Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #340


__ADS_3

Setelah itu Liam tidur sejenak di kamar Yeji untuk beristirahat karena merasa lelah, sedangkan Yeji dan yang lainnya sedang membahas beberapa hal mengenai rencananya membuka toko distro. Jadi yang belum paham atau mengetahui mengenai toko distro, jadi intinya toko tersebut menjual berbagai macam pakaian, sepatu, maupun tas yang diproduksi sendiri oleh sebuah brand merk dan semua barang yang dijual diberi nama brand dari toko tersebut secara khusus. Yeji mulai mencari beberapa tempat yang strategis untuk mendirikan toko tersebut agar lebih mudah dijangkau oleh orang lain, dan setelah itu mereka juga memikirkan beberapa design nama merk mereka sendiri.


Mereka semua berunding mengenai beberapa hal yang harus dipersiapkan agar dapat berjalan dengan lancar, sedangkan Liam hanya sebagai pelengkap serta support system saja jadi dia tidak terlalu dibutuhkan untuk saat ini dan dia bisa bebas melakukan apa saja yang harus dilakukan. 30 menit kemudian keluar dari kamar Yeji dan menyempatkan untuk berbincang sebentar dengan teman - temannya termasuk Yeji sebelum dia berpamitan untuk pulang. Setelah menyelesaikan perbincangannya Liam lalu mengendarai motor sport miliknya dan pulang ke rumah.


Liam kemudian berfikir mengenai bayarannya sebagai model Yeji, dan jika difikir - fikir itu lumayan juga karena bisa sebagai uang pegangan untuknya jika ada kebutuhan yang mendesak. Saat diperjalanan pulang Liam menyempatkan untuk membelikan jajanan kesukaan Jane sebagai oleh - oleh untuknya, apalagi dia habis menerima uang bayaran dari Yeji. Sesampainya di rumah Liam langsung memarkirkan motornya di depan rumahnya karena dia ingin mencucinya. Sudah lama Liam tidak mencuci motornya, dan kebetulan cuaca hari ini sangat cerah jadi Liam berniat untuk mencuci motornya. Setelah itu dia masuk ke dalam dan mengganti baju yang dia kenakan sebelum berinteraksi dengan baby Ace. Tidak hanya itu juga Liam juga membasuh tangannya agar bersih dari kuman agar tidak membuat baby Ace sakit.


"Hai jagoan daddy, sedang apa?" tanya Liam menoel pipi chubby Ace.


Jane tersenyum dan nada bicaranya menirukan seorang anak kecil.


"Sedang berbincang bersama dengan eomma, daddy."


"Aku ingin menggendongnya Jane," ucap Liam merasa tidak sabar.


Jane kemudian menyerahkan baby Ace kepada Liam


"Ini hubby pelan - pelan ya."


"Iya sayang," ucap Liam sembari menimang baby Ace.


"Tadi kamu habis pergi kemana hubby?" tanya Jane merasa sedikit curiga.


"Aku sedang pergi ke tempat temanku untuk membantunya mengerjakan tugas kuliah, orangnya yang aku ceritakan kepadamu waktu itu."


"Oh begitu, aku kira kamu..."


"Tidak sayang, aku tidak mungkin menyelingkuhimu."


Jane menghela nafasnya kasar.


"Entahlah Li, walaupun 1000 kali kamu mengatakan seperti itu kepadaku untuk meyakinkan aku namun rasanya masih seperti ada yang mengganjal saja."


"Kenapa begitu?"

__ADS_1


"Perasaanku rasanya tidak enak saja, seperti ada feeling jika kamu mulai berbuat seperti itu kepadaku. Kamu itu berbeda sekali dan tidak seperti biasanya."


"Maaf karena telah membuatmu merasa seperti itu namun aku bersumpah demi Tuhan jika aku tidak berbuat hal seperti itu sayang."


"Apa aku bisa mempercayaimu?" tanya Jane ragu.


"Sayang..."


"Ah terserahlah berbuat saja sesukamu karena aku tidak peduli, bukankah dari awal kita menikah hanya untuk menyenangkan kedua orang tua kita masing - masing?"


"Itu dulu namun sekarang beda lagi, aku sekarang benar - benar menyayangimu."


"Menyayangiku atau menyayangi anak kita berdua?"


"Aku menyayangi dua - duanya, jujur sekarang aku sudah sangat menyayangimu karena aku sudah merasa nyaman kepadamu."


"Hmmmm. Eh ini apa?"


"Itu tadi aku membelikan kamu jajanan kesukaanmu."


"Tetapi aku lebih suka kamu yang seperti itu karena kamu akan terlihat semakin menggemaskan."


"Tidak Liam!"


Liam langsung menunduk.


"Oh baiklah jika kamu tidak ingin memakannya, lebih baik dibuang saja."


"Ya."


Liam lalu menyerahkan baby Ace.


"Ini, aku akan pergi mencuci motorku sebentar."

__ADS_1


"Okay."


Liam pergi dengan rasa sedikit kecewa dengan sikap Jane terhadapnya dan juga dengan ucapan Jane. Entah mengapa Liam sedikit merasa tersinggung dengan ucapan Jane yang mengatakan bahwa pernikahan mereka berdua bukan berdasarkan oleh cinta namun hanya karena ingin memyenangkan kedua oramg tuanya saja. Setelah itu Liam mengambil perlatannya dan langsung mulai mencuci motornya. Liam menyemprotkan selang airnya ke arah motornya dan setelah semuanya basah, Liam lalu menggosok motornya dengan sponge yang sudah dicelupkan di ember berisi air sabun.


Liam menggosoknya secara perlahan sampai bersih, dan setelah itu dia membilasnya dengan air bersih dari kran. Sembari memggendong anaknya, Jane menatap Liam yang sedang mencuci motornya dari jendela rumahnya. Jane berfikir apakah ucapannya kepada Liam tadi sudah sangat keterlaluan sehingga membuat Liam merasa sangat tersinggung? jika dilihat dari tingkah laku Liam sepertinya dia memang sudah merasa tersinggung dengan ucapan Jane. 15 menit kemudian Liam yang telah selesai mencuci motornya lalu kembali ke kamar dan berbaring di atas ranjang. Liam lalu menyalakan televisinya dan menontonnya sampai dia tertidur. Saat Liam tengah tertidur, Jane lalu membangunkan Liam sebentar.


"Hubby, tolong jaga baby Ace sebentar ya karena aku ingin mandi."


"Hmm," ucapnya kembali tidur.


*Oek oek oek.*


"Hei cup cup cup maafkan daddy karena telah mengabaikan kamu," ucap Liam yang tiba - tiba saja terbangun mendengar baby Ace menangis.


Tidak lama kemudian Jane menghampiri Liam yang sedang menggendong baby Ace.


"Baby Ace menangis ya hubby?" tanya Jane.


"Iya, tetapi dia sudah tenang."


"Oh begitu, ya sudah aku akan pergi mengganti pakaian terlebih dahulu."


"Okay."


Saat malam hari setelah Liam menidurkan baby Ace, Liam sedang duduk di balcony kamarnya sembari menatap langit malam yang sedang disinggahi oleh bulan sabit. Liam kemudian berfikir jika sepertinya memang benar bahwa bulan tidak bisa menyatu dengan matahari karena perbedaannya yang sangat jauh. Jika misalnya bisa bertemu serta menyatupun butuh waktu bertahun - tahun. Namun entah mengapa tiba - tiba Liam mendengar sebuah bisikan dari telinganya yang memintanya untuk lompat dari balcony tersebut. Liam lalu berusaha untuk melawannya namun semakin lama bisikan tersebut semakin kencang hingga membuat telinganya merasa sakit. Liam kemudian mencoba menjauh dari balcony kamarnya dan tiba - tiba saja semuanya menjadi gelap hingga membuat Liam jatuh tidak sadarkan diri.


"Brugh.* Liam jatuh tepat di depan pintu balcony kamarnya. Jane yang baru saja keluar dari kamar wardrobe, langsung dibuat terkejut karena melihat Liam yang sudah terbaring di atas lantai.


"Hubby, sayang bangun."


Jane kemudian menghubungi nomor dokter pribadi Liam saat itu juga dan setelah itu dia memanggil Pak Kang untuk membantunya mengangkat Liam ke ranjang. Tidak lama kemudian dokte Ben sudah berada di rumah Liam dan sedang memeriksa Liam yang tengah berbaring di atas ranjang.


"Bagaimana kondisi Liam dok?" tanya Jane cemas.

__ADS_1


"Liam selalu seperti ini saat dia sedang lelah sekaligus merasa stress, oleh sebab itu kita harus selalu mendampinginya saat dia sedang stress agar tidak terjadi hal seperti ini lagi."


"Baik dok."


__ADS_2