
Seperti biasa Liam dan Ricko langsung menggenggam stick PS mereka masing - masing, sedangkan para istri mereka berdua sibuk menggosipp sembari memakan camilan. Kali ini Liam memamerkan stick PS terbarunya yang belum lama ini dia beli melalui toko online, sebuah stick PS yang trasparant karena dari dulu Liam menginginkan namun belum bisa membelinya karena sibuk. Untung saja akhir - akhir ini Jane mengajarinya cara membeli sebuah barang secara online dan juga memberitahunya beberapa hal agar dia tidak tertipu oleh pedagang - pedangang nakal, maklum Liam selama ini belum pernah membeli barang secara online apalagi mengetahui caranya membeli barang secara online.
Liam orangnya sedikit gaptek (gagap teknologi), jadi dia tidak mengetahui cara membeli barang secara online apalagi live instamili. Jadi setiap dia ingin mengoperasikan handphone Jane selalu bertanya ini itu karena tipe handphone mereka berdua berbeda, Liam jika menggunakan handphone yang berbeda pasti dia akan bingung. Pernah waktu itu Liam baru saja membeli handphone baru dan saat dinyalakan dia langsung merasa bingung karena handphonenya berbeda dari sebelumnya dan membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk mengingatnya.
Liam saat ini sedang bermain Asterix & Obelix XXL 3 - The Crystal Menhir. Alasan mereka bermain game itu karena gameplay nya yang lumayan santai serta bisa sekalian refreshing melihat pemandangan di village, dan alasan lainnya adalah karena mereka berdua sudah bosan bermain FIFA ataupun PES. Jika mereka berdua bermain game seperti itu pasti akan selalu berteriak sembari mengeluarkan kata - kata mutiara yang membuat telinga istri mereka menjadi panas. Mereka berdua terlalu jago bermain game tersebut, sehingga persaingannya terlalu ketat dan sering sekali bermain dengan poin imbang.
"Habis ini kemana, kok tidak bisa lewat?" tanya Ricko sembari menekan - nekan tombol stick PS nya.
Liam lalu menunjuk layar televisinya menggunakan jempol kakinya.
"Ikuti tanda panah itu bodoh."
"Ya santai saja, lagipula nanti kalau kamu begitu televisinya ketendang mampus lu."
"Benar juga sih, sayang sekali karena belinya jauh."
"Memangnya kamu belinya dimana?" tanya Ricko penasaran.
"Impor dari luar negeri."
"Oh pantas saja, eh coba kamu beli televisi yang layarnya bisa diputar - putar itu."
"Diputar - putar bagaimana? kipas angin kah?" tanya Liam sembari menggaruk rambutnya.
Ricko lalu mengambil handphone miliknya dan memperlihatkan sebuah vidio mengenai review televisi tersebut.
"Wuihh sangat keren, main game moba seharian auto langsung minus 10 hahaha."
"Y-ya jangan seharian juga bodoh, maksimal bermain game sehari itu hanya 4-5 jam saja."
"Siapa yang berkata seperti itu?"
"Aku, karena aku biasanya durasinya segitu sih."
"Kalau aku mungkin 6-7 jam sehari kalau sedang libur kerja."
Ricko terkejut mendengar pernyataan Liam.
"Pantas saja mata kamu itu minus."
"Tetapi semenjak menikah dan mempunyai seorang anak, aku sudah jarang bermain game."
"Hmm baguslah itu, sering - seringlah bermain dengan anakmu."
"Memanjakan istri?"
"Ya itu termasuk kalau sudah malam hahaha."
Gita langsung menjambak rambut Ricko.
__ADS_1
"Kalian ini sedang membicarakan apa?"
"Mmm kita sedang membicarakan game kok, kenapa sih Git cerewet sekali," jawab Liam.
"Dih dasar," ucap Gita menggerutu.
"Ayo Ric, kita lanjutkan lagi."
"Okay. Eh darahku kenapa tinggal satu?" tanyanya bingung.
"Mungkin kamu terkena panah berkali - kali secara tidak sadar," jawab Liam.
"Bisa saja begitu, ayo kita serang secara brutal."
"Wah kenapa mereka selalu bermunculan terus? apa lebih baik kamu menyerang mereka, sedangkan aku menghancurkan tenda - tenda mereka agar berhenti bermunculan?"
"Ide yang bagus."
"Nanti aku akan membantumu jika aku sudah menyelesaikan misinya menghancurkan tenda."
"Okay siap."
Mereka berdua lalu mulai menjalankan rencana yang telah mereka buat agar memenangkan pertandingan. Liam tugasnya adalah menghancurkan tenda - tenda prajurit musuh agar mereka tidak selu bermunculan, sedangkan Ricko melawan musuh - musuh yang sedang mengeroyoknya. Untung saja Liam bisa menghancurkan tenda - tenda musuh dengan cepat, jadi dia bisa membantu Ricko melawan mereka semua. Setelah mereka berhasil mengalahkan semua lawannya, mereka berdua lalu kembali ke village tadi untuk bersiap ke misi selanjutnya.
"Wah kita mendapat piala," ucap Ricko.
"Yeayy keren, sedikit lagi kita akan mendapat piala ke 3."
"Benar, eh kenapa tiba - tiba aku membawa batu yang sangat besar ini?"
Liam tertawa.
"Hahaha entahlah."
Ricko lalu menekan - nekan stick PS miliknya, dan tiba - tiba saja karakter Ricko menjatuhkan batu tersebut. Ternyata bongkahan batu besar itu sebagai senjata untuk melawan musuh.
"Oh jadi untuk ini."
"Woahhh keren."
"Memangnya kamu belum pernah memainkan game ini?"
Liam menggeleng pelan.
"Belum, ini baru pertama kalinya aku memainkan game ini karena aku baru membelinya."
"Oh begitu rupanya."
"Kamu pasti juga belum kan?"
__ADS_1
"Iya hahaha."
"Pantas saja tadi kelihatan sekali sangat bodoh."
"Heii!!"
"Hayo kalian berdua jangan bertengkar seperti anak kecil hanya karena sebuah game," ucap Gita memperingatkan mereka berdua.
"Iya benar nanti kalau sudah bertengkar pasti akan bingung bagaimana cara untuk berbaikan kembali sampai tidak bisa tidur," ucap Jane menambahkan.
Gita tertawa.
"Hahaha kamu benar Jane."
Setelah mendengar ucapan dari para istrinya, Liam dan Ricko kembali melanjutkan misinya. Beberapa jam kemudian saat malam hari Liam sedang bermain dengan anaknya, sedangkan Jane sedang memakai skincare sebelum dia tidur. Liam menidurkan baby Ace di atas ranjang besarnya yang merupakan ukuran king size. Liam lalu menyanyikan sebuah lagu serta bercanda baby Ace dengan bermain ciluk ba. Melihat hal itu Jane merasa senang sekali karena suaminya bisa lepas dari game meskipun hanya untuk sesaat saja. Setelah itu Liam mencium baby Ace dan menepuk - nepuk pantatnya agar dia tertidur namun ternyata baby Ace masih belum mengantuk serta masih ingin bermain dengan ayahnya.
"Sayang, kenapa baby Ace tidak kunjung tertidur juga?" tanya Liam menatap Jane.
"Mungkin baby Ace masih belum mengantuk dan masih ingin bermain dengan daddy nya."
"Tetapi aku bingung ingin mengajaknya bermain apa lagi, masa bermain PS ataupun bermain gundu? kan sangat aneh."
Mendengar hal tersebut Jane langsung tertawa.
"Ya sudah bermain yang lain saja."
"Bermain apa?" tanya Liam bingung.
Jane lalu menyerahkan sebuah mainan yang berbunyi seperti sebuah lonceng.
"Main ini saja, baby Ace sangat suka dengan ini."
*Cring cring cring.*
Baby Ace langsung tersenyum sembari menggerakkan kaki. dan juga tangannya.
"Wah benar, baby Ace sangat suka dengan suaranya."
"Iya hubby."
"Baby Ace sangat aktif sekali meskipun sudah malam dan semoga saja nanti saat dia sudah besar, dia tidak terlalu aktif agar aku tidak merasa kewalahan saat sedang menjaganya."
"Namun aku perhatikan sepertinya dia nanti akan sangat aktif sepertimu hahaha."
"Benarkah?"
"Iya hubby sayang."
"Haduhh."
__ADS_1