Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #216


__ADS_3

Liam kemudian menggendong Jane ke kamar sembari menciumi lehernya. Liam langsung membaringkan Jane di atas ranjang mahal mereka berdua dan menatap sebentar wajahnya dengan sangat dalam sembari menyelipkan rambut Jane ke telinganya. Jane tersenyum manis saat Liam sedang menatapnya hingga awalnya Liam yang merasa sangat terkagum dengan kecantikan Jane, semuanya berubah menjadi rasa gemas yang membuatnya mencubit pelan hidung mancung Jane. Pipi chubby milik Jane itu juga tidak luput dari serangan Liam karena dia merasa sangat gemas dengan pipinya yang seperti bakpao. Berulang kali Liam menciuminya hingga membuat Jane tertawa geli sembari terus memeluk Liam. Semakin lama tangan Liam semakin liar menjelajahi setiap inchi tubuh Jane dan memainkannya. Selesai bermain - main Liam kemudian menanggalkan celana kolornya tersebut dan memulai aktivitasnya, yaitu bercinta untuk menjadikan Jane miliknya seutuhnya.


"Hubby," ucap Jane memanggil Liam.


*Ngorkk ngorkk* Liam mendengkur.


"Dasar menyebalkan sekali, bukannya bertanggung jawab malah ditinggal tidur dan sekarang aku bingung harus ngapain saat ditinggal tidur olehnya."


Saat dipagi harinya tubuh Liam menjadi terasa segar karena tidur nyenyak semalam hingga membuatnya bangun lebih awal dari Jane. Karena itulah dia langsung berjalan menuju ke kamar mandi walaupun dia pergi dalam keadaan tel*njang bulat. Namun sebelum itu dia menyempatkan diri untuk mencium kening serta bibir Jane terlebih dahulu, lalu dia kembali menyelimuti Jane. Selesai mandi dia lalu hanya memakai celana kolornya saja dan pergi ke dapur untuk membuatkan Jane sarapan pagi. Tidak lama setelah itu Jane dibuat tercengang saat melihat suaminya hanya memakai celana kolor serta celemek saja saat dia sedang sibuk memasak di dapur. Bagaimana Jane tidak tercengang? masalahnya tubuhnya yang sangat kekar berotot itu terlihat sangat sexy saat hanya mengenakan celemek saja. Liam sangat lihai memotong sayuran serta memasak makanan, dan itu membuat Jane sangat suka melihat Liam saat sedang memasak (ehem dan diranjang hehe). Liam lalu merasa terheran saat melihat Jane yang sedang melamun menatap dirinya dari kejauhan.


"Jane!!" teriak Liam dari kejauhan.


Jane langsung tersadar dari lamunannya dan menghampiri Liam "haii good morning hubby."


"Good morning baby girl," ucap Liam mencium pipi Jane.


"Sedang masak apa?" tanyanya penasaran.


"Sandwich dan telur rebus."


"Oh."


"Kenapa? kamu tidak menyukainya heum?"


"Tidak kok, aku menyukai apapun yang dibuat oleh suamiku."


"Baguslah, karena mengkonsumsi telur rebus setiap pagi hari dapat menurunkan berat badan dan sandwich ini rotinya sudah diganti dengan roti gandum yang rendah kalori serta aku mengisinya dengan sayuran dan dada ayam."


Jane mengangguk paham "oh begitu rupanya."


Liam lalu kembali melanjutkan memasak dan saat dia menyadari bahwa Jane hanya terdiam setelah mendengar menu sarapannya, Liam lalu berkata "tenang saja, ini akan sangat lezat kok."


"Benarkah?" tanya Jane ragu - ragu.


Liam tersenyum "yes baby girl."


"Kamu terlihat sangat sexy saat sedang memasak," gumam Jane pelan.


"Kamu mengatakan apa?" tanya Liam memastikan.


"Ah aku tidak mengatakan apapun kok."

__ADS_1


"Benarkah? sepertinya aku mendengarmu berbicara."


"Tidak, mungkin hanya nyamuk yang sedang lewat di telingamu."


"Sepertinya begitu." Liam lalu menyajikan hidangan yang dibuatnya itu di atas meja dan menikmatinya bersama dengan istri tercintanya.


"Wow ternyata sangat lezat."


"Aku kan sudah mengatakannya jika makanan ini memang lezat hahaha."


Jane lalu memakannya dengan sangat lahap sekali hingga membuat Liam merasa senang.


"Kapan - kapan buatkan makanan yang lezat seperti ini lagi ya hubby?"


"Iya sayang."


"Hubby tadi malam sangat nakal sekali," ucap Jane sembari memanyunkan bibirnya.


Perkataan Jane seketika membuat Liam tersedak dan Jane langsung memberikan dia segelas air untuk diminum.


"Nakal kenapa?"


"Kamu tidak memberiku ampun dan malah terus menghajarku sampai jam 2 malam, baru setelah itu kamu langsung tertidur dan tidak menemaniku berbincang terlebih dahulu."


"Karena perbuatanmu itu justru membuatku tidak bisa tidur, dan aku kesepian saat ditinggal tidur olehmu."


"Ya maaf, habisnya kamu juga tidak mengatakannya kepadaku."


"Aku fikir kamu peka, ternyata tidak."


"Ya sudah nanti malam aku akan menemanimu berbincang saat selesai melakukannya."


"Jangan nanti malam."


"Kenapa?"


"Masih sakit, aku juga sedang susah berjalan."


Liam tertawa "ya sudah kalau begitu."


Hari demi hari mereka berdua lalui bersama di rumah tersebut tanpa terasa cuti Liam akan segera berakhir. Pada malam itu Liam sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen yang dikirimkan oleh Yunna sekretaris pribadinya melalui milimail, sedangkan Jane sibuk merapikan setelan jas milik suaminya itu. Belum lama ini Jane membelikan beberapa setelan jas untuk suaminya karena semua jas miliknya sudah usang, dan saatnya diganti dengan yang baru serta dengan beberapa warna yang berbeda - beda. Jane juga memberi tanda dari hari Senin sampai hari Jumat di gantungan beberapa jas tersebut agar tidak merasa bingung. Jane lalu menghampiri Liam yang sedang fokus menatap layar laptop miliknya sembari duduk di atas ranjang begitu dia selesai merapikan pakaian suaminya.

__ADS_1


"Sudah larut malam, ayo tidur hubby."


"Iya Jane," ucapnya sembari menutup laptop miliknya.


"Good night kissnya mana?" tanya Jane manja.


Liam lalu mencium seluruh wajah Jane "sudah puas?"


"Sudah hehe. Mmm kalau besok kamu kerja aku sendirian dong dirumah?"


"Besok ada bibi yang akan menemanimu dan juga Pak Kang."


"Oh begitu."


Keesokan harinya Jane membangunkan Liam lebih pagi karena dia harus berangkat ke kantor, dan ini pertama kalinya Jane menyiapkan segala sesuatu keperluan Liam sebelum kerja setelah resmi menjadi istri Liam. Selesai Liam mandi dan berpakaian, Jane lalu mengikatkan dasi di leher Liam. Setelah itu dia juga memakaikan sepatu di kaki Liam dan memastikan bahwa suaminya itu tampil dengan penampilan terbaiknya. Begitu selesai bersiap - siap serta sarapan pagi, Jane lalu mengantarkan Liam untuk pergi ke kantor sampai di depan pintu rumahnya sembari memberikan senyumannya yang manis saat melambaikan tangannya. 45 menit kemudian Liam telah sampai di kantor dan berjalan menuju ke ruangannya.


"Pagi cantik," ucap Liam menyapa Yunna sekretaris pribadinya itu.


"Pagi - pagi jangan ganjen, ingat sekarang kamu sudah punya seorang istri yang selalu menunggumu pulang ke rumah."


Liam menyengir "hahaha iya aku ingat kok, memangnya aku tidak boleh menyapamu seperti itu?"


"Tidak!!" jawab Yunna tegas.


"Ya sudah. Eh pagi ini apa jadwalku?"


Yunna membuka tablet pintar miliknya "anda ada morning briefing dengan para dewan direksi serta pimpinan perusahaan alias daddy anda, lalu setelah itu anda ada meeting di hotel hits dengan klien penting."


"Oh begitu, terima kasih atas informasinya."


Yunna lalu menyerahkan sebuah map "saya sudah membuat isi pidato anda saat morning briefing nanti."


"Pidato apa? bukankah biasanya tidak ada pidato?"


"Apa anda belum mengetahui bahwa anda sudah diangkat menjadi wakil pimpinan perusahaan? dan nanti anda akan dilantik secara resmi sebagai wakil pimpinan."


"Benarkah?"


"Iya pak."


"Berapa gaji yang akan aku dapatkan?"

__ADS_1


"Saya kurang tau."


"Oh baiklah."


__ADS_2