong, memangnya kamu saja yang punya?"


Liam lalu memanyunkan bibirnya seperti seorang anak kecil yang marah karena tidak dibelikan coklat "tetapi kenapa kamu juga bisa mempunyai ini?"


"Karena aku juga sering berolahraga, sama sepertimu."


"Oh begitu rupanya, aku kira kamu hanya sibuk pemotretan dan berbelanja saja."


"Aku juga sering berolahraga, Liam."


Liam kembali memanyunkan bibirnya "Jane aku ingin membeli komik, kamu mau mengantarku atau tidak?"


Jane yang merasa gemas melihat tingkah laku Liam, kemudian dia mencubit pipi Liam "iya, nanti aku akan mengantarmu pergi ke toko buku."


"Sekalian kamu yang membayarnya ya?"

__ADS_1


"Malah ngelunjak."


"Sekali - sekali kan tidak apa - apa, lagipula harganya juga tidak semahal tas branded mu itu."


"Iya nanti aku akan membelikannya untukmu."


"Sekarang kamu mandilah! karena badanmu lengket terkena keringat."


"Kamu saja belum mandi dan rambutmu masih berantakan, kenapa malah menyuruhku untuk mandi?"


"Ya tidak apa - apa, kalau aku kan ingin kembali tidur."


"Apa tidurmu kurang cukup? kamu saja tadi sudah tertidur sampai mendengkur," ucap Jane mengejek Liam.


"Benarkah?" tanya Liam yang merasa tidak percaya dengan ucapan Jane.


"Iya Liam, masa aku berbohong."


"Kok aku tidak tau jika aku tadi mendengkur saat tidur?"


"Karena kamu tadi tertidur jadi kamu tidak bisa mendengarnya, harusnya tadi aku vidio dan aku tunjukkan kepadamu saat ini."


"Jangan!"


"Kenapa?"


"Aku malu."


Jane menertawakan Liam "ya sudah, aku akan mandi sekarang lalu menyiapkan makan siang."


"Baiklah aku akan kembali tidur."


"Kamu juga mandi, katanya nanti ingin pergi ke toko buku untuk membeli komik."


"Nanti sore saja."

__ADS_1


"Ya sudah terserah kamu saja."


__ADS_2