Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #179


__ADS_3

Sekitar 20 menit kemudian Jane bangkit dari ranjangnya dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk mandi, sedangkan Liam masih terbaring di atas ranjang sembari memainkan vidio game karena ingin mengejar rangking di dalam permainan vidio game itu. Liam merasakan lelah di sekujur tubuhnya namun nikmat sekali sehingga membuatnya ketagihan, maklum Liam belum pernah melakukan hal tersebut walaupun dia anaknya sangat nakal. Kata orang tuanya Liam nakalnya lebih suka ke clubbing dan berantem. Setelah menang satu match Liam kemudian mematikan handphone miliknya karena kalau main satu match lagi pasti dirinya akan kalah dan bintangnya akan hilang satu (sesuai pengalaman author).


Jane yang masih memakai bathrobe dengan handuk di kepalanya kemudian menghampiri suaminya yang baru saja selesai bermain vidio game dan menyuruhnya untuk mandi. Bukannya langsung mandi namun Liam justru kembali memeluk erat istrinya itu dan kembali tertidur tetapi hanya pura - pura saja agar tidak jadi mandi, bukannya apa - apa hanya saja Liam malas sekali mandi pagi apalagi saat itu jan masih menunjukkan pukul 6 pagi. Jane hanya menggelengkan kepalanya melihat Liam yang sedang berpura - pura tidur hanya karena tidak ingin disuruh mandi pagi. Jane kemudian mengusap lembut rambut Liam sembari memainkannya sampai dia benar - benar tertidur lelap, tetapi tiba - tiba terlintas di kepalanya jika dia ingin mengerjai Liam.


Jane lalu mengambil kuncir rambut miliknya serta sebuah pulpen yang berada di atas meja. Jane kemudian menguncir rambut Liam menjadi 2 dan menggambari wajahnya. Setelah puas mengerjai Liam, Jane kemudian membuat teh dan menikmati teh buatannya sembari melihat Liam yang sedang tertidur dengan wajah yang penuh dengan coretan pulpen. 1 jam kemudian Liam terbangun dan dia mengintip Jane yang sedang berganti baju di depannya dengan senyuman nakalnya. Selesai berganti baju Jane kemudian pergi berjalan - jalan keluar kamar dan bertemu dengan keluarganya sembari sarapan pagi. Liam kemudian bangun dan langsung pergi menemui teman - temannya untuk bermain game tanpa mandi terlebih dahulu.


"Lah wajah kamu kenapa tuh?" tanya Chicko sembari menertawakan Liam.


"Iya aku tau kalau wajahku ini sangat tampan."


Ricko yang langsung melihat wajah Liam pun seketika dia tertawa "iya Li, kamu memang tampan."


"Wah keren sekali tatto di wajahmu," ucap Dio mengejek Liam.


"Tatto wajah? aku tidak mempunyai tatto wajah."


Dio lalu memotret wajah Liam dan menunjukkannya kepada Liam "wah tampan sekali."


"Pasti editan," ucap Liam menyangkalnya.


"Kalau tidak percaya lihat saja dari handphone milikmu," ucap Dio menertawakan Liam.


Ricko lalu menepuk bahu Liam "memangnya semalam kalian berdua habis ngapain sampai wajahmu penuh dengan coretan seperti itu?"


"Sialan, pasti gara - gara Jane."


Chicko tertawa semakin keras "hahaha malam pertama harusnya kamu yang ngerjain Jane tetapi justru malah kamu yang dikerjain Jane."


Liam kemudian mencelupkan wajahnya ke dalam kolam renang sembari menggosoknya agar coretan - coretan tersebut hilang namun susah sekali hilang dari wajah Liam. Saat Liam sedang sibuk membersihkan wajahnya di tepi kolam renang, Dio kemudian mendorong tubuh Liam agar tercebur ke kolam renang.


"Dasar b*jing*n," ucap Liam mengumpat.


Mereka bertiga lalu menertawakan Liam "hahaha mampus."


"Aku tau jika kamu belum mandi, makanya aku ceburkan ke dalam kolam renang sekalian."


"Sialan!!!" teriak Liam.


Ricko lalu memberikan pool towel kepada Liam "cepat segera mandi dan bersihkan coretan di wajahmu itu."


"Terima kasih," ucap Liam sembari menerima pool towel dari Ricko.


Memang dasarnya Liam itu jorok, bukannya langsung pergi ke kamar untuk mandi namun Liam justru pergi mencari Jane. Liam kemudian melihat keluarga besarnya sedang berkumpul di ruangan santai untuk tamu hotel dan dia langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Mana Jane?" tanya Liam merasa kesal.


"Kenapa penampilanmu seperti tikus tercebur di got?" tanya Rosie mengejek Liam.


"Ini gara - gara Jane, mana Jane?"


"Aku kenapa?" tanya Jane sembari menahan tawanya.


"Kamu kan yang menggambar wajahku seperti ini? gara - gara kamu aku jadi ditertawakan oleh teman - temanku."


Jane tertawa "kamu pasti belum mandi?"


"Belum."


"Makanya itu kan aku dari tadi menyuruhmu untuk mandi, coba saja kamu mengikuti ucapanku pasti kamu tidak akan ditertawakan oleh teman - temanmu."


"Tetap saja ini semua gara - gara kamu dan kamu harus bertanggung jawab karena ini tidak bisa hilang."


"Mandi dulu lalu digosok pakai sabun, kalau tidak bisa hilang juga nanti aku akan membantumu."


"Awas saja kamu, aku akan membalas ini semua."


Grandma yang tidak sengaja berpapasan dengan cucunya saat akan menuju ke ruangan santai, grandma lalu bertanya mengapa cucunya itu berjalan sembari menggerutu. Rosie langsung menceritakan apa alasan Liam seperti itu dan setelah mendengar cerita dari Rosie, grandma hanya tertawa tanpa berkomentar apa - apa. Disisi lain Liam yang masih sibuk mandi sembari menggerutu, tiba - tiba pintu kamar mandinya diketuk oleh Jane yang bertanya kepadanya apakah sudah selesai mandi ataukah belum. Bukannya menjawab pertanyaan Jane justru Liam malah semakin menggerutu hingga membuat Jane langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi karena dia merasa tidak sabar.


"Aaaaa!!!" teriak Liam.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri."


"Caranya?"


"Dengan bantuan sikat gigi dan sabun."


Jane menghela nafasnya "nanti kalau dengan cara itu wajahmu akan sakit."


"Tidak, buktinya aku tidak merasakan perih sedikitpun."


"Wajahmu sudah memerah sayang!"


"Ya sudah," ucap Liam dengan cemberut.


"Maaf karena telah mencoret - coret wajahmu," ucapnya sembari membersihkan wajah Liam.


"Tidak masalah."

__ADS_1


Begitu menyelesaikan mandinya Liam kemudian berlari keluar untuk bermain game bersama dengan teman - temannya, sedangkan Jane kembali bersantai bersama dengan Irene dan Rosie.


"Sepertinya eonni harus sering - sering menjahili Liam."


"Kenapa begitu?"


"Aku suka melihat Liam merasa kesal seperti itu, lagipula aku juga merasa puas karena dendamku terbalaskan."


"Kamu ini," ucap Jane sembari menggelengkan kepalanya.


"Sekarang Liam berada dimana?" tanya Irene.


"Dia sedang bermain game bersama dengan teman - temannya."


"Oh begitu rupanya, kenapa kalian berdua tidak berjalan - jalan berdua?"


"Tidak, aku hanya sedang ingin bersantai saja sekarang."


"Benar juga," ucap Irene sembari menyeruput teh miliknya.


"Kamu setelah ini akan kembali ke Indonesia dan tinggal disana?"


"Benar, aku ikut Liam."


"Yah, kita jadi jarang bertemu dong?"


"Kamu kan bisa mengunjungiku saat kamu sedang tidak ada jadwal."


"Baiklah."


"Rosie, katanya kamu akan pulang ke Australia terlebih dahulu bersama daddy, grandma, dan grandpa kan?"


"Iya eonni, aku ingin bertemu dengan teman - temanku."


"Jadi yang ke Indonesia hanya aku, Liam, mommy, dan teman - teman Liam saja?"


"Sepertinya begitu."


Karena merasa sedikit gerah Jane kemudian menguncir rambutnya namun tiba - tiba ada yang meniup lehernya hingga membuatnya merinding "kenapa tiba - tiba menjadi merinding seperti ini."


Irene menunjuk ke belakang "itu ada suamimu."


"Kenapa?" tanya Jane.

__ADS_1


"Ayo jalan - jalan."


"Okay."


__ADS_2