
Dio terus berbincang dengan Liam sembari meminum kopi buatan bibi, dan setelah itu dia berjalan mendekati action figure yang berdiri tegak di dekat pintu rumah. Dio mengamati setiap detail dari action figure tersebut dan merasa terkagum dengannya, apalagi itu merupakan action figure original yang harganya bisa seharga mobil. Dio kemudian beralih melihat - lihat dekorasi yang diletakkan di lemari kaca rumah Liam, termasuk foto pernikahan sahabatnya itu.
Dio merasa bahwa rasanya baru kemarin dia pergi ke Korea Selatan untuk yang pertama kalinya karena menghadiri acara pernikahan sahabatnya itu, akan tetapi tiba - tiba saja dia sudah mempunyai seorang anak. Bahkan Ricko juga sama seperti itu, dan sekarang dia sedang berfikir bagaimana caranya mendapat seorang wanita yang bisa dijadikan istri olehnya. Dia juga ingin merasakan bagaimana menjadi seorang suami sekaligus ayah seperti kedua sahabatnya yang lain.
Setelah itu Dio kembali duduk di samping Liam dan berbincang dengannya mengenai vidio game yang belum lama ini dia mainkan dengan Ricko. Liam bercerita bahwa game tersebut sangat asyik dan sangat cocok jika dimainkan ketika saat sedang ingin bersantai. Setelah itu Liam menghidupkan PS5 miliknya dan membiarkan Dio mencoba game tersebut untuk menilainya sendiri. 1 jam kemudian Dio telah pulang ke rumah dan Liam kemudian pergi ke kamarnya sembari menggendong baby Ace untuk menidurkannya si kamarnya.
Setelah itu Liam menghampiri Jane yang masih saja tertidur nyenyak dengan posisi yang sama. Karena merasa gemas dengan Jane, Liam kembali menciumi punggung Jane itu dan hal tersebut membuat Jane terbangun.
"Nggg hubby," ucap Jane.
"Bangun, sudah hampir malam."
Jane lalu menoleh ke sampingnya dan merasa terkejut.
"Eh baby Ace kemana?" tanya Jane cemas.
"Baby Ace sudah aku tidurkan di kamarnya, ayo bangun dan makan malam namun sebelum itu mandi dulu."
"Baby Ace sudah kamu mandikan?"
"Sudah sayang, termasuk memberinya susu juga."
"Hah syukurlah," ucap Jane bernafas lega.
"Tidak perlu khawatir sayang, aku selalu bersedia untuk membantumu mengurus baby Ace karena dia kan juga anakku."
"Terima kasih ya," ucap Jane menatap Liam.
"Tidak perlu berterima kasih kepadaku, karena itu memang sudah menjadi kewajibanku juga."
Jane memeluk Liam.
"Aku merindukanmu."
"Iya aku juga, mmm tadi pasti kamu sangat kelelahan karena seharian pergi sembari menjaga baby Ace bukan?"
"Iya hubby."
Liam lalu duduk di atas ranjang dan menggendong Jane ke pangkuannya.
"Enak tidak dipijat oleh Bi Ijah?"
"Enak, sekarang tubuhku terasa ringan setelah dipijat oleh Bi Ijah."
__ADS_1
"Tentu saja begitu karena Bi Ijah sangat pandai sekali memijat, besok aku akan meminta Bi Ijah untuk memijatmu 3 hari sekali jika kamu menginginkannya."
"Bukankah itu terlalu cepat?"
"Lalu maunya berapa hari sekali sayang?"
"5 hari sekali saja hubby."
"Hmm baiklah, as you wish my lady."
Liam lalu menciumi leher Jane hingga membuat Jane terkekeh geli.
"Kenapa kamu tertawa seperti itu heum?" tanya Liam sembari menatap bekas hickey di leher Jane.
"Kumismu membuatku merasa sangat geli."
"Oh begitu rupanya," ucapnya lalu kembali mencium leher Jane dan juga wajahnya.
"Hahaha hubby geli, besok aku cukur kumismu ya?"
"Eh cepat sekali, rasanya baru kemarin kamu mencukur kumisku."
"Iya hubby namum sekarang kumismu sudah panjang kembali."
Setelah itu Liam menyuruh Jane untuk mandi terlebih dahulu karena sebentar lagi makan malam sudah siap. Liam yang masih duduk di ranjangnya lalu dia mengambil handphone Jane, dan membukanya untuk melihat - lihat sosial medianya termasuk pesan yang dikirimkan oleh si A. Ternyata saat Liam mencarinya, semua pesan tersebut sudah tidak ada dan bahkan nomor handphone milik pria itu. Liam menduga bahwa Jane sengaja memblokir lalu menghapus nomor tersebut setelah pertengkaran pada malam itu agar dia tidak menghubunginya lagi.
Beberapa hari kemudian saat malam hari Jane sedang duduk di ranjangnya setelah menidurkan baby Ace, sedangkan Liam sedang bermain game di ruang pribadinya. 1 jam kemudian Liam naik ke atas dan menemui Jane yang sedang berkirim pesan dengan Irene. Liam yang merasa penasaran lalu dia mengintip percakapan tersebut dan setelah mengetahui bahwa dia sedang berkirim pesan dengan Irene, dia lalu berbaring di ranjangnya. Liam merasa mengantuk sekali dan ingin cepat - cepat tidur. Jane lalu meletakkan handphone miliknya dan langsung memeluk Liam.
"Kenapa babe?" tanya Liam.
"Tadi aku sedang berkirim pesan dengan Irene saja kok."
"Iya aku sudah tahu, lalu?"
"Aku hanya menjelaskannya kepadamu agar kamu tidak salah paham seperti malam itu, jujur aku sangat takut melihatmu sangat marah seperti itu dan jika sampai meninggalkan aku dengan baby Ace."
"Iya babe, maafkan aku telah berbuat kasar denganmu."
Jane mengangguk.
"Aku sudah memaafkan kamu dan aku sangat mencintaimu."
"Iya akupun juga begitu," ucap Liam memeluk Jane.
__ADS_1
"Mmm kamu ingin langsung tidur atau bagaimana?" tanya Jane mulai menggoda Liam.
"Mmm itu aku terserah kamu saja, enaknya langsung tidur atau bagaimana terlebih dahulu?"
"Bagaimana apanya sayang?"
"Itu ehem hehe. Sebenarnya aku sangat mengantuk namun jika kamu menginginkannya tidak masalah sih, aku akan dengan senang hati melakukannya."
"Kalau begitu aku memilih untuk tidur lebih awal saja, meskipun besok kamu libur."
"Hmm baiklah."
Jane tertawa.
"Tidak hubby, aku hanya bercanda saja kok."
Jane lalu menanggalkan semua pakaiannya dan Liam langsung menindih tubuh Jane. Setelah itu dia mencium leher dan bibir Jane sembari tangannya aktif kemana - mana. Jane mengakungkan kedua tangannya di leher Liam sembari menikmati setiap ciuman yang Liam berikan. Skip beberapa menit kemudian Liam sudah tertidur di pelukan Jane, sedangkan Jane masih sibuk berkirim pesan dengan Irene.
Jane merasa heran saat menatap wajah Liam yang tengah tertidur itu dan berfikir bahwa sekarang dia sudah bisa tertidur nyenyak tanpa diganggu oleh mimpi buruk yang terus menghantuinya saat dia tidur. Jane merasa bahwa mungkin yang Liam butuhkan hanyalah sebuah pelukan saat dia tengah tertidur agar dirinya merasa lebih nyaman, sehingga dia tidak diganggu oleh mimpi buruk itu.
"Jane," panggil Liam lirih.
"Ya hubby, kenapa sayang?"
"Aku haus, tolong ambilkan minum."
Jane lalu beranjak dari ranjangnya dan mengambil air minum yang baru untuk Liam.
"Ini minumnya."
"Tadi kamu sedang apa dan kenapa belum tidur?"
"Aku masih berkirim pesan dengan Irene, dan dia bercerita mengenai kekasihnya itu."
"Oh begitu. Mmm sepertinya aku akan mulai membuka cafe sendiri setelah mendapatkan modal."
"Apapun itu aku akan mendukungmu hubby, mmm bagaimana jika aku akan memberikan berapapun yang kamu butuhkan untuk membuka cafe?"
"Tidak perlu Jane, aku tidak merasa enak denganmu dan lebih baik kamu simpan saja uangmu untuk jajan sendiri."
"Tidak apa - apa hubby."
"Tidak Jane, mmm uang tabunganmu lebih baik kamu simpan untuk keadaan darurat saja."
__ADS_1
"Oh baiklah hubby."