
Rosie lalu melanjutkan mengerjakan tugas dengan ditemani oleh Chicko yang sedang bermain game di cafe tersebut. Sesekali Chicko melirik Rosie yang sedang fokus mengerjakan tugas karena terpesona akan kecantikannya. Walaupun Chicko mengetahui bahwa Rosie ini hanya anak angkat keluarga Robinson namun dia juga memiliki wajah bule campuran, sehingga terkadang orang lain mengira bahwa Rosie adalah putri kandung orang tua Liam. Karena merasa kesulitan dengan tugasnya Rosie lalu meminta bantuan Chicko untuk membantunya, siapa tau Chicko malah lebih paham mengenai hal tersebut. Dengan cepat Chicko langsung meletakkan handphone miliknya dan mengajari Rosie tentang bagaimana cara mengerjakan tugas tersebut, karena kebetulan Chicko sudah selesai mengerjakannya semalam. Rosie sangat fokus memperhatikan Chicko yang sedang menjelaskan cara penyelesaian pertanyaan quiz dari tugas itu.
Dari luar Chicko terlihat kalem dan biasa saja namun sebenarnya di dalam hatinya Chicko bersorak kegirangan karena bisa dekat dengan Rosie sampai salting brutal saat Rosie memperhatikannya. Tiba - tiba saja waiters menghampiri meja mereka berdua untuk mengantarkan cheese cake pesanan Rosie, dan saat Rosie akan membayarnya Chicko langsung memberikan uang kepada waiters tersebut untuk membayar pesanan Rosie. Setelah itu waiters meninggalkan mereka berdua untuk kembali bekerja. Rosie kemudian memberikan sejumlah uang kepada Chicko sebagai ganti atas pembayaran cheesecake tadi namun Chicko menolaknya karena dia sedang ingin mentraktir Rosie. Sebenarnya Chicko melakukan hal tersebut karena sudah sejak lama dia menyukai Rosie, bahkan sejak mereka berdua masih menjadi mahasiswa baru namun Chicko belum bisa mengungkapkan perasaannya selama ini karena dia takut dengan Liam kakaknya Rosie (dasar pengecut lu Chicko).
"Bagimana, sudah paham belum?" tanya Chicko.
Rosie mengangguk "sudah paham kok, thank you."
Chicko tersenyum "your welcome."
"Kenapa sedari tadi kamu menatapku sembari tersenyum, apa ada yang aneh ya?" tanya Rosie penasaran.
"Tidak ada yang aneh kok, hanya saja....."
"Hanya saja, apa?'
"Hanya saja kamu terlihat lebih cantik hari ini."
Rosie langsung tersipu malu "ah kamu ini ada - ada saja."
"Hehe, aku bersungguh - sungguh dengan yang tadi aku katakan."
"Iya aku percaya," ucap Rosie sembari tertawa kecil.
"Ayo cepat kerjakan agar kita bisa pergi."
"Iya, tapi jangan terlalu jauh."
"Kenapa?"
"Nanti takut dimarahi oleh daddy, karena aku hanya meminta izin untuk pergi ke cafe mengerjakan tugas."
Chicko mengangguk "baiklah."
Sekitar 30 menit kemudian Rosie sudah selesai mengerjakan tugasnya dan sedang mengemasi barang - barangnya ke dalam tas. Lalu setelah itu sesuai dengan kesepakatan mereka berdua tadi bahwa mereka berdua akan pergi jalan - jalan begitu Rosie seleaai mengerjakan tugas. Mereka berdua hanya pergi ke tempat - tempat yang dekat saja seperti menonton film di bioskop dan bermain di time zone mall terdekat. Karena kebetulan ada film horor yang baru dirilis, jadi mereka berdua memilih untuk menonton film tersebut karena penasaran dengan cerita orang - orang yang mengatakan bahwa film tersebut sangat sayang untuk dilewatkan. Saat Rosie mengajak foto berdua, Chicko lalu bergumam di dalam hatinya "mimpi apa aku semalam sampai bisa jalan berdua dengan crush (orang yang disukai) ku selama ini?" Chicko langsung berpose dan sangat dekat dengan Rosie. Beberapa hari kemudian saat berada di kampus, Chicko menghampiri teman - temannya.
"Tumben sekali kalian berangkat lebih awal, biasanya selalu telat," ucap Chicko.
"Ada sesuatu yang sedang ingin kita kerjakan."
"Apa itu?" tanya Chicko penasaran.
"Jawaban tugas yang kemarin dari pak botak."
__ADS_1
Chicko berdecih "kalian ini kebiasaan sekali, selalu saja meminta jawaban."
"Kamu pasti sudah mengerjakan tugasnya bukan?" tanya salah satu teman Chicko.
"Sudah," jawabnya singkat.
"Kalau begitu kasih tau kami jawabannya dong, please."
"Kalian ini selalu saja begitu dasar anak - anak tidak berguna," ucap Rosie yang tiba - tiba masuk ke kelas.
"Hai ayang," ucap salah satu dari mereka.
"Cih najis," ucap Rosie sembari duduk di kursinya.
"Kamu selalu seperti itu jika aku memanggilku, coba saja Chicko yang memanggilmu dengan panggilan seperti itu pasti kamu akan langsung menyukainya."
"Tidak juga," ucap Rosie ketus.
"Bukankah kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang kekasih bukan?"
Chicko langsung menyangkalnya "tidak kok, kami hanya berteman dekat saja."
"Kalian berdua pasti berbohong, buktinya saja aku melihat kalian berdua keluar dari bioskop waktu itu."
Teman - teman mereka terkejut "benarkah?"
"Kemarin itu kita berdua tidak sengaja bertemu terus kita berdua memutuskan untuk pergi menonton film yang sedang banyak diperbincangkan di media sosial kemarin karena merasa penasaran," ucap Rosie ikut menyangkal.
"Tidak sengaja bertemu atau memang sudah direncanakan heum?" tanya mereka menggoda Chicko dan Rosie.
Chicko langsung angkat bicara "benar kok yang dikatakan oleh Rosie, aku memang tidak sengaja bertemu dengannya saat mengerjakan tugas di cafe dan karena bosan akhirnya aku mengajaknya untuk menonton film."
"Ciee Rosie," ucap teman - teman dekat Rosie.
"Kalian kok ikut mengejekku? aku itu tidak ada hubungan apapun dengan Chicko."
"Kami berdua bukan mengejek, tetapi kami berdua ingin kalian bisa benar - benar jadian karena kalian berdua cocok sekali."
"Kalian ini menyebalkan sekali."
Salah satu teman Rosie menepuk punggungnya "ayolah, tunggu apalagi? Chicko itu sebenarnya sudah lama menyukaimu."
"Darimana kamu mengetahuinya?" tanya Rosie penasaran.
__ADS_1
"Bukankah sudah jelas bagaimana sikapnya saat bersamamu? jangan pura - pura bodoh Rosie."
"Aku tidak berpura - pura, aku bahkan memang tidak mengetahuinya."
"Yah Rosie payah, masa begitu saja tidak menyadarinya."
"Bodo amat."
Tidak lama kemudian dosen pak botak masuk ke dalam kelas mereka, dan semua para mahasiswa di kelas itu langsung duduk di tempatnya masing - masing. Chicko yang biasanya duduk di belakang sendiri sekarang pindah tempat duduk menjadi di tengah karena teman - teman mereka yang memintanya untuk duduk di samping Rosie. Beberapa jam berlalu dan waktunya mereka pulang. Rosie yang sedang menunggu jemputannya di taman kampus tiba - tiba di hampiri oleh Chicko.
"Ayo aku antar pulang."
"Tidak, terima kasih. Jemputanku sedang menuju kemari kok."
"Kamu marah karena ulah teman - teman tadi ya?"
"Tidak Chic."
"Benar?"
"Iya," ucap Rosie sembari tersenyum.
"Ya sudah, kalau begitu aku duluan ya?"
"Okay, be careful."
"Okay."
Tiba - tiba ada segerombolan orang lari ke depan, dan Rosie langsung bertanya kepada salah satu orang itu "kenapa kalian pada berlari ke depan?"
"Ada model terkenal sedang berada di halaman kampus kita." Dia langsung lari ke halaman kampus.
Rosie lanhsung mengikutinya pergi ke halaman kampus karena merasa penasaran. Tiba - tiba saja ada yang melambaikan tangannya kepada Rosie "Rosie disini."
Rosie langsung menghampirinya "lho kapan kalian pulang dari honeymoon?"
"Tadi pagi," jawab Liam."
"Oh."
"Eonni ini membuat heboh saja."
"Benar tuh kerjaan kakak ipar kamu kan seperti itu," ucap Liam mengejek.
__ADS_1
"Hih sudah ayo pulang," ucap Jane merangkul Rosie.
"Okay."