Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #401


__ADS_3

Mereka berdua kembali melanjutkan diskusi mereka mengenai rencana liburan mereka berdua ke Bali, dan juga tujuan destinasi wisatanya. Jujur Jane masih tidak menyangka jika Liam yang dahulu merupakan kulkas 100 pintu bisa menjadi sangat manja seperti ini, apalagi badannya yang sangat kekar dan besar seperti seorang gladiator tiba - tiba menjadi lemah lembut seperti sekarang. Liam yang selalu ditakuti karena seperti tukang pukul namun nyatanya dia seseorang yang lemah lembut, dan juga hatinya sangat rapuh.


Namun semua itu bisa disembunyikan olehnya karena dia selalu pandai memendam apapun yang dia rasakan. Bahkan kerabat terdekatnya sangat bersyukur karena dia mempunyai istri yang baik dan juga perhatian seperti Jane, apalagi Jane juga sangat pandai mengurus sekaligus mengarahkan Liam jika ada sesuatu hal yang membuat Liam merasa bimbang.


Liam kemudian duduk di samping Jane untuk meminum jus alpukatnya, dan dia memperhatikan Jane yang sedang sibuk dengan layar ipadnya untuk mencari beberapa destinasi wisata yang sangat cocok untuk liburan keluarga. Liam berkata bahwa rencananya dia ingin mengajak Jane untuk menginap di hotel miliknya saja, serta berangkat dengan menggunakan private jet yang kebetulan sedang berada disini karena grandpa ada disini. Private jet milik keluarganya biasanya dipakai oleh grandma dan juga grandpa saat sedang bepergian keluar negeri, karena biasanya mereka berdua membawa bodyguard pribadinya.


Setelah Jane menyetujuinya, Liam kemudian menghubungi grandpa untuk meminta izin darinya langsung jika dia ingin meminjam private jet pribadinya sebentar. Grandpa langsung mengiyakan permintaan Liam tersebut dan mengurungkan keinginan mereka berdua pulang ke Australia, lagipula grandma masih sangat rindu dengan semua cucunya. Disisi lain saat ini grandma sedang berada di taman belakang rumahnya bersama Mrs Robinson karena mereka sudah lama tidak berbincang bersama.


"Aku perhatikan semakin lama Jonathan semakin mengalami kemajuan setelah bersamamu dan aku sangat berterima kasih kepadamu," ucap grandma.


Mrs Robinson tersenyum.


"Saya tidak pernah lupa dengan janji saya kepada mommy waktu itu saat mommy menemui saya di toko bunga tempat kerja saya. Mommy meminta saya untuk menerima pernyataan cinta Jonathan dan meminta saya untuk merubah Jonathan menjadi pria yang lebih baik, meskipun tanpa diminta sekalipun oleh mommy."


"Seharusnya aku tidak mengatakan hal tersebut kepadamu karena sekarang justru mommy yang merasa malu kepadamu karena perlakuan mommy waktu itu."


"Mom, jangan merasa seperti itu karena saya tahu bahwa setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya."


"Tapi sekarang kamu juga anakku, jadi aku menginginkan yang terbaik untuk kalian berdua."


"Terima kasih karena mommy dan daddy sudah bersedia untuk mengisi figure orang tua di hidup saya setelah selama dua tahun lebih saya kehilangan figure orang tua yang membuat saya merasa seperti kehilangan arah tujuan."


"Tidak perlu berterima kasih kepada kita berdua karena setelah kamu menjadi seorang menantu di keluarga kami, otomatis kamu juga akan menjadi anak kami juga dan kita berdua akan menjadi orang tuamu."


"Jujur semenjak kehilangan kedua orang tua saya serta diceraikan oleh mantan suami, saya merasa bahwa saya telah kehilangan arah tujuan hidup. Namun setelah bertemu dengan Jonathan yang memiliki sifat seperti itu, saya merasa bahwa saya kembali hidup apalagi setiap hari selalu mendengarkan kata - kata lelucon darinya."


"Jonathan memang sifatnya seperti itu, dia anaknya sangat childish dan slengean maka dari itu aku menginginkan kamu untuk sedikit merubah sifatnya itu. Dahulu Jonathan mengancamku dengan mengatakan bahwa dia tidak akan menikah jika tidak denganmu."


"Benarkah mom?" tanya Mrs Robinson tidak percaya.

__ADS_1


"Iya bahkan saat aku berusaha untuk mengenalkan beberapa wanita kepadanya namun tetap saja dia tidak tertarik dengan mereka semua, dan akhirnya aku yang menurunkan egoku untuk membiarkan dia bersamamu."


"Maaf ya mom."


"Namun sekarang aku percaya bahwa ternyata pilihannya selama ini tepat dan justru pilihanku lah yang salah. Aku mendengar bahwa beberapa wanita itu hanyalah menyusahkan suaminya saja serta sering menghamburkan uang suaminya."


"Terima kasih sudah mempercayakan saya untuk berada disisi Jonathan."


"Justru aku yang berterima kasih kepadamu karena telah menerima pernyataan cinta Jonathan waktu itu, kalau tidak pasti aku tidak akan mempunyai cucu kembar laki - laki hahaha."


Mrs Robinson ikut tertawa setelah mendengar grandma tertawa karena berusaha menggodanya.


"Aku bersyukur sekali karena telah diberi kesempatan kedua untuk mempunyai keluarga yang lengkap, dan aku terkejut saat waktu itu mommy sudah mengetahui statusku yang sebenarnya."


"Sebelum kamu kita bertemu Jonathan sudah menceritakan semuanya mengenai dirimu sekaligus mengenai statusmu itu, dan jujur awalnya aku merasa keberatan dengan itu namun setelah mengenalmu secara pribadi barulah aku mantap untuk merestui kalian berdua."


"Aku khawatir jika tiba - tiba ada yang mengaku - ngaku sebagai anakmu dari hubungan yang sebelumnya jika ada orang yang mengetahui mengenai status keluarga kita, dan juga aku sangat takut jika mantanmu selalu mengusik kehidupan putraku."


"Tidak mungkin mom, saya bisa jamin itu tidak akan terjadi karena dia sudah hidup bahagia dengan keluarganya sendiri."


"Benarkah? kamu sudah bertemu dengan mantan suamimu itu?"


"Pernah sekali aku bertemu dengannya secara tidak sengaja waktu anaknya masih kecil, mungkin sekarang sudah SMA."


"Oh begitu. Jujur aku tidak suka jika cucuku sifatnya ada yang mirip dengan Jonathan dan bahkan aku selalu berdoa agar tidak ada yang mirip dengannya, akan tetapi tiba - tiba ada salah satu dari mereka berdua yang mewarisi sifat slengeannya itu."


Mrs Robinson tertawa.


"Maksud mommy, Liam?"

__ADS_1


"Iya, kamu tahu sendiri kan jika Liam persis sekali dengan Jonathan bahkan sampai sifatnya juga ckckck."


"Sekarang Liam sudah sedikit mendingan mom, tenang saja karena sudah ada Jane yang bisa mengawasinya."


"Iya Margareth."


Setelah itu Mr Robinson menemui mereka berdua di taman belakang rumah, dan sepertinya memang Mr Robinson tidak bisa jauh dari istrinya itu karena dia selalu ingin dekat dengannya. Saat ditanya mengapa dia masih selalu bucin seperti itu dengan istrinya, jawaban Mr Robinson adalah karena dia dahulu sudah bersusah payah untuk mendapatkan hati istrinya bahkan mendapatkan restu dari kedua orang tuannya. Mr Robinson selalu mengingat hal itu sehingga membuatnya selalu mencintai istrinya. Setelah itu Mrs Robinson meminta suaminya untuk pergi ke toko grosir membeli beberapa kebutuhan rumah tangganya, dan sesampainya disana Mrs Robinson bertemu dengan temannya.


"Kamu Margareth bukan?" tanya pria itu.


"Eh Rudy, sedang apa disini?"


"Ini toko grosir milikku, jadi tentu saja aku sedang menjaga tokoku."


"Oh begitu, sendirian saja?"


"Tidak, ada istriku yang sedang mencari makan malam."


"Oh begitu."


"Ehem," Mr Robinson membersihkan tenggorokannya.


"Oh iya kenalkan ini suamiku namanya Jonathan."


Rudy lalu menjabat tangan Mr Robinson, dan seketika tangan Rudy ditekan oleh Mr Robinson.


"Jonathan Robinson."


"Rudy Wicaksana."

__ADS_1


__ADS_2