Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #348


__ADS_3

Setelah itu Jane duduk sebentar di dekat balcony kamar Ace untuk menjemur Ace sebentar agar baby Ace mendapatkan vitamin D. Jane menimang baby Ace sembari mengusap rambutnya, dan Jane tidak menyangka bahwa dia sudah di tahap menjadi seorang ibu. Jane sangat menyayangi baby Ace hingga dia mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk membuat baby Ace tetap hidup saat menjalani proses persalinan meskipun suaminya lebih memilih untuk memprioritaskan keselamatannya daripada calon anaknya sendiri. Sesekali Jane menciumi pipi chubby baby Ace karena selalu saja dia buat gemas oleh wajahnya yang masih polos. Liam duduk di samping Jane untuk memperhatikan interaksi antara ibu dan anak itu, yang menurut Liam sangatlah menggemaskan.


Istrinya itu sangat cerewet sekali hingga saking cerewetnya, dia selalu mengajak baby Ace berbicara saat dia masih di dalam kandungan bahkan saat sudah lahirpun Jane tetap saja mengajak baby Ace berbicara. Jane berkata bahwa baby Ace dapat memahami apa yang dia katakan bahkan saat masih di dalam perutnya. Saat Jane merasa sedih dan memutuskan untuk berbicara kepada baby Ace, tiba - tiba saja raut wajah baby Ace juga ikut sedih. Begitupun saat Jane merasa bahagia pasti baby Ace juga memperlihatkan raut wajah yang bahagia juga. Mereka berdua batinnya saling terikat satu sama lain, sehingga tidak heran jika baby Ace dapat memahami apa yang sedang dirasakan oleh Jane.


Liam kemudian mendekati Jane dan menoel - noel pipi chubby baby Ace yang sedang diajak berbicara oleh Jane. Entah mengapa baby Ace justru malah kembali menangis, dan kemudian Jane memperingatkan Liam agar berhati - hati saat sedang menyentuh pipinya karena jari Liam yang besar itu membuat baby Ace merasakan sakit saat disentuh olehnya.


Setelah itu Liam mencium pipi baby Ace yang merupakan bekas sentuhannya untuk meminta maaf kepadanya. Beberapa menit kemudian Jane lalu pergi memandikan baby Ace karena dirasa baby Ace sudah cukup menerima vitamin D. Liam berjalan di belakang Jane dan mengikuti langkah Jane menunu ke kamar mandi. Setelah itu Jane meninggalkan baby Ace bersama Liam karena dia ingin pergi ke supermarket. Namun sebelum itu dia mandi serta berdandan terlebih dahulu agar lebih enak dipandang.


"Wah buah - buahannya masih sangat segar - segar, aku jadi ingin membeli banyak untuk persediaan."


"Kalau begitu kenapa anda tidak membeli semuanya saja nyonya?" tanya Pak Kang.


"Aku takut busuk jika aku membelinya terlalu banyak, nanti jadi sayang sekali jika sudah busuk serta tidak bisa dimakan."


"Benar juga sih nyonya."


"Oh ya Pak Kang kalau menginginkannya juga, ambil saja tidak apa - apa nanti sekalian bayarnya."


"Baik nyonya."


Pak Kang lalu memilih dua apel dan sebungkus kecil buah anggur, lalu dia memasukkannya ke salam keranjang Jane.


"Sudah nyonya."


"Kok hanya sedikit?" tanya Jane saat melihat ke dalam keranjangnya.


"Tidak apa - apa nyonya hehe."


Jane lalu mengambil 6 buah apel dan memasukkannya ke dalam keranjang, lalu setelah itu Jane memilih - milih buah alpukat yang berada di sampingnya.


"Liam sangat suka sekali dengan jus alpukat, jadi aku akan membeli beberapa alpukat untuknya."


"Nyonya buah strawberry nya juga masih sangat segar, apa anda tidak ingin membelinya?"


"Tentu saja aku akan membelinya setelah memilih beberapa buah alpukat ini."

__ADS_1


"Oh aku fikir anda tidak akan membelinya hehe."


"Mana mungkin aku tidak membelinya."


Setelah memilih beberapa buah segar, Jane dan Pak Kang lalu pergi ke bagian daging sekaligus sayuran. Jane membeli daging ayam, sapi, beberapa daging ikan dan juga nugget jika Liam ingin menggorengnya untuk camilan. Jane juga membeli beberapa camilan untuknya menonton film dan juga untuk Rosie jika semisal dia datang ke rumahnya. Tidak lupa Jane membeli beberapa perlengkapan bayi juga untuk baby Ace. Setelah selesai Jane pulang ke rumah bersama Pak Kang, dan begitu dia sampai di kamar Ace ternyata dia mendapati bahwa Liam sedang tertidur pulas sedangkan baby Ace hanya menggerakkan kaki serta tangannya sembari menatap keadaan sekitar.


Jane hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah suaminya tersebut, dan setelah itu dia duduk di samping baby Ace untuk mengajaknya bermain sebentar sebelum dia pergi memasak untuk makan siang. Saat jam 12 siang Jane pergi ke dapur untuk memasak makan siang dan meninggalkan baby Ace di kamarnya bersama Liam yang tengah tertidur. Tidak lama kemudian Liam menghampiri Jane sembari menggendong baby Ace. Liam duduk di meja mini bar sembari melihat istrinya yang mulai kembali memasak untuk dirinya. Karena merasa pegal akhirnya Liam meletakkan baby Ace di atas meja mini bar sembari mengajaknya bermain bersama.


"Astaga Liam, kamu apakan baby Ace?" tanya Jane merasa terkejut.


"Inilah hidangan makan siang kita berdua nanti," ucap Liam sembari tertawa.


Jane lalu menyingkirkan tudumg saji itu dan langsung menatap Liam dengan tatapan yang sangat tajam.


"Hih kamu ini," ucap Jane merasa geram.


"Hehe aku hanya sekali saja melakukan hal ini."


"Sudah diam saja, jangan berbuat hal yang aneh - aneh."


Jane kembali memasak hidangan makan siang, dan tidak lama kemudian wangi harum masakan tersebut tercium sampai di hidung Liam.


"Wah sangat harum sekali masakanmu, pasti sangat lezat sekali."


"Hehe tentu saja."


"Memangnya kamu memasak apa?" tanya Liam penasaran.


"Ayam rica - rica dan juga nugget."


"Oh begitu. Eh kamu tidak ingin membuka restaurant heum?"


Jane menghela nafasnya.


"Kamu ini masih saja menanyakan hal tersebut."

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


"Aku dahulu sudah mengatakan bahwa aku sangat sibuk sekali, jadi aku hanya ingin memasak untuk suamiku saja."


"Benarkah begitu?"


"Iya hubby sayang."


"Lho, bukankah harusnya aku ya yang berkata seperti itu kepadamu?"


"Memangnya kenapa?" tanya Jane


"Kan aku jarang masak dan sekalinya masak untuk istriku, jadi bukankah harusnya aku yang berkata seperti itu?"


"Mmm semua boleh mengatakan seperti itu, jangan dibuat bingung hahaha."


Liam menggaruk rambutnya sembari tertawa.


"Iya ya kenapa juga aku repot - repot memikirkan hal itu. Mmm Jane."


"Ya hubby?"


"Bagaimana menurutmu kalau aku membeli cafe terus aku bangun sendiri menggunakan brand yang aku buat sendiri?"


"Ya tidak apa - apa sih selama kamu bisa memanage alias membagi waktu dengan baik, dan yang terpenting tidak membuatmu harus terus begadang karena terlalu sibuk."


"Kenapa aku tidak boleh begadang lagi?"


"Insomnia kamu sudah hampir sembuh dan aku tidak ingin kamu mengalami insomnia lagi karena kebanyakan begadang, lagipula terlalu banyak begadang juga tidak baik untuk kesehatanmu sayang."


"Iya sih, tetapi jika aku ingin begadang bermain game saat weekend boleh kan?"


"Boleh saja asalkan jangan terlalu sering," ucap Jane sembari mengusap pipi Liam.


"Oh okay."

__ADS_1


__ADS_2