Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #394


__ADS_3

*Masih flashback.*


Jane sebenarnya merasa tidak enak dengan Liam, dan setelah itu dia membagi sedikit buah strawberry yang baru saja dia petik kepada Lian sebagai balasan karena telah menolongnya. Setelah itu Jane berkeliling di sekitar rumahnya untuk mencari Liam, dan sekitar 30 menit kemudian Jane pergi menemui kedua orang tuanya yang sedang berbincang dengan orang tua Liam. Jane lalu meletakkan keranjang strawberry miliknya di atas meja dan duduk di dekat Mrs Kim.


Jane mendengarkan semua perbincangan para orang dewasa itu yang membicarakan mengenai banyak hal mulai dari bisnis, golf, dan perkembangan anak mereka masing - masing. Namun secara samar - samar Jane mendengar mereka membicarakan mengenai sebuah perjodohan, dan Jane bertanya - tanya mengenai apa itu perjodohan karena dia masih kecil. Jane tidak mengetahui apapun mengenai perjodohan meskipun umurnya sudah berusia 4 tahun.


Jane terus mendengarkan serta berusaha mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh orang tuanya. Karena Jane sudah lelah memikirkan mengenai tentang perjodohan, Jane kemudian pergi mencuci semua buah strawberry miliknya dan memakannya bersama kakaknya. Setelah itu Jane kembali mengamati mereka yang tengah berbincang dengan sangat serius.


"Jadi bagaimana, siapa yang ingin kamu pilih untuk putrimu? Lian ataukah Gerard?" tanya Mr Robinson.


"Aku ingin yang terbaik untuk putriku, dan aku menyetujuinya karena hanya inilah yang bisa aku berikan untukmu setelah kamu banyak membantu perusahaanku hingga menjadi seperti ini."


"Andrew, jangan merasa seperti ini karena aku hanya menginginkan yang terbaik untuk keluarga kita. Jika misalnya suatu saat perjodohan ini berhasil dengan baik, kita pasti akan menjadi yang terkuat diantara mereka semua sekaligus bisa mengalahkan beberapa perusahaan yang menjadi rival kita dengan sangat mudah."


"Iya maka dari itu aku menyanggupi ajakanmu untuk menjodohkan kedua anak kita sebagai tanda bahwa aku berada di pihakmu, dan juga untuk membalas budi atas semua kebaikanmu kepadaku."


"Hei aku melakukan itu semua karena kamu ini sahabat dekatku, jadi aku tidak ingin kamu merasa bahwa kamu sedang membalas budi. Selama ini aku tidak pernah menganggap bahwa kamu mempunyai hutang denganku atau apalah itu sebutannya, sama sekali tidak pernah karena aku membantumu dengan tulus."


"Tapi rasanya tidak akan enak jika aku menolak ajakanmu itu Jo, ya bagaimana ya?" tanya Mr Kim bingung.


"Kalau belum ingin menjawabnya sekarang ya tidak apa - apa, lebih baik fikirkan secara matang terlebih dahulu apalagi anak - anak juga masih kecil."


"Iya, tapi disisi lain aku ingin jika hubungan keluarga kita terjalin lebih kuat maka dari itu aku menerimanya."


Mr Robinson tertawa.


"Sudahlah lebih baik nanti kamu bicarakan lagi dengan istrimu."


"Bagaimana Anne?" tanya Mr Kim.


"Menurutku tidak masalah hon namun kita lihat saja besok saat mereka berdua sudah dewasa serta umurnya sudah matang untuk menikah. Namun jika misalnya Jane menemukan pria yang baik untuk masa depannya, aku akan membiarkan dia memilih pasangan hidupnya sendiri dan jika tidak maka aku akan mempertimbangkan perjodohan ini."


"Benar apa yang dikatakan oleh Anne bahwa kami para ibu mereka selalu menginginkan yang terbaik untuk anak - anaknya, dan akupun akan melakukan hal yang sama dengan Anne jika putraku menemukan pasangan yang baik untuknya serta yang sangat dicintainya."


"Bukankah akan sulit menikah tanpa rasa cinta?" tanya Mrs Kim.


"Benar Anne, sangat sulit sekali dan itulah sebabnya aku masih belum yakin mengenai perjodohan ini."


"Baiklah kalau seperti itu yang diinginkan para wanita kita, maka kita akan melihat beberapa tahun kedepan."


"Baiklah Jo, aku juga merasa sangat setuju dengan saranmu itu."


"Lalu jika itu terjadi maka siapa yang akan kamu pilih diantara kedua putraku itu Andrew?" tanya Mr Robinson menggoda Mr Kim.

__ADS_1


"Aku lebih ingin melihat Jane menikah dengan Gerard."'


"Apa alasannya?" tanya Mr Robinson.


"Aku penasaran apakah mereka berdua akan berhenti bertengkar setelah mereka menikah dan hidup bersama, sehingga aku sangat ingin Jane menikah dengan Gerard."


Seketika kedua orang tua Liam tertawa.


"Hahaha akupun sebenarnya juga merasa seperti itu," ucap Mr Robinson.


Setelah mendengar perbincangan itu Jane langsung membawa keranjang strawberry miliknya lagi dan pergi untuk memetik buah strawberry di kebun pribadinya. Jane melangkah sembari bersenandung ria saat dia hendak pergi ke kebun, dan tiba - tiba saja dia melihat Liam yang sedang duduk menatap air danau. Jane kemudian menghampiri Liam dan duduk disampingnya. Jane melihat bahwa ternyata Liam sedang menangis sendirian di tepi danau dan ada memar di pergelangan tangan sebelah kiri. Dengan berat hati Jane lalu menyempatkan untuk bertanya kepada Liam hanya untuk sekedar basa - basi saja.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Jane.


"Tidak, aku tidak sedang manangis."


"Jangan bohong!! itu buktinya mata kamu sembab seperti habis menangis."


"Ini mataku terkena debu, dan rasanya sangat perih sekali."


Jane lalu mengeluarkan sebuah sapu tangan kecil dari dalam sakunya. Setelah itu dia mengusap air mata Liam yang sedari tadi membasahi pipinya.


"Jangan menangis, katanya jagoan kok menangis. Mmm dahulu kamu pernah berkata kepadaku bahwa kamu sangat ingin menjadi petarung, lalu kenapa sekarang kamu sangat cengeng sekali sepertiku?"


"Hmm baiklah, apa sekarang kamu sudah mendapatkan suatu medali?"


Liam menggeleng.


"Belum, aku tidak pernah ikut lomba."


"Kenapa blue?"


"Malas, aku tidak menyukai cabang olahraganya."


"Oh begitu, mau ikut aku memetik strawberry lagi?"


Liam mengangguk.


"Boleh."


Jane lalu berjalan menuju ke kebun strawberry miliknya, dan dengan diikuti oleh Liam di belakangnya. Sesampainya disana mereka menyusuri kebun tersebut dan memilih beberapa buah strawberry yang sudah matang. Saat sekiranya sudah cukup, mereka berdua lalu memakannya di tepi danau untuk melihat bebek - bebek yang sedang berenang.


"Ini sudah dicuci dan bisa dimakan langsung," ucap Jane sembari memakan buah strawberry.

__ADS_1


"Meskipun tidak dicuci juga tidak masalah."


"Ihh blue sangat jorok sekali, ini kan kotor kalau belum dicuci."


"Mmm kenapa kamu memanggilku dengan sebutan blue?"


"Karena kamu selalu memakai pakaian yang bewarna biru, apa kamu sangat menyukai warna biru?"


"Iya."


"Kenapa begitu?"


"Aku sangat menyukai langit, jadi aku menyukai warna biru."


"Oh begitu."


"Kamu terlalu banyak memakan strawberry, jadi pipi kamu menjadi sangat chubby."


"Pipiku begini karena ada strawberrynya."


"Benarkah?"


"Aaaaa," ucap Jane membuka mulutnya.


"Oh iya juga."


"Blue, kenapa kamu sangat mirip sekali dengan kakakmu?"


"Karena kami berdua adalah anak kembar indentik."


"Oh, mmm dia namanya Lian bukan?"


Liam mengangguk.


"Benar."


"Kalau kamu?"


"Aku Liam, pakai M."


"Tetapi daddy kamu memanggilmu dengan sebutan Gerard."


"Daddy sering terpeleset memanggil nama kita berdua, jadi dia memanggilku Gerard."

__ADS_1


"Oh."


__ADS_2