
Tiba - tiba saja Jane tersadar bahwa seharusnya dialah yang memijat tubuh suaminya setelah pulang bekerja, dan bukannya malah dia yang dipijat oleh suaminya. Jane langsung membalikkan tubuhnya hingga membuat Liam menjadi salah pegang, dan menyadari hal itu Liam langsung meminta maaf kepada Jane agar Jane tidak memukul dirinya akibat salah pegang. Niat memijat setulus hati, eh nanti malah disangka meminta jatah karena memegang bukit kembar secara tidak sengaja.
Jane lalu meminta Liam berbaring di ranjangnya, dan dengan cepat Liam langsung berbaring sesuai permintaan Jane. Setelah itu Jane mulai memijat tubuh Liam secara perlahan hingga membuat Liam tertidur karena merasa sangat nyaman dengan pijatan istrinya itu. Jane tersenyum bahagia saat melihat suaminya yang tengah tertidur pulas, karena itu artinya dia sudah bebas dari tingkah suaminya yang selalu mengajaknya untuk ehem apalagi disaat hujan deras seperti sekarang.
Setelah itu Jane pergi ke kamar baby Ace untuk melihatnya yang tadi tengah tertidur juga, takutnya nanti baby Ace terbangun dan merasa lapar. Ternyata benar saja, baby Ace saat ini sudah terbangun dan Jane langsung memberinya susu. Jane duduk di atas ranjang untuk memberi baby Ace susu sembari beristirahat sebentar. Jadi di kamar baby Ace memang ada dua ranjang, ranjang satunya merupakan ranjang biasa dengan ukuran sedang dan yang satunya merupakan ranjang bayi biasanya yang berbentuk seperti box.
Biasanya ranjang biasa digunakan Jane untuk memberikan baby Ace susu serta menidurkan baby Ace, sedangkan box ranjang itu yang sering digunakan untuk baby Ace tidur. Jane mengusap rambut baby Ace yang mulai tumbuh sangat lebat, dan Jane berfikir bahwa dia ingin sekali mencukur rambut baby Ace agar baby Ace tidak merasa risih. Cuaca semakin dingin, Jane lalu pergi mengambi sweater untuk dipakaikan di badan baby Ace agar dia tidak merasa kedinginan. Setelah itu Jane kembali menidurkan baby Ace sebentar di ranjangnya dan dia pergi ke kamarnya untuk menyiapkan pakaian Liam serta membangunkannya.
"Hubby bangun, ayo mandi dulu karena cuacanya semakin dingin."
"Ngg nanti," ucap Liam dengan matanya yang masih terpejam.
"Ya sudah terserah," ucap Jane ketus.
Tiba - tiba saja Liam menarik tangan Jane dan langsung membawanya ke dalam pelukannya. Setelah itu Liam menarik selimutnya untuk menyelimuti mereka berdua.
"Hu-hubby," ucap Jane gugup.
"Ssttt diam saja."
*Zrasshh.*
*Klip.*
*Duarrr.*
"Baby Ace," ucap Jane tiba - tiba.
Liam langsung pergi ke kamar baby Ace dan membawanya ke kamar.
"Ini baby Ace, sepertinya dia takut dengan suara petir."
"Iya hubby."
*Oek oek oek.*
"Ssstt cup cup cup sayang, tenang saja ada daddy dan eomma disini yang akan menjagamu."
"Coba kamu peluk serta kamu cium agar baby Ace bisa lebih tenang dan merasa aman."
Jane lalu melakukan apa yang Liam perintahkan, dan tiba - tiba saja baby Ace berhenti menangis.
"Benarkan?"
"Iya hubby, sekarang baby Ace sudah lebih tenang."
__ADS_1
"Kalau begitu aku mandi dulu agar bisa ikut dengan kalian, aku tidak berani memeluk baby Ace jika aku belum mandi setelah dari kantor."
"Iya hubby, tapi cepat ya mandinya."
"Kenapa begitu?"
"Aku takut sendirian saat sedang seperti ini."
"Iya sayang," ucap Liam mengusap rambut Jane.
Liam lalu pergi mandi, sedangkan Jane bermain dengan baby Ace agar dia tidak menangis lagi. 10 menit kemudian Liam kembali menghampiri mereka berdua dan mencium baby Ace.
"Hmmm wanginya jagoan daddy," ucap Liam setelah mencium baby Ace.
"Mana ciuman untukku?" tanya Jane protes.
Liam tertawa.
"Hahaha iya baby girl," ucapnya yang kemudian mencium bibir Jane sekilas.
"Bagaimana tadi di kantor heum?"
"Semuanya lancar, tumben sekali bertanya."
"Iya, aku sedang ingin menanyakan hal seperti itu kepadamu."
"Tidak apa - apa."
"Oh. Mmm apa kamu bahagia?" tanya Liam tiba - tiba.
"Yes, how about you?"
"Yea, me too."
"Terima kasih sudah bertanya," ucap Jane tersenyum.
"Terima kasih juga. Hei baby Ace, apa kamu bahagia juga heum?"
Jane lalu menirukan suara anak kecil untuk menjawab pertanyaan Liam.
"Iya daddy, baby Ace juga bahagia."
"Sweaternya lucu sekali berbentuk seperti beruang."
"Bukankah dahulu kita membelinya bersama? dan ini merupakan pilihan kita berdua hubby."
__ADS_1
"Oh begitu rupanya, maaf aku lupa mengenai hal ini."
"Iya tidak apa - apa. Baby Ace sekarang justru terlihat menggemaskan seperti baby bear, iya kan hubby?"
"Benar sekali sayang, baby Ace terlihat seperti baby bear."
Liam kemudian memeluk baby Ace dan mencium pipinya. Sepertinya semenjak Liam mempunyai anak, dia sudah berhenti merokok karena dia takut jika baby Ace sakit akibat racun yang menempel di tubuhnya saat merokok. Liam sangat menyayangi baby Ace bahkan lebih dari hidupnya sendiri, oleh sebab itu dia akan melakukan apa saja asalkan baby Ace dapat hidup bahagia. Liam bisa berbuat seperti itu karena dahulu Liam hampir saja tidak bisa melihat serta bertemu dengan baby Ace karena ada suatu masalah saat persalinan, oleh karena itu Liam sekarang menjadi sangat menyayangi baby Ace dan juga Jane juga.
Meskipun terkadang Liam melakukan suatu hal yang membahayakan nyawanya, dia seketika teringat oleh wajah istrinya dan juga anaknya. Bahkan saat dirinya sedang putus asa, dia juga teringat oleh mereka berdua yang merupakan satu - satunya yang menjadi alasan dia untuk terus hidup. Liam kemudian pergi untuk minum, dan setelah itu dia kembali memeluk mereka berdua. 2 jam kemudian hujan telah berhenti dan Jane terbangun dari tidurnya karena tadi mereka bertiga sempat tertidur. Jane lalu duduk di depan cermin riasnya dan menatap wajahnya sendiri.
"Sayang sedang apa?" tanya Liam yang tiba - tiba terbangun.
"Tidak sedang apa - apa."
"Wajahmu akan tetap terlihat sama cantiknya seperti itu meskipun kamu menatap cermin 1000 kali," ucap Liam sembari tertawa.
"Ihh hubby ini, aku ini sedang bosan saja."
"Ckckck setiap kali habis melakukan sesuatu terutama saat kamu baru saja bangun tidur pasti kamu langsung melihat cermin, memangnya kenapa sih? takut wajahmu berubah heum?"
"Ihh sudah kubilang bukan, ya bukan."
"Hahaha lalu kenapa?"
"Melihat tanda daerah kekuasaanmu agar tidak ada yang terlewat saat aku sedang menutupinya."
"Oh begitu rupanya hahaha."
Jane lalu kembali melihat ke cermin.
"Ihh kok jadi banyak sekali sih," ucap Jane menggerutu.
Liam semakin dibuat tertawa dengan ucapan Jane tersebut.
"Hahaha aku hebat bukan?" tanyanya merasa bangga.
"Hebat apanya? yang ada nanti bedak dan foundationku cepat habis jika seperti ini terus."
"Tidak apa - apa sayang, aku kan sudah berjanji akan membelikannya yang baru jika sudah habis."
"Iya deh iya, janji ya hubby?"
"Iya, memangnya berapa sih harganya sampai kamu terus menggerutu seperti itu?"
Jane lalu memperlihatkan daftar harga beberapa barangnya.
__ADS_1
"Astaga," ucap Liam terkejut.