Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #94


__ADS_3

Mereka berdua lalu kembali ke kantornya masing - masing. Liam kemudian duduk di kursi kerjanya begitu dia sampai di kantornya untuk lanjut bekerja, dan setelah itu Yunna memasuki ruangan Liam untuk memberikan berkas dokumen lain yang membutuhkan persetujuan darinya. Liam kemudian membaca ulang dokumen tersebut sebelum menandatanginya dan setelah selesai dia memberikan dokumen tersebut kepada Yunna. Beberapa jam kemudian saat jam pulang kantor Liam lalu berbicara kepada Yunna agar bersedia menemaninya ke toko furniture jam 7 malam dan tidak jadi sepulang kerja karena Liam merasa sangat lelah sekali. Karena kebetulan Yunna tidak memiliki acara jadi Yunna bersedia untuk menemani Liam pergi ke toko furniture jam 7 malam. Mereka berdua lalu bersepakat untuk bertemu di toko furniture terdekat tepat jam 7 malam nanti, lalu setelah itu Liam pulang ke rumahnya untuk beristirahat. Jalanan pada sore hari kebetulan sangat ramai karena hari itu tepat pada hari Senin dan bertepatan pada jam pulang semua kantor.


Sesampainya di rumahnya Liam langsung pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya karena dia merasa sangat lelah. Liam beralih melihat pemandangan luar jendela kamarnya dan fikirannya kembali teringat oleh Jane. Liam lalu mengambil handphone miliknya dan membukanya untuk berniat menghubungi Jane namun dia mengurungkan niatnya tersebut karena Liam masih sedikit merasa kecewa terhadapnya. Siapa sih yang tidak kecewa ketika niat baik kita terasa tidak dihargai sama sekali atau bahkan terkesan digantungkan? semua pasti akan kecewa jika diperlakukan seperti itu apalagi oleh orang yang kita cintai. Liam kemudian membuka galeri handphone miliknya dan melihat - lihat semua foto dirinya bersama dengan Jane yang dikirimkan oleh Jane melalui aplikasi pesan. Liam kemudian melihat sebuah foto saat dirinya bersama dengan Jane di boutique dan setelah itu Liam menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper handphone miliknya. Foto itu terlihat yang paling bagus jadi Liam sengaja menjadikannya sebagai wallpaper menu utama dan menjadikan foto Jane yang terlihat punggungnya dari belakang sebagai wallpaper layar kunci. Sepertinya Liam sudah mulai benar - benar jatuh cinta kepada Jane karena menjadikan fotonya sebagai wallpaper ponsel miliknya.


Liam sangat jarang menjadikan foto seseorang sebagai wallpaper handphone miliknya karena Liam lebih sering menggunakan gambar animasi atau tokoh anime (kartun jepang). Liam terus menatap pemandangan di luar jendela sampai dia tertidur dengan sendirinya. Mrs Robinson yang sedang membantu mempersiapkan makan malam kemudian menyadari jika rumahnya sangat sepi, biasanya suasana rumahnya itu sangat ramai karena Liam dan Rosie yang sering bertengkar maupun berdebat satu sama lainnya. Mrs Robinson lalu pergi ke kamar Rosie untuk memeriksa keberadaan putrinya tersebut, dan ternyata Rosie sedang fokus menonton drama Korea kesukaannya itu. Mrs Robinson lalu memberitahu Rosie bahwa sebentar lagi makan malam dan memintanya untuk turun ke bawah. Mendengar perintah dari mommynya tersebut Rosie lalu menutup laptopnya dan bersiap untuk turun, sedangkan Mrs Robinson melangkah pergi menuju kamar Liam. Mrs Robinson lantas menggelengkan kepalanya begitu mendapati Liam tengah tertidur pulas di atas ranjangnya dengan masih menggunakan jas miliknya tanpa melepas sepatunya terlebih dahulu. Mrs Robinson kemudian mendekati Liam dan melepaskan sepatunya.


Setelah itu Mrs Robinson menatap wajah Liam sembari mengusap lembut rambutnya dan bergumam, "dari dulu sifatmu itu tidak berubah sama sekali. Saat kamu merasa terlalu lelah kamu pasti akan langsung tertidur dengan pulas tanpa melepas sepatumu dan mengganti bajumu terlebih dahulu. Andai dia dulu tidak memilih untuk pergi dari rumah ini pasti sekarang rumah ini semakin ramai karena kehadirannya juga."


Liam lalu terbangun dari tidurnya dan mengucek kedua matanya tersebut "ah mommy ada di sini rupanya, ada apa mom?"


"Sudah hampir waktunya makan malam sayang, ayo bangun dan mandi terlebih dahulu."


"Baik mom."


"Apa pekerjaan kamu di kantor tadi sangat banyak sekali sehingga langsung tidur tanpa mandi dan melepas sepatumu terlebih dahulu?"


"Iya mom, pekerjaan aku hari ini sangat banyak sehingga aku merasa sedikit kelelahan dan memilih untuk tidur sepulang kerja."


"Oh begitu rupanya. Kalau begitu mandilah terlebih dahulu lalu turun ke ruang makan untuk makan malam."


"Baik mom."


"Kalau begitu mommy pergi keluar," ucap Mrs Robinson sembari mengusap rambut Liam.

__ADS_1


"Mom," panggil Liam dengan suara lirih.


"Ya Liam?"


"Liam sangat bingung sekali."


"Memangnya apa yang membuat kamu menjadi sangat bingung Liam?"


"Kenapa dia tidak mau menerima lamaran dariku mom?"


"Siapa? Jane?"


Liam mengangguk "iya mom, aku sangat bingung mencari cara agar Jane mau menerima lamaran dariku."


"Liam hanya berkata ayo menikahlah denganku, eh tetapi Jane menolaknya. Sebenarnya apa yang kurang dari Liam sehingga Jane selalu menolak lamaran dari Liam?"


"Apa alasan Jane menolak Liam?"


"Jane berkata jika dia akan memikirkannya terlebih dahulu secara matang - matang sebelum menerima lamaran dari Liam, dan Jane juga selalu meminta waktu untuk berfikir terlebih dahulu saat Liam mengajukan pertanyaan yang sama."


"Memang benar yang dikatakan oleh Jane karena menikah itu bukan hal yang main - main dan benar - benar butuh persiapan mental yang matang untuk menjalani kehidupan rumah tangga, belum lagi jika sudah mempunyai seorang anak pasti juga butuh mental yang matang untuk mendidik seorang anak juga. Lebih baik berfikir yang matang agar bisa menikah sekali seumur hidup."


"Lalu?"

__ADS_1


"Lalu Liam juga harus mempersiapkan mental untuk menjadi kepala rumah tangga yang bisa mengayomi keluarga, menafkahi lahir batin, dan bisa berfikir dengan bijaksana ketika memutuskan suatu keputusan. Apa Liam sudah mempersiapkan semua itu?"


"Aku rasa belum mom, Liam fikir menikah itu sangatlah mudah seperti pacaran."


"Tidak Liam, menikah itu tidaklah mudah seperti yang Liam bayangkan apalagi sewaktu kesetiaan kita dan pasangan kita sedang di uji."


"Maksudnya mom?"


"Misalnya yang paling gampang saja begini, Liam suatu saat tiba - tiba bertemu dengan seorang wanita yang sifatnya jauh berbeda dari Jane atau mungkin secara penampilan sangatlah berbeda hingga membuat Liam sangat tertarik dengan wanita tersebut dan mulai merasa jenuh dengan Jane. Jadi saat itu kesetiaan Liam akan diuji, apakah Liam bisa mempertahankan rumah tangga Liam atau tidak. Bisa saja Liam akan memilih untuk bersama wanita tersebut dan meninggalkan Jane, maka dari itu mulai sekarang Liam harus belajar untuk setia kepada pasangan Liam nanti."


Liam mengangguk "oh begitu. Tetapi ketika menikah nanti Liam pasti akan setia karena Liam tidak mudah tergoda oleh suatu hal."


Mrs Robinson lalu kembali mengusap rambut Liam "kamu jangan suka menyepelekan suatu hal karena bisa saja apa yang kita fikirkan akan jauh berbeda ketika kita mengalaminya sendiri, dan kalau misalnya suatu saat Liam sangat marah lebih baik diam saja jangan berbicara ataupun membentak istri Liam."


"Kenapa begitu mom?"


"Karena efek samping dari suatu perkataan itu sangat menyakitkan dan pasti akan terus membekas di hati orang yang kita sakiti oleh perkataan kita sendiri, maka dari itu ada sebuah peribahasa yang mengatakan mulutmu adalah harimau mu."


"Iya mom, Liam pasti akan selalu mengingat nasihat dari mommy."


Mrs Robinson tersenyum "iya Liam, sekarang Liam mandi terus makan malam."


"Baik mom, terima kasih."

__ADS_1


"Sama - sama."


__ADS_2