
Liam saat ini sedang berolahraga di teras rumah sembari berjemur di pagi hari bersama putra kesayangannya. Liam bertelanjang dada dan hanya memakai celana kolor saja sehingga itu menampilkan tubuhnya yang kekar, apalagi saat ini semakin memperlihatkan otot - ototnya karena sedang berolahraga. Tubuhnya sudah sangat mengkilap karena mengeluarkan keringat, dan itu artinya sangat bagus. Rambutnyapun menjadi basah karena banyak mengeluarkan keringat.
Pak satpam dan Pak Kang sampai terlihat iri dengan tubuh kekar Liam yang dinilai sangat bagus, apalagi menurutnya itu sangatlah susah untuk didapatkan karena membutuhkan waktu lama untuk membentuknya. Wajahnya yang tampan serta tubuhnya yang kekar membuatnya terlihat seperti seorang model, yah meskipun sesekali dia juga menjadi model jika temannya membutuhkan bantuan. Liam meletakkan barbelnya di lantai dan mengambil handphone untuk menghubungi Rosie.
Itu bertujuan untuk memastikan apakah adiknya itu dalam keadaan baik atau tidak. karena Liam merasa khawatir saat dia mengatakan bahwa dia sedang pergi bersama Leon ke pantai. Rosie langsung menjawab panggilan Liam dan mengatakan bahwa dia baik - baik saja karena Leon sangat menjaganya saat di pantai. Setelah mendengar hal tersebut Liam langsung mematikan teleponnya dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Liam sudah merasa lega bahwa adiknya ternyata baik - baik saja, dan sepertinya Leon adalah orang yang bisa dia percaya setelah Chicko untuk membantu menjaga Rosie.
Sesekali Liam juga mengajak baby Ace untuk berbincang dan mengusir rasa bosannya karena ditinggal Jane mandi. Tidak lama kemudian Jane menghampiri Liam untuk berpamitan jika dia akan pergi ke supermarket membeli bahan makanan bersama Pak Kang. Beberapa menit kemudian Liam sudah merasa bahwa olahraganya kali ini sudah cukup dan sekarang dia beralih mengurus kolam ikan koi, sedangkan baby Ace masih berada di teras rumah. Ini saatnya dia untuk menguras serta membersihkan kolam dan aquariumnya agar kembali bersih, dan tentunya semua ikannya tidak mati.
"Hari Sabtu saatnya bersih - bersih, bagaimana kabar kalian para ikan kesayangnku yang lumayan mahal harganya?" gumam Liam mulai membersihkan kolam tersebut.
*Tinn!!*
"Eh Liam, sedang apa?" tanya Josh yang tiba - tiba muncul.
"Oh aku sedang menguras kolam ikanku ini karena sudah terlihat kotor."
"Oh begitu," ucap Josh yang langsung pergi ke basement rumah Liam untuk memarkirkan mobilnya.
*Oek oek oek."
Mendengar baby Ace yang tiba - tiba menangis, Liam langsung bergegas mencuci tangannya dan pergi menghampiri baby Ace.
"Eh cup cup cup sayang, kamu haus ya? ini minum dulu."
"Baby Ace menangis ya?"
"Iya Josh dia haus, jadi aku kasih susu agar berhenti menangis."
"Oh, eh Jane pergi kemana kok tidak kelihatan?"
"Jane sedang pergi ke supermarket membeli bahan makanan, karena di kulkas sudah hampir habis semuanya."
"Oh begitu. Eh aku ingin bertanya kepadamu."
"Bertanya apa?" tanya Liam penasaran.
"Selama ini adikku tidak merepotkanmu kan? aku takutnya dia sangat merepotkanmu, apalagi dia tipe wanita yang hobi berbelanja."'
"Tidak kok, selama ini justru Jane yang sudah banyak membantuku apalagi dia sudah memberikan sebuah harta yang paling berharga untukku yaitu baby Ace. Aku sangat menyayangi baby Ace dan juga Jane."
"Syukurlah jika begitu, aku takut jika Jane selama ini sangat merepotkanmu tapi kamunya yang merasa tidak enak untuk mengatakan yang sejujurnya."
"Tidak Josh, selama ini aku diam memang karena Jane tidak merepotkanku sama sekali."
"Kalaupun misalnya ada sesuatu yang mengganjal ataupun ada keluhan lain kamu boleh kok mengatakannya kepadaku."
"Iya santai saja," ucapnya tersenyum.
"Baby Ace sudah mandi?" tanya Josh menatap wajah keponakannya itu.
__ADS_1
"Sudah kok."
"Kamu tidak melanjutkan membersihkan kolam ikanmu?"
"Nanti saja, aku masih belum ingin meninggalkan baby Ace karena takut jika dia rewel lagi."
"Oh, kalau begitu coba sini biar aku saja yang menggendong baby Ace."
"Memangnya tidak merepotkanmu?"
"Tentu saja tidak, mana mungkin aku merasa direpotkan oleh keponakanku sendiri."
"Ya sudah ini baby Ace, aku akan menyelesaikan membersihkan kolam ikan."
"Baiklah santai saja."
Liam kembali membersihkan kolam ikannya dan juga aquariumnya sampai bersih mengkilap, sedangkan Josh duduk di teras rumah sembari menjaga baby Ace. Untung saja baby Ace sudah tidak rewel lagi dan itu membuat Liam merasa tenang saat sedang melakukan hal tersebut. Liam menggosok semua sisi kolamnya dan juga aquariumnya, lalu setelah itu dia kembali mengisi kolam dengan air bersih. Tidak lupa sebelum itu Liam juga membersihkan filternya agar membuat kolam maupun aquarium terjaga kebersihannya. Sekitar 1 setengah jam kemudian Liam sudah selesai membersihkannya dan tinggal menunggu air bersihnya terisi penuh.
"Baby Ace tidak rewel kan Josh?" tanya Liam saat menghampirinya di teras rumah.
"Tidak, baby Ace anak yang baik jadi dia tidak rewel."
"Syukurlah," jawabnya merasa lega.
"Eh baby Ace sudah tidur rupanya, aku akan menidurkannya di ranjang boxnya."
"Haiss merepotkan apanya? aku tidak merasa direpotkan sama sekali."
"Hehe."
Tidak lama kemudian Jane sudah sampai di rumah.
"Hai hubby," ucap Jane memeluk Liam.
"Sudah pulang heum?"
"Sudah hubby, eh baby Ace kemana?"
"Oh baby Ace sedang ditidurkan oleh Josh di kamarnya."
"Oh ternyata oppa ada disini juga."
"Iya."
"Hubby pasti belu mandi kan?" tanya Jane menebak.
"Belum Jane, aku baru saja membersihkan kolam ikan dan juga aquarium depan."
"Oh begitu, lapar tidak?"
__ADS_1
"Luamyan sih."
"Kebetulan aku membeli sebuah spagetthi, jadi mandilah dan aku akan memasakkan makan siang untukmu."
"Okay sayang."
"Cium dulu."
Liam langsung mencium Jane.
"Nih sudah, aku pergi dulu."
"Iya."
Setelah itu Liam langsung pergi ke kamarnya, sedangkan Jane pergi ke dapur membuat spagetthi untuk suaminya yang sudah kelaparan. Tiba - tiba saja Jane dikejutkan oleh Josh saat dia sedang memasak di dapur. Jane langsung memukul tangan Josh saat itu juga.
"Ihh oppa ini apa - apaan sih?"
"Makanya jangan melamun saat memasak, nanti bisa kebakaran."
"Iya tau, lagipula aku tadi hanya tidak sengaja melamun kok."
"Oh begitu. Tadi habis berbelanja di supermarket ya?"
"Benar, tuh belanjaannya belum aku rapikan karena aku ingin membuat hidangan makan siang untuk suamiku yang sudah kelaparan."
"Aku tidak dibuatkan juga?"
"Iya ini untukmu juga oppa."
"Oh terima kasih."
"Iya."
"Liam bagaimana?"
"Bagaimana apanya? Liam baik - baik saja kok."
"Iya sih, dia terlihat sangat menyayangi baby Ace dan juga dirimu."
"Benar, syukurlah aku mempunyai suami sebaik Liam."
"Kan apa kubilang, lebih baik dengan Liam daripada dengan Kyle si pria brandalan itu. Coba kalau kamu jadi menikah dengannya, akan jadi apa kamu ha?"
"Iya oppa, maaf dulu aku menjadi adik yang durhaka."
"Iya sudah kumaafkan. Sekarang lebih baik fokuslah dengan keluarga kecilmu, dan jangan sampai Liam terlepas."
"Siap boss."
__ADS_1